cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
HUBUNGAN PRB DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI DESA PARANGTRITIS Dwi Prihatiningsih, Widaryati, Nova Aditya Indraswari
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, terutama gempa bumi dan tsunami. Salah satu upaya untuk meminimalkan dampak bencana adalah melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengurangan risiko bencana.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pengurangan risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami di Desa ParangtritisMetodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectionel, peserta penelitian adalah masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. dengan kriteria inklusi 20 tahun, berdomisili minimal 3 bulan, mampu membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan baik. Responden yang tidak berada di lokasi saat penelitian dilakukan dikecualikan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Kendall’s tau Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur pengetahuan (Tuladhar, 2015) dan kesiapsiagaan bencana (Wihayati, 2018).Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (64,7%) dan kesiapsiagaan dalam kategori sangat siap (49,9%). Responden dengan pengetahuan sangat baik sebagian besar berada pada kategori sangat siap (7,1%), sedangkan mereka yang memiliki pengetahuan kurang dan sangat kurang cenderung berada dalam kategori hampir siap dan belum siap. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan pengurangan risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,620.Kesimpulan: semakin tinggi pengetahuan masyarakat mengenai pengurangan risiko bencana, maka semakin tinggi pula tingkat kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana.Kata Kunci: Pengetahuan, pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, bencana, gempa bumi, tsunami
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASIDI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Sriyati, Hamudi Prasestiyo, Tiya Angelica
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.641

Abstract

Latar Belakang: Pembedahan merupakan tindakan medis invasif yang dapat menimbulkan kecemasan pada pasien pre operasi. Kecemasan ini muncul karena berbagai faktor seperti rasa takut terhadap nyeri, kematian dan hasil pasca operasi. Kecemasan yang tidak ditangani dapat berdampak pada kondisi fisiologis pasien dan menghambat jalannya operasi. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan adalah melalui dukungan keluarga yang berperan dalam memberikan kenyamanan emosional dan psikologis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul.Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan metode cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien pre operasi sebanyak 82 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Hasil: Sebagian besar responden (41,5%) memiliki dukungan keluarga cukup, dan tingkat kecemasan yang paling banyak dialami adalah kecemasan ringan (54,9%). Hasil uji statistik Chi-Square menujukkan nilai p = 0,018 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Dukungan keluarga berperan penting dalam mengurangi kecemasan, namun faktor lain seperti, kepribadian, kondisi psikologis, dan informasi medis juga dapat memengaruhi kecemasan pasien.Kata Kunci: Dukungan keluarga, kecemasan, pre operasi, pembedahan
PENGARUH EDUKASI PIJAT I LOVE YOU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM PENCEGAHAN KONSTIPASI PADA BAYI DI WILAYAH KOMPLEKUKA, JAKARTA UTARA Astuti Lumbantoruan, Nancy Febriana2, Malossy Ananditha
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data prevalensi, sebanyak 14,4% kasus konstipasi pada anak terjadi di dunia dan 18,3% di Indonesia. Pada bayi, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan pencernaan sekaligus mempengaruhi proses tumbuh kembangnya. Adapun salah satu pencegahannya dengan pemberian pijatan lembut pada area perut bayi dengan Teknik pijat I Love You yang tujuannya untuk membantu memperlancar pencernaan bayi dengan pijatan.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh edukasi pijat I Love You terhadap Tingkat pengetahuan dan sikap ibu di wilayah Komplek Uka Jakarta Utara.Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan aplikasi desain pre-experimental menggunakan metode one group pre and post dengan sample sebanyak 30 ibu.Hasil: Pemberian edukasi tentang pijat I Love You sebagai pencegahan konstipasi pada bayi terbukti dapat meningkatkan Tingkat pengetahuan dan sikap ibu dan dibuktikan dengan hasil uji Wilcoxon dimana rata- rata Tingkat pengetahuan ibu adalah 0.01 menjadi 7.50 dengan nilai p-value 0.001. Peningkatan ini juga terjadi pada sikap ibu dari rata-rata 3.00 menjadi 8.36 dengan p-value 0.001.Kesimpulan: pemberian edukasi pijat I Love You sebagai pencegahan konstipasi pada bayi dapat meningkatkan Tingkat pengetahuan dan sikap ibu di wilayah Komplek Uka Jakarta Utara yang dibuktikan dengan hasil p- value 0.01 yang didapatkan melalui uji Wilcoxon. Maka dari itu dapat dinyatakan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak.Kata Kunci: Pijat I Love You, Sikap ibu, Tingkat pengetahuan
OPTIMALISASI POLA NAPAS MELALUI POSISI SEMI-FOWLER PADA ANAK DENGAN LARINGOMALASIA Monica Talia Maharani, Novita M Kana Wadu
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.661

Abstract

Latar Belakang: Laringomalasia merupakan kelainan kongenital jalan napas atas yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak dengan karakteristik utama berupa kolaps jaringan supraglotik ke dalam lumen jalan napas saat inspirasi dengan kondisi ini menyebabkan stridor inspirasi kronis dan dapat disertai peningkatan kerja nafas adanya retraksi dinding dada, takipnea serta gangguan pola nafas, terutama pada posisi terlentang dan saat aktivitas seperti menangis atau menyusuTujuan: Mengetahui efektivitas penerapan posisi semi-Fowler terhadap perbaikan pola napas pada anak dengan laringomalasia.Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan diagnosis medis laringomalasia yang dirawat di rumah sakit rujukan nasional, intervensi utama yang diberikan adalah posisi semi-Fowler dengan elevasi kepala 30–45° disertai pemantauan status respirasi.Hasil: Penerapan posisi semi-Fowler menunjukkan perbaikan pola napas yang ditandai dengan penurunan stridor berkurangnya retraksi dinding dada, penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, serta peningkatan kenyamanan pasien.Kesimpulan: Posisi semi-Fowler merupakan intervensi keperawatan non farmakologis yang efektif dan aman dalam membantu memperbaiki pola napas pada anak dengan laringomalasia.Kata Kunci: keperawatan anak,laringomalasia, pola napas,posisi semi-Fowler.
PENGARUH KOMBINASI TEH BUNGA TELANG DAN MADU MURNI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POSBINDU RW 009 KEBAYORAN LAMA UTARA Muhammad Hanif Fawwaz, Diana Rhismawati Djupri, Tati Suryati, Nila Rostarina
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.662

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang berisiko meningkatkan kejadian penyakit kardiovaskular apabila tidak ditangani secara optimal. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi non-farmakologis sebagai pendamping untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Salah satu alternatif terapi non-farmakologis adalah kombinasi teh bunga telang dan madu murni.Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi teh bunga telang dan madu murni terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Posbindu RW 009 Kebayoran Lama Utara.Metodologi Penelitian: Desain penelitian quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 18 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi.Hasil: Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji paired samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 148,11 mmHg dan diastolik sebesar 91,39 mmHg. Setelah intervensi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun menjadi 133,89 mmHg dan diastolik menjadi 84,22 mmHg. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian kombinasi teh bunga telang dan madu murni terhadap penurunan tekanan darah.Kesimpulan: Kombinasi teh bunga telang dan madu murni berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Kata Kunci: Bunga Telang, Hipertensi, Madu, Tekanan Darah
EFEKTIVITAS SENAM OSTEOPOROSIS TERHADAP KEMAMPUAN MOBILISASI LANSIA DI KELURAHAN SUKAPURA JAKARTA UTARA Egeria Dorina Sitorus, Susihar, Nirina Dian Hapsari
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.663

Abstract

Latar Belakang: Individu dengan usia 60 tahun atau lebih tergolong kepaadaindividu lansia. Keluhan muskulokleletal yang menyebakan nyeri yang dapat menghambat pergerakan seseorang. Sehingga, lansia cenderung mengalami penurunan aktivitas fisik. Latihan senam osteoporosis berperan dalam menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Senam osteoporosis bermanfaat bagi kesehatan tulang, setiap gerakannya mampu membantu distribusi nutrisi dan cairan.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk Untuk mengetahui apakah senam osteoporosis memiliki kemampuan dalam meningkatkan kemampuan mobilisasi lansia di Sukapura Jakarta Utara.Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimental, yaitu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab akibat dengan cara mengontrol variabel-variabel yang ada titik peneliti akan melakukan perlakuan tertentu atau intervensi tertentupada suatu kelompok eksperimen dan mengamati efeknya.Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor kemampuan mobilisasi dari sebelum intervensi (pretest) hingga sesudah intervensi (posttest), dengan rata-rata nilai pretest sebesar 44,17 dan meningkat menjadi 44,63 pada posttest. Pengujian menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.Artinya, senam osteoporosis efektif dalam meningkatkan kemampuan mobilisasi pada lansia.Kesimpulan: pemberian senam osteoporosis efektif dalam meningkatkan kemampuan mobilisasi pada lansia.Kata Kunci: Lansia, Osteoporosis, Mobilisasi
POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI SMA NEGERI 1 SEDAYU Sindi Ardi Astuti, Prastiwi Puji Rahayu, Sutejo
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.664

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional dan sosial sehingga rentan terhadap berbagai tekanan psikologis. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keseimbangan kesehatan mental emosional remaja adalah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua yang tidak tepat dapat meningkatkan resiko gangguan mental emosional, baik dalam bentuk masalah internalisasi maupun eksternalisasi.Tujuan: Penelitiann ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional pada remaja di SMA Negeri 1 Sedayu.Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pola Asuh Orang Tua dan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ). Sampel penelitian berjumlah 77 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional dengan nilai p-value= 0,030 (p< 0,05). Dengan demikian, pola asuh orang tua perlu disertai dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan lingkungan sosial yang sehat agar optimal dalam menjaga kesehatan mental emosional remaja.Kesimpulan: Dari hasil tersebut, didapatkan bahwa terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental emosional remaja di SMA Negeri 1 Sedayu.Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Kesehatan Mental Emosional, Remaja
ANALISIS PENGARUH SARI WORTEL (DAUCUS CAROTA) TERHADAP INTENSITAS DYSMENORRHEA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN XYZ KOTA BEKASI Anita Sriwaty Pardede, Minar Gultom, Kristina Sinuraya
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.665

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia angka kejadian dysmenorrhe tipe primer adalah sekitar 54,89% sedangkan sisanya penderita dengan dysmenorrhe sekunder. Upaya untuk mengurangi dysmenorrhe dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Dysmenorrhe merupakan nyeri perut bagian bawah saat menstruasi yang dapat mengganggu aktifitas sehari – hari, rasa nyeri ini yang sering dirasakan oleh wanita usia subur hingga pergi ke pelayanan kesehatan untuk konsultasi terhadap nyeri yang dirasakan. Adapun penyebab dari dysmenorrhe yaitu adanya faktor psikologis, faktor endokrin, faktor obstruksi kanalis servikalis, faktor alergi, dan faktor prostaglandin (Ferry, 2022). Di Indonesia angka kejadian dysmenorrhe sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dysmenorrhe adalah nyeri saat menstruasi yang tanpa diikuti dengan adanya gangguan organ reproduksi dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dysmenorrhe adalah nyeri saat menstruasi yang diikuti dengan adanya gangguan organ reproduksi atau radang. Dari data diatas diketahui masih banyak terdapat wanita yang mengalami dysmenorrhe. (Dewi Hartinah, 2023). Pada penelitian yang telah dilakukan oleh Hendra (2017) didapatkan hasil efek analgesik pemberian sari wortel yaitu 0,5 g/kgBB, 1 g/kgBB, 2 g/kgBB, 4 g/kgBB, dan 8 g/kgBB dengan efek analgesik berturut-turut adalah 17,71%, 27,04%, 36,77%, 56,02%, dan 41,25%. Penelitian ini dilakukan kepada hewan percobaan yaitu mencit putih betina. (Hendra, 2017).Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian sari wortel (Daucus carota L) terhadap pengurangan intensitas dysmenorrhe pada siswi SMAN XYZ Kota BekasiMetodologi Penelitian: Desain yang digunakan adalah metode penelitian True Eksperimental dengan desain penelitian yaitu The Randomized PreTest-Post Test Control Grup Design. Subjek yang dipilih pada penelitian ini yaitu siswi yang berusia 16-19 tahun di SMAN XYZ Kota Bekasi, dengan rancangan penelitian yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kedua kelompok ini diawali dengan pengisian lembar kuesioner intensitas nyeri Visual Analog Scale (VAS) untuk menilai intensitas dysmenorrhe sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan melakukan pengisian lembar kuesioner intensitas nyeri VAS untuk menilai intensitas dysmenorrhe sesudah diberikan perlakuan (post-test). Penggunaan VAS ini dianggap paling akurat untuk menentukan penurunan intensitas dysmenorrhe karena kategori respon tidak terbatas dan validitas dari cara pengukuran ini sangat baik. (Notoatmodjo, 2012)Hasil: Penelitian ini diperoleh hasilnya adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah pemberian sari wortel terhadap penurunan intensitas nyeri. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000, artinya ada pengaruh pemberian sari wortel (Daucus carota L) terhadap pengurangan intensitas dysmenorrhe pada siswi SMAN XYZ Kota Bekasi.Kesimpulan: Penelitian menyimpulkan ada perbedaan atau ada pengaruh pemberian sari wortel (Daucus carota L) sebelum dan sesudah perlakuan terhadap intensitas skala nyeri.Kata Kunci: Dysmenorrhe, Sari wortel, Intensitas, Nyeri, Remaja.
PENGARUH EDUKASI MEDIA BUKU SAKU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG VULVA HYGIENE UNTUK PENCEGAHAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH DI SMAN 40 JAKARTA Kartini Kafiana Rahantoknam, Adelia Putri, Mesi Mahmudah
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.666

Abstract

Latar Belakang: Urinary Tract Infection (UTI) atau yang di sebut sebagai infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme, terutama bakteri Escherichia coli, masuk dan menyerang pada bagian saluran kemih, seperti uretra, kandung kemih, ureter, maupun ginjal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah edukasi menggunakan buku saku dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kebersihan vulva dalam mencegah infeksi saluran kemih di SMAN 40 Jakarta.Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan metode survei analitik dan pendekatan satu kelompok yang diuji sebelum dan sesudah perlakuan (pre-test dan post-test). Peneliti memberikan edukasi menggunakan buku saku untuk mengukur tingkat pengetahuan remaja di SMAN 40 Jakarta. Responden yang tercatat sebagai siswi kelas x di SMAN 40 Jakarta, remaja yang bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistic Shapiro-Wilk test.Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja meningkat dengan jelas, nilai p = 0,000 (p < 0,05).Kesimpulan: : Setelah diberikan edukasi dengan buku saku, pengetahuan remaja meningkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan, memberikan edukasi mengenai dampak ISK serta menjaga kebersihan vulva hygiene guna mencegah infeksi saluran kemih.Kata Kunci: Edukasi, Buku Saku, Vulva Hygiene, ISK, Remaja
PENERAPAN TERAPI BERMAIN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT ANSIETAS PADA ANAK DENGAN SMALL VASSELS VASCULITIS Avianda Pratiwi, Armenia Diahsari, Dwi Prasetyorini
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.667

Abstract

Latar Belakang: Small vessel vasculitis (SVV) merupakan kelompok penyakit autoimun pada pembuluh darah kecil yang dapat menimbulkan komplikasi serius, sehingga pasien anak sering memerlukan hospitalisasi. Namun, hospitalisasi dapat memicu kecemasan, nyeri, serta regresi psikologis pada anak. Terapi bermain menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan akibat perawatanTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi bermain terhadap penurunan Tingkat ansietas pada anak dengan Small vessel vasculitis di Bangsal Aster Barat RSUP Dr. SardjitoMetodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif pada seorang anak usia 13 bulan dengan diagnosis small vessel vasculitis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua, observasi, dan rekam medis. Intervensi dilaksanakan selama 4 hari dengan durasi ±15 menit per sesi, meliputi terapi bermain boneka tangan serta intervensi keperawatan sesuai diagnosa yang munculHasil: Hasil penelitian ini pasien menunjukkan gejala utama berupa nyeri, kecemasan, serta perfusi perifer tidak efektif. Skor kecemasan awal berdasarkan anxiety rating scale adalah 6, dan setelah penerapan terapi bermain boneka menurun menjadi 5. Meskipun implementasi sempat terhambat akibat kondisi nyeri berat (FLACC 8–9), terapi bermain tetap memberikan efek positif terhadap penurunan kecemasan meski belum sepenuhnya teratasi.Kesimpulan: Terapi bermain boneka pada anak dengan small vessel vasculitis terbukti dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan selama hospitalisasi. Namun, keberhasilan intervensi dipengaruhi oleh faktor fisiologis seperti nyeri, kondisi klinis, serta hubungan terapeutik antara perawat, pasien, dan keluarga.Kata Kunci: Anak, hospitalisasi, kecemasan, Small vessels vasculitis, terapi bermain