cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
arifin1169@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltheorems.unma@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Theorems (The Original Research of Mathematics)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 2528102X     EISSN : 25414321     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of THEOREMS (The Original Research of Mathematics) published by Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Majalengka, that contains writings from innovative and relevant research and conceptual studies related to mathematics and / or the development of mathematics learning.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE TIPE TGT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA (APPLICATION OF THE COOPERATIVE MODEL OF TGT TYPE IN IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES IN MATHEMATICAL LEARNING)Q Novi Yuliyanti, Dudu Suhandi saputra, Muhammad Ihsan Hernawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.763 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1188

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bekerjasama dengan guru kelas V SDN Sunia Baru I, sebanyak 20 siswa terdiri dari 9 siswa laki laki dan 11 siswi perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berupa soal dan lembar observasi serta dokumentasi data yang diperoleh berupa hasil tes sebagai data primer dan hasil observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila rata-rata kelas meningkat siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada siklus I nilai rata-rata 59,72 dengan ketuntasan individu 9 siswa (45%) diatas KKM, sedangkan 11 siswa (55%) masih dibawah KKM. pada siklus II nilai rata-rata 68,25 dengan ketuntasan individu 13 siswa (65%) diatas KKM, sedangkan 7 siswa (35%) masih dibawah KKM. Pada siklus ke III nilai rata-rata 72,25 dengan ketuntasan individu 16 siswa (80%) diatas KKM, sedangkan 4 siswa (20%) masih dibawah KKM . Selain itu dari data observasi diperoleh sebelum diberikan tindakan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Setelah diberikan tindakan siswa terlihat aktif baik pada saat kegiatan tanya jawab maupun pada saat kegiatan kelompok.Kata kunci : hasil belajar siswa, teams game tournament. ABSTRACTThis research is motivated by the low student learning outcomes in Mathematics. This research is a class action research in collaboration with the fifth grade teacher of SDN Sunia Baru I, as many as 20 students consisting of 9 male students and 11 female students. This study took place in 3 cycles, each cycle consisting of three meetings. The tools used in data collection are tests in the form of questions and observation sheets and documentation of data obtained in the form of test results as primary data and the results of observations and documentation as supporting data. Success indicators are determined if the class average increases in cycle I, cycle II and cycle III. The results showed that the mathematics learning outcomes of students had increased. This is indicated by an increase in the class average value, namely in the first cycle the average value was 59.72 with individual completeness of 9 students (45%) above the KKM, while 11 students (55%) were still below the KKM. in the second cycle the average score was 68.25 with individual completeness of 13 students (65%) above the KKM, while 7 students (35%) were still below the KKM. In the third cycle the average score was 72.25 with individual completeness of 16 students (80%) above the KKM, while 4 students (20%) were still below the KKM. In addition, from observation data obtained before being given the action of students, they were seen to be less active in learning activities, learning activities were more dominated by teachers. After being given the action students look active both during the question and answer activities and during group activities.Keywords: student learning outcomes, teams gamse tournament.
PERAN KESADARAN METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS (THE ROLE OF METACOGNITIVE AWARENESS ON MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING SKILLS) Hendra Kartika, Dani Firmansyah
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.877 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1183

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menelaah peran kesadaran metakognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah telaah naratif (narrative review) hasil penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan pada jurnal internasional yang terindeks scopus, index copernicus, thomson reuters dan web of science (clarivate analytics) lima tahun terakhir dari tahun 2012-2017. Data diperoleh dari database online pengindeks jurnal. Hasil menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kesadaran metakognitif dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan hasil tersebut, kesadaran metakognitif mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses kegiatan pemecahan masalah matematika.Kata kunci:  metakognitif, pemecahan masalah, pemecahan masalah matematisABSTRACTThis study aims to examine the role of metacognitive awareness on mathematical problems solving ability. The method used in this study is qualitatif with a review of previous research literature that has been published in international journals indexed scopus, index copernicus, thomson reuters and web of science (clarivate analytics) the last five years from 2012-2017. Data is obtained from the online database of journal indexing. The results show that there is a significant correlation between metacognitive awareness and mathematical problem solving abilities. Based on the findings, metacognitive awareness has a very important role in the process of solving mathematical problems.Keywords: metacognitive, mathematical problem solving, problem solving
EFEKTIVITAS BAHAN AJAR BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (EFFECTIVENESS OF SCIENTIFIC BASED TEACHING MATERIAL TO IMPROVE ABILITY OF STUDENT'S CRITICAL THINKING) Iik Nurhikmayati
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.922 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1186

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas bahan ajar berbasis scientific terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan pretest-postest non equivalent group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negari 1 Palasah Tahun ajaran 2018/2019. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara acak. Adapun kelas yang diperoleh adalah kelas VIII sebagai kelas eksperimen yang menggunakan bahan ajar berbasis scientific dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol yang menggunakan bahan ajar biasa (tidak berbasis scientific). Uji one sample test digunakan untuk menguji efektivitas kedua bahan ajar. Analisis multivariate dengan Wilks’lambda digunakan untuk mengetahui terdapatnya perbedaan efektivitas kedua bahan ajar. Dikarenakan terdapat perbedaan efektivitas antara kedua bahan ajar, maka dilakukan uji lanjutan dengan analisis uji efektifitas univariat yang digunakan untuk menentukan mana yang lebih efektif di antara kedua bahan ajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penggunaan bahan ajar berbasis scientific dan bahan ajar biasa sama-sama efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa,2) terdapat perbedaan keefektifan antara kedua bahan ajar, dan 3) penggunaan bahan ajar berbasis scientific lebih efektif dibandingkan bahan ajar biasa (tidak berbasis scientific) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci: bahan ajar, scientific, kemampuan berpikir kritisABSTRACTThis study aims to examine the effectiveness of scientific-based teaching material on students' mathematical critical thinking abilities. The research design used was a quasi-experimental design with a pretest-posttest non equivalent group design. This study used two research groups namely the experimental class and the control class. The population in this study was all eighth grade students of National Palasah 1 Junior High School 2018/2019. The study sample consisted of two classes taken randomly. The class obtained is class VIII as an experimental class that uses scientific based teaching material and class VIII D as a control class that uses ordinary teaching material (not scientific based). One sample test is used to test the effectiveness of both teaching material. Multivariate analysis with Wilks'lambda was used to determine the differences in the effectiveness of the two teaching material. Because there are differences in effectiveness between the two teaching material, then a further test is carried out with a univariate effectiveness test analysis that is used to determine which is more effective between the two teaching material towards students' critical thinking abilities. The results showed that: 1) the use of scientific-based teaching material and ordinary teaching material was equally effective against students' critical thinking skills, 2) there were differences in effectiveness between the two teaching material, and 3) the use of scientific-based teaching material was more effective than ordinary teaching material (not scientific based) on students' critical thinking skills.Keywords: textbooks, scientific, critical thinking skills
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Matematik Siswa Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran SLIM-N-BIL (Analysis of Students Mathematical Critical Thinking Skills Through Learning Strategies of SLIM-N-BIL) M. Nuur’aini Sholihat
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.136 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1193

Abstract

ABSTRAKKeterampilan berpikir kritis merupakan modal dasar dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Untuk meningkatkan keterampilan tersebut, salah satu alternatifnya adalah menerapkan strategi pembelajaran SLIM-N-BIL (Spasial-visual, Linguistik-verbal, Interpersonal, Musikal-Ritmik, Naturalis, Badan-kinestetik, Intrapersonal, dan Logis-matematis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis matematik siswa setelah memperoleh strategi pembelajaran SLIM-N-BIL. Untuk mengarah kepada tujuan tersebut, maka penelitian ini menelaah keterampilan berpikir kritis matematik siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran SLIM-N-BIL pada setiap siklus. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas V SD Tulus Kartika Bandung dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas siswa, tes formatif dan tes akhir untuk mengukur keterampilan berpikir kritis matematik siswa. Hasil penelitian ini keterampilan berpikir kritis matematik siswa pada setiap siklus berkategori baik, dan ketuntasan belajar klasikal siswa berkategori baik.Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, strategi pembelajaran SLIM-N-BIL.ABSTRACTCritical thinking skills are the basic capital in making decisions and problemsolving. To improve these skills, one alternative is to implement SLIM-N-BIL learning strategies (Spatial-visual, Linguistic-verbal, Interpersonal, Musical-Rhythmic, Naturalist, Body-kinesthetic, Intrapersonal, and Logical-Mathematical). This study aims to determine the students' critical mathematical thinking skills after obtaining the SLIM-N-BIL learning strategy. Leading to this goal, this study examines students' critical mathematical thinking skills using the SLIM-N-BIL learning strategy in each cycle. This research was conducted with classroom action research methods with research subjects of fifth grade students of SD Tulus Kartika Bandung with a total of 20 students. The instruments were usedare student activity observation sheets, formative tests and final tests to measure students' critical thinking skills. The results of this study are the mathematical critical thinking skills of students in each cycle are good, and the completeness of learning classical students is good categorize.Keywords: critical thinking skills, SLIM-N-BIL learning strategies.
Pembelajaran Matematika Berbasis Kecerdasan Majemuk: Apa dan Bagaimana? (Mathematics Learning Based Multiple Intelligence: What and How?) Pasttita Ayu Laksmiwati, Aep Sunendar
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.507 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1194

Abstract

ABSTRAKPembelajaran matematika yang efektif adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk bisa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, pembelajaran matematika harus bisa memperhatikan karakteristik siswa agar dapat memfasilitasi siswa untuk belajar dengan baik. Karakteristik yang dimiliki oleh siswa sangat beragam, contohnya keberagaman kecerdasan. Keberagaman kecerdasan yang dimiliki siswa, tidak berarti guru harus melakukan pembelajaran yang bersifat individual karena kecerdasan siswa juga berkembang ketika siswa berinteraksi dengan siswa yang lain. Salah satu teori mengenai kecerdasan yang dapat memberikan gambaran mengenai keberagaman kecerdasan yang dimiliki oleh siswa adalah Teori Kecerdasan Majemuk Howard Garner. Teori mengenai kecerdasan majemuk pertama kali dikembangkan oleh Howard Gardner yang mengemukakan bahwa setidaknya terdapat sembilan kecerdasan dasar manusia yang disebut teori kecerdasan majemuk. Teori Kecerdasan Majemuk Howard Gardner memberikan gambaran bahwa dalam setiap pembelajaran matematika, guru perlu menggunakan aktivitas pembelajaran yang lebih bervariasi sehingga memfasilitasi berbagai kecerdasan majemuk siswa. Sehingga, salah satu hal yang dapat dilakukan guru adalah melakukan pengembangan perangkat pembelajaran matematika yang dapat memfasilitasi kecerdasan majemuk siswa diperlukan sebagai rujukan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Kata kunci: kecerdasan majemuk, matematika, pembelajaran.ABSTRACTEffective mathematics learning is learning that provides opportunities for students to be actively involved in the teaching and learning process. Therefore, learning mathematics must be able to pay attention to the characteristics of students so that they can facilitate students to study well. The characteristics possessed by students are very diverse, for example the diversity of intelligence. The diversity of intelligence possessed by students does not mean that the teacher must do individual learning because students' intelligence also develops when students interact with other students. One theory about intelligence that can provide an overview of the diversity of intelligence possessed by students is Howard Garner's Theory of Comprehensive Intelligence. The theory of multiple intelligence was first developed by Howard Gardner who suggested that there are at least nine basic human intelligences called the theory of multiple intelligences. Howard Gardner's Theory of Comprehensive Intelligence illustrates that in every mathematics learning, the teacher needs to use more varied learning activities so as to facilitate a variety of students' multiple intelligences. Thus, one of the things teachers can do is to develop mathematical learning devices that can facilitate multiple students' intelligence needed as a reference in learning mathematics at school. Keywords: learning, mathematics, multiple intelligence.
PERBANDINGAN PROSEDUR POLYA DAN NEWMAN PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS (COMPARISON OF POLYA AND NEWMAN PROCEDURES ON PROBLEM SOLVING OF MATHEMATICS) Zaenal Arifin
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.794 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1189

Abstract

ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan pada prosedur Polya dan Prosedur Newman dalam memecahkan masalah matematis. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dan tabel pembanding. Berdasarkan hasil kajian, setidaknya terdapat empat perbedaan yang dapat dibandingkan dari kedua prosedur tersebut, yaitu: 1) banyaknya jumlah prosedur, 2) urutan/hirarki prosedur, 3) perbedaan istilah, dan 4) perbedaan tahap akhir.Kata kunci: pemecahan masalah matematis, prosedur newman, prosedur polya.ABSTRACTThis article aims to compare the differences in the Polya procedure and the Newman Procedure in solving mathematical problems. The methodology used is literature review and comparison table. Based on the results of the study, there are at least four differences that can be compared from the two procedures, namely: 1) number of procedures, 2) sequence/hierarchy of procedures, 3) differences in terms, and 4) difference in the final stage.Keywords: newman procedures, polya procedures, problem solving of mathematics.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Brainstorming (Improvement of Student Mathematics Communication Skills of Basic School Through Brainstorming Approach) M. Gilar Jatisunda
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.739 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1192

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yangpembelajarannya menggunakan pendekatan Brainstorming. Penelitian ini merupakan penelitian kuasieksperimen dengan mengambil populasi siswa kelas V (Lima) Sekolah Dasar di lingkungan UPTD KecamatanTalaga, dengan teknik purposive sampling di tentukan sampel penelitian yaitusebanyak 42 siswa. Dari dua kelas yang dipilih dalam penelitian ini, salah satunya digunakan sebagaikelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Brainstorming.sedangkan kelaslainnnya sebagai kelaskontrol yang pembelajarannya menggunakan pembelajarannya konvensional. Kedua kelompok diberikan pretes dan postes kemampuan komunikasi matematis. Lembar observasidigunakan untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen. Data pretes,postes dan N-gain yang diperoleh diuji secara kuantitatif dengan uji perbedaan rerata parametrik uji-tdan non-parametrik Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian dan peningkatankemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakanpendekatan Brainstorming lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelanjaran konvensional.Kata kunci: kemampuan komunikasi matematis, pendekatan braintorming.ABSTRACTThis study aims to determine the increase in mathematical communication skills of students who learn using the Brainstorming approach. This research is a quasi-experimental study by taking a population of fifth grade students in five elementary schools in the UPTD Talaga sub-district, with a purposive sampling technique determined by a sample of 42 students. Of the two classes chosen in this study, one of them was used as an experimental class that received learning using the Brainstorming approach. while the other class as a control class whose learning uses conventional learning. Both groups were given pretest and postulated mathematical communication skills. The observation sheet is used to find out the learning process carried out in the experimental class. The pretest, posttest and N-gain data obtained were tested quantitatively by testing the t-test and non-parametric Mann-Whitney parametric mean differences. The results showed that the achievement and improvement of mathematical communication skills of students who received learning using the Brainstorming approach was better than students who learned using conventional learning.Keywords: braintorming approach, mathematical communication ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA La Ugi
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.787 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1421

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk lebih mengoptimalkan kemampuan berpikir kreatifnya adalah melalui model pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian  penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan desain Pretest-Postest Control Group Design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah seluruh siswa 120 orang.Sampel penelitian dua kelsas menggunakan grup random samplingyakni kelas VIII B yang berjumlah 25 orang sebagai kelas eksperimen, dan kelas VIII C yang berjumlah 25 orang sebagai kelas control. Kondisi awal kemampuan berpikir kreatif siswa kedua kelas seimbang.Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuanberpikir kreatifyang telah memenuhi unsur kevalidan dan reliabel.Rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 20,34dan kelas Kontrolsebesar 19,78. Sedangkan rata-rata hasil postest kelas eksperimen sebesar 51,47 dan kelas kontrol sebesar 26,84. Pada pengujian hipotesis diperoleh thitung= 5,73 dan ttabel= 2,011 pada taraf signifikan 0,05. Karena thitung lebih besar dari pada ttabel maka H0 ditolak Ha diterima. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Oleh karena itu hendaknya model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)sebagai salah satu alternatif solusi dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi AljabarKata kunci: Model Pembelajaran, Problem Based Learning, Berpikir Kreatif
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE TIPE TGT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Novi Yuliyanti Dudu Suhandi Saputra, Muhammad Ihsan Hernawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.827 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1178

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bekerjasama dengan guru kelas V SDN Sunia Baru I, sebanyak 20 siswa terdiri dari 9 siswa laki laki dan 11 siswi perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berupa soal dan lembar observasi serta dokumentasi data yang diperoleh berupa hasil tes sebagai data primer dan hasil observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila rata-rata kelas meningkat siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada siklus I nilai rata-rata 59,72 dengan ketuntasan individu 9 siswa (45%) diatas KKM, sedangkan 11 siswa (55%) masih dibawah KKM. pada siklus II nilai rata-rata 68,25 dengan ketuntasan individu 13 siswa (65%) diatas KKM, sedangkan 7 siswa (35%) masih dibawah KKM. Pada siklus ke III nilai rata-rata 72,25 dengan ketuntasan individu 16 siswa (80%) diatas KKM, sedangkan 4 siswa (20%) masih dibawah KKM . Selain itu dari data observasi diperoleh sebelum diberikan tindakan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Setelah diberikan tindakan siswa terlihat aktif baik pada saat kegiatan tanya jawab maupun pada saat kegiatan kelompok.Kata kunci : hasil belajar siswa, teams game tournament.
Efektivitas Alat Peraga Konkret Terhadap Peningkatan Visual Thinking Siswa Kania, Nia
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v1i2.380

Abstract

Abstrak?Penelitian ini berfokus pada peningkatan kemampuan visual thinking siswa dalam pembelajaran matematika sebagai upaya mendongkrak kemampuan siswa dalam kemampuan geometri. Salah satu variabel yang dapat membantu siswa dalam memiliki kemampuan persepsi (visualisasi) adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain penelitian berbentuk kelompok pretes-postes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Jatiwangi. Sementara itu, sampel yang dipilih secara purposif melibatkan 78 siswa kelas VIII sebanyak dua kelas Instrumen penelitian berupa tes kemampuan visual thinking, wawancara dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, uji Levene, Uji t. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kualitas pencapaian visual thinking siswa yang menggunakan alat peraga konkret dikategorikan tinggi; (2) Alat peraga konkret memiliki efektivitas yang signifikan terhadap peningkatan visual thinking siswa dalam pembelajaran matematika. Kata kunci: Alat Peraga Konkret, Efektivitas, Visual Thinking.

Page 6 of 22 | Total Record : 211