cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08541809     EISSN : 25496778     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Media Komunikasi Teknik Sipil (ISSN 0854-1809) published twice in a year, in July and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Volume 28, Nomor 1 (2022)" : 17 Documents clear
Pemodelan Numerik Aliran Angin di Sekitar Gedung Tinggi Menggunakan Metode RANS Standard K-ε dengan Program OpenFOAM Sanjaya, Yongky; Priambodo, Doni; Sarli, Prasanti Widyasih; Setio, Herlien Dwiarti; Syariefatunnisa, Syariefatunnisa
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.967 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.37375

Abstract

Amplified wind loads around buildings could induce structural failure, thus making it important to understand the behavior of fluid flow between buildings. In this study, the analysis is performed using RANS, a computational fluid dynamics (CFD) simulation with faster computation time compared to other methods. OpenFOAM, an open-source software, is used to run the simulations. This study used a structured mesh with standard RANS k − ε turbulence model. Four symmetrical buildings with a scale of 1: 420 are used as the model of this study. Numerical modelling of different computational domain size and different degrees of fineness of the meshing is simulated to determine margin of errors. The result indicates that changes in computational domain has a significant effect on CFD analysis in lowering the error value in area with high flow speed ratio (U/U0> 1) to reach the acceptable error limit. Contrastingly, changes in the degree of fineness of the meshing do not give a significant change in error value. A relatively coarse meshing with fast computation time could give a similar result as A fine meshing model with longer computation time.
Durabilitas Baja Tulangan pada Beton Menggunakan Material Batu Gamping, Pasir Laut dan Air Laut dalam Campuran Beton Patah, Dahlia; Dasar, Amry; Nurdin, Amalia
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.992 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.43380

Abstract

Air laut dan pasir laut memiliki potensi untuk digunakan dalam beton. Penggunaan batu kapur dalam beton semakin meningkat karena manfaatnya sebagai agregat memiliki kekuatan yang baik dan kemungkinan reaksi alkali-silika yang rendah. Oleh karena itu, sangat penting untuk memanfaatkan air laut, pasir laut dan batu kapur dalam beton terutama masalah korosi yang mengikutinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pencampuran air laut, batu gamping dan pasir laut yang digunakan secara bersamaan terhadap korosi baja tulangan beton. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah balok beton dengan diameter tulangan 10 mm dengan mutu beton 25 MPa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah baja tulangan pada semua benda uji yang dicampur dengan air laut, dan benda uji yang hanya menggunakan 100% batu gamping yang dicampur air tawar dengan menggunakan pasir laut diestimasi mengalami korosi dengan metode pengukuran half-cell potensial dan dibuktikan dengan pengukuran aktual korosi. Selanjutnya, penggunaan pasir laut yang dicuci dengan menggunakan batu gamping 50% dan dicampur air laut dapat meningkatkan kekuatan hingga 50% dari beton normal dan resiko korosi sama dengan beton normal.
Analisis Riwayat Waktu Nonlinier Struktur Flat Slab dengan OpenSees Navigator Hasibuan, Samsul A Rahman Sidik; Arfiadi, Yoyong; Utomo, Junaedi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.304 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.38184

Abstract

Pengembangan sistem struktur yang tidak menggunakan balok sebagai komponen utama pertama kali diajukan oleh Turner pada tahun 1906. Sistem struktur ini lebih dikenal dengan flat slab. Struktur flat slab didukung oleh kepala kolom dan drop panel, atau tanpa drop panel, atau tanpa kepala kolom. Beberapa peraturan bangunan seperti IS 456:2000, ACI 318-19, EC 2:2004, dan NZS 3101 (Part 1):2006 hanya memberikan pedoman untuk merancang sistem flat slab di bawah beban gravitasi saja. Namun demikian, bangunan flat slab juga banyak dibangun di daerah dengan gempa tinggi yang dapat menyebabkan runtuhnya bangunan akibat beban gempa. Dalam tulisan ini struktur gedung flat slab 10 tingkat hasil rancangan dianalisis menggunakan analisis riwayat waktu respons nonlinier dengan bantuan software OpenSees Navigator menggunakan beberapa rekaman gempa yaitu Kobe (Jepang, 1995), Imperial Valley (California, 1979) dan Tabas (Iran, 1978) yang telah disesuaikan dengan spektra desain kota Yogyakarta. Dari hasil analisis menggunakan OpenSees Navigator diperoleh bahwa story drift yang terjadi masih dalam batas-batas yang disyaratkan dalam peraturan, sehingga gedung yang ditinjau masih dalam batas perencanaan life safety.
Hirarki Kendala dalam Penerapan Metode Design Build dalam Pengadaan Proyek Infrastruktur Jalan: Delphi Study Dewi, Anak Agung Diah Parami; Trigunarsyah, Bambang
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.241 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.32121

Abstract

Pengadaan proyek infrastruktur jalan di Indonesia saat ini sebagian besar dilaksanakan menggunakan Design Bid Build (DBB), di mana proyek tersebut proses perencanaan  dan konstruksi dikontrak secara terpisah. Meskipun metode ini sudah sangat dikenal dalam pelaksanaannya, periode pengadaan yang panjang seringkali menyebabkan lambatnya pengadaan proyek infrastruktur tersebut. Sebagai alternatif lain dari metode pengadaan adalah metode Design Build. Metode ini dipercaya mempunyai banyak kelebihan dibandingkan metode tradisional. Akan tetapi dalam pelaksanaannya terdapat kendala yang dapat menghambat penerapan metode ini. Tujuan dari studi ini adalah menganalisis hirarki dari kendala dalam penerapan metode Design Build dan merumuskan upaya untuk mengatasi kendala tersebut.  Survei kuesioner matrik berpasangan dengan teknik Delphi sebanyak dua putaran disebarkan untuk memperoleh konsensus atau kesepakatan dari para stakeholder yang terlibat dalam proses pengadaan proyek infrastruktur.  Selanjutnya dilakukan  analisis Interpretive Structural Model (ISM) untuk mendapatkan hirarki dan hubungan antara kendala-kendala  yang dapat menghambat implementasi metode Design Build. Empat belas kendala diidentifikasi, yang membentuk  sebuah kerangka kerja enam tingkat yang perluu diperhatkan dalam implementasi.
Perilaku Mekanis Tanah Lunak yang Distabilisasi dengan Kapur dan Abu Vulkanik Sianturi, Novdin Manoktong; Kamarudin, Mohd Khairul Amri; Damanik, Dermina Roni Santika; Purba, Virgo Erlando; Saragih, Deardo Samuel
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.976 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.41963

Abstract

Sifat lempung lunak dapat dilihat dari nilai kuat tekan bebas melalui pegujian unconfined compressive strength (UCS). Tanah lunak kurang baik digunakan sebagai tanah dasar konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kuat tekan bebas dan daya dukung pondasi akibat penambahan kapur maupun abu vulkanik pada tanah lunak. Tanah lunak memiliki kuat geser undrained < 25 kPa berdasarkan uji kuat tekan bebas. Uji kuat tekan bebas dilakukan pada tanah dengan penambahan kapur maupun abu vulkanik masing-masing 3-12% terhadap berat tanah kering. Nilai kuat tekan bebas tertinggi didapatkan pada tanah dengan 6% kapur dan 9% abu vulkanik. Daya dukung pondasi pada tanah yang distabilisasi dengan 6% kapur meningkat 13,7 kali, sedangkan daya dukung pondasi pada tanah dengan penambahan 9% abu vulkanik meningkatkan daya dukung ultimit sebesar 8,7 kali daya dukung pondasi pada tanah lunak. Daya dukung pondasi pada tanah yang distabilisasi kapur lebih tinggi dari daya dukung pondasi pada tanah yang distabilisasi abu vulkanik.
Efisiensi Penggunaan Material Blok Beton terhadap Batu Belah pada Pekerjaan Fondasi Dangkal Winarno, Setya; Nuryanto, Hari; Teguh, Mochamad
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.748 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.37541

Abstract

Pekerjaan fondasi dangkal yang menggunakan material batu belah memiliki kelemahan-kelemahan, misalnya, bentuk permukaan dan ukuran yang tidak beraturan, serta ketersediaannya yang langka di daerah-daerah tertentu. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat dihindari dengan penggunaan material blok beton. Artikel ini menguraikan efisiensi penggunaan material blok beton terhadap batu belah pada pekerjaan fondasi dangkal, dengan membandingkan nilai produktivitas pekerjaan dengan biaya total pekerjaannya pada kedua material tersebut. Data penelitian diambil pada pekerjaan pemasangan fondasi pagar yang menggunakan kedua material tersebut pada sebuah lahan di Grogolan, Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil yang diperoleh adalah bahwa produktivitas rerata pekerjaan fondasi dangkal dengan material blok beton adalah sebesar 0,799 m3/jam, dan pada material batu belah adalah sebesar 0,590 m3/jam, atau terdapat efisiensi waktu yang lebih cepat sebesar 35,44%. Biaya pekerjaan total dengan material blok beton pada volume pekerjaan yang kecil adalah lebih mahal dari pada material batu belah, namun akan mengalami titik impas pada volume pekerjaan 11 m3, sehingga efisiensi biaya terjadi jika volume pekerjaannya lebih dari 11 m3. Selain kontribusi positif berupa efisiensi biaya yang lebih murah dan waktu pengerjaan yang lebih cepat, penggunaan material blok beton juga akan memiliki 4 manfaat yang tidak berwujud (intangible benefits), yaitu penghematan lahan penumpukan, material sisa sedikit, kemudahan pekerjaan, dan hasil pekerjaan yang lebih presisi.
Perbandingan Debit Limpasan Langsung antara Pendekatan Model Numerik dan Konvolusi Hidrograf Satuan Sintetis Christopher, Cleon; Ginting, Bobby Minola; Yudianto, Doddi; Wicaksono, Albert
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.341 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.42309

Abstract

Makalah ini membandingkan hasil debit limpasan langsung yang diperoleh menggunakan model numerik aliran dangkal dengan metode hidrograf satuan sintetis (HSS) yang sering digunakan di Indonesia. Secara umum dapat diketahui bahwa metode HSS tersebut masih bersifat empiris, sehingga menyulitkan pengguna dalam penentuan metode yang representatif. Sementara, pendekatan hidrodinamik seperti model numerik aliran dangkal dapat menghasilkan hasil yang lebih akurat dalam memprediksi limpasan langsung dibandingkan dengan HSS karena model tersebut diturunkan secara matematis berdasarkan proses fisik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa prediksi limpasan langsung dengan model numerik aliran dangkal (HEC-RAS 5.0.7) memberikan hasil yang lebih akurat dalam memprediksi debit puncak dengan rata-rata error -0,07%, waktu puncak dengan rata-rata error 19,77% serta bentuk hidrograf dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) yang paling kecil pada semua kasus yang telah diuji. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa pendekatan hidrodinamik sangat direkomendasikan dalam memprediksi limpasan langsung untuk kedepannya. Makalah ini juga dibuat dengan harapan dapat dijadikan acuan dalam pengembangan HSS baru yang lebih akurat di masa mendatang.

Page 2 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2022 2022