cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Hamudi Prasestiyo, Tiya Angelica, Sriyati,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.597

Abstract

Latar Belakang: Pembedahan merupakan tindakan medis invasif yang dapat menimbulkan kecemasan pada pasien pre operasi. Kecemasan ini muncul karena berbagai faktor seperti rasa takut terhadap nyeri, kematian dan hasil pasca operasi. Kecemasan yang tidak ditangani dapat berdampak pada kondisi fisiologis pasien dan menghambat jalannya operasi. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan adalah melalui dukungan keluarga yang berperan dalam memberikan kenyamanan emosional dan psikologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan metode cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien pre operasi sebanyak 82 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil: Sebagian besar responden (41,5%) memiliki dukungan keluarga cukup, dan tingkat kecemasan yang paling banyak dialami adalah kecemasan ringan (54,9%). Hasil uji statistik Chi-Square menujukkan nilai p = 0,018 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Kesimpulan: : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Dukungan keluarga berperan penting dalam mengurangi kecemasan, namun faktor lain seperti, kepribadian, kondisi psikologis, dan informasi medis juga dapat memengaruhi kecemasan pasien. Kata Kunci: Dukungan keluarga, kecemasan, pre operasi, pembedahan
POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI SMA NEGERI 1 SEDAYU Sutejo, Sindi Ardi Astuti, Prastiwi Puji Rahayu,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.598

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional dan sosial sehingga rentan terhadap berbagai tekanan psikologis. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keseimbangan kesehatan mental emosional remaja adalah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua yang tidak tepat dapat meningkatkan resiko gangguan mental emosional, baik dalam bentuk masalah internalisasi maupun eksternalisasi. Tujuan: Penelitiann ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional pada remaja di SMA Negeri 1 Sedayu. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pola Asuh Orang Tua dan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ). Sampel penelitian berjumlah 77 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional dengan nilai p-value= 0,030 (p< 0,05). Dengan demikian, pola asuh orang tua perlu disertai dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan lingkungan sosial yang sehat agar optimal dalam menjaga kesehatan mental emosional remaja. Kesimpulan: : Dari hasil tersebut, didapatkan bahwa terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional remaja di SMA Negeri 1 Sedayu. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Kesehatan Mental Emosional, Remaja
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK NEGERI 01 JAKARTA PUSAT Elisabeth Isti Daryati, Grace Monica,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.599

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget pada anak usia prasekolah semakin meningkat dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi perkembangan bahasa serta personal sosial mereka. Masa prasekolah merupakan periode emas perkembangan, sehingga stimulus lingkungan, termasuk penggunaan teknologi, dapat membawa dampak positif maupun negatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan bahasa dan personal-sosial anak usia prasekolah di TK Negeri 01 Jakarta Pusat. Metodologi Penelitian: Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada Juli 2024. Sampel berjumlah 30 anak prasekolah yang dipilih dengan teknik total sampling. Data intensitas penggunaan gadget dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan perkembangan bahasa dan personal-sosial diukur dengan Metro Manila Developmental Screening Test (MMDST). Analisis data berupa analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan gadget rendah (56,7%). Hasil skrining MMDST menunjukkan mayoritas perkembangan bahasa normal (96,7%) dan perkembangan personal-sosial normal (80,0%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan bahasa (p-value = 0,245) maupun perkembangan personal-sosial (p-value = 0,580) (>0,05). Kesimpulan: : Intensitas penggunaan gadget pada anak prasekolah di TK Negeri 01 Jakarta Pusat sebagian besar masih rendah berkat pengawasan dan pendampingan orang tua, sehingga perkembangan bahasa dan personal sosial anak tetap optimal. Stimulasi rutin dari orang tua serta interaksi dengan lingkungan dan teman sebaya diperlukan untuk mendukung kemampuan bahasa, kemandirian, dan keterampilan bersosialisasi anak meskipun gadget sudah diperkenalkan sejak dini. Kata Kunci: Gadget, Perkembangan Personal-Sosial, Anak Usia Prasekolah, MMDST.
OPTIMALISASI POLA NAPAS MELALUI POSISI SEMI-FOWLER PADA ANAK DENGAN LARINGOMALASIA Novita M Kana Wadu, Monica Talia Maharani,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.601

Abstract

Latar Belakang: Laringomalasia merupakan kelainan kongenital jalan napas atas yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak dengan karakteristik utama berupa kolaps jaringan supraglotik ke dalam lumen jalan napas saat inspirasi dengan kondisi ini menyebabkan stridor inspirasi kronis dan dapat disertai peningkatan kerja nafas adanya retraksi dinding dada, takipnea serta gangguan pola nafas, terutama pada posisi terlentang dan saat aktivitas seperti menangis atau menyusu Tujuan: Mengetahui efektivitas penerapan posisi semi-Fowler terhadap perbaikan pola napas pada anak dengan laringomalasia. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan diagnosis medis laringomalasia yang dirawat di rumah sakit rujukan nasional, intervensi utama yang diberikan adalah posisi semi-Fowler dengan elevasi kepala 30–45° disertai pemantauan status respirasi. Hasil: Penerapan posisi semi-Fowler menunjukkan perbaikan pola napas yang ditandai dengan penurunan stridor berkurangnya retraksi dinding dada, penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, serta peningkatan kenyamanan pasien. Kesimpulan: Posisi semi-Fowler merupakan intervensi keperawatan non farmakologis yang efektif dan aman dalam membantu memperbaiki pola napas pada anak dengan laringomalasia. Kata Kunci: keperawatan anak,laringomalasia, pola napas,posisi semi-Fowler.
PENERAPAN TERAPI BERMAIN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT ANSIETAS PADA ANAK DENGAN SMALL VASSELS VASCULITIS Dwi Prasetyorini, Avianda Pratiwi, Armenia Diahsari,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.602

Abstract

Latar Belakang: Small vessel vasculitis (SVV) merupakan kelompok penyakit autoimun pada pembuluh darah kecil yang dapat menimbulkan komplikasi serius, sehingga pasien anak sering memerlukan hospitalisasi. Namun, hospitalisasi dapat memicu kecemasan, nyeri, serta regresi psikologis pada anak. Terapi bermain menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan akibat perawatan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi bermain terhadap penurunan Tingkat ansietas pada anak dengan Small vessel vasculitis di Bangsal Aster Barat RSUP Dr. Sardjito Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif pada seorang anak usia 13 bulan dengan diagnosis small vessel vasculitis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua, observasi, dan rekam medis. Intervensi dilaksanakan selama 4 hari dengan durasi ±15 menit per sesi, meliputi terapi bermain boneka tangan serta intervensi keperawatan sesuai diagnosa yang muncul Hasil: Hasil penelitian ini pasien menunjukkan gejala utama berupa nyeri, kecemasan, serta perfusi perifer tidak efektif. Skor kecemasan awal berdasarkan anxiety rating scale adalah 6, dan setelah penerapan terapi bermain boneka menurun menjadi 5. Meskipun implementasi sempat terhambat akibat kondisi nyeri berat (FLACC 8–9), terapi bermain tetap memberikan efek positif terhadap penurunan kecemasan meski belum sepenuhnya teratasi. Kesimpulan: Terapi bermain boneka pada anak dengan small vessel vasculitis terbukti dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan selama hospitalisasi. Namun, keberhasilan intervensi dipengaruhi oleh faktor fisiologis seperti nyeri, kondisi klinis, serta hubungan terapeutik antara perawat, pasien, dan keluarga. Kata Kunci: Anak, hospitalisasi, kecemasan, Small vessels vasculitis, terapi bermain
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN AUDIOVISUAL TERHADAP SIKAP DAN SELF MANAGEMENT KADER POSYANDU TENTANG HIPERTENSI Maria Lousiana Suwarno, Antonius Tarapanjang,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.603

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi yang juga disebut sebagai the silent disease telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan jika tidak segera diatasi akan menyebabkan komplikasi penyakit yang serius seperti Stroke, gagal jantung dan gagal ginjal kronik. Upaya pelayanan kesehatan pengendalian hipertensi perlu ditingkatkan dan memerlukan peran kader posyandu. Kader posyandu perlu memiliki sikap dan self management yang baik, namun untuk menentukan sikap dan self management perlu dasar pengetahuan, salah satunya melalui pendidikan kesehatan dengan Audiovisual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Audiovisual terhadap Sikap dan Self Management Kader Posyandu tentang Hipertensi Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment pretest dan post test one group desain. Sampel dalam penelitian adalah kader posyandu berjumlah 30 orang, dengan teknik pengambilan sample total sampling, tempat penelitian di Puskesmas Johar Baru. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Sikap dan Self Management yang dilakukan uji validitas dan reabilitas. Uji Statistik menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil: Sikap kader sebelum intervensi memiliki sikap positif berjumlah 16 orang responden (53,3%), sedangkan setelah intervensi memiliki sikap positif berjumlah 24 orang responden (80%). Self Management kader sebelum intervensi memiliki Self management kategori baik berjumlah 17 orang responden (56,7%), sedangkan setelah intervensi memiliki Self management kategori baik berjumlah 27 orang responden (90%). Hasil uji Wilcoxon signed rank test didapatkan hasil Sikap kader sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan nilai p value (0,005) dan didapatkan hasil Self Management kader sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan nilai p value (0,002). Kesimpulan: : Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Audivisual terhadap Sikap dan Self Management kader posyandu tentang hipertensi dan signifikan secara statistik. Kata Kunci: Audiovisual, sikap, self management, kader, hipertensi
ANALISIS PENGARUH SARI WORTEL (DAUCUS CAROTA) TERHADAP INTENSITAS DYSMENORRHEA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN XYZ KOTA BEKASI Kristina Sinuraya, Anita Sriwaty Pardede, Minar Gultom,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.604

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia angka kejadian dysmenorrhe tipe primer adalah sekitar 54,89% sedangkan sisanya penderita dengan dysmenorrhe sekunder. Upaya untuk mengurangi dysmenorrhe dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Dysmenorrhe merupakan nyeri perut bagian bawah saat menstruasi yang dapat mengganggu aktifitas sehari – hari, rasa nyeri ini yang sering dirasakan oleh wanita usia subur hingga pergi ke pelayanan kesehatan untuk konsultasi terhadap nyeri yang dirasakan. Adapun penyebab dari dysmenorrhe yaitu adanya faktor psikologis, faktor endokrin, faktor obstruksi kanalis servikalis, faktor alergi, dan faktor prostaglandin (Ferry, 2022). Di Indonesia angka kejadian dysmenorrhe sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dysmenorrhe adalah nyeri saat menstruasi yang tanpa diikuti dengan adanya gangguan organ reproduksi dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dysmenorrhe adalah nyeri saat menstruasi yang diikuti dengan adanya gangguan organ reproduksi atau radang. Dari data diatas diketahui masih banyak terdapat wanita yang mengalami dysmenorrhe. (Dewi Hartinah, 2023). Pada penelitian yang telah dilakukan oleh Hendra (2017) didapatkan hasil efek analgesik pemberian sari wortel yaitu 0,5 g/kgBB, 1 g/kgBB, 2 g/kgBB, 4 g/kgBB, dan 8 g/kgBB dengan efek analgesik berturut-turut adalah 17,71%, 27,04%, 36,77%, 56,02%, dan 41,25%. Penelitian ini dilakukan kepada hewan percobaan yaitu mencit putih betina. (Hendra, 2017). Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian sari wortel (Daucus carota L) terhadap pengurangan intensitas dysmenorrhe pada siswi SMAN XYZ Kota Bekasi Metodologi Penelitian: Desain yang digunakan adalah metode penelitian True Eksperimental dengan desain penelitian yaitu The Randomized PreTest-Post Test Control Grup Design. Subjek yang dipilih pada penelitian ini yaitu siswi yang berusia 16-19 tahun di SMAN XYZ Kota Bekasi, dengan rancangan penelitian yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kedua kelompok ini diawali dengan pengisian lembar kuesioner intensitas nyeri Visual Analog Scale (VAS) untuk menilai intensitas dysmenorrhe sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan melakukan pengisian lembar kuesioner intensitas nyeri VAS untuk menilai intensitas dysmenorrhe sesudah diberikan perlakuan (post-test). Penggunaan VAS ini dianggap paling akurat untuk menentukan penurunan intensitas dysmenorrhe karena kategori respon tidak terbatas dan validitas dari cara pengukuran ini sangat baik. (Notoatmodjo, 2012) Hasil: Penelitian ini diperoleh hasilnya adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah pemberian sari wortel terhadap penurunan intensitas nyeri. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000, artinya ada pengaruh pemberian sari wortel (Daucus carota L) terhadap pengurangan intensitas dysmenorrhe pada siswi SMAN XYZ Kota Bekasi. Kesimpulan: : Penelitian menyimpulkan ada perbedaan atau ada pengaruh pemberian sari wortel (Daucus carota L) sebelum dan sesudah perlakuan terhadap intensitas skala nyeri. Kata Kunci: Dysmenorrhe, Sari wortel, Intensitas, Nyeri, Remaja.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT PALIATIF DENGAN HIPERTENSI PADA SISWA SMA DI KOTA BENGKULU Tuti Anggraini Utama, Aurellia Firstani, Wahyudi Rahmadani, Tahratul Yovalwan,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.607

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di duniadan menjadi risiko yang mengarah pada penyakit seperti serangan jantung, stroke, diabetes, dan penyakit ginjal. Hipertensi membutuhkan deteksi dini dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala dan edukasi. Rendahnya pengetahuan tenaga kesehatan pada remaja dan masyarakat tentang hipertensi merupakan penyebab utama tidak terkontrolnya tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap pencegahan penyakit paliatif dengan hipertensi pada siswa SMA. Metodologi Penelitian: Jenis peneltian kuantitatif dengan desain quasi experimental (eskperimen semu). Sampel terdiri dari siswa SMA yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kriteria inklusi yaitu siswa aktif SMAN 7 Kota Bengkulu yang terdaftar, bersedia menjadi responden, dapat membaca dan menulis dengan baik (literate), berusia 15-18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner, sebelum dan setelah dilakukan edukasi tentang pencegahan hipertensi. Hasil: Hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon didapatkan rata-rata skor pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi pencegahan hipertensi yaitu 40,83 dengan standar deviasi 20,823. Sedangkan skor pengetahuan setelah diberikan edukasi yaitu 87,20 dengan standar deviasi 9,788. Rata-rata skor sikap sebelum diberikan edukasi sebesar 36,31 dengan standar deviasi 1,121 dan meningkat menjadi 85,60 dengan standar deviasi 0,875. Kesimpulan: Kesimpulannya terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan penyakit paliatif dengan hipertensi pada siswa SMAN 7 Kota Bengkulu. Kata Kunci: Edukasi, Pengetahuan, Sikap, Pencegahan, Hipertensi, Paliatif
PENGARUH KOMBINASI TEH BUNGA TELANG DAN MADU MURNI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POSBINDU RW 009 KEBAYORAN LAMA UTARA Tati Suryati, Nila Rostarina, Muhammad Hanif Fawwaz, Diana Rhismawati Djupri,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.608

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang berisiko meningkatkan kejadian penyakit kardiovaskular apabila tidak ditangani secara optimal. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi non-farmakologis sebagai pendamping untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Salah satu alternatif terapi non-farmakologis adalah kombinasi teh bunga telang dan madu murni. Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi teh bunga telang dan madu murni terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Posbindu RW 009 Kebayoran Lama Utara. Metodologi Penelitian: Desain penelitian quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 18 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji paired samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 148,11 mmHg dan diastolik sebesar 91,39 mmHg. Setelah intervensi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun menjadi 133,89 mmHg dan diastolik menjadi 84,22 mmHg. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian kombinasi teh bunga telang dan madu murni terhadap penurunan tekanan darah. Kesimpulan: Kombinasi teh bunga telang dan madu murni berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Bunga Telang, Hipertensi, Madu, Tekanan Darah
EFEKTIFITAS BOOKLET DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KEGAWATDARURATAN STROKE DI RW 07 SUNTER AGUNG Tifani Azzahra, Reni Amiati, Leo Rulino,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.609

Abstract

Latar belakang: Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terhambat atau berkurang, yang dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Akibatnya, otak tidak mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen, sehingga sel-sel otak yang terkena mengalami kerusakan atau kematian. kurangnya pemahaman mengenai tanda-tanda awal stroke menjadi salah satu faktor resiko. Salah satu cara agar mengatasi kurangnya pemahaman adalah edukasi untuk mengetahui tanda-tanda awal stroke sebelum berkembang menjadi yang lebih serius atau menimbulkan komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas media booklet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang kegawat daruratan di Rw 07 Sunter Agung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan desain pre-post test one group. Sampel diambil secara purposif sampling sebanyak 125 dewasa, terdiri dari 74 perempuan dan 51 laki-laki. Hasil: Hasil penelitian, menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi adalah dengan kategori kurang sebanyak 18 (24.0%) responden dan setelah di berikan edukasi dengan kategori Baik sebanyak 36 (48.0%). Uji statistik yang digunakan dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukan nilai signifikan .000 (p<0,05) sehingga terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pengetahuan masyarakat tentang kegawat daruratan stroke di Rw 07 Sunter Agung setelah diberikan edukasi dengan menggunakan media Booklet. Kesimpulan: Edukasi menggunakan media Booklet efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kegawatdaruratan stroke. Saran: kepada petugas kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dapat menggunakan media Booklet sebagai salah satu pilihan media edukasi. Kata kunci: Stroke, Kegawatdaruratan, Edukasi, Booklet, Pengetahuan