cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
PENGARUH EDUKASI SELF-DIAGNOSE DENGAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMA NURUL FALAH JAKARTA UTARA Rosita Lubis, Egi Ayu Amaratry4, Labora Sitinjak, Suatmaji,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.614

Abstract

Latar Belakang: engetahuan merupakan hasil dari kemampuan mengingat terhadap suatu objek, baik secara sengaja maupun tidak. Self-diagnose adalah tindakan individu menentukan diagnosis medis berdasarkan pengalaman pribadi dan informasi yang diperoleh, baik dari sumber resmi maupun tidak resmi. Meskipun dapat meningkatkan rasa empati self-diagnose memiliki risiko menyebabkan kesalahan diagnosis dan penanganan. Kesehatan mental melibatkan kesadaran diri, kemampuan mengatasi masalah dan kontribusi sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Edukasi Self-Diagnose Dengan Media Sosial TikTok Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja Di SMA Nurul Falah Jakarta Utara. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental dengan one group pre and post test yang dilaksanakan pada remaja di sekolah dengan 30 responden menggunakan kuesioner 2 instrumen yaitu self-diagnose dengan nilai Cronbach's Alpha adalah 0,876 dan kesehatan mental dengan nilai Cronbach's Alpha adalah 0,825. Hasil: Rata-rata tingkat pengetahuan remaja di SMA Nurul Falah di jakarta utara sebelum edukasi pada self-diagnose adalah 7,33 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 10,47. Sedangkan pada kesehatan mental sebelum diberikan edukasi adalah 3,67 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 5,67 dengan P-value 0,001 (<0,005) yang artinya kedua tersebut memiliki pengaruh dalam pemberian edukasi self-diagnose melalui TikTok terdahap tingkat pengetahuan kesehatan mental. Kesimpulan: : Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan ada pengaruh signifikan antara edukasi self-diagnose dengan media sosial TikTok terhadap tingkat pengetahuan kesehatan mental remaja SMA Nurul Falah jakarta utara Kata Kunci: kesehatan mental, Remaja, Self-diagnose, Tingkat pengetahuan
EFEKTIVITAS SENAM OSTEOPOROSIS TERHADAP KEMAMPUAN MOBILISASI LANSIA DI KELURAHAN SUKAPURA JAKARTA UTARA Nirina Dian Hapsari, Egeria Dorina Sitorus, Susihar,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.615

Abstract

Latar Belakang: Individu dengan usia 60 tahun atau lebih tergolong kepaadaindividu lansia. Keluhan muskulokleletal yang menyebakan nyeri yang dapat menghambat pergerakan seseorang. Sehingga, lansia cenderung mengalami penurunan aktivitas fisik. Latihan senam osteoporosis berperan dalam menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Senam osteoporosis bermanfaat bagi kesehatan tulang, setiap gerakannya mampu membantu distribusi nutrisi dan cairan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk Untuk mengetahui apakah senam osteoporosis memiliki kemampuan dalam meningkatkan kemampuan mobilisasi lansia di Sukapura Jakarta Utara. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimental, yaitu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab akibat dengan cara mengontrol variabel-variabel yang ada titik peneliti akan melakukan perlakuan tertentu atau intervensi tertentupada suatu kelompok eksperimen dan mengamati efeknya. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor kemampuan mobilisasi dari sebelum intervensi (pretest) hingga sesudah intervensi (posttest), dengan rata-rata nilai pretest sebesar 44,17 dan meningkat menjadi 44,63 pada posttest. Pengujian menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.Artinya, senam osteoporosis efektif dalam meningkatkan kemampuan mobilisasi pada lansia. Kesimpulan: pemberian senam osteoporosis efektif dalam meningkatkan kemampuan mobilisasi pada lansia. Kata Kunci: Lansia, Osteoporosis, Mobilisasi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DIET HIPERTENSI LANSIA DENGAN KEJADIAN KEKAMBUHAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS LANGSAT KOTA PEKANBARU Novezhia Rifa Yanti, Dilgu Meri, Suci Amin
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada lansia merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan karena prevalensinya yang terus meningkat dan risiko komplikasi yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diet hipertensi dengan kejadian kekambuhan hipertensi pada lansia di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru. Metodologi Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain cross‐sectional, dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2025 dengan sampel sebanyak 91 lansia hipertensi yang tercatat aktif pada periode Mei–Juli 2025. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner pengetahuan diet hipertensi dan observasi rekam medis untuk menentukan kejadian kekambuhan (tekanan darah ≥140/90 mmHg). Hasil: : Analisis univariat menggambarkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong “kurang” (57,1 %) dan mengalami kekambuhan hipertensi (60,4 %). Selanjutnya, analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan diet hipertensi dan kejadian kekambuhan (p-value 0,000). Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa lansia yang memiliki pengetahuan diet hipertensi yang lebih baik cenderung memiliki kemungkinan kekambuhan yang lebih rendah. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan diet terhadap hipertensi pada lansia dapat menjadi strategi penting dalam mencegah kekambuhan hipertensi di layanan primer. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi diet hipertensi yang lebih intensif di Puskesmas Langsat dan institusi kesehatan lainnya. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Pengetahuan Diet, Kekambuhan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KECEMASAN PADA PASIEN PRAOPERASI METODE ERACS Emiliani Elsi Jerau, Danang Tri Yudono, Aisa Humaira,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.626

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan praoperasi berdampak negatif terhadap hasil operasi. Enhanced Recovery After Caesarean Surgery(ERACS) merupakan protokol perawatan perioperatif yang bertujuan meningkatkan luaran (outcome) pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan pasien praoperasi denganmetode ERACS di RSU Harapan Ibu Purbalingga.Metodologi Penelitian: Metode penelitian yang digunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sejumlah 36responden praoperasi ERACS yang memiliki skor kecemasan 7-18 poin (cemas ringan dan cemas sedang), tidak mengonsumsiantiansietas, dan bersedia menjadi responden diambil sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisismenggunakan uji statistik Fisher Exact Test dan korelasi Spearman Rank.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan usia (p-value 0,532), status gravida (p-value 0,449), pengalaman SC (p-value 0,500), dantingkat pengetahuan (p-value 0,479) serta dukungan keluarga (p- value 0,022).Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa usia, status gravida, pengalaman SC, dan tingkat pengetahuantidak memengaruhi kecemasan pasien praoperasi metode ERACS dan hanya faktor dukungan keluarga yang memengaruhi tingkatkecemasan pasien praoperasi yang menjalani metode ERACS. Kata Kunci: ERACS, faktor-faktor, kecemasan, praoperasi