cover
Contact Name
Dayat Kurniawan
Contact Email
Dayat Kurniawan
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jurnalet.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi
ISSN : 14118289     EISSN : 25279955     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi (JET) is an open access, a peer-reviewed journal published by Research Center for Electronics and Telecommunication - Indonesian Institute of Sciences. We publish original research papers, review articles and case studies on the latest research and developments in the field of electronics, telecommunications, and microelectronics engineering. JET is published twice a year and uses double-blind peer review. It was first published in 2001.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2013)" : 20 Documents clear
Front Cover Vol 13 No 2 Wael, Chaeriah Bin Ali
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena Spiral-dipole untuk Ground Penetrating Radar (GPR) Wahyu, Yuyu; S, Haryanto Sachrawi; H, Asep Yudi; Wijanto, Heroe
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.36 KB) | DOI: 10.14203/jet.v13.39-46

Abstract

GPR (Ground Penetrating Radar) merupakan divais yang berguna untuk proses pendeteksian objek yang terkubur di bawah permukaan tanah hingga kedalaman tertentu, tanpa perlu dilakukan penggalian tanah. Pada penelitian ini dilakukan perancangan, simulasi dan realisasi antena spiral-dipole dengan pembebanan resistif untuk aplikasi impulse GPR. Pembebanan resistif bertujuan untuk menekan late-time ringing dan memperbesar bandwidth walaupun akan mengurangi efisiensi amplitudo pulsa utama. Late-time ringing merupakan osilasi yang mengikuti pulsa yang dikirimkan. Osilasi ini dapat mengaburkan sinyal yang dipantulkan oleh objek sehingga menyulitkan untuk dilakukan proses deteksi. Dengan melakukan perubahan nilai konstanta k pada rumusan spiral Archimedes, maka didapatkan bentuk spiral dengan kerapatan yang berbeda-beda. Dalam tulisan ini, nilai konstanta k yang digunakan antara lain 0,5; 1; dan 1,5. Parameter yang dibahas dalam simulasi ini adalah amplitudo peak to peak pulsa utama maupun ringing yang dihasilkan dari masing-masing antena dengan nilai konstanta k yang digunakan. Analisis elektromagnetik dalam domain waktu digunakan metode FDTD (finite-difference time-domain) dengan software FDTD3D untuk menghitung gelombang yang ditransmisikan antena dalam domain waktu. Selanjutnya dilakukan realisasi dan pengukuran antena tersebut.
Preface Vol 13 No 2 Wael, Chaeriah Bin Ali
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otomatisasi Lampu, Tirai, dan Kipas Angin Menggunakan Mikrokontroler untuk Menghemat Energi Listrik Lidiawati, Wida; Pratomo, Lia Muliani; -, Waslaluddin; Hidayat, Jojo
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.261 KB) | DOI: 10.14203/jet.v13.66-72

Abstract

Kebutuhan energi listrik saat ini terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena jumlah penduduk yang semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi. Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan energi listrik, eksploitasi terhadap sumber-sumber energi berbasis fosil terus dilakukan padahal ketersediaan di alam semakin berkurang. Hal ini masih diperparah oleh pemborosan energi, baik yang dilakukan pada tingkat rumah tangga, perkantoran, maupun industri. Oleh karena itu, pada penelitian ini, dilakukan otomatisasi pada perangkat listrik, dalam hal ini, lampu, tirai, dan kipas angin untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi listrik. Lampu yang digunakan berupa Light Emitting Diode (LED) dan pergerakan tirai serta kipas diatur oleh motor DC. Pada sistem otomatisasi dibuat rangkaian sensor dengan menggunakan Light Dependent Resistor (LDR). Tegangan keluaran dari LDR akan diolah oleh mikrokontroler untuk mengaktifkan aktuator, dalam hal ini LED dan motor DC. Dengan sistem otomatisasi, energi yang digunakan dapat dihemat 50%.
Perancangan Quadband BPF dengan Komponen Lumpeduntuk Sistem m-BWA Wibisono, Gunawan; Simanjuntak, Daniel; Kurniawan, Taufiq Alif
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.254 KB) | DOI: 10.14203/jet.v13.47-54

Abstract

Ada banyak teknologi mobile broadband wireless access (m-BWA) yang saat ini digunakan, agar bisa mencakup seluruh teknologi m-BWA yang ada dalam sebuah perangkat maka diperlukan teknologi multiband . Salah satu komponen penting yang mendukung perkembangan teknologi m-BWA adalah bandpass filter (BPF), yang berfungsi untuk memilah-milah dan mengisolasi band yang spesifik dari interferensi pada transceiver radio frequency (RF). Pada penelitian ini akan dirancang quadband BPF yang beroperasi pada frekuensi tengah 950 MHz dan 1,85 GHz untuk aplikasi GSM, 2,35 GHz untuk aplikasi WiMAX, dan 2,65 GHz untuk aplikasi LTE secara simultan. Rangkaian quadband BPF dibangun dan dikembangkan dari konsep dualband BPF dengan menambahkan sejumlah cross coupling pada inductive coupling BPF tersebut untuk menghasilkan zero pada frekuensi tertentu yang diharapkan menggunakan komponen lumped. BPF yang dirancang memiliki spesifikasi, input return loss (S11) < -10 dB, insertion loss (S21) > -3 dB, dan voltage standing wave ratio (VSWR) antara 1 – 2, dan group delay kurang dari 10 ns. Perancangan dilakukan menggunakan perangkat lunak Advance Design System (ADS) dan kemudian difabrikasi berbasis printed circuit board (PCB). Hasil simulasi BPF menunjukkan kinerja quadband BPF memenuhi kriteria perancangan sedangkan hasil fabrikasi mengalami pergeseran.
Back Cover Vol 13 No 2 Wael, Chaeriah Bin Ali
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Antena Mikrostrip Susun untuk Radar Pengawas Pantai Zulkiflia, Fitri Yuli; Wahyu, Yuyu; -, Basari; Raharjo, Eko Tjipto
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.641 KB) | DOI: 10.14203/jet.v13.55-59

Abstract

Makalah ini membahas pengembangan antena mikrostrip yang disusun secara linier sebanyak empat elemen untuk aplikasi radar pengawas pantai. Teknik pencatuan yang digunakan untuk mencatu antena susun ini adalah proximity coupled. Desain antena menggunakan software CST microwave studio dan dirancang untuk bekerja di frekuensi 9,4 GHz. Hasil simulasi memperlihatkan impedance bandwidth antena pada return loss ≤ -9,54 dB adalah 760 MHz dari  9,34-10,1 GHz dan dari  hasil ukur  adalah 860 MHz dari frekuensi  9,35-10,21 GHz. Di samping itu, hasil simulasi menunjukkan half power beamwidth (HPBW) pada phi=0 sebesar 23,7o dengan sidelobe level (SLL) sebesar -12,03 dB, sementara pada phi=90 diperoleh  HPBW sebesar 77,2o dengan SLL tertekan sampai -19,78 dB. Sebagai tambahan, gain dari antena diperoleh sebesar 11,33 dB.  Adapun  hasil pengukuran menunjukkan hasil HPBW pada phi=0 sebesar 20o dengan SLL  sebesar -18,9 dB dan pada phi=90 diperoleh HPBW sebesar 65o dengan SLL -15,51 dB.
Karakterisasi Sensor Gas CO Berbasis Bahan SnO2 dengan Metoda Solgel Menggunakan Teknologi Film Tebal Hermida, I Dewa Putu; Sinaga, Parlindungan; Soleha, Gesi
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.98 KB) | DOI: 10.14203/jet.v13.60-65

Abstract

Sensor gas SnO2 termasuk sensor yang paling banyak digunakan dan dikembangkan di pasaran, tapi sampai saat ini belum bisa menghasilkan sensitivitas yang tinggi. Dalam penelitian ini dibahas mengenai karakterisasi sensor gas CO dengan teknologi film tebal yang berbahan SnO2 dan diharapkan dapat menghasilkan sensor dengan sensitivitas yang tinggi. Hasil XRD menunjukan bahwa struktur dari SnO2 adalah rutile tetragonal. Dari pola difraksi terlihat puncak-puncak 110 dan 101 yang menunjukkan pola difraksi yang dibentuk oleh kristal SnO2. Hasil SEM menunjukkan bahwa ukuran sensor dapat mencapai 264 nanometer. Hasil EDS (Energy Dispersive X Ray Spectroscopy) menunjukkan bahwa lapisan sensor yang terbentuk memiliki komposisi O2 (Oksigen) dengan persen massa 21,23% dan Sn (Stanum) dengan persen massa 78,77%. Pengujian sensor dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan temperatur operasional dan konsentrasi gas terhadap resistansi sensor. Perubahan yang terjadi dalam sensor gas ini, berupa resitansi yang menurun dengan bertambahnya temperatur dan konsentrasi gas CO. Dari hasil pengujian tersebut diketahui bahwa komponen-komponen penyusun sensor dapat merespon adanya gas CO. Nilai sensitivitas yang baik didapat dari hasil pengujian untuk rentang konsentrasi gas 0-500 ppm adalah 9,10-3/ppm.
Appendix Vol 13 No 2 Wael, Chaeriah Bin Ali
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain dan Implementasi Duplekser dengan Metoda Pseudo-Interdigital untuk Uplink dan Downlink LTE Sulaeman, Enceng; Sulaeman, Yaya; Hercuadi, Asep Yudi
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.083 KB) | DOI: 10.14203/jet.v13.73-80

Abstract

Duplekser merupakan perangkat yang dapat mengisolasi receiver dari transmitter saat keduanya saling berbagi antena yang sama, digunakan agar komunikasi bisa berjalan secara full duplex. Ada dua metode transmisi duplex yaitu frequency division duplex (FDD) dan time division duplex (TDD). FDD merupakan teknik duplex yang menggunakan dua frekuensi yang berbeda untuk melakukan komunikasi dalam dua arah, sedangkan TDD menggunakan frekuensi tunggal dan frekuensi tersebut digunakan oleh semua kanal untuk melakukan pengiriman dan penerimaan data. Gabungan dua bandpass filter dengan metoda pseudo-interdigital untuk aplikasi LTE (long term evolution). Metode ini lebih unggul dibandingkan duplekser dengan metoda hybrid. Duplekser bekerja pada FDD LTE band ke-7 yaitu frekuensi uplink 2500-2570 MHz dan downlink 2620-2690 MHz. Dari hasil pengukuran diperoleh sebagai berikut: nilai frekuensi center pada uplink 2639 MHz dan pada downlink 2659 MHz, insertion loss pada uplink 1,561 dB dan downlink 1,74 dB, bandwidth ±70 MHz, isolasi 23,03 dB, serta nilai return loss 23,5 dB pada uplink dan downlink 23,45 dB.

Page 1 of 2 | Total Record : 20