cover
Contact Name
Ni Gusti Ayu Eka
Contact Email
gusti.eka@uph.edu
Phone
+628121902239
Journal Mail Official
nursingcurrent@uph.edu
Editorial Address
Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Indonesia 15811 Phone: 021 5460901 Fax: 021 5460910 Email: nursingcurrent@uph.edu
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Nursing Current : Jurnal Keperawatan
ISSN : 2089922X     EISSN : 26213214     DOI : -
Core Subject : Health,
Nursing Current Jurnal Keperawatan is a scientific journal that covers research related to nursing including medical surgical nursing, mental health nursing, maternity and pediatric nursing, community nursing, nursing management, and nursing education. The journal includes research articles, literature reviews, case reports, lecture notes, and reviews of new books.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): December" : 8 Documents clear
LITERATURE STUDY: INTENSIVE CARE UNIT-TALK, A COMMUNICATION AID FOR MAINTENANCE INTUBATED INTENSIVE PATIENTS [KAJIAN LITERATUR: INTENSIVE CARE UNIT-TALK, SEBUAH ALAT BANTU KOMUNIKASI BAGI PERAWATAN PASIEN INTENSIF YANG TERINTUBASI] Eva Chris Veronica Gultom
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v5i2.1701

Abstract

ICU-Talk technique is a development of Augmented Alternative Communication (AAC) method. This technique provides some features that are compiled with a database computerized. This database has a major vocabulary and vocabulary developed and is highly compatible with all patients. Systematic review to analyze the effectiveness of such devices and the like in communication in an intubated patient..Authors use some search keywords that are "Intensive Care Unit", "communication", "Patient", "intubated", "tool", Augmented Alternative Communicator using boolean "AND". literature sources to be studied is EBSCO, ScienceDirect, aacnjournals, ersjournals. There were 11 articles that have been reviewed. ICU-Talk is a practical design and consists of two interfaces. Many vocabulary is stored in this ICU-Talk database, and its usage can be through touch screen (touch screen), mouse or with one button. Each interface is colored differently and comes with animations and 250 vocabulary, as well as box-shaped and bubbles. The use of these boxes and bubbles makes it easier for users to find words / topics that suit their needs. For hospital, nurses, and nursing students to pay attention to these tools as a forms of communication with patients intubated.BAHASA INDONESIA Teknik ICU-Talk ini merupakan perkembangan dari metode Augmented Alternative Communication (AAC).Teknik ini menyediakan beberapa fitur yang disusun dengan database secara terkomputerisasi.Database ini memiliki kosakata yang utama dan kosakata yang dikembangkan dan sangat sesuai dengan semua pasien. Kajian literatur untuk menganalisa keefektifitasan alat tersebut dan sejenisnya dalam komunikasi pada pasien yang terintubasi. Penulis menggunakan beberapa kata kunci pencarian yaitu “Intensive Care Unit”, “communication”, “Pasient”, ‘intubated”, “tool”, Augmented Alternative Communicator dengan menggunakan boolean “AND”. Artikel yang digunakan berjenis full text dari database seperti EBSCO, sciencedirect, aacnjournals, ersjournals. Artikel yang didapatkan sesuai kriteria tersebut berjumlah 11 artikel. ICU-Talk ini dengan rancangan yang praktis dan terdiri dari dua pilihan tatap muka (interfaces). Banyak kosakata yang disimpan dalam database ICU-Talk ini, dan penggunaannya dapat melalui layar sentuh (touch screen), mouse atau dengan satu tombol. Masing-masing interface diberi warna yang berbeda dan dilengkapi dengan animasi serta 250 kosakata, serta berbentuk boxes dan bubbles. Penggunaan boxes dan bubbles ini mempermudah pengguna dalam menemukan kata/topik yang sesuai dengan kebutuhannya Bagi rumah sakit, perawat dan mahasiswa dapat memperhatikan alat ini sebagai bentuk komunikasi dengan pasien yang terintubasi.
THE IMPACT OF PRECEPTOR CARING AND PRECEPTORSHIP METHOD IN INCREASING THE CONFIDENCE OF THE NEW NURSE AT UKI GENERAL HOSPITAL JAKARTA [DAMPAK CARING PRECEPTOR DAN METODE PRECEPTORSHIP DALAM MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PERAWAT BARU DI RSU UKI JAKARTA] Erita Erita; Donny Mahendra
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v5i2.1714

Abstract

In his research Sung-Hyun Cho et al (2012) reported his research results that 27% of newly graduated nurses would leave their jobs within the first year if not well supported. Based on data of nurse personnel at UKI General Hospital in December 2016, the number of nurses moved another hospital 14% (24 people). New nurses entering the new workplace will face a variety of problems, the first month is a challenging time, stress, fear, lack of confidence and special difficulties in adapting to the work environment is common to newly groomed nurses and calling this fear a transition shock. The study aims to explore and interpret the experience of new nurses to caring preceptor in improving confidence after getting perceptorship assistance. Qualitative research method with phenomenology approach, sample number of 6 participants with purposive sampling technique at RSU UKI Jakarta in June to July 2017. Researcher's research instrument and interview guideline. Data analysis with NVivo 11 Plus has resulted in confident themes of new nurses with confident sub sub themes before and after preceptor mentoring. The theme of interpersonal relationships between preceptor and perceptee with sub theme caring and not caring preceptor. Conclusion The caring interaction between perceptor and perceptee can make the perceptee move toward self-actualization, self-esteem and self-esteem and progress that gives hope for the future, also makes perceptee feel better, happier, bolder and proud to work in that agency thus minimizing the turnover of new nurses. Researchers recommend the need for research on quality competence studies of preceptor. BAHASA INDONESIA ABSTRAK Dalam penelitian Sung-Hyun Cho et all (2012) melaporkan hasil penelitiannya bahwa 27 % dari perawat lulusan baru akan meninggalkan pekerjaannya dalam waktu satu tahun pertama bila tidak diberikan dukungan yang baik. Berdasarkan data tenaga perawat di Rumah Sakit Umum UKI bulan Desember 2016, jumlah perawat pindah rumah sakit lain 14 % (24 orang). Perawat baru ketika memasuki lingkungan kerja baru akan menghadapi berbagai masalah, bulan pertama merupakan masa yang penuh tantangan, stres, ketakutan, kurang percaya diri dan kesulitan khusus dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja hal yang umum dialami perawat lulusan baru dan menyebut ketakutan ini sebagai transition shock. Penelitian bertujuan mengeksplorasi dan memaknai pengalaman perawat baru terhadap caring preceptor dalam meningkatkan percaya diri setelah mendapatkan pendampingan perceptorship. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, jumlah sampel 6 partisipan dengan tehnik purposive sampling di RSU UKI Jakarta pada bulan Juni sampai Juli 2017. INstrumen penelitian peneliti dan pedoman wawancara. Analisis data dengan NVivo 11 Plus didapatkan hasil tema percaya diri perawat baru dengan sub tema percaya diri sebelum dan setelah pendampingan preceptor. Tema hubungan interpersonal antar preceptor dan perceptee dengan sub tema caring dan tidak caring preceptor. Kesimpulan Interaksi caring antara perceptor dan perceptee , dapat membuat perceptee mengalami pergerakan ke arah aktualisasi diri, peningkatan harga diri dan percaya diri serta mengalami kemajuan yang memberikan harapan untuk masa depan, juga membuat perceptee merasa lebih baik, bahagia, berani dan bangga bekerja di instansi tersebut sehingga meminimalkan turn over perawat baru. Peneliti merekomendasikan perlunya penelitian tentang kajian kualitas kompetensi preceptor.
PARENTS COMPLIANCE APPLYING GLUTEN AND CASEIN FREE DIET WITH AUTISM CHILD'S BEHAVIOR IN 2015 [KEPATUHAN ORANGTUA MENERAPKAN DIET BEBAS GLUTEN DAN KASEIN DENGAN PERILAKU ANAK AUTIS TAHUN 2015] Kalpana Kartika
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v5i2.1702

Abstract

One of the causes of autism are environmental factors contaminated by toxic substances, food, nutrition, and as a result raksenasi. The purpose of this study was to determine the relationship of parents applying compliance gluten and casein-free diet (GFCF) by the behavior of children with autism in Bukittinggi SLB AlIkhlas 2015 years.Design of this study was cross-sectional, this research has been carried out in July 2015. The number of samples in this study as many as 47 parents of children with autism who are undergoing training in Autism Special SLB Al-Ikhlas London in 2015. Tools used to collect data in the form of questionnaires. This study uses a Chi-Square test of univariate data analysis of data obtained more than half of the 57,4% perents dutifully implement the gluten and casein free diet (GFCF) , Less than half of the 44,7% of respondents have good behavior and bivariate data analysis p= 0,034 smaller than 0,05 there is a relationship of parents applying a gluten and casein free diet (GFCF) by the behavior of children with autism. Suggestion in this research is need to develop research about influence of gluten-free diet and casein (GFCF) on autism child development as one of intervention given by health worker for deeper study and number of samples more so that accuracy of result of research more guaranteed.BAHASA INDONESIA ABSTRAK Salah satu faktor penyebab autis yaitu faktor lingkungan yang terkontaminasi oleh zat-zat beracun, pangan, gizi, dan akibat raksenasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan orang tua menerapkan diet bebas gluten dan kasein (DBGK) dengan perilaku anak autis di SLB Al-Ikhlas Bukittinggi tahun 2015. Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional, penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juli 2015. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 47 orang tua dari anak autisme yang sedang menjalani pendidikan di SLB Khusus Autis Al-Ikhlas Bukittinggi pada tahun 2015. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data berupa kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-Square dari analisa data didapatkan data univariat lebih dari separuh yaitu 57,4% orang tua patuh menerapkan diet bebas gluten dan kasein (DBGK), kurang dari separuh yaitu 44,7% responden memiliki perilaku yang baik dan hasil analisa data bivariat didapatkan p=0,034 lebih kecil dari 0,05 yaitu ada hubungan kepatuhan orang tua menerapkan diet bebas gluten dan kasein (DBGK) dengan perilaku anak autis. Saran pada penelitian ini adalah perlu dikembangkannya penelitian mengenai pengaruh dari diet (DBGK) terhadap perkembangan anak autisme sebagai salah satu intervensi yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk kajian yang lebih dalam dan jumlah sampel yang lebih banyak sehingga keakuratan hasil penelitian lebih terjamin.
GUIDED IMAGERY RELAXATION TECHNIQUES REDUCE PATIENT'S PAIN POST ATTACK HEART [TEKNIK RELAKSASI IMAJINASI TERBIMBING (GUIDED IMAGERY) MENURUNKAN NYERI PASIEN PASCA SERANGAN JANTUNG] Rizka Febtrina; Winta Febriana
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v5i2.1703

Abstract

Heart attack or commonly referred to as acute myocardial infarction (AMI) is a life-threatening condition that is marked by the formation of local necrotic area within the myocardium. The usual condition felt by the patient after heart attack is the pain in the chest. Pain is a sensation of individual discomfort felt by the patient. If the pain is not solved it will result in an uncomfortable to the patient either physically or psychologically. One of the interventions that can be used to reduce pain is a guided imagery relaxation technique (Guided Imagery). The purpose of this study was to determine the effect of guided imagery relaxation techniques (Guided Imagery) to decrease the patient's pain after a heart attack at the Flamboyan Lounge Arifin Achmad Hospital in Riau province. The samples in this study were patients with AMI medical diagnoses who experienced moderate pain. The type of this research is quantitative design that is used is quasi experiment "pretest posttest without control group", before and after given intervention measurement of pain scale. The analysis used is paired sample t test. The result of this research shows that there is influence of Guided Imagery relaxation technique to the patient's pain relief after heart attack p value 0,002 (p value <α). This study recommends to develop and carry out research on factors that affect pain in AMI patientsBAHASA INDONESIA ABSTRAK Serangan jantung atau yang biasa disebut juga dengan Infark Miokard Akut (IMA) adalah kondisi yang mengancam jiwa pasien yang di tandai dengan pembentukan area nekrotik lokal di dalam miokardium. Kondisi yang biasa di rasakan oleh pasien pasca serangan jantung yaitu rasa nyeri di bagian dada. Nyeri merupakan respon ketidaknyamanan yang dirasakan oleh individu. Apabila nyeri tidak di atasi maka akan menimbulkan dampak yang tidak nyaman terhadap pasien baik secara fisik ataupun psikologis. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi imajinasi terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi imajinasi terbimbing terhadap penurunan nyeri pasien pasca serangan jantung di Ruang Flamboyan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Sampel pada penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis IMA yang mengalami nyeri sedang. Jenis penelitian ini adalah adalah kuantitatif desain yang di gunakan adalah quasi experimen “pretest posttest without control group”, sebelum dan setelah diberikan intervensi dilakukan pengukuran skala nyeri. Analisa yang di gunakanadalah uji paired sample t test. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh teknik relaksasi imajinasi terbimbing (Guided Imagery) terhadap penurunan nyeri pasien pasca serangan jantung p value 0,002 (p value< α). Penelitian ini merekomendasikan untuk mengembangkan dan melaksanakan penelitian faktor-faktor yang menpengaruhi nyeri pada pasien IMA.
DESCRIPTION OF THE APPLICATION OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT IN A HOSPITAL[GAMBARAN PENERAPAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUANG PERAWATAN RUMAH SAKIT] Eret Sukaldo; Renata Komalasari; Shinta Yuliana Hasibuan
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v5i2.1699

Abstract

Workplace safety in the hospital is an effort that must be done by all employees, including nurses while conducting tasks, one of them by using Personal Protective Equipment (PPE). Personal protective equipment in the hospital includes masks, gloves, dresses, etc. Compliance of health care workers, especially nurses, in the application of PPE greatly determines the safety of patients and other colleagues at the hospital. This study aimed at identifying the application of PPE in the treatment room at a private hospital in West Jakarta. The research design used was descriptive research. The study population was nurses who were in the nursing room at the hospital, a total of 31 nurses. Data was collected using convenient sampling technique involving 30 respondents through observation of nurses when giving nursing care in the inpatient rooms. The analytical method used univariate analysis. The results of this study showed out of 30 respondents, 75% (n = 22) used the PPE appropriately, while 25% (n = 8) did not. Future research can examine factors that cause nurses not apply the PPE in in-patient room when giving care.BAHASA INDONESIA Keselamatan kerja di rumah sakit merupakan suatu upaya yang harus dilakukan seluruh pegawai, termasuk perawat selama melakukan tugas, salah satunya dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Alat pelindung diri di rumah sakit mencakup masker, sarung tangan, gaun, dan sebagainya. Kepatuhan tenaga perawatan kesehatan, khususnya tenaga perawat, dalam penerapan APD sangat menentukan keselamatan pasien dan rekan kerja lain di rumah sakit tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan APD di ruang perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah perawat yang berada di ruang perawatan di rumah sakit tersebut, sejumlah 31 perawat. Pengambilan responden dengan teknik convenient sampling dengan jumlah 30 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi perawat ketika melakukan asuhan keperawatan di ruang perawatan. Metode analisis yang digunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 30 responden, 75 % (n=22) di antaranya menerapkan penggunaan APD, sedangkan 25% (n=8) tidak menerapkan penggunaan APD. Peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor faktor penyebab perawat tidak melakukan penerapan APD di ruang perawatan.
LEVEL OF PATIENT SATISFACTION WITH SERVICE NURSING IN THE INSTITUTION UNIT [TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI UNIT RAWAT INAP] Omy Oini; Renata Komalasari; Shinta Yuliana Hasibuan
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v5i2.1707

Abstract

Patient satisfaction is one of the factors that can be used as a reference in improving quality services in health services in hospitals. Nursing care is one area of service in the hospitals. Patient's satisfaction with nursing care in a hospital is important in providing an overall picture of the quality of health care, particularly in the inpatient ward. In a private hospital in West Jakarta area, there has never been a study of patient satisfaction of nursing service, particularly in the inpatient unit. The purpose of this study was to explore the level of patient satisfaction with the nursing service in the inpatient unit at a private hospital in West Jakarta. Aspects being investigated consisted of tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. This research was a quantitative descriptive research with 135 respondents of inpatient patients obtained by purposive sampling technique. Inclusion criteria included patients who were hospitalized for at least three days, age of 18 years old and over, ability to read and write in Indonesian, and willing to be respondents. The instrument used was the Quality Service (SERQUAL) questionnaire that has been tested for its validity and realibility. Data was analyzed using descriptive univariate analysis. The results showed that the level of patient satisfaction of the nursing service on tangible was 39.3%, reliability was 57.8%, responsiveness was 54.8%, assurance was 56.3%, and empathy was 64.4.%. Future study should examine the relationship between patient satisfaction levels and nursing care based on these five aspects. The hospital may use data from this study as a baseline in efforts to improve nursing service quality for patients. BAHASA INDONESIA ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan salah satu faktor yang dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan pelayanan berkualitas dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu bidang layanan di rumah sakit adalah layanan keperawatan. Kepuasan pasien terhadap asuhan keperawatan di sebuah rumah sakit penting dalam memberikan gambaran keseluruhan tentang kualitas pelayanan kesehatan di sebuah sakit, khususnya di ruang rawat inap. Di sebuah rumah sakit swasta di wilayah Jakarta Barat belum pernah dilakukan penelitian tingkat kepuasan pasien di unit rawat inap terhadap layanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah menggali tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di unit rawat inap di sebuah rumah sakit swasta di wilayah Jakarta Barat. Aspek yang dikaji meliputi aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan responden penelitian 135 pasien rawat inap yang diperoleh dengan teknik menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi yaitu pasien yang dirawat di unit rawat inap minimal 3 hari, pasien berusia minimal 18 tahun, pasien dapat baca tulis dalam Bahasa Indonesia, dan bersedia menjadi responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner ServiceQuality (SERQUAL) yang sudah diuji validitas dan reabilitasnya, mencakup domain tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Data dianalisis menggunakan analisis univariat deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan pada dimensi tangible adalah 39.3%, reliability 57.8%, responsiveness 54.8%, assurance 56.3%, empathy 64.4.%. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji hubungan antara tingkat kepuasan pasien dan pelayanan keperawatan berdasarkan kelima aspek tersebut. Rumah sakit dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai data dasar dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit.
GUILLAIN-BARRE SYNDROME HANDLING CASE REPORT WITH PLASMAFERESIS THERAPY[LAPORAN KASUS PENANGANAN SINDROM GUILLAIN-BARRE DENGAN TERAPI PLASMAFERESIS] Theresia Theresia
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v5i2.1700

Abstract

Guillain-Barré Syndrome (GBS) is a serial of syndromes manifested as an acute inflammation of poliradiculoneuropathy as a result of weakness and decreased reflexes with various clinical variations found. Epidemiological data for the SGB case as a disease of the nervous system disorder did show the number of events that are less significant globally and nationally. Infection as a trigger factor for GBS is still high in tropical countries such as Indonesia. In Indonesia, GBS data on research Description of GBS Patients with Erasmus GBS Outcome Score (EGOS) method at RSUPN Cipto Mangun Kusumo since 2010 until 2014 got the number of new cases of SGB per year in RSUPNCM that is 7.6 cases and occurred throughout the year. New cases that occur are quite low but the trigger factors such as infection Mycoplasma pneumonia are high enough. This can be the concern of health workers including nurses to understand the GBS case and how to handle it. The purpose of this paper provides information to fellow nurses (practice, education, and research), patients and families and lay peoples that are interested in the case to better understand the case of Guillain Barre Syndrome and the treatment of Plasmapheresis. The method used in this article is a narrative of nursing records in 1 patient diagnosed with GBS with plasmapheresis therapy in the inpatient ward at RS X Private Hospital in South Jakarta. The process of improving the clinical condition corresponds to some clinical trials that occur in the literature that the condition of respiratory failure does not occur, extreme muscle paralysis may be reduced, an abillity to swallow is also getting better.BAHASA INDONESIA Sindrom Guillain-Barré (SGB) merupakan sekumpulan sindrom yang termanifestasikan sebagai inflamasi akut poliradikuloneuropati sebagai hasil dari kelemahan dan penurunan refleks dengan berbagai variasi klinis yang ditemukan. Data epidemiologi untuk kasus SGB sebagai penyakit gangguan sistem saraf memang menunjukkan angka kejadian yang kurang signifikan secara global maupun nasional. Infeksi sebagai faktor pemicu SGB masih tinggi terjadi di negara tropik seperti Indonesia. Di Indonesia sendiri data SGB pada penelitian Deskripsi Luaran Pasien SGB dengan metode Erasmus GBS Outcome Score (EGOS) di RSUPN Cipto Mangun Kusumo sejak tahun 2010 hingga tahun 2014 didapat jumlah kasus baru SGB pertahun di RSUPNCM yaitu 7,6 kasus dan terjadi sepanjang tahun dan tidak mengenal musim. Data jumlah kasus baru yang terjadi memang tergolong rendah namun faktor pemicu infeksi seperti Mycoplasma pneumonia cukup tinggi. Hal tersebut dapat menjadi perhatian para tenaga kesehatan termasuk perawat untuk dapat memahami kasus SGB dan penanganannya. Tujuan penulisan ini memberikan informasi bagi rekan perawat (lahan praktik, pendidikan, maupun penelitian), pasien dan keluarga serta orang awam yang tertarik dengan kasus ini untuk lebih memahami kasus Sindrom Guillain Barre dan penanganan Plasmaferesis. Metode yang digunakan adalah pemaparan secara naratif catatan keperawatan pada 1 orang pasien yang terdiagnosa SGB dengan terapi plasmaferesis di ruang rawat inap di RS Swasta X di Jakarta Selatan. Proses perbaikan kondisi klinis sesuai dengan beberapa uji klinis yang tedapat di literatur yaitu kondisi gagal nafas tidak terjadi, paralisis otot ekstrimitas dapat berkurang, kemampuan menelan juga semakin membaik.
DIFFERENCES IN HEALTHY BEHAVIOR PATTERNS OF NURSING AND NON-NURSING STUDENTS [PERBEDAAN POLA PERILAKU HIDUP SEHAT MAHASISWA KEPERAWATAN DAN NON-KEPERAWATAN] Riama Marlyn Sihombing; Sandro Nainggolan
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v5i2.1713

Abstract

Nursing students as health profession members are educated to adequate knowledge and positive attitude toward healthy lifestyle. Nursing students are expected healthier lifestyle than the non-nursing students. Health lifestyle of nursing students will affect their lives in the future. However, no studies have found relationships between nursing students and non-nursing students using Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II) questionnaire in Indonesia. The purpose of this study is to identify similarities and differences between the nursing students and non-nursing students used a descriptive quantitative with comparative approach. Data were collected by using the Indonesian version of the HLPL II questionnaire. In the present study, HPLP-II questionnaire consist of a 22-item with a 4-point Likert in three theoretical dimensions. The respondents are 113 nursing students and 112 non-nursing students. The result reveals that the mean item score for total HPLP-II of nursing students (2,51 ± 0,38) is higher than the non-nursing students (2,32 ± 0,80). Nursing students’ score is higher than their overall HPLP and in the subcategories of health responsibility, physical activity and spiritual growth. The statistical analysis shows a significant difference between HPLP-II nursing students and HPLP-II non-nursing students (p = 0.024). Furthermore, further research is needed to find the factors cause differences of healthy lifestyle of nursing students and non-nursing studentsBAHASA INDONESIA ABSTRAK Mahasiswa keperawatan sebagai anggota profesi kesehatan dididik agar memiliki pengetahuan dan sikap yang memadai terhadap perilaku hidup sehat. Mahasiswa keperawatan diharapkan memiliki perilaku hidup yang lebih sehat dibandingkan mahasiswa non-keperawatan. Perilaku hidup sehat mahasiswa keperawatan mempengaruhi kehidupan mereka di masa depan. Selain itu belum ada penelitian yang menemukan hubungan antara mahasiswa keperawatan dan non-keperawatan menggunakan kuesioner Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pola perilaku hidup sehat antara mahasiswa keperawatan dan non-keperawatan menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi komporatif. Populasi adalah mahasiswa fakultas keperawatan dan mahasiswa fakultas desain Universitas X. Sampel menggunakan tehnik purposive sampling sebanyak 113 mahasiswa keperawatan dan 112 mahasiswa desain. Instrumen berupa kuesioner HPLP-II yang diadaptasi dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari 22 item pertanyaan dalam skala Likert dengan tiga subskala. Hasil penelitian skor rata-rata total HPLP mahasiswa keperawatan (2,51 ± 0,38) lebih tinggi daripada mahasiswa non keperawatan (2,32 ± 0,80). Mahasiswa keperawatan mempunyai subskala perkembangan spiritual, tanggung jawab kesehatan dan aktivitas fisik lebih tinggi daripada mahasiswa non-keperawatan. Analisis statistik ditemukan ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa keperawatan dan non-keperawatan (p = 0.024). Penelitian selanjutnya perlu mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perbedaan pola perilaku hidup sehat antara mahasiswa keperawatan dan non-keperawatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8