cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
PENGARUH PENKES TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMA TENTANG SAFETY RIDING UPAYA PENCEGAHAN LAKA LANTAS DI SMA AL- KHAIRIYAH JAKARTA UTARA Lulu Najmah, Susihar, Egeria Dorina Sitorus,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.537

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan Lalu Lintas merupakan suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan atau kerugian harta benda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang safety riding (keselamatan berkendara). Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Al-Khairiyah Jakarta Utara sebanyak 30 siswa. Siswa diberikan edukasi berkaitan dengan safety riding (keselamatan berkendara) melalui penyuluhan. Serta diskusi langsung dengan kelompok siswa.”Tujuan: Untuk mengidentifikasi Pengaruh Pankes Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Tentang Safety Riding Upaya Pencegahan Laka Lantas di SMA Al-Khairiyah Jakarta Utara. Metodologi Penelitian: Penyuluhan diberikan setelah sebelumnya siswa diberikan pre-test kemudian setelah penyuluhan dan diskusi selesai siswa diberikan post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa mengenai safety riding sebelum dan sesudah penyuluhan. Penelitian ini bersifat dekriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Pra experimental design dengan rancangan one group pre-post-test design. Hasil: Data dianalisis menggunakan uji paired sampel test dengan hasil analisis didapatkan bahwa p = 0,000 yang artinya adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penkes tentang safety riding (keselamatan berkendara). Untuk melihat adanya perubahan pengetahuan membutuhkan waktu dan pengulangan pemberian intervensi yang rutin dan berkelanjutan. Kesimpulan: : Pengaruh Penkes Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Tentang Safety Riding Upaya Pencegahan Laka Lantas di SMA Al-Khairiyah Jakarta Utara. Kata Kunci: Penkes, Terhadap Tingkat Pengetahuan , Safety Riding
HUBUNGAN EDUKASI MENGGUNAKAN BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN “UNDERWEAR RULES” PADA ANAK DI SDN WARAKAS 01 PAGI JAKARTA UTARA. Karina Nuraini, Nancy, Rosita Lubis,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.539

Abstract

Latar Belakang: Underwear rules merupakan program yang digagas oleh NSPCC (National Society for the Prevention o Cruelty to Children) dengan konsep pendidikan seks yang disebut dengan PANTS: P (Private are Private) anggota tubuh anak yang tertutup oleh pakaian dalam adalah privasi, A (Always remember You Body Belongings to You) selalu ingat tubuhmu adalah milikmu, N (No Means No) anak berhak untuk berkata tidak, T (Talk About Secrets That Upset You) bicaralah tentang rahasia yang membuatmu kesal, S (Speak up Someone Can Help) bicaralah seseorang dapat membantu. Program ini menawarkan panduan langsung terhadap anak-anak yang disajikan dalam bahasa yang mudah diingat. Tujuan: Menganalisis hubungan edukasi menggunakan booklet terhadap tingkat pengetahuan underwear rules pada anak di SDN Warakas 01 Pagi Jakarta Utara. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode rancangan One Group Pretest and posttest, dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif, tempat penelitian dilakukan di SDN Warakas 01 Pagi Jakarta Utara, sample berjumlah 96 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah siswa yang bersekolah di SDN Warakas 01 Pagi Jakarta Utara kelas 3 sampai kelas 5, dan siswa yang bersedia menjadi responden. Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah siswa yang tidak kooperatif, siswa yang tidak hadir saat penelitian, dan siswa yang mengundurkan diri saat berlangsungnya penelitian dikarenakan sakit. Hasil: Penelitian ini menggunakan uji Paired sample t-test dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan rata-rata nilai responden sebelum diberikan edukasi yaitu 1,70 dan sesudah diberikan edukasi meningkat menjadi 2,46 dengan p-value sebesar 0,001 Kesimpulan: : Terdapat hubungan edukasi menggunakan booklet terhadap tingkat pengetahuan underwear rules pada anak di SDN Warakas 01 Pagi Jakarta Utara Kata Kunci: Anak, booklet, tingkat pengetahuan, underwear rules.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA PADA KEGAWATDARURATAN TERSEDAK (CHOKING) PADA BALITA DI RT.002 RW.02 KELURAHAN JOHAR BARU JAKARTA PUSAT Nadya Maulita, Leo Rulino, Astuti Lumbantoruan
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.541

Abstract

Latar Belakang: Tersedak (choking) merupakan salah satu penyebab kematian tercepat pada balita dan membutuhkan penangaan sesegera mungkin untuk menghindari cedera atau kematian. Tersedak adalah suatu kondisi dimana pernafasan terhambat atau terhalang oleh benda asing yang menyempitkan saluran pernafasan bagian dalam, seperti tenggorokan, hipofaring, atau trakea. Jika penyempitan saluran napas menyebabkan gangguan suplai oksigen dan ventilasi yang parah, hal ini dapat berakibat kematian. Tujuan: Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan poster terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang kegawatdaruratan tersedak (choking) pada balita. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan metode pre-experimental design tipe one group pretest - posttest (tes awal dan tes akhir kelompok tunggal). Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil: . Data yang diperoleh diolah secara statistic menggunakan rumus chi square. Berdasarkan hasil Analisa 10 responden sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan diperoleh pengetahuan yang kurang 6 orang (60%) dan cukup 4 orang (40%). Hasil Analisa 10 responden sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan diperoleh pengetahuan yang baik 10 orang (100%). Kesimpulan: : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan poster terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang kegawatdaruratan tersedak (choking) pada balita Kata Kunci: Kegawatdauratan, tersedak (choking), pengetahuan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KECEMASAN PADA PASIEN PRAOPERASI METODE ERACS Danang Tri Yudono, Aisa Humaira, Emiliani Elsi Jerau,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.590

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan praoperasi berdampak negatif terhadap hasil operasi. Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) merupakan protokol perawatan perioperatif yang bertujuan meningkatkan luaran (outcome) pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan pasien praoperasi dengan metode ERACS di RSU Harapan Ibu Purbalingga. Metodologi Penelitian: Metode penelitian yang digunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sejumlah 36 responden praoperasi ERACS yang memiliki skor kecemasan 7-18 poin (cemas ringan dan cemas sedang), tidak mengonsumsi antiansietas, dan bersedia menjadi responden diambil sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Fisher Exact Test dan korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan usia (p-value 0,532), status gravida (p-value 0,449), pengalaman SC (p-value 0,500), dan tingkat pengetahuan (p-value 0,479) serta dukungan keluarga (p- value 0,022). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa usia, status gravida, pengalaman SC, dan tingkat pengetahuan tidak memengaruhi kecemasan pasien praoperasi metode ERACS dan hanya faktor dukungan keluarga yang memengaruhi tingkat kecemasan pasien praoperasi yang menjalani metode ERACS. Kata Kunci: ERACS, faktor-faktor, kecemasan, praoperasi
HUBUNGAN PERILAKU BULLYING DENGAN HARGA DIRI PADA SISWA SMP MUHAMMADIYAH 2 GAMPING YOGYAKARTA Atik Badi’ah, Danieng Pramudia Sirley, Armenia Diahsari,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.591

Abstract

Latar Belakang: Bullying merupakan masalah serius yang sering terjadi di kalangan remaja, terutama di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi perkembangan peserta didik. Masa remaja merupakan fase penting pembentukan identitas diri, di mana harga diri berperan besar dalam kesejahteraan psikologis. Bullying dapat berdampak negatif terhadap harga diri remaja dengan memicu penurunan kepercayaan diri, kecemasan, hingga depresi. Tujuan: Mengetahui hubungan perilaku bullying dengan harga diri pada siswa SMP Muhammadiyah 2 gamping Yogyakarta. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu dimana pengumpulan data dilakukan pada satu waktu bersamaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 101 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov smirnov dengan tingkat signifikansi p <0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signitifkan antara bullying dengan harga diri pada siswa SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta dengan nilai p-value 0,00 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara bullying dengan harga diri pada siswa SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan, memberikan edukasi mengenai dampak bullying, serta membangun program pembinaan yang mendukung perkembangan harga diri siswa secara positif. Kata Kunci: Bullying, Harga Diri, Remaja
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTUL 1 Kustiningsih, Dewi Suci Maylani, Siti Arifah,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.592

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik serta perkembangan otak anak. Salah satu faktor penyebab stunting adalah pola pemberian makan yang tidak tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bantul 1. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 balita yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola pemberian makan dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Hasil: Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Sebagian besar pola pemberian makan balita termasuk dalam kategori kurang (56%) dan pada balita stunting dengan kategori pendek (72%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting secara statistik (p-value = 0,045) Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bantul 1. Oleh karena itu, edukasi kepada ibu tentang pemberian makan yang tepat perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka stunting. Kata Kunci: Pola pemberian makan, stunting, balita.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP MUHAMMADIYAH 2 GAMPING YOGYAKARTA. Dwi Sri Handayani, Puspita Sari, Diah Nur Anisa,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.593

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan keluhan nyeri saat menstruasi yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar di sekolah. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat nyeri dismenore adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat membantu mengurangi nyeri melalui peningkatan sirkulasi darah dan pelepasan endorfin. Namun, masih banyak remaja yang memiliki tingkat aktivitas fisik rendah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan nyeri dismenore pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Tujuan: Tujuan penelitian ini Adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan nyeri dismenore pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif korelasi metode sross sectional. Data diperoleh dari respon individu terhadap GPAQ dan NRS. Jumlah sampel untuk penelitian ini adalah 77 siswi dari kelas VIII dan IX di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Sampel dipilih meggunakan teknik total sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan esklusi digunakan untuk memilih sampel, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan Uji Chi square. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan nyeri dismenore dengan nilai p=0,00 < (0,05). Mayoritas responden memiliki aktivitas fisik pada kategori sedang 61,4% dan sebagian besar mengalami nyeri dismenore dengan kategori ringan 42,9%. Kesimpulan: : Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan nyeri dismenore pada siswi kelas VIII dan IX di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Aktivitas fisik yang cukup berpotensi menurunkan tingkat nyeri dismenore. Disarankan kepada remaja putri untuk meningkatkan aktivitas fisik sebagai salah satu upaya non-farmakologis dalam mengatasi nyeri dismenore. Semakin tinggi aktivitas fisik, maka semakin ringan nyeri dismenore yang dirasakan. Kata Kunci: Aktivitas fisik, nyeri dismenore, remaja putri.
FAKTOR INTRINSIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETEPATAN PELAKSANAAN TRIAGE DI IGD RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Wawan Febri Ramdani, Miftakhul Aulia Andriyani, Dwi Prihatiningsih,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.594

Abstract

Latar Belakang: Triage di IGD berperan penting bagi keselamatan pasien, ketepatan pelaksanaan triage dipengaruhi oleh beberapa faktor intrinsic perawat seperti tingkat pengetahuan, keterampilan, usia, pengalaman kerja, dan pelatihan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor intrinsik yang berhubungan dengan ketepatan pelaksanaan triage di ruang IGD RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metodologi Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 31 orang. Analisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Sebagian besar perawat melaksanakan triage dengan tepat. Ketepatan pelaksanaan triage yang lebih tinggi pada perawat yang memiliki keterampilan kompeten 27 (93,1%) (p=0,046), sedangkan ketepatan pelaksanaan triage beragam menurut tingkat pengetahuan, usia, pengalaman kerja, dan pelatihan. Kesimpulan: : Ada hubungan faktor keterampilan perawat dengan ketepatan pelaksanaan triage di IGD, namun tidak ada hubungan faktor tingkat pengetahuan (p=0,935), usia (p=0,583), pengalaman kerja (p=0,565), dan pelatihan (p=0,483). Kata Kunci: IGD, Keterampilan, Pengetahuan, Pengalaman Kerja, Pelatihan, Triage, Usia.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS KASIHAN I BANTUL Kustiningsih, Galuh Putri Evanya, Istinengtiyas Tirta Suminar,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.595

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan suatu penyakit infeksi pada saluran pernafasan baik saluran pernafasan atas (hidung) atau bawah (alveoli), Penyebaran gejala pada penyakit ini biasanya dapat dihitung dengan cepat bahkan dalam hitungan jam hingga beberapa hari, gejala yang timbul dirasakan biasanya seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sesak nafas atau kesulitan bernafas. Kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat dalam keluarga atau lingkungan rumah, keluarga yang tidak menerapkan PHBS seperti tidak mencuci tangan menggunakan sabun, membiarkan balita terpapar asap rokok, rumah tidak memiliki ventilasi yang baik atau lingkungan tempat tinggal kotor maka risiko balita terkena ISPA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Kasihan 1 Bantul. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kasihan 1 Bantul dengan jumlah sampel 97 responden. Teknik pengambilan sampling menggunakan nonprobability sampling. Analisis terdiri dari analisa univariat untuk menyimpulkan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan analisa Kendall Tau. Hasil: Hasil penelitian PHBS memiliki kategori sedang sebanyak 62 responden (63,9%) dan Kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Kasihan 1 Bantul menunjukkan sebanyak 78 responden (80,4%). Hasil analisa Uji Kendall Tau pada PHBS didapatkan nilai p-value 0,028. sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan: : Penelitian ini rekomendasikan kepada keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: PHBS, ISPA
HUBUNGAN PRB DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI DESA PARANGTRITIS Widaryati, Nova Aditya Indraswari, Dwi Prihatiningsih,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.596

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, terutama gempa bumi dan tsunami. Salah satu upaya untuk meminimalkan dampak bencana adalah melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengurangan risiko bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pengurangan risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami di Desa Parangtritis Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectionel, peserta penelitian adalah masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. dengan kriteria inklusi 20 tahun, berdomisili minimal 3 bulan, mampu membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan baik. Responden yang tidak berada di lokasi saat penelitian dilakukan dikecualikan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Kendall’s tau Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur pengetahuan (Tuladhar, 2015) dan kesiapsiagaan bencana (Wihayati, 2018). Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (64,7%) dan kesiapsiagaan dalam kategori sangat siap (49,9%). Responden dengan pengetahuan sangat baik sebagian besar berada pada kategori sangat siap (7,1%), sedangkan mereka yang memiliki pengetahuan kurang dan sangat kurang cenderung berada dalam kategori hampir siap dan belum siap. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan pengurangan risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,620. Kesimpulan: : semakin tinggi pengetahuan masyarakat mengenai pengurangan risiko bencana, maka semakin tinggi pula tingkat kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana. Kata Kunci: Pengetahuan, pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, bencana, gempa bumi, tsunami