cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08541809     EISSN : 25496778     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Media Komunikasi Teknik Sipil (ISSN 0854-1809) published twice in a year, in July and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Volume 27, Nomor 2 (2021)" : 17 Documents clear
Perilaku Dan Kinerja Struktur Dari Hasil Perancangan Bangunan Unconfined Masonry Dan Confined Masonry Putra, Alfien Hernanda; Irlan, Ade Okvianti
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.055 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.33561

Abstract

Banyak bangunan di Indonesia yang rusak ketika terkena gempa bumi, terutama bangunan nir-rekayasa dinding bata. Salah satu contoh bangunan tersebut adalah bangunan Kantor Lurah Bendung di Serang, Banten yang mengalami kerusakan ketika terkena Gempa Pandeglang 2019. Bangunan ini dibangun tanpa balok dan kolom beton bertulang yang dikenal dengan sebutan bangunan unconfined masonry. Dalam studi ini, bangunan tersebut akan dirancang ulang dengan software ETABS untuk mengetahui kemiripan antara kelemahan struktur dari ETABS dengan kerusakan sebenarnya. Hasil analisis strukturnya memberikan waktu getar sebesar 0,814 detik, gaya geser dasar sebesar 195,5 kN, dan tegangan pada dinding yang 50% mirip dengan kerusakan pada keadaan sebenarnya. Lalu, bangunan yang sama dirancang dengan mengikuti kaidah dan peraturan bangunan tahan gempa di Indonesia sehingga menjadi bangunan confined masonry. Hasilnya berupa waktu getar sebesar 1,586 detik, gaya geser dasar sebesar 114,2 kN, dan dinding bata yang tidak mengalami kerusakan ketika terkena beban gempa. Tetapi, dimensi dan tulangan dari balok dan kolom yang mengikuti syarat minimum bangunan tahan gempa di Indonesia perlu diperbesar karena kapasitas kekuatannya terlampaui oleh beban yang bekerja.
Perbandingan Peta Percepatan Tanah di Permukaan sebagai Dasar Perencanaan Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana di Provinsi Riau Saputra, Elvis; Nugraheni, Fitri; Pawirodikromo, Widodo; Makrup, Lalu
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.257 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.36902

Abstract

Perencanaan tata ruang memiliki peranan penting dalam upaya mitigasi bencana. Ketersediaan peta gempa sangat berguna dalam perencanaan tata ruang. Kebutuhan perencanaan tata ruang saat ini adalah yang skala mikro. Maka dari itu, peta gempa nasional 2017 perlu dirincikan ke dalam peta mikrozonasi pada skala kabupaten/kota. Percepatan tanah yang disajikan dalam peta gempa nasional berada di batuan dasar, sedangkan dalam perencanaan tata ruang dibutuhkan percepatan di permukaan. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh peta gempa di permukaan dengan skala mikro. Penentuan nilai percepatan di permukaan dilakukan dengan dua model. Model-1, percepatan permukaan diperoleh dengan mengalikan hasil analisis PSHA di batuan dasar dengan faktor amplifikasi berdasarkan SNI1726. Sedangkan Model-2 nilai percepatan dipermukaan langsung diperoleh dari hasil analisis PSHA dengan menggunakan nilai kecepatan gelombang geser rerata permukaan (Vs30) berdasarkan data dari USGS. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dari 2 metode analisis yang digunakan, Model-2 memiliki nilai percepatan permukaan lebih besar dibandingkan dengan Model-1. Provinsi Riau memiliki 12 kabupaten. secara umum 12 kabupaten tersebut masuk dalam kelas indeks risiko rendah hingga sedang, namun ada satu kabupaten yang mendekati kelas indeks tinggi yaitu kabupaten Rokan Hulu.
Kajian Parametrik Balok Beton Memadat Mandiri Menggunakan Analisis Nonlinier Elemen Hingga Effendi, Mahmud Kori; Rahmayanti, Novi; Fathurahman, Ilman
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.118 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.36507

Abstract

Self-compacting concrete has self-flowing, viscous and compact properties that minimize mechanical compaction. This concrete is suitable for solving the concrete pouring in the narrow and congested reinforcement. Beams made of both self-compacting concrete and normal high-strength concrete are analyzed by MSC Marc / Mentat software. Steel is modeled by being embedded in concrete. The failure criterion of Linear Mohr-Coulomb is used for concrete and Von Mises for reinforcing steel, respectively. Concrete and the plate support are modelled by 3D solid elements. For the steel, the truss element is used. The contact analysis is implemented between beam and both steel plate and steel supports. The load-deflection curve for both concrete are almost the same as the results of the experimental curve. The results of the contact analysis also showed that there were contact and separation in the contact area. The shear retention factor value close to one meaning will restrain greater loads. The results of the study on the reinforcement ratio also showed a reduction of 70% and an increase of 70% when using minimum and maximum reinforcement, respectively. The larger concrete cover also reduces the load that the beams can restrain.
Evaluasi Perilaku Lentur Balok Tinggi LVL Sengon dengan Pengekang Lateral pada kedua Tumpuan Awaludin, Ali; Wusqo, Urwatul
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.715 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.35911

Abstract

Balok dengan dengan rasio tinggi terhadap lebar penampang (d/b) yang besar biasanya digunakan pada struktur yang membutuhkan kapasitas momen lentur yang besar. Namun demikian, penggunaan balok dengan rasio d/b yang tinggi ini memiliki kerentanan akan terjadinya guling/torsi pada struktur. Oleh karena itu, pengekang lateral perlu ditambahkan untuk mencegah terjadinya tekuk torsi lateral pada balok. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian lentur tiga titik pada sampel balok uji Laminated Veneer Lumber (LVL) dari sengon berukuran 250 mm ´ 50 mm ´  2500 mm yang diberi pengekang lateral pada kedua ujungnya. Hasil pengujian menujukkan bahwa beban ultimit yang dapat ditahan oleh balok LVL adalah sebesar 27,88 kN. Properti mekanik dasar dari material LVL sengon yang didapatkan dari beberapa penelitian sebelumnya digunakan untuk mencari nilai kapasitas balok LVL. Sementara itu, kapasitas balok dicari menggunakan perhitungan manual (berdasarkan SNI 7973:2013) dan analisa numerik. Analisis numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak ABAQUS dan hasilnya dievaluasi menggunakan kriteria kegagalan Tsai-Hill dan regangan maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria regangan maksimum mampu memberikan nilai kapasitas balok LVL yang lebih dekat dengan sampel yang diuji di laboratorium dibandingkan dengan kriteria kegagalan Tsai-Hill.
Evaluasi Banjir di Kecamatan Bula Kabupaten Seram Bagian Timur Putra, Febryhandi Eka Kusuma; Romadhoni, Ahmad Zaki; Moe, Idham Riyando
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.776 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.36163

Abstract

Kecamatan Bula sebagai wilayah strategis di Kabupaten Seram Bagian Timur tidak lepas dari bencana banjir khususnya di daerah hilir. Fenomena banjir yang terjadi dapat menyebabkan kerugian materi hingga kerugian jiwa. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi genangan yang terjadi ketika banjir dengan pemodelan genangan banjir dua dimensi. Komponen model terdiri dari tiga bagian yaitu modul hidrologi, modul penelusuran banjir (flood routing) dan modul banjir pada dataran banjir (inland flooding). Hasil simulasi dikalibrasi dengan peta genangan banjir hasil pengamatan di lokasi. Hasil simulasi dengan debit banjir rencana kala ulang 25 tahun menunjukkan luas daerah genangan yang mungkin terjadi pada wilayah Kecamatan Bula sebesar 5,4 km2 dan volume genangan yang mungkin terjadi sebesar 7.406.708 m3. DAS Bila Besar berkontribusi >70% terhadap terjadinya banjir berdasarkan luas daerah genangan dan volume banjir yang terjadi. Berdasarkan overlay hasil simulasi dengan citra satelit Google Imagery didapatkan sebesar 31,8% kemungkinan menerima dampak genangan banjir dari 2.390 unit rumah yang ada.
Potensi Erosi Buluh Akibat Mata Air Pada Bendungan (Studi Kasus : Bendungan Titab) Anggara, I Putu Hariawan; Sachro, Sri Sangkawati; Putranto, Thomas Triadi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.077 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.40192

Abstract

Bendungan merupakan salah satu infrastruktur keairan yang dapat difungsikan sebagai konservasi,pemanfaatan, dan pengendalian daya rusak air. Bendungan Titab merupakan salah satu bendungan diIndonesia yang memiliki multifungsi sebagai air irigasi, air baku dan PLTA. Bendungan ini merupakan tipebendungan urugan batu dengan inti tegak yang memiliki panjang puncak 210 m, lebar 12 m, dan tinggi 78 mdari pondasi terdalam. Bendungan ini dibangun dengan kondisi geologi yang relatif kompleks dan terjadilongsoran pada dinding pelimpah dan ditemukan mata air pada longsoran sehingga perlu dilakukan analisisterhadap potensi piping akibat adanya mata air. Penelitian ini mengkaji potensi terjadinya erosi buluh (piping)akibat pengaruh mata air yang ada di dekat bendungan. Kajian dilakukan berdasarkan pengamatan instrumenselama masa penggenangan Tahun 2016 hingga Tahun 2019. Analisis dilakukan dengan menghitung kriteriapenerimaan (KP) rembesan dan indeks rembesan (Qi) untuk mengetahui perilaku rembesan pada tubuhbendungan dan dilakukan analisis faktor keamanan (FK) terhadap bahaya piping dengan membandingkangradien hidrolik berdasarkan pembacaan instrumen pisometer dan gradien hidrolik material inti tubuhbendungan. Berdasarkan hasil perhitungan kriteria penerimaan rembesan dan indeks rembesan menunjukkanrembesan yang terjadi pada Bendungan Titab tidak aman karena melebihi persyaratan, rembesan rata-rataterjadi sebesar 6,350 > 0,56 liter/menit/m dan Qi > 1. Namun analisis terhadap FK bahaya piping masih amanyaitu sebesar 8,390 > 4.
Kajian Kapasitas Kelompok Tiang pada Tanah Lunak Menggunakan Skala Kecil Laboratorium Naibaho, Andry Galardo; Waruwu, Aazokhi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.558 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.33737

Abstract

Soft clay is one type of subgrade that is problematic in infrastructure development. Pile reinforcement is an alternative to stabilize and increase the bearing capacity of soft clay soils. This study is expected to determine the capacity of the pile group from observations through a small-scale laboratory model and its comparison with the results of the analysis. Reinforcement of the piles used are concrete piles and wooden piles. The research was conducted through model testing on single piles and group piles in soft clay soil. The piles have a length of 20 cm and a diameter of 2 cm with the number of 1, 2, 4, and 9 piles. The study results show that the overall bearing capacity of the observed results is not much different from the results of the analysis. The average bearing capacity of the wooden and concrete piles is 20% and 18% greater than the analysis. The increase in pile capacity for each additional number of piles from the observations is not as high as the analysis. There is a tendency for the soil in the pile group to move down together, so that the capacity value of the pile group on soft clay is smaller than the single pile capacity value multiplied by the number of piles in the pile group. 

Page 2 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2021 2021