cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
EFEKTIFITAS BOOKLET DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KEGAWATDARURATAN STROKE DI RW 07 SUNTER AGUNG Reni Amiati, Leo Rulino, Tifani Azzahra
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.668

Abstract

Latar belakang: Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terhambat atau berkurang, yang dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Akibatnya, otak tidak mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen, sehingga sel-sel otak yang terkena mengalami kerusakan atau kematian. kurangnya pemahaman mengenai tanda-tanda awal stroke menjadi salah satu faktor resiko. Salah satu cara agar mengatasi kurangnya pemahaman adalah edukasi untuk mengetahui tanda-tanda awal stroke sebelum berkembang menjadi yang lebih serius atau menimbulkan komplikasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas media booklet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang kegawat daruratan di Rw 07 Sunter Agung.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan desain pre-post test one group. Sampel diambil secara purposif sampling sebanyak 125 dewasa, terdiri dari 74 perempuan dan 51 laki-laki.Hasil: Hasil penelitian, menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi adalah dengan kategori kurang sebanyak 18 (24.0%) responden dan setelah di berikan edukasi dengan kategori Baik sebanyak 36 (48.0%). Uji statistik yang digunakan dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukan nilai signifikan .000 (p<0,05) sehingga terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pengetahuan masyarakat tentang kegawat daruratan stroke di Rw 07 Sunter Agung setelah diberikan edukasi dengan menggunakan media Booklet.Kesimpulan: Edukasi menggunakan media Booklet efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kegawatdaruratan stroke.Saran: kepada petugas kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dapat menggunakan media Booklet sebagai salah satu pilihan media edukasi.Kata kunci: Stroke, Kegawatdaruratan, Edukasi, Booklet, Pengetahuan
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK NEGERI 01 JAKARTA PUSAT Grace Monica, Elisabeth Isti Daryati
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.669

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget pada anak usia prasekolah semakin meningkat dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi perkembangan bahasa serta personal sosial mereka. Masa prasekolah merupakan periode emas perkembangan, sehingga stimulus lingkungan, termasuk penggunaan teknologi, dapat membawa dampak positif maupun negatif.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan bahasa dan personal-sosial anak usia prasekolah di TK Negeri 01 Jakarta Pusat.Metodologi Penelitian: Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada Juli 2024. Sampel berjumlah 30 anak prasekolah yang dipilih dengan teknik total sampling. Data intensitas penggunaan gadget dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan perkembangan bahasa dan personal-sosial diukur dengan Metro Manila Developmental Screening Test (MMDST). Analisis data berupa analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan gadget rendah (56,7%). Hasil skrining MMDST menunjukkan mayoritas perkembangan bahasa normal (96,7%) dan perkembangan personal-sosial normal (80,0%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan bahasa (p-value = 0,245) maupun perkembangan personal-sosial (p-value = 0,580) (>0,05).Kesimpulan: Intensitas penggunaan gadget pada anak prasekolah di TK Negeri 01 Jakarta Pusat sebagian besar masih rendah berkat pengawasan dan pendampingan orang tua, sehingga perkembangan bahasa dan personal sosial anak tetap optimal. Stimulasi rutin dari orang tua serta interaksi dengan lingkungan dan teman sebaya diperlukan untuk mendukung kemampuan bahasa, kemandirian, dan keterampilan bersosialisasi anak meskipun gadget sudah diperkenalkan sejak dini.Kata Kunci: Gadget, Perkembangan Personal-Sosial, Anak Usia Prasekolah, MMDST.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT PALIATIF DENGAN HIPERTENSI PADA SISWA SMA DI KOTA BENGKULU Wahyudi Rahmadani, Tahratul Yovalwan, Tuti Anggraini Utama, Aurellia Firstania
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.670

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia dan menjadi risiko yang mengarah pada penyakit seperti serangan jantung, stroke, diabetes, dan penyakit ginjal. Hipertensi membutuhkan deteksi dini dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala dan edukasi. Rendahnya pengetahuan tenaga kesehatan pada remaja dan masyarakat tentang hipertensi merupakan penyebab utama tidak terkontrolnya tekanan darah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap pencegahan penyakit paliatif dengan hipertensi pada siswa SMA.Metodologi Penelitian: Jenis peneltian kuantitatif dengan desain quasi experimental (eskperimen semu). Sampel terdiri dari siswa SMA yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kriteria inklusi yaitu siswa aktif SMAN 7 Kota Bengkulu yang terdaftar, bersedia menjadi responden, dapat membaca dan menulis dengan baik (literate), berusia 15-18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner, sebelum dan setelah dilakukan edukasi tentang pencegahan hipertensi.Hasil: Hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon didapatkan rata-rata skor pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi pencegahan hipertensi yaitu 40,83 dengan standar deviasi 20,823. Sedangkan skor pengetahuan setelah diberikan edukasi yaitu 87,20 dengan standar deviasi 9,788. Rata-rata skor sikap sebelum diberikan edukasi sebesar 36,31 dengan standar deviasi 1,121 dan meningkat menjadi 85,60 dengan standar deviasi 0,875.Kesimpulan: Kesimpulannya terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan penyakit paliatif dengan hipertensi pada siswa SMAN 7 Kota Bengkulu.Kata Kunci: Edukasi, Pengetahuan, Sikap, Pencegahan, Hipertensi, Paliatif
PENGARUH EDUKASI SELF-DIAGNOSE DENGAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMA NURUL FALAH JAKARTA UTARA Labora Sitinjak, Suatmaji, Rosita Lubis3 Egi Ayu Amaratry
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.671

Abstract

Latar Belakang: engetahuan merupakan hasil dari kemampuan mengingat terhadap suatu objek, baik secara sengaja maupun tidak. Self-diagnose adalah tindakan individu menentukan diagnosis medis berdasarkan pengalaman pribadi dan informasi yang diperoleh, baik dari sumber resmi maupun tidak resmi. Meskipun dapat meningkatkan rasa empati self-diagnose memiliki risiko menyebabkan kesalahan diagnosis dan penanganan. Kesehatan mental melibatkan kesadaran diri, kemampuan mengatasi masalah dan kontribusi sosial.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Edukasi Self-Diagnose Dengan Media Sosial TikTok Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja Di SMA Nurul Falah Jakarta Utara.Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental dengan one group pre and post test yang dilaksanakan pada remaja di sekolah dengan 30 responden menggunakan kuesioner 2 instrumen yaitu self-diagnose dengan nilai Cronbach's Alpha adalah 0,876 dan kesehatan mental dengan nilai Cronbach's Alpha adalah 0,825.Hasil: Rata-rata tingkat pengetahuan remaja di SMA Nurul Falah di jakarta utara sebelum edukasi pada self-diagnose adalah 7,33 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 10,47. Sedangkan pada kesehatan mental sebelum diberikan edukasi adalah 3,67 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 5,67 dengan P-value 0,001 (<0,005) yang artinya kedua tersebut memiliki pengaruh dalam pemberian edukasi self-diagnose melalui TikTok terdahap tingkat pengetahuan kesehatan mental.Kesimpulan: Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan ada pengaruh signifikan antara edukasi self-diagnose dengan media sosial TikTok terhadap tingkat pengetahuan kesehatan mental remaja SMA Nurul Falah jakarta utaraKata Kunci: kesehatan mental, Remaja, Self-diagnose, Tingkat pengetahuan
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN AUDIOVISUAL TERHADAP SIKAP DAN SELF MANAGEMENT KADER POSYANDU TENTANG HIPERTENSI Antonius Tarapanjang, Maria Lousiana Suwarno
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.672

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi yang juga disebut sebagai silent disease telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan jika tidak segera diatasi akan menyebabkan komplikasi penyakit yang serius seperti Stroke, gagal jantung dan gagal ginjal kronik. Upaya pelayanan kesehatan pengendalian hipertensi perlu ditingkatkan dan memerlukan peran kader posyandu. Kader posyandu perlu memiliki sikap dan manajemen diri yang baik, namun untuk menentukan sikap dan manajemen diri perlu pengetahuan dasar, salah satunya melalui pendidikan kesehatan dengan Audiovisual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Audiovisual terhadap Sikap dan Self Management Kader Posyandu tentang Hipertensi Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment pretest dan post test one group desain. Sampel dalam penelitian adalah kader posyandu berjumlah 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling, tempat penelitian di Puskesmas Johar Baru. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Sikap dan Self Management yang dilakukan uji validitas dan reabilitas. Uji Statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sikap kader sebelum intervensi memiliki sikap positif berjumlah 16 orang responden (53,3%), sedangkan setelah intervensi memiliki sikap positif berjumlah 24 orang responden (80%). Self Management kader sebelum intervensi memiliki Self Management kategori baik berjumlah 17 orang responden (56,7%), sedangkan setelah intervensi memiliki Self Management kategori baik berjumlah 27 orang responden (90%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh hasil Sikap kader sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan nilai p value (0,005) dan diperoleh hasil Self Management kader sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan nilai p value (0,002). Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Audivisual terhadap Sikap dan Self Management kader posyandu tentang hipertensi dan signifikan secara statistik. Kata Kunci: Audiovisual, sikap, manajemen diri, kader, hipertensi