cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STRES DENGAN KEKAMBUHAN GASTRITIS DI POLINDES BANTAN TIMUR KABUPATEN BENGKALIS Fitra Mayenti, Suci Amin, Irmayani, Dilgu Meri,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.518

Abstract

Latar Belakang: Gastritis merupakan salah satu gangguan gastrointestinal yang paling umum dan sering kambuh akibat pola makan yang tidak teratur dan stres yang tidak terkelola. Di Pusat Kesehatan Masyarakat Bantan Timur, Kabupaten Bengkalis, gastritis tetap menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum, terutama di kalangan kelompok usia produktif. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara pola makan dan stres dengan kekambuhan gastritis di Polindes Bantan Timur, Kabupaten Bengkalis. Metodologi Penelitian: Studi ini menggunakan desain deskriptif analitis dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 42 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling total. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang menilai pola makan, tingkat stres (Depression Anxiety Stress Scale/DASS-42), dan frekuensi kambuhnya gastritis dalam sebulan terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pola makan yang buruk (61,9%) dan tingkat stres sedang (52,4%). Sebanyak 45,2% responden mengalami kambuhnya gastritis yang parah. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kambuhnya gastritis (p = 0,000) serta antara stres dan kambuhnya gastritis (p = 0,004).. Kesimpulan: Pola makan dan stres secara signifikan terkait dengan kambuhnya gastritis di Pusat Kesehatan Masyarakat Bantan Timur, Kabupaten Bengkalis. Pendidikan berkelanjutan tentang pentingnya menjaga pola makan sehat dan mengelola stres diperlukan sebagai langkah pencegahan terhadap kambuhnya gastritis. Kata Kunci Kekambuhan Gastritis, Pola Makan, Stres
CERDAS PANTAU TUMBUH KEMBANG ANAK: IDENTIFIKASI KEBUTUHAN INFORMASI KADER DI CAKUNG Sondang R Sianturi, Novita M Kana Wadu,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.519

Abstract

Latar Belakang: Kader posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak, terutama dalam upaya deteksi dini gangguan perkembangan. Namun, keterbatasan pemahaman kader terhadap aspek-aspek tumbuh kembang dan alat bantu seperti KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) dapat menjadi kendala dalam pelaksanaan tugas tersebut. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan informasi kader menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas layanan di posyandu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebutuhan kader terhadap informasi tumbuh kembang anak di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cakung. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 15 orang kader posyandu, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar kader membutuhkan informasi tentang tanda dini keterlambatan perkembangan (93.3%), perkembangan bahasa (86.7%), dan kognitif (80%). Sebanyak 80% responden pernah menggunakan KPSP, namun hanya 46.7% yang memahami cara pengisiannya, dan 30% mampu membaca hasilnya. Sebagian besar kader masih bingung menginterpretasikan hasil KPSP (80%). Kebutuhan terhadap media informasi seperti aplikasi mobile (86.7%), video edukatif (80%), dan pelatihan daring (73.3%) juga tinggi. Kesimpulan: Kader posyandu memiliki kebutuhan informasi yang tinggi terkait tumbuh kembang anak, terutama dalam aspek interpretasi KPSP dan media edukasi interaktif. Diperlukan penguatan pelatihan kader dan penyediaan media pembelajaran yang lebih praktis dan aplikatif. Kata Kunci: Kebutuhan informasi, kader posyandu, tumbuh kembang anak, KPSP, media edukatif
GAMBARAN PASIEN PALIATIF DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BENGKULU Tahratul Yovalwan, Wahyudi Rahmadani,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.520

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang menempati peringkat utama penyebab kematian di seluruh dunia dan secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, diabetes, dan penyakit ginjal. Hipertensi sering disebut "pembunuh diam-diam", dikarenakan penderita penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala, oleh sebab itu banyak pasien tidak menyadari kondisi mereka sampai komplikasi muncul. Seiring dengan perkembangan penyakit dan penurunan fungsi organ tubuh, sebagian lansia dengan hipertensi kronis dapat masuk dalam kategori pasien yang memerlukan perawatan paliatif. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kota Bengkulu. Metodologi Penelitian: Desain penelitian ini adalah deskriptif pada pasien hipertensi sebanyak 15 orang di wilayah kerja Puskesmas Kota Bengkulu. Penderita hipertensi pada penelitian ini memiliki usia ≥ 60 tahun. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia penderita hipertensi adalah 63,13 tahun, status pendidikan: pendidikan sekolah dasar sebanyak 46,7% (7 orang), sekolah menengah pratama sebanyak 33,3% (5 orang), sekolah menengah atas sebanyak 6,7 % (1 orang), dan perguruan tinggi sebanyak 13,3% (2 orang). Mayoritas pekerjaan responden merupakan ibu rumah tangga, dengan persentase sebesar 53,3% (8 orang). Rata-rata tekanan darah penderita hipertensi adalah 159,80/94,73 mmHg Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rata-rata usia penderita hipertensi dalam studi ini adalah 63,13 tahun, yang menunjukkan bahwa hipertensi umumnya dialami oleh kelompok usia lanjut. Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar (46,7%), diikuti oleh sekolah menengah pertama (33,3%), perguruan tinggi (13,3%), dan sekolah menengah atas (6,7%). Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penderita hipertensi memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah. Selain itu, rerata tekanan darah responden tercatat sebesar 159,80/94,73 mmHg, yang termasuk dalam kategori hipertensi derajat 1, menandakan bahwa kondisi tekanan darah mereka memerlukan pemantauan dan intervensi yang tepat. Kata Kunci: lansia, hipertensi, paliatif
PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIC (SEFT) PADA PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN Aulia Akbar, Rio Irvanda Yuris, Tesha Hestyana Sari,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.521

Abstract

Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan diagnosis keperawatan yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa, menempati peringkat kedua tertinggi di Ruang Mandau II Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Intervensi yang selama ini digunakan adalah terapi generalis dan psikofarmaka. Sebagai alternatif, terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) diterapkan selama 4 hari pada tiga pasien terpilih. Tujuan: Tujuan studi ini yaitu menganalisis penerapan evidence based practice dalam asuhan keperawatan pada pasien resiko perilaku kekerasan dengan penerapan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menerapkan evidence based practice berupa terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yang dilaksanakan pada tanggal 28 Mei – 31 Mei 2025 terhadap 3 orang pasien dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan di Ruang Mandau 2 Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Hasil: Hasil pre-post terapi menunjukkan penurunan skor tanda gejala risiko kekerasan: pasien 1 dari 27 ke 17, pasien 2 dari 18 ke 11, dan pasien 3 dari 25 ke 13. Kesimpulan: Hasil ini mendukung bahwa SEFT efektif menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan oleh perawat jiwa pada pasien skizofrenia. Kata Kunci: Resiko perilaku kekerasa, SEFT, terapi modalitas
STUDI DESKRIPTIF: PRURITUS UREMIK PADA PASIEN PENYAKIT DEGENERATIF DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE Wahyudi Rahmadani, Tahratul Yovalwan,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.523

Abstract

Latar Belakang: Pruritus uremik adalah salah satu gejala yang paling sering muncul dan sangat mengganggu pada pasien penyakit ginjal kronik (CKD) yang menjalani terapi hemodialisis. Gejala ini memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup penderita, seperti terganggunya pola tidur, kestabilan emosional, serta hubungan sosial. Selain itu, pruritus uremik kerap sulit diatasi dan memiliki prevalensi yang tinggi, terutama pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal yang disertai akumulasi zat-zat toksik seperti ureum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kejadian pruritus uremik pada pasien degeneratif dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel terdiri dari 48 pasien CKD yang menjalani hemodialisis di salah satu rumah sakit daerah di Kota Bengkulu, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 12-item pruritus severity scale dan dianalisis secara univariat menggunakan bantuan SPSS versi 25. Hasil: Sebagian besar responden adalah laki-laki (58,3%) dan tidak bekerja (72,9%). Tingkat pendidikan mayoritas adalah SMA/MA (43,8%). Berdasarkan tingkat keparahan pruritus, sebanyak 45,8% responden mengalami pruritus berat, 41,7% sedang, dan 12,5% ringan. Kesimpulan: : Pruritus uremik merupakan salah satu gejala yang umum terjadi pada pasien penyakit ginjal kronik (CKD) yang menjalani hemodialisis, dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Sebagian besar pasien mengalami pruritus dengan kategori sedang hingga berat, yang dapat secara signifikan menurunkan kualitas hidup. Temuan ini diharapkan menjadi dasar dalam perencanaan intervensi keperawatan yang holistik dan menyeluruh Kata Kunci: Chronic Kidney Disease, Hemodialisis, Degeneratif, Pruritus Uremik
PENERAPAN EDUKASI DIET SEIMBANG UNTUK MENGATASI KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI RS UKI & PUSDIKKES JAKARTA Felicia Vanny Mayoan, Yanti Anggraini,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.557

Abstract

Di dunia pasien diabetes mellitus Ada sekitar 111,2 juta individu berusia antara 65 dan 79 tahun, dan 463 juta orang berusia antara 20 dan 79 tahun. Fakta bahwa banyak pasien dan keluarga mereka masih kurang memahami diabetes melitus dan tidak menjalankan diet ketat merupakan salah satu masalah yang ditemukan selama rawat inap. Hal ini ditunjukkan dengan kebiasaan makan yang tidak sesuai dengan anjuran dan fakta bahwa beberapa pasien terus mengonsumsi makanan yang menyebabkan kadar gula darah jauh di atas normal. Penatalaksanaan non-farmakologis diabetes melitus yaitu, melakukan edukasi diet seimbang pada pasien dan keluarganya. Tujuan : untuk meneliti bagaimana dua individu dengan diabetes melitus tipe II diajarkan tentang diet seimbang. Metode: Melalui empat hari instruksi gizi seimbang, studi kasus ini menggunakan metode deskriptif untuk memandu proses keperawatan keluarga. Hasil: Setelah dilakukan penerapan edukasi diet DM seimbang selama 4 hari terjadi peningkatan nafsu makan dan menurunnya hasil GDS pada kedua pasien. Pasien 1 mengalami peningkatan nafsu makan dari 8 sendok menjadi 1 porsi, tidak ada keluhan mual dan muntah serta terjadi penurunan hasil GDS dari 400 mg/dl menjadi 141 mg/dl, sedangkan pada pasien 2 juga mengalami peningkatan nafsu makan dari 4 sendok menjadi 1 porsi, ada keluhan mual dan muntah dan penurunan hasil GDS dari 246 mg/dl menjadi 110 mg/dl. Kesimpulan : edukasi diet seimbang DM efektif menurunkan hasil gula darah, meningkatkan nafsu makan dan mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien diabetes mellitus. Direkomendasikan agar perawat agar tetap memberikan edukasi diet seimbang DM pada pasien diabetes mellitus. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Diet Seimbang, GDS
HUBUNGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DI KLINIK dr. RISSA BEAUTY CARE GRESIK Wiwik Widiyawati, Hanifah Ekaputri Giyatri, Widya Lita Fitrianur,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.525

Abstract

Latar Belakang: Acne Vulgaris timbul akibat peradangan folikel pilosebasea yang ditandai dengan munculnya komedo, pustule, dan nodule pada wajah, bahu, dada, dan punggung bagian atas, serta lengan atas. AV sering terjadi pada remaja. AV bukan penyakit berbahaya namun jika tidak ditangani dengan tepat dapat memberikan dampak psikologis seperti penurunan kepercayaan diri pada penderitanya. Tujuan: Menganalisis hubungan kejadian Acne Vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data yang diambil yakni kejadian Acne Vulgaris dan tingkat kepercayaan diri pada remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik pada bulan Maret 2025. Sampel pada penelitian ini adalah remaja usia 10-19 tahun dengan menggunakan teknik total sampling dengan teknik analisa data menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Sebagian besar remaja mengalami Acne Vulgaris derajat ringan sebanyak 28 remaja (56%) dan hampir seluruhnya sebanyak 38 remaja (76%) memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Hasil Uji Chi Square didapatkan p value 0,000 (≤0,05) yang berarti kejadian Acne Vulgaris memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja. Kata Kunci: Acne Vulgaris, Remaja, Tingkat Kepercayaan Diri
Efektivitas Edukasi dan Latihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Untuk Meningkatkan Ketrampilan Ekstrakurikuler PMR Di SMK Ahmad Yani Gurah Heni, Sutiyah
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.529

Abstract

First Aid in Accidents (P3K) is very important to implement, as quick and precise actions can save lives, prevent further injuries, and accelerate the healing process of victims. Having knowledge about First Aid in Accidents enables individuals to provide critical initial assistance before professional medical help arrives and can reduce the risk of serious complications. Education and training in First Aid in Accidents (P3K) are among the interventions to enhance the knowledge and skills of members of the Red Cross Youth (PMR) in schools. Training on First Aid in Accidents (P3K) is conducted for students participating in extracurricular activities of the Red Cross Youth (PMR) at school. The aim is to determine the effectiveness of First Aid in Accidents (P3K) training for improving extracurricular skills of PMR At SMK Ahmad Yani Gurah. This research design is quasi-experimental with one group pre-test and post-test, involving a sample size of 31. The sampling technique used is total sampling. The research instrument employs a questionnaire and checklist. Data analysis is conducted using the paired t-test. The results indicate that the p-value is 0.001 (<0.005), thus Ha is accepted, indicating that providing education and training in P3K can improve first aid skills among student members of PMR at school.
Perbandingan Clinical COPD Questionnaire dengan COPD Assessment Test Dalam Menilai Tingkat Keparahan COPD , Kartini Kafiana R, Siti Maryam, Irmina Ika Yuniari, Reni Amiati,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.534

Abstract

Latar Belakang: Menurut Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (2017). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) saat ini merupakan penyebab utama keempat kematian di dunia, namun diproyeksikan menjadi ke-3 penyebab utama kematian pada tahun 2020. Lebih dari 3 juta orang meninggal karena Chronic Obstructive Pulmonary Disease pada tahun 2012 terhitung 6% dari semua kematian secara global. Prevalensi morbiditas dan mortalitas terkait COPD telah meningkat dari waktu ke waktu. Terdapat 600 juta orang menderita Chronic Obstructive Pulmonary Disease di dunia dengan 65 juta orang menderita COPD derajat sedang hingga berat (WHO, 2015) . Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai assessment yang lebih efektif dalam menilai tingkat keparahan pada pasien COPD. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional analitik. Pada penelitian ini, peneliti mengambil sampel dengan teknik sampling purposive. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang dengan criteria: penderita COPD yang mejalani pengobatan di RSUD Cibinong dengan tidak ada batasan usia, pasien kooperatif dan bersedia untuk menjadi responden. Hasil: Pada uji univariate mayoritas pendidikan responden adalah SMA dengan 16 responden (53.3%). jenis kelamin mayoritas adalah laki-laki sebanyak 22 responden (73.3%). rata-rata usai 59.50 tahun dengan standar deviasi 7.490. dan rata-rata lama menderita COPD selama 5.83 tahun dengan standar deviasi 9.494 tahun. pengkajian responden dengan menggunakan kuesioner CCQ dengan kategori tidak stabil sangat terbatas sebanyak 13 responden (43.3%) sedangkan menggunakan kuesioner CAT dengan kategori yang sama hanya mendapatkan 7 responden (23.3%). Berdasarkan uji hasil mann whitney menunjukan bahwa p value ≤ 0.005 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara kuesioner CCQ dan CAT. Kesimpulan: Menggunakan kuesioner CCQ lebih efiesien untuk mengetahui tingkat keparahan pada pasien Kata Kunci: Clinical COPD Questionnaire, CCQ, COPD Assessment Test, CAT, COPD
TINGKAT PEMAHAMAN PERAWAT TERKAIT SOCIETY 5.O DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD KEPULAUAN SERIBU Tiara, Suatmaji, Labora sitinjak,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.536

Abstract

Latar Belakang: Pemahaman merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mengetahui, menjelaskan dan menarik kesimpulan apa yang telah dipelajari. Society 5.0 merupakan konsep pengembangan komunitas yang bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam kehidupan sehari-hari dan membangun masyarakat yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan. Sedangkan society 5.0 dalam kinerja perawat adalah istilah untuk penggunaan sistem manajemen data elektronik terintegrasi, sehingga mengurangi beban administratif pada perawat, dalam penerapan society 5.0 seperti Internet of Things (IoT), dsb. Salah satu perannya dapat digunakan untuk pemantauan pasien dan keperawatan jarak jauh secara real-time. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terhadap tingkat pemahaman perawat terkait society 5.0 dengan kinerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kepulauan Seribu.. Metodologi Penelitian: metode penelitian kuantitatif dengan quasy eksperiment one group pre dan post test menggunakan uji sampel berpasangan. yang bertujuan untuk melihat perbandingan responden dengan sebelum diberikan sosialisasi sehingga diberikan sosialisasi penilaian yang lebih akurat. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 responden. Hasil: Dari hasil penelitian ini yang dilakukan didapatkan bahwa tiak terdapat perbedaan tingkat pemahaman responden antara sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi baik definisi society 5.0, society 5.0 dalam kesehatan, society 5.0 dalam kinerja perawat, dan manfaat society 5.0 dalam kinerja perawat yang menunjukkan hasil p Value 0,66(<0,05), yang artinya tingkat pemahaman perawat rawat inap RSUD Kepulauan Seribu sudah dikatakan tinggi setelah dilakukan sosialisasi. Kesimpulan: Menggunakan kuesioner CCQ lebih efiesien untuk mengetahui tingkat keparahan pada pasien Kata Kunci: Tingkat Pemahaman, Society 5.0, Kinerja Perawat