Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi
Jurnal Anuva presents the latest information of study and research of Cultural Studies and Library and Information Science. Scientific scope of this journal covers cultural studies, library, documentation, and information science. Cultural Studies includes philosophy, literature, linguistics, philology, anthropology, and sociology. Library science includes librarianship, management activity/library services, library collection management, library automation, digital libraries, library cooperation, library empowerment, and/or development of library system/document and information institution. Studies of documentation include record and archive management, activities of data documentation, information, and publications/literature/collection in a database or a certain media, such as; repository, big data, codata, metadata, and/or development documentation system in the library/document and information institution. Studies of information include infometrics, bibliometrics, webometrics, repackaging information, retrieval information, knowledge management, literacy information, dissemination information, and/or development of information systems in the library/document and information institution.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9, No 3 (2025): September"
:
13 Documents
clear
Perkembangan Publikasi Literasi Kesehatan Mental: Tinjauan Bibliometrik Data Scopus tahun 2019-2023
Cahyani, Risky Fitri Nur;
Suharso, Putut
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 9, No 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/anuva.9.3.%p
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan publikasi ilmiah literasi kesehatan mental, tren penelitian literasi kesehatan mental, pemetaan kata kunci dan pemetaan kepengarangan berdasarkan nama pengarang dan negara. Pengumpulan data melalui penelusuran database Scopus dengan kata kunci ”mental health literacy” tahun terbit 2019 – 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan 965 artikel yang terpublikasi di Scopus. Perkembangan publikasi terus mengalami kenaikan dari tahun 2019 hingga 2023 dan tahun 2022 merupakan tahun terproduktif dengan 253 artikel (26,20%). Kata kunci yang sering muncul sekaligus memiliki kekuatan link terbesar adalah ‘mental health’ (9.473), ‘health literacy’ (7.098), ‘mental health literacy’ (5.311), ‘controlled study’ (4.714), dan ‘mental disease’ (4.362). Peneliti terproduktif adalah Wei, Yifeng dan Wang, Cixin dengan masing-masing publikasi 11 artikel. Negara United States menjadi negara kolaborator teratas sekaligus memiliki link terbesar yaitu 212 publikasi dan 126 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan artikel penelitian literasi kesehatan mental mengalami kenaikan yang stabil. Adapun hasil pemetaan kata kunci VOSviewer menunjukkan tren penelitian literasi kesehatan mental terbagi menjadi sembilan kluster.
Pengembangan Kesenian Barongan Turonggo Setosari di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak Tahun 2019-2024
Ramadhan, Fauzan Syahru;
Ambarwati, Ririn Septi;
Pinem, Arifah Asshaumy Rehmanita;
Jasmin, Larissa
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 9, No 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/anuva.9.3.461-472
Artikel ini fokus mengkaji pengembangan kesenian Barongan Turonggo Setosari di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak pada 2019-2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika perkembangan Sanggar Turonggo Setosari dari masa ke masa, serta menganalisis strategi pelestarian pasca pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah observasi dan metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan pendekatan sejarah kebudayaan. Temuan dalam artikel ini adalah Sanggar Turonggo Setosari mengalami masa kejayaan dengan frekuensi pertunjukan yang tinggi, namun aktivitas kesenian sempat terhenti selama pandemi akibat kebijakan pembatasan sosial. Pasca-pandemi, sanggar mulai bangkit dan beradaptasi dengan kondisi saat ini yang serba digitalisasi. Upaya pengembangan dilakukan melalui digitalisasi, pelatihan rutin, restrukturisasi organisasi, dan partisipasi dalam festival kesenian. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlangsungan kesenian Barongan membutuhkan inovasi dan dukungan sosial budaya yang berkelanjutan agar tetap relevan dalam masyarakat modern.
Representasi Perpustakaan dalam Film Animasi Bona and Friends Episode “Ke Perpustakaan”
Prameswari, Clarissa;
Sari, Desy Novita;
Laksmi, Laksmi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 9, No 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/ihis.v%vi%i.18876
Representasi perpustakaan dalam film animasi telah banyak diteliti, namun penelitian tentang representasi perpustakaan dalam film animasi yang diproduksi di Indonesia masih sangat jarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi perpustakaan dalam film animasi Bona and Friends episode “Ke Perpustakaan” di YouTube Majalah Bobo. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengidentifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Unit analisis terdiri dari audio dan visual. Audio merujuk pada narasi oleh narator, dialog oleh tokoh-tokoh di dalam film, dan musik. Visual meliputi setting dan gesture/aksi. Setting mencakup fasilitas, tata letak, pencahayaan, dan warna. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi pada film animasi Bona and Friends episode “Ke Perpustakaan” serta pendokumentasian melalui tangkap layar setiap adegan yang terkait dengan perpustakaan. Langkah-langkah penelitian adalah: 1) menentukan objek penelitian; 2) mendokumentasikan film dengan cara mengunduh, melakukan tangkap layar setiap adegan, dan mencatat dialog terkait perpustakaan; 3) menganalisis adegan yang merepresentasikan perpustakaan dan mengkategorikan berdasarkan makna denotasi, konotasi, dan mitos melalui komponen audio dan visual; 4) menyusun kesimpulan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan perpustakaan direpresentasikan sebagai perpustakaan anak yang berfungsi sebagai tempat menyimpan dan meminjam bermacam-macam buku. Representasi perpustakaan anak tersebut meliputi komponen-komponen berupa pustakawan, pemustaka, serta fasilitas yang mendukung aktivitas perpustakaan. Penelitian menyimpulkan representasi perpustakaan menekankan pada penggunaan dan sistem digital yang mampu mendukung aktivitas pencarian buku secara efektif dan efisien.