cover
Contact Name
syamsul hadi
Contact Email
syamsul hadi
Phone
-
Journal Mail Official
agribest-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agribest
ISSN : 25811339     EISSN : 26154862     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
“JURNAL AGRIBEST” adalah Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian bidang Agribisnis, Sosial Ekonomidan bidang lainnya yang relevan terbit dua kali dalam setahun pada Bulan Maret dan September secara online dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018): September" : 18 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN DAN MODEL PENGEMBANGAN USAHA KERUPUK IKAN DENGAN PENDEKATAN ENTREPRENUERIAL MARKETING Winarti, Lili; Herlina, Sri; Permadi, Rokhman
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.354 KB) | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1622

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial, sensitivitas usaha, serta menganalisis model pengembangan usaha pengolahan kerupuk ikan di Kabupaten Seruyan.  Penelitian ini dilaksanakan mulai Bulan Maret sampai dengan Juli 2018, menggunakan data primer dengan metode sensus pada seluruh pengusaha kerupuk ikan di Kabupaten Seruyan. Kelayakan finansial dalam usaha pembuatan kerupuk ikan ini dianalisis menggunakan beberapa kriteria investasi yaitu Net Present Value, Internal Rate of Return,  Payback Period, Net B/C Ratio.  Sensitifitas usaha dianalisis dengan menggunakan switching value, sedangkan model pengembangan usaha di analisis menggunakan PLS SEM.  Berdasarkan hasil penelitian bahwa usaha kerupuk ikan di Kabuapten Seruyan layak untuk di usahakan berdasarkan 4 kriteria investasi yang digunakan dengan nilai NPV sebesar Rp 192.357.2999,43, IRR sebesar 60,94%, Net B/C sebesar 2,76 dan pay back period sebesar 3 tahun 18 hari.  Adapun hasil  analisis sensitifitas menunjukkan penurunan harga jual lebih sensitive jika dibandingkan dengan penurunan harga bahan baku, dan untuk kenaikan harga bahan baku batas tertinggi sebesar 37,80% dan untuk penurunan harga jual kerupuk batas terendah sebesar 24,30%, dan berdasarkan analisis model pengembangan usaha (Entrepreneurial Marketing)  diketahui bahwa  Entrepreneurial marketing  berpengaruh sangat signifikan (p value 0,000) terhadap pengembangan usaha kerupuk ikan di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan.
POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PERTANIAN PADA KELOMPOK TANI SUMBER KLOPO I Fauzi, Nurul Fathiyah
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.475 KB) | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1627

Abstract

Pengembangan sektor pertanian di pedesaan menghadapi berbagai tantangan. Beberapa faktor teknis dan nonteknis juga ditengarai menjadi kendala dalam pembangunan pertanian di masa yang akan datang. Desa Sumber Klopo yang terletak di Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian yang melimpah. Desa ini berada pada daerah dataran tinggi di wilayah Kecamatan Bangsalsari. Potensi yang ada diantaranya ketersediaan lahan pertanian, adanya sector perkebunan, hortikultura dan tanaman pangan, ketersediaan SDM pertanian, dan adanya kegiatan kelompok tani yang aktif. Potensi yang dimiliki ini memiliki berbagai kendala dan masih belum dimanfaatkan secara optimal agar mampu meningkatkan pendapatan petani dan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menggali lebih dalam mengenai potensi dibidang pertanian dan merancang strategi pengembangan terhadap potensi pertanian yang ada pada Kelompok Tani Sumber Klopo I. Metode penelitian dengan deskriptif analitik yang dilakukan secara purposive method pada Kelompok Tani Sumber Klopo I. Sampling diambil 3 orang expert. Analisis data dengan deskriptif dan Analisis Medan Kekuatan (Force Field Analysis/FFA). Hasil menunjukkan 1) potensi pertanian Kelompok Tani Sumber Klopo I yakni: a) SDM aktif dalam kegiatan kelompok tani dan adopsi inovasi, b) penghasil pangan-palawija-perkebunan dengan komoditas pangan an perkebunan utama yakni padi dan kopi, c) lahan pertanian yang subur, d) memiliki 2 unit kios sarana produksi pertanian, dan e) resiko gangguan OPT yang kecil. 2) Strategi pengembangan pertanian yang dapat diterapkan yakni: a) Pemberdayaan kelembagaan serta organisasi petani, b) Revitalisasi sistem inovasi teknologi dengan mempertimbangkan aspek penelitian, pengembangan dan jaringan inovasi interaktif, c) Pengembangan akses jaringan komunikasi.
PENGEMBANGAN KOMODITI NON UNGGULAN DI KABUPATEN BLITAR DAN KABUPATEN TULUNGAGUNG DALAM PENINGKATAN POTENSI SUMBERDAYA LAHAN MARJINAL Murwanti, Retno
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.775 KB) | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1623

Abstract

Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung merupakan wilayah yang terdiri dari hamparan lahan kering dengan berbagai karakteristik komoditas tanaman yang diusahakan. Beberapa wilayah di Jawa Timur masyarakat petani mengembangkan beberapa komoditas non unggulan yang berpotensi menjadi komoditas unggulan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung lahan, kondisi sosial ekonomi dan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada di kawasan lahan marginal yang akan dikembangkan komoditas non unggulan; serta untuk mengetahui nilai ekonomi pengusahaan komoditi non unggulan di lahan marginal. Data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini  adalah: (1) data sumberdaya lahan: sifat dan ciri tanah; (2) data penggunaan lahan dan sistem pertanian; (3) data sosial ekonomi. Data primer dan sekunder tentang keadaan sosial ekonomi usahatani yang dilakukan petani  dikumpulkan untuk mendukung model evaluasi kesesuaian lahan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa optimalisasi penggunaan lahan marginal guna mendukung pengembangan komoditas non unggulan sebagai berikut (a) Kabupaten Blitar adalah pengembangan sistem pertanian keberlanjutan melalui penerapan teknik budidaya yang berkaitan langsung dengan perlakuan pada lahan dan tanaman agar berproduksi optimal, (b) Kabupaten Tulungagung adalah meningkatkan intensitas pembinaan petani lahan kering melalui wadah kelompok tani secara intensif dan berkesinambungan, terutama terkait teknik budidaya dan pasca panen pada berbagai jenis komoditas bernilai ekonomis. Kabupaten Blitar untuk komoditas padi, jagung, dan ketela pohon yang diusahakan petani memiliki pendapatan berturut-turut yaitu sebesar Rp. 8.663.250,00, Rp. 14.420.344,83, dan Rp. 9.808.600,00. Kabupaten Tulungagung untuk komoditas jagung, dan ketela pohon yang diusahakan petani memiliki pendapatan berturut-turut yaitu sebesar Rp. 15.896.521,74, dan Rp. 10.281.512,61. Artinya nilai ekonomi pengusahaan komoditi non unggulan rata-rata per hektar di lahan marginal sangat positif.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI TAHU “RDS” (Studi Kasus di Agroindustri Pengolahan Tahu “RDS” Kecamatan Singosari Kabupaten Malang) Bakhtiar, Ary; Ibrahim, Jabal Tarik; Relawati, Rahayu
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.169 KB) | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial agroindustri tahu "RDS" dan menganalisis sensitivitas usaha agroindustri untuk mengetahui "RDS" terhadap perubahan harga kedelai, harga bahan bakar (listrik), serta penurunan produksi. Penelitian ini dilakukan di Desa Klampok Singosari Malang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Jenis data yang digunakan termasuk data primer dan sekunder, data primer meliputi observasi dan wawancara, dan data sekunder termasuk jurnal penelitian. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis aspek keuangan, arus kas, NPV, IRR, Payback Period, Gross B / C Ratio, Net B / C Ratio, BEP, ROI dan Analisis Sensitivitas. Berdasarkan analisis kelayakan finansial dinyatakan layak dengan NPV Rp5 .273.927.844, IRR sama dengan 153%, periode pengembalian modal yakni pada tahun ke 2, rasio B / C kotor sebesar 1,29, Net B / C ratio 19,156, nilai produksi BEP 12 862, dari tahu organik 5928, 2,693 dari nilai tahu organik dan BEP tahu organik sebesar Rp25.739.296, dan untuk tahu semi organik Rp20.753.019, tahu organik Rp16.157.37. dan nilai ROI 32%.
ANALISIS FINANSIAL PETERNAKAN AYAM BURAS BERDASARKAN SKALA USAHA DI KABUPATEN JEMBER Prawitasari, Saptya; Siswanto, Edhi
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.403 KB) | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1624

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mengetahui kelayakan usaha, tingkat keuntungan usaha ternak ayam buras secara finansial ditinjau dari skala usaha.  Penelitian berlokasi di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Data yang digunakan  adalah data primer dan data sekunder, sedangkan alat analisisnya yaitu kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan diberikan penjelasan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Usaha ternak ayam buras skala besar, skala menengah, dan skala kecil di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember layak untuk diusahakan ditinjau dari aspek finansial. Usaha ternak ayam buras skala besar menunjukkan nilai NPV yang positif Rp. 16.703.271; nilai Gross B/C lebih dari 1; nilai Net B/C lebih dari 1; nilai IRR lebih dari suku bungan yang berlakui  dengan Payback Periode 10,3 bulan. Usaha ternak ayam buras skala menengah menunjukkan nilai NPV Positif Rp  3.019.804; Gross B/C lebih dari 1; Net B/C lebih dari 1; IRR lebih besar dari suku bunga yang berlaku  dengan Payback Periode 7,7 bulan. Usaha ternak ayam buras skala kecil ditinjau dari aspek finansial layak untuk diusahakan, karena nilai NPV positif Rp 5.754.108; nilai Gross B/C lebih 1; nilai Net B/C lebih 1; nlai IRR lebih besar dari suku bunga berlaku dengan Payback Periode 9,5 bulan. (2) Ada perbedaan tingkat keuntungan dalam usaha ternak ayam buras berdasarkan skala usaha.
RURAL HOUSEHOLD FOOD SECURITY IN KUDUS CENTRAL JAVA Hannavi, Iin Endya; Ferichani, Minar; Antriyandarti, Ernoiz; Ani, Susi Wuri
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.398 KB) | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1629

Abstract

Evidence of previous studies indicated that food security is a common problem in most areas of the world. This study aims to determine the proportion of food consumption expenditure on total of rural household expenditure, rural household food security conditions, and factors influencing food security of rural households in Kudus District. To estimate the factors influencing food security, a series of models is created. Pooled least square regression is used to estimate the factors.  This study indicate that the average proportion of food expenditure on total household expenditure is 56.4%. Food vulnerability is the highest category of food security conditions of rural household in Kudus District which reached an average level of energy consumption is 113,42% with food expenditure proportion equal to 73,15%. Based on analysis there are eight factors from ten factors used by researchers have influenced household food security in terms of energy consumption, while there are seven factors that affecting food security seen from household protein consumption. The analysis of the factors influencing food security in rural household in Kudus District shows that side jobs have two contradictory impacts reviewed from energy and protein consumption. This research also finds out that eggs real price does not have any influence toward rural household food security in Kudus District.
ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI KENTANG ATLANTIK DAN KENTANG GRANOLA DI KECAMATAN SEMPOL Juiwati, Tiyas Anggraeni; Prayuginingsih, Henik; Prawitasari, Saptya
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.527 KB) | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1625

Abstract

Kentang merupakan tanaman sayuran unggulan yang memiliki potensi untuk berkembang di Indonesia, maka tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis perbedaan biaya produksi antara usahatani kentang atlantik dan kentang granola. (2) Menganalisis perbedaan keuntungan antara usahatani kentang atlantik dan kentang granola, dan (3) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kentang.  Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data yang terkumpul di  analisis menggunakan uji-z dan Cobb-Dauglas. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan : (1) Ada perbedaan biaya produksi antara usahatani kentang atlantik dan kentang granola namun secara statistik tidak berbeda nyata pada taraf kepercayaan 90%. Biaya produksi kentang granola lebih tinggi yaitu sebesar Rp 22.500.279 sedang kentang atlantik lebih rendah yang sebesar Rp 22.146.941. (2)  Ada perbedaan keuntungan antara usahatani kentang atlantik dan kentang granola, secara statistik berbeda nyata pada taraf kepercayaan 99%. Keuntungan usahatani kentang granola lebih tinggi yaitu sebesar Rp 37.027.999/ha dibandingkan kentang atlantik yang sebesar Rp15.700.553/ha dan .(3) faktor-faktor yang berpengaruh dan signifikan terhadap produksi usahatani kentang adalah bibit, pupuk, tenaga kerja dan varietas, sedangkan faktor luas lahan dan pestisida berpengaruh positif tetapi secara statistik tidak signifikan terhadap produksi usahatani kentang di Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RISIKO PRODUKSI USAHATANI PEPAYA DI KECAMATAN LEDOKOMBO KABUPATEN JEMBER Febriawan, Ganang; Hadi, Syamsul; Wijayanti, Fefi Nurdiana
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.827 KB) | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1621

Abstract

Tingkat keberhasilan produksi tanaman pepaya dari pada jenis buah-buahan lain dapat ditentukan oleh produksi optimal yang dicapai oleh petani pepaya. Tercapainya produksi yang tinggi maupun rendah dapat menjadi dugaan indikasi yang menunjukan adanya faktor-faktor risiko produksi usahatani pepaya. Adanya risiko produksi berpengaruh terhadap hasil panen pepaya dan berimplikasi  lebih lanjut terhadap pendapatan petani. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengidentifikasi pengaruh faktor-faktor internal dan eksternal terhadap risiko produksi usahatani pepaya; dan (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usahatani pepaya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pendekatan analisis data yang digunakan adalah pendekatan fungsi variance produktivitas dan fungsi keuntungan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa: (1) Penggunaan faktor risiko produksi pupuk anorganik, tenaga kerja, pestisida padat, pestisida cair dan musim dapat meningkatkan risiko produksi pada taraf signifikansi 20%, sementara di lain sisi bahwa penggunaan bibit, pupuk organik dan pupuk buah dapat menurunkan risiko produksi, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap usahatani pepaya. (2) Faktor produksi, harga jual, biaya tenaga kerja, biaya saprodi dan biaya lahan berpengaruh secara signifikansi 1%, sedang-kan faktor musim berpengaruh tidak signifikan terhadap keuntungan usahatani pepaya.
ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI JAGUNG DAN KEDELAI DI KABUPATEN JEMBER Albana, Yusuf Muhammad; Sutiarso, Edy; Fauzi, Nurul Fathiyah
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.555 KB) | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengidentifikasi perbedaan nilai produktivitas usahatani jagung dan kedelai, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai produksi usahatani jagung dan  kedelai, untuk mengukur dan  mengidentifikasi perbedaan keuntungan usahatani jagung dan kedelai, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keuntungan usahatani jagung dan kedelai, untuk mengukur dan mengidentifikasi perbedaan efisiensi penggunaan biaya usahatani jagung dan kedelai. Penelitian ini menggunakan metode survey dan komparatif dengan pemilihan daerah secara multi-stage sampling, terpilih Kecamatan Balung dan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Pengambial sampel dilakukan secara multi-stage sampling, data diperoleh dari wawancara dengan petani dan instansi terkait. Metode analisis data menggunakan uji beda (statistik uji-z) dan analisis regresi berganda (statistik uji-t dan uji-f). Penelitian ini menyimpulkan bahwa, nilai produktivitas (lahan, tenaga kerja dan biaya produksi) jagung (Rp 18.227.753/ha; Rp 30.303/JKP; 1,49) dan kedelai (Rp12.924.009/ha; Rp 30.662/JKP; 1,37), ada perbedaan nilai produktivitas (lahan dan biaya produksi) yang signifikan pada taraf uji 1%, Sedangkan nilai produktivitas (tenaga kerja) tidak ada perbedaan yang signifikan. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap nilai produksi jagung dan kedelai yaitu luas lahan, nilai benih, nilai pupuk, dan tenaga kerja, sedangkan nilai pestisida dan manajerial berpengaruh tidak nyata. Usahatani (jagung dan kedelai) di Kabupaten Jember menguntungkan, yaitu sebesar (Rp 5.963.080/ha; Rp 3.422.641/ha), ada perbedaan yang signifikan pada taraf uji 1%. Faktor nilai produksi, biaya sarana produksi, tenaga kerja dan sewa lahan berpengaruh nyata terhadap keuntungan usahatani jagung dan kedelai. Penggunaan biaya produksi usahatani jagung dan kedelai adalah efisien dengan nilai R/C sebesar 1,49 dan 1,37, ada perbedaan yang signifikan nilai R/C antara usahatani jagung dan kedelai.
ANALISIS FINANSIAL PETERNAKAN AYAM BURAS BERDASARKAN SKALA USAHA DI KABUPATEN JEMBER Saptya Prawitasari; Edhi Siswanto
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1624

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mengetahui kelayakan usaha, tingkat keuntungan usaha ternak ayam buras secara finansial ditinjau dari skala usaha.  Penelitian berlokasi di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Data yang digunakan  adalah data primer dan data sekunder, sedangkan alat analisisnya yaitu kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan diberikan penjelasan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Usaha ternak ayam buras skala besar, skala menengah, dan skala kecil di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember layak untuk diusahakan ditinjau dari aspek finansial. Usaha ternak ayam buras skala besar menunjukkan nilai NPV yang positif Rp. 16.703.271; nilai Gross B/C lebih dari 1; nilai Net B/C lebih dari 1; nilai IRR lebih dari suku bungan yang berlakui  dengan Payback Periode 10,3 bulan. Usaha ternak ayam buras skala menengah menunjukkan nilai NPV Positif Rp  3.019.804; Gross B/C lebih dari 1; Net B/C lebih dari 1; IRR lebih besar dari suku bunga yang berlaku  dengan Payback Periode 7,7 bulan. Usaha ternak ayam buras skala kecil ditinjau dari aspek finansial layak untuk diusahakan, karena nilai NPV positif Rp 5.754.108; nilai Gross B/C lebih 1; nilai Net B/C lebih 1; nlai IRR lebih besar dari suku bunga berlaku dengan Payback Periode 9,5 bulan. (2) Ada perbedaan tingkat keuntungan dalam usaha ternak ayam buras berdasarkan skala usaha.

Page 1 of 2 | Total Record : 18