cover
Contact Name
Julius July
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Medicinus : Jurnal Kedokteran
  • Medicinus : Jurnal Kedokteran
  • Website
ISSN : 19783094     EISSN : 26226995     DOI : -
Core Subject : Health,
Medicinus: Jurnal Kedokteran is an official journal of the Faculty of Medicine, Universitas Pelita Harapan launched in the year 2007. Medicinus is a peer-reviewed and open-access journal that covers basic, translational, or clinical aspects of health and medical science. Medicinus accepts original research articles, review articles, and also interesting case reports. Medicinus: Jurnal Kedokteran is published three times a year in February, June, and October.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 8 (2015): February 2015 - May 2015" : 5 Documents clear
GAMBARAN KLINIS DAN ANALISA CAIRAN SEREBROSPINAL PADA PASIEN MENINGITIS KRIPTOKOKUS DENGAN ATAU TANPA INFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS DI RUMAH SAKIT SHLV Gunawan, Pricilla Yani; Feliana, Feliana; Cucunawangsih, Cucunawangsih
Medicinus Vol. 4 No. 8 (2015): February 2015 - May 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/med.v4i8.1182

Abstract

Meningitis kriptokokus adalah infeksi sistem saraf pusat dengan onset subakut atau kronis, disebabkan oleh sel ragi berkapsul Cryptococcus neoformans. Pasien dengan MK biasanya adalah pasien imunodefisiensi/imunokompromais. Di negara-negara Asia Tenggara, penyakit infeksi oportunistik yang sering dijumpai pada pasien Human Immnunodeficiency Virus (HIV) stadium lanjut adalah MK. Meningitis kriptokokus juga ditemukan pada riwayat penggunaan steroid sistemik, terapi immunosuppresive, transplantasi organ, gagal ginjal, keganasan, penyakit reumatik, diabetes melitus, dan systemic lupus erythematosus atau bahkan pada pasien yang imunokompeten sekalipun. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif potong lintang yakni pengambilan data rekam medis hasil pemeriksaan neurologis dan analisa carian serebrospinal (CSS) penderita MK yang dirawat di Siloam Hospitals Lippo Village dari bulan Januari 2009 hingga September 2014. Teknik pengumupulan data pada penelitian ini dengan mengumpulkan data dari rekam medis. Dari 8 subyek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi diperoleh hasil: pasien meningitis kriptokokus dengan HIV (+) sebanyak 6 orang (75%) dan dengan HIV (-) sebanyak 2 orang (25%). Proporsi pria dan wanita sebesar 3:1. Rentang usia subyek dari 4 hingga 55 tahun dimana sebagian besar subyek penelitian berusia sekitar 20-40 tahun dengan hasil pemeriksaan HIV (+). Saat masuk rumah sakit, secara keseluruhan gejala yang paling sering ditemukan pada subyek berupa nyeri kepala (87.5%). Meskipun memiliki sejumlah kelemahan data hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan neurologi khususnya neuroinfeksi di Banten. Di masa yang akan datang diharapkan dapat dilakukan penelitian dengan skala yang lebih besar dan komprehensif.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Lemak Tubuh dan Distribusi Tekanan Plantar saat berdiri dan berjalan pada anak usia 8-10 Tahun Sumali, Stefanus Satria; Kusumaningtyas, Sasanty; Tamin, Tirza Z
Medicinus Vol. 4 No. 8 (2015): February 2015 - May 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/med.v4i8.1183

Abstract

Indeks massa tubuh (IMT) merupakan parameter seorang anak kurus, normal, gemuk ataupun obese. Kegiatan anak mempengaruhi kadar lemak tubuh karena konsumsi karbohidrat yang berlebihan tanpa disertai aktivitas yang seimbang menyebabkan penumpukan lemak sebaliknya bila energi tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan maka lemak akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang mengakibatkan berkurangnya kadar lemak tubuh. Demikian juga dengan distribusi tekanan plantar karena anak obese dengan aktivitas rendah, tekanan plantar lebih tinggi dibandingkan anak obese dengan aktivitas tinggi sehingga aktivitas subyek penelitian harus dihomogenisasi untuk memperoleh hasil yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan IMT (kurus, normal, gemuk dan obese) dengan lemak tubuh dan distribusi tekanan plantar saat berdiri dan berjalan pada anak usia 8-10 tahun. Metode : desain penelitian adalah observasional cross sectional / potong lintang dengan jumlah 33 anak sebagai subyek penelitian dengan lifestyle sedentary. Penelitian dilakukan dengan mengukur kadar lemak tubuh menggunakan timbangan Tanita dan puncak tekanan (peak pressure) dengan menggunakan alat Matscan. Tekanan plantar diukur saat berdiri dan berjalan. Anak dengan IMT gemuk mempunyai korelasi yang kuat dengan lemak tubuh (r=0,6333) dan anak dengan IMT obese  mempunyai korelasi yang sangat kuat  terhadap lemak tubuh (r=0,8) sedangkan anak dengan IMT kurus juga mempunyai korelasi terhadap lemak tubuh tetapi korelasinya lemah (r=0,2582). IMT juga berhubungan dengan distribusi tekanan plantar saat berdiri dan berjalan terutama daerah midfoot sedangkan untuk anak kurus ditemukan adanya peningkatan tekanan pada daerah hindfoot sewaktu heelstrike. IMT berhubungan dengan kadar lemak tubuh dan distribusi tekanan plantar terutama pada anak dengan IMT gemuk dan obese. 
PENDEKATAN DIAGNOSTIK TERHADAP LEUKEMIA AKUT Hartoyo, Vinson; Kurniawan, Andree
Medicinus Vol. 4 No. 8 (2015): February 2015 - May 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/med.v4i8.1184

Abstract

Leukemia akut merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak-anak, dengan angka kejadian sekitar 30 persen dari keseluruhan kasus keganasan pada anak-anak, dengan leukemia limfoblastik akut (LLA) memiliki angka kejadian lima kali lebih sering daripada leukemia mieloblastik akut (LMA). Meskipun tata laksana dan regimen pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut sudah lebih maju, angka harapan hidup pasien masih cukup rendah terutama pada kelompok pasien dengan usia awitan yang lebih tua (berkisar pada angka 40% pada kelompok umur lebih tua). Dilaporkan sebuah kasus pada seorang anak perempuan berusia 17 tahun yang datang dengan pendarahan dari hidung, telinga, gusi dan saluran cerna (melena dan hematemesis) sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan darah dan apus darah tepi menunjukkan pansitopenia dengan hitung jenis 26% dominan limfosit, dan dengan persentase retikulosit 0.26% yang menunjukkan adanya kegagalan fungsi sumsum tulang. Pasien ini direncanakan untuk menjalani biopsi sumsum tulang sebelum akhirnya meninggal pada hari ketiga perawatan.
DIAGNOSIS KLINIS DINI PENYAKIT DENGUE PADA PASIEN DEWASA Cucunawangsih, Cucunawangsih
Medicinus Vol. 4 No. 8 (2015): February 2015 - May 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/med.v4i8.1185

Abstract

Menyebarnya penyakit dengue di dunia, khususnya Indonesia adalah sebagai akibat dari pengaruh meningkatnya proporsi kasus dewasa. Infeksi virus dengue seringkali memberikan gejala klinis non-spesifik dan singkatnya waktu infeksi, karena itu uji diagnostik laboratorium cepat, dan identifikasi penanda dengue yang dapat segera dilakukan dan mudah diperoleh tetap menjadi prioritas. Deteksi dini pada pasien infeksi virus dengue secara substansial ditujukan untuk mengkonfirmasi dan mengendalikan manajemen klinis. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa deteksi antidengue NS-1 dengan/atau tanpa IgM sebagai faktor indicator untuk menyingkirkan infeksi virus lainnya. Risiko kejadian penyakit dengue yang parah dan dirawat di rumah sakit sering tidak  nampak pada pasien dewasa yang lebih tua, hal ini menunjukkan bahwa kelompok pasien ini harus mendapatkan manfaat dari deteksi dini. Pada pasien dewasa yang mempunyai gejala demam dan leukopenia harus dilakukan pemeriksaan terhadap virus dengue. Namun demikian, gejala klinis demam, trombositopenia, leukopenia, dan monositosis lebih konsisten ditemukan pada pasien terinfeksi virus dengue daripada kasus negatif. 
EFEK ANTIBAKTERI VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS Susanto, Tirta Darmawan; Sujatno, Muchtan; Yuwono, Hendro Sudjono
Medicinus Vol. 4 No. 8 (2015): February 2015 - May 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/med.v4i8.1186

Abstract

Kejadian infeksi, baik di lingkungan rumah sakit yang disebut infeksi nosokomial maupun di luar rumah sakit, cukup besar. Infeksi mempertinggi angka kematian dan kesakitan, serta memperlama waktu perawatan di rumah sakit. Saat ini banyak tanaman yang terbukti secara empiris memiliki efek antibakteri, diantaranya adalah minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil / VCO), oleh karena itu perlu dilakukan penelitian ini guna mengetahui efek anti bakteri VCO pada luka yang telah diinfeksi dengan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).Telah dilakukan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap. Hewan coba yang digunakan adalah marmut jantan galur albino sebanyak 15 ekor . Dermis hewan coba diinsisi hingga diperoleh luka berukuran 9cm2 dasar otot, luka diinfeksi dengan suspensi bakteri MRSA, kemudian diberi 3 macam perlakuan yaitu dibiarkan saja tanpa pengobatan untuk control negatif, terapi VCO per oral 3 cc / hari dan terapi VCO topikal 0,4 cc / hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dan two sample - T test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian VCO topikal dengan dosis 0,4 cc / hari mampu mengobati infeksi dan mempercepat penyembuhan luka hewan coba secara bermakna (p = 0,043 < α = 0,05), tetapi pemberian VCO peroral 3 cc / hari menunjukkan hasil yang tidak bermakna (p = 0,376 > α = 0,05). Pemberian VCO per oral 3 cc / hari dan topikal 0,4 cc / hari mampu menurunkan jumlah lekosit darah pada hewan coba. Pemberian VCO topikal 0,4 cc / hari mampu membunuh bakteri sehingga dapat mengurangi jumlah bakteri pada luka secara bermakna (p = 0,0092 < α = 0,05), namun pemberian VCO per oral tidak mampu mengurangi jumlah bakteri pada luka secara bermakna (p = 0,17 > α = 0,05). Pada hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemberian VCO topikal menunjukkan efek antibakteri yang bermakna untuk mengatasiinfeksi MRSA.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): October Vol. 14 No. 3 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2025): February Vol. 14 No. 1 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): June Vol 13, No 3 (2024): June Vol 13, No 2 (2024): February Vol. 13 No. 2 (2024): February Vol. 13 No. 1 (2023): October Vol 13, No 1 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): June Vol 12, No 3 (2023): June Vol. 12 No. 2 (2023): February Vol 12, No 2 (2023): February Vol 10, No 3 (2022): October 2022 - January 2023 Vol 10, No 2 (2022): June 2022 - September 2022 Vol 10, No 1 (2022): February 2022 - May 2022 Vol 9, No 3 (2021): October 2021-January 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): October Vol 12, No 1 (2022): October Vol. 11 No. 3 (2022): June Vol 11, No 3 (2022): June Vol. 11 No. 2 (2022): February Vol 11, No 2 (2022): February Vol 10, No 3 (2021): June 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): June 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): February : 2021 Vol 10, No 2 (2021): February : 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): October Vol 11, No 1 (2021): October Vol 7, No 3 (2018): June 2018 - September 2018 Vol 10, No 1 (2020): October:2020 Vol. 10 No. 1 (2020): October:2020 Vol 9, No 3 (2020): June 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): February : 2020 Vol 9, No 2 (2020): February : 2020 Vol 7, No 2 (2018): February 2018 - May 2018 Vol 7, No 1 (2017): October 2017 - January 2018 Vol 9, No 1 (2019): October:2019 Vol. 9 No. 1 (2019): October:2019 Vol. 8 No. 3 (2019): June 2019 Vol 8, No 3 (2019): June 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): February : 2019 Vol 8, No 2 (2019): February : 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): June 2018 - September 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): February 2018 - May 2018 Vol 6, No 3 (2017): June 2017 - September 2017 Vol 6, No 2 (2017): February 2017 - May 2017 Vol 6, No 1 (2016): October 2016 - January 2017 Vol 5, No 3 (2016): June 2016 - September 2016 Vol 5, No 2 (2016): February 2016 - May 2016 Vol 5, No 1 (2015): October 2015 - January 2016 Vol 4, No 9 (2015): June 2015 - September 2015 Vol 4, No 8 (2015): February 2015 - May 2015 Vol 8, No 1 (2018): oktober 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): oktober 2018 Vol. 7 No. 1 (2017): October 2017 - January 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): June 2017 - September 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): February 2017 - May 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): October 2016 - January 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): June 2016 - September 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): February 2016 - May 2016 Vol. 5 No. 1 (2015): October 2015 - January 2016 Vol. 4 No. 9 (2015): June 2015 - September 2015 Vol. 4 No. 8 (2015): February 2015 - May 2015 More Issue