cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
arifin1169@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltheorems.unma@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Theorems (The Original Research of Mathematics)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 2528102X     EISSN : 25414321     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of THEOREMS (The Original Research of Mathematics) published by Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Majalengka, that contains writings from innovative and relevant research and conceptual studies related to mathematics and / or the development of mathematics learning.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Brainstorming M. Gilar Jatisunda
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.918 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yangpembelajarannya menggunakan pendekatan Brainstorming. Penelitian ini merupakan penelitian kuasieksperimen dengan mengambil populasi siswa kelas V (Lima) Sekolah Dasar di lingkungan UPTD KecamatanTalaga, dengan teknik purposive sampling di tentukan sampel penelitian yaitusebanyak 42 siswa. Dari dua kelas yang dipilih dalam penelitian ini, salah satunya digunakan sebagaikelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Brainstorming.sedangkan kelaslainnnya sebagai kelaskontrol yang pembelajarannya menggunakan pembelajarannya konvensional. Kedua kelompok diberikan pretes dan postes kemampuan komunikasi matematis. Lembar observasidigunakan untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen. Data pretes,postes dan N-gain yang diperoleh diuji secara kuantitatif dengan uji perbedaan rerata parametrik uji-tdan non-parametrik Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian dan peningkatankemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakanpendekatan Brainstorming lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelanjaran konvensional.Kata kunci: kemampuan komunikasi matematis, pendekatan braintorming.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM PENYELESAIN SOAL ALJABAR SERTA ALTERNATIF PEMECAHANNYA Indra Kurniawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.657 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1311

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggetahui kesalahan siswa dalam mengerjakan soal Ajabar baik itu dalam hal mencari koefisien dan operasi hitung bentuk aljabar, setalah mengatahui  jenis kesalahannya dicari solusi dari permasalahan itu sehingga siswa menjadi paham tentang materi aljabar. Metode penelitian ini menggunakan survei dengan jenis penelitian kualitatif dimana dalam penggumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan kepustakaan. Hasil penelitian yang didapat bahwa masih ada siswa yang belum memahami tentang koefisien dan belum mengerti juga tentang operasi hitung aljabar, dari hasil wancara secara mendalam didapatkan alsan mengapa siswa itu belum paham karena pada saat disampaikan guru masih belum jelas tentang materi aljabar sehingga siswa itu bingung tentang soal-soal aljabar. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan ini adalah mencoba mengajak siswa untuk memahami kembali tentang definisi koefisien dan operasi aljabar secara mendalam setalah itu diberikan perbanyak soal latihan sehingga siswa akan lebih memahami tentang materi aljabar. 
KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA erik santoso
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.325 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1423

Abstract

Kemampuan pemahaman matematik merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki siswa. Kemampuan ini bisa menjadi awal dalam memahami kemampuan yang lainnya. Hasil riset ini mengungkap bagaimana prosees beripikir kemampuan pemahaman matematis siswa kelas VII-H di SMPN Negeri 2 Majalengka Tahun Pelajaran 2018/2019. Peneliti mengambil subjek sebanyak tiga orang untuk mewakili kategori siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemahaman matematis, dokumentasi dan pedoman wawancara. Analisis data kualitatif menggunakan Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data), dan Conclusion Drawing/Verification (Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi). Hasilnya menunjukan bahwa pada soal dengan kategori instrumental siswa dengan kemampuan tinggi tinggi dan sedang sudah mampu menjawab soal instrumental, hanya pada siswa dengan kemampuan rendah memiliki kendala dalam menentukan konsep yang ditanya pada soal tersebut. Untuk soal relasional siswa dengan kemampuan tinggi sudah kemampuan pemahaman matematiknya sudah baik, sedangkan siswa dengan kategori sedang dan rendah mengalami kesulitan pada tahap menentukan konsep dan perhitungan yang digunakan dalam memecahkan soal tersebut.Kata kunci: Proses berpikir, kemampuan pemahaman matematis
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUKUR BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA SMA KELAS X Arifin, Om Zen
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v1i2.294

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menghasilkan instrumen pengukur higher order thinking skills (HOTS) matematika siswa kelas X yang valid dan reliabel, dan (2) untuk mengetahui kemampuan higher order thinking (HOT) matematika siswa kelas X dilihat dari hasil uji coba siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan instrumen dengan langkah meliputi: (1) menyusun spesifikasi tes, (2) menulis soal tes, (3) menelaah soal tes, (4) melakukan uji coba tes, (5) menganalisis butir soal, (6) memperbaiki tes, dan (7) merakit tes. Uji coba instrumen dilakukan di kelas X pada tiga sekolah, yaitu SMAN 4 Kota Yogyakarta sebanyak empat kelas, SMAN 6 Kota Yogyakarta sebanyak dua kelas, dan SMAN 10 Kota Yogyakarta sebanyak dua kelas. Jumlah keseluruhan subjek uji coba sebanyak 169 siswa. Teknik dalam mengumpulkan data pada penelitian pengembangan ini adalah tes tertulis. Sedangkan instrumen pengumpulan datanya berupa soal uraian, pilihan ganda dan jawaban singkat. Instrumen yang terdiri dari 75 butir soal ini, diujicobakan sebanyak 46 butir soal. Instrumen yang diujicobakan dibagi menjadi tiga paket soal. Soal paket A sebanyak 15 butir, soal paket B sebanyak 16 butir, dan soal paket C sebanyak 15 butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dibuat valid. Hal ini berdasarkan perhitungan yang menggunakan rumus Aiken, bahwa nilai V pada semua butir soal  0,3. Di samping itu, soal paket A dan paket B menghasilkan soal paket yang reliabel, dengan masing-masing nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,738 dan 0,658. Sedangkan soal paket C tidak reliabel yang ditunjukkan dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,488. Hasil dari uji coba instrumen dapat disimpulkan bahwa kemampuan higher order thinking (HOT) matematika siswa kelas X kurang baik. Hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata hasil uji coba sebesar 26,38 dalam skala 100.  Kata kunci: pengembangan instrumen, higher order thinking skills (HOTS), validitas, reliabilitas. 
HUBUNGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Ariawan, Rezi
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v1i2.351

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Pekanbaru pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 25 Pekanbaru kelas VIII dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis. Analisis data menggunakan uji prasyarat model regresi linier, uji koefisien korelasi rumus Pearson/Product Moment, uji t koefisien korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kemampuan komunikasi matematis siswa secara keseluruhan. Artinya, semakin tinggi kemampuan pemecahan masalah matematis, maka semakin tinggi pula  kemampuan komunikasi matematis siswa tersebut. Namun sebaliknya pada level kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, hubungan yang terjadi adalah hubungan yang negatif. artinya semakin tinggi kemampuan pemecahan masalah matematis, maka semakin rendah kemampuan komunikasi matematisnya. Kata Kunci : Pemecahan Masalah, Komunikasi Matematis, Korelasi
PENGGUNAAN MODEL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA Dudu Suhandi Saputra, Yuyu Yuliati, Fajar Pamungkas
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.364 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman matematis siswa pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sunia III, sebanyak 21 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan 3 tindakan pada tiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan matematis siswa kelas IV Sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 56,04 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah47,6% atau 10 orang siswa yang mencapai KKM dan 52,4% atau 11 orang siswa berada dibawah KKM.Pada siklus II, nilai rata-rata kelas kelas yang diperoleh siswa adalah 69,6 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah71,4%atau 15 orang siswa yang mencapai KKM dan 28,6% atau 6 orang siswa berada dibawah KKM. Pada siklus III, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 76,5 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah 90,4% atau 19 orang siswa yang mencapai KKM dan 9,6% atau 2 orang siswa berada dibawah KKM.Secara umum dapat disimpulkan, bahwadalam meningkatkan pemahaman matematis siswa di kelas IV sekolah dasar dapat dengan menggunakan model RME (Realistic Mathematics Education).Kata kunci: model rme, pemahaman matematis siswa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA MELALUI PREDICT OBSERVE EXPLAIN yeni dwi kurino
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.086 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1416

Abstract

Kemampuan dasar yang dimiliki siswa adalah kemampuan kognitif. Latarbelakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan kognitif siswa dalam  matematika pada pembelajaran matematika di SD negeri Bonang. Rendahnya kemampuan kognitif tersebut dilihat dari data awal siswa pada pelajaran matematika, yaitu banyak siswa yang masih dibawah KKM. Dalam hal ini guru mengupayakan agar siswa dalam belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain. Dengan tuuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam belajar matematika. Dengan demikian, siswa mampu menemukan caranya sendiri untuk memecahkan masalah dalam pelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari beberapa tindakan yang membahas materi matematika pada kelas IV sekolah Dasar.Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Predict Observe Explain, maka kemampuan kognitif meningkat. Hal ini terlihat pada tes yang diberikan peneliti kepada seliuruh siswa dikelas IV Sekolah Dasar Bonang yaitu terdapat peningkatan dari pada kondisi awal dari 25 siswa hanya 32% atau 8 siswa yang tuntas dan 68% atau 17 siswa yang belum tuntas. Kemudian meningkat pada siklus I sebanyak 16% yaitu dari 25 siswa terdapat 48% siswa yang tuntas dan 52% siswa yang belum tuntas. Pada siklus II yang menjadi titik akhir dalam peneltian ini meningkat sebesar 32% yaitu dari 25 siswa, 80% siswa yang tuntas dan 20% siswa yang belum tuntas.  Interaksi siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru lebih kondusif, hasil kemampuan kognitif siswa tiap tindakan selama penelitian berlangsung mengalami peningkatan.Kata kunci : Predict Observe Explain, kemampuan kognitif, pembelajaran matematika. 
Kelas Virtual Menggunakan E-Learning Berbasis Edmodo Erik Santoso
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.228 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1181

Abstract

Perkembangan teknologi yang cepat membuat pandangan pembelajaran berubah pula. Dulu pembelajaran hanya dilakukan di dalam kelas dengan media cetak yang disedikan oleh guru, sekarang melalui pemanfaatan internet guru bisa melaksanakan pembelajaran dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu pembelajaran yang demikian dapat memfasilitasi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang dinamis dan dapat mengontrol siswa dalam pembelajaran di luar kelas. Edmodo merupakan platform yang banyak digunakan dalam pembelajaran berbasis e-learning. Edmodo sudah dirancang sebagai facebooknya pembelajaran, guru dan siswa serta orang tua dapat melihat pembelajaran pada kelas Edmodo yang dinamakan dengan kelas virtual, yang menjadi siswa dalam kelas Edmodo sudah diatur terlebih dahulu oleh guru sehingga percakapan pembelajaran hanya dapat dilihat oleh guru dan siswa, sehingga tingkat privasi dapat lebih terjaga. Melalui platform yang disediakan oleh Edmodo guru mampu memberikan tugas berupa latihan, kuis baik dalam bentuk gambar, audion atau yang lainnya dengan mudah, melalui pemanfaatan Edmodo diharapkan bahwa guru bisa meningkatkan pemahaman siswa terhadap materinya dan adanya pembelajaran yang sifatnya dinamis dan efektif karena pembelajaran dapat dilaksanakan kapanpun dan dimanapun.Kata kunci:kelas virtual, e-learning, edmodo
KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBANTUAN MULTIMEDIA Nia Jusniani
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v4i1.1380

Abstract

Dalam proses pembelajaran matematika ditemukan banyak siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Salah satu kendala yang dihadapi oleh siswa, yaitu siswa cenderung sulit untuk memahami materi matematika diantaranya disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran, kurangnya media pembelajaran dan anggapan negatif siswa terhadap matemtika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh model Problem Based Instruction dengan multimedia lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran biasa, dan mengetahui sikap siswa terhadap Problem Based Instruction dengan multimedia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode “quasi eksperiment” dengan desain penelitian Non equivalent Control Group Pretest-postest design. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Instruction berbantuan multimedia dan kelas kontrol dengan pembelajaran biasa, populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII di MTs Negeri 1 Cianjur. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan VII A sebagai kelas kontrol, dan pengambilan sampel yang dilakukan secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes kemampuan pemahaman matematis dan non tes berupa skala sikap. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa menggunakan model Problem Based Instruction (PBI) berbantuan multimedia lebih baik daripada kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran biasa dan sikap positif siswa terhadap pembelajaran model Problem Based Instruction (PBI) dengan multimedia.Kata kunci:  Problem Based Instruction berbantuan multimedia, pemahaman matematis, sikap siswa. 
ANALISIS APLIKASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ANDROID DAN DESAIN SISTEM MENGGUNAKAN UML 2.0 Rahman Abdillah; Adhityo Kuncoro; Indra Kurniawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.326 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1439

Abstract

Analisis dari aplikasi android yang digunakan sebagai aplikasi pembelajaran matematika. Beberapa aplikasi pembelajaran matematika berbasis android seperti Brainly, Khan Academy dan PhotoMath memiliki fitur-fitur bagus yang dapat digunakan untuk mempermudah interaksi manusia/pengguna dengan sistem. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui desain diagram UML 2.0 aplikasi pembelajaran matematika berdasarkan hasil analisis dari 3 aplikasi pembelajaran matematika tersebut. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah Unified Modeling Language atau lebih sering dikenal dengan sebutan UML, adalah salah satu metode dalam teknik rekayasa perangkat lunak yang digunakan untuk menggambarkan alur dan cara kerja sistem, fungsi, tujuan dan mekanisme kontrol sistem tersebut. Dengan melihat desain diagram sistem perangkat lunak, pengguna akan lebih mudah memahami prosedur sistem yang lebih spesifik. UML 2.0 hadir sebagai salah satu cara untuk menggambarkan sistem selain daripada yang terdapat dalam bahasan analisis secara konvensional pada System Development Life Cycle (SDLC) seperti pembuatan flowchart, Diagram Alir Data (DAD) dan diagram waterfall. Dengan adanya desain diagram UML, pengguna (user) akan lebih memahami alur kerja sistem secara keseluruhan, sedangkan bagi pengembang (IT Developer), diagram digunakan untuk mempermudah komunikasi internal antar bagian developer dan dokumentasi jika suatu saat akan melakukan perbaikan versi (update version).Kata kunci: Analisis Aplikasi, Pembelajaran Matematika, Unified Modeling Language

Page 8 of 22 | Total Record : 211