cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017" : 20 Documents clear
Efek Amelioratif VCO terhadap Heterofil Ayam Broiler yang divaksinasi AI Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.193-197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah heterofil sebagai efek baik VCO terhadap pencegahan penyakit avian influenza (AI) pada ayam pedaging melalui peningkatan daya tahan tubuh. Penelitian ini menggunakan 40 ekor ayam broiler umur satu hari. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan kelompok pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima merupakan kelompok ayam yang divaksin AI dengan penambahan VCO masing-masing 0, 6, 12, 15 dan 18 mL/kg pakan, kelompok enm, tujuh, delapan, sembilan dan sepuluh merupakan  ayam yang tidak divaksin AI dan penambahan VCO masing-masing 0, 6, 12, 15 dan 18 mL/kg pakan. Ayam broiler dikelompokkan dalam 10 kelompok perlakuan dan dilakukan pengulangan dalam 4 unit percobaan. Pakan dan minum diberikan ad libitum selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah heterofil tidak dipengaruhi oleh vaksinasi AI maupun pemberian VCO, sehingga dapat disimpulkan jika peningkatan derajad kesehatan ayam setelah pemberian VCO dan vaksinasi AI tidak melalui peningkatan jumlah heterofil. Kata kunci: avian influenza; ayam pedaging; VCO; heterofil
Pengaruh Pemberian Pupuk Nanosilika terhadap Tinggi Tanaman dan Jumlah Anakan Padi Beras Merah (Oryza sativa L.var. indica) Skolastika Dara Sabatini; Rini Budihastuti; Sri Widodo Agung Suedy
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.128-133

Abstract

Padi beras merah (Oryza sativa L. var. indica) merupakan salah satu pangan fungsional. Selain kaya karbohidrat, beras merah juga mengandung antosianin sebagai antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Kendala budidaya padi merah saat ini adalah pertumbuhan dan produksi yang masih rendah. Pertumbuhan dan produktivitas padi yang rendah, antara lain dapat disebabkan oleh ketersediaan Silika (Si) yang rendah. Lahan pertanian di Indonesia banyak mengalami leaching sehingga Si yang tersedia di tanah sawah tidak banding lurus dengan kandungan totalnya. Silika merupakan unsur yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman khususnya kelompok Gramineae seperti padi. Silika dibutuhkan tanaman monokotil akumulator yang dapat mendukung pertumbuhan karena dapat memperbaiki proses fotosintesis. Aplikasi penggunaan silika saat ini dikembangkan dalam bentuk nanosilika karena langsung mencapai target, dan dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk nanosilika terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah anakan dan pola pertumbuhannya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan konsentrasi pupuk nanosilika yaitu: P0 (0ml/L), P1 (2,5ml/L), P2 (5ml/L), P3 (7,5ml/L), P4 (10ml/L). Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan dan pola pertambahan tinggi tanaman serta jumlah anakan dari 10-40 HST. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian yang didapat adalah perlakuan pupuk nanosilika P1-P4 memberikan hasil peningkatan tinggi tanaman dan jumlah anakan padi beras merah. Perlakuan P4 (10ml/L) memberikan pengaruh yang paling baik dan hasil tertinggi yaitu tinggi tanaman 106,40cm dan jumlah anakan 40,20 anakan. Pola pertumbuhan tinggi tanaman cenderung masih meningkat sampai 40 HST, namun pola pertumbuhan anakan vegetatif cenderung melambat pada 40 HST. Kata kunci : beras merah; pertumbuhan; nanosilika
Introduksi Gen Sitrat Sintase Pseudomonas aeruginosa ke Nicotiana tabacum dan Jatropha curcas untuk Meningkatkan Toleransi terhadap Cekaman Aluminium Radite Tistama; Utut Widyastuti; Sony Suharsono
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.226-235

Abstract

Cekaman aluminium merupakan faktor penghalang utama untuk pengembangan komoditas tanaman unggulan di lahan-lahan masam. Sintesis dan sekresi asam organik oleh akar merupakan salah satu mekanisme mengurangi cekaman aluminium. Penelitian ini bertujuan mengintroduksikan gen sitrat sintase bakteri P. aeruginosa (PaCS) ke dalam tanaman tembakau (N. tabacum) dan Jatropha curcas. PaCS berhasil diintroduksi dengan batuan Agrobacterium tumefaciens baik ke dalam jaringan tembakau maupun J. curcas.. Toleransi tembakau transgenik ditandai dengan pertambahan panjang akar yang lebih tinggi dibanding tipe liarnya pada cekaman 0,3 mM AlCl3. Toleransi tembakau transgenik dapat mengurangi masuknya Al ke dalam jaringan akar. Sifat toleran gen PaCS diturunkan mengikuti Hukum Mendel. Persentase introduksi gen PaCS ke dalam J. curcas hanya 1% dari jumlah eksplan yang ditranformasi. Kata kunci : introduksi gen; sitrat sintase; cekaman aluminium; N. tabacum; J. curcas
Kadar Hemoglobin Dan Jumlah Eritrosit Mencit (Mus musculus) Jantan setelah Perlakuan dengan Ekstrak Etanol Daun Nimba (Azadirachta indica) Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.161-167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit mencit jantan setelah paparan ekstrak ethanol daun Nimba. Hewan uji dalam penelitian ini adalah dua puluh empat ekor mencit jantan dewasa berusia 2.5 bulan dengan bobot badan 25-30 gram, diaklimasi selama 2 minggu, serta dipelihara dalam kondisi kandang dengan kelembaban dan temperatur yang terkontrol. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu P0 sebagai kontrol dengan bahan uji berupa akuades; P1, P2 dan P3 masing-masing diberi ekstrak daun Nimba dengan dosis 8.4; 11.2; 14 mg/ekor/hari. Perlakuan diberikan secara oral dengan volume 0.3 mL, selama 21 hari. Sampel darah diisolasi langsung dari jantung setelah hewan uji dikorbankan dengan cara pembiusan menggunakan chloroform. Plasma darah ditampung untuk pengukuran kadar Hb dan jumlah eristrosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Hb dan eristrosit kelompok perlakuan lebih rendah dan berbeda bermakna dari kelompok kontrol. Penurunan kadar Hb hewan uji kelompok perlakuan menunjukkan pola yang sejalan dengan penurunan jumlah eritrosit. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan esktrak etanol daun Nimba secara oral selama 21 hari berpotensi mengganggu kesehatan serta menurunkan kebugaran hewan.Kata kunci: hemoglobin; nimba; mencit
Analisis Hematologi Kelinci setelah Implantasi Ultra High Molecular Weight Poliethylene (UHMWPE) pada Sendi Lutut Alyda Aliyah Rahmah; Silvana Tana; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.99-106

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon fisiologi tubuh kelinci terhadap implantasi Ultra High Molecular Weight Poliethylene (UHMWPE) dilihat dari aspek jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin sebagai salah satu data pendukung untuk dasar penelitian lebih lanjut dalam rangka pembuatan sendi buatan yang sesuai dengan anatomi tubuh orang Indonesia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok menggunakan 6 ekor kelinci jenis Lop umur 2,5 bulan  yang dibagi dalam dua (2) perlakuan yaitu membandingkan kelinci yang tidak diberikan implantasi UHMWPE (kontrol) (P0) dengan kelinci yang diberikan perlakuan implantasi UHMWPE (P1). Parameter utama adalah jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin, serta parameter pendukung adalah konsumsi pakan dan bobot tubuh kemudian dianalisis dengan Uji T Sampel Independen dengan bantuan perangkat lunak SPSS pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin berbeda tidak nyata (p>0,05) antara kontrol dengan perlakuan. Penggunaan implantasi UHMWPE selama 2,5 bulan tidak menyebabkan perubahan pada jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin dalam tubuh hewan model. Hal ini dapat disimpulkan bahwa material UHMWPE merupakan material implan yang dapat digunakan pada tubuh manusia. Kata Kunci : Ultra High Molecular Weight Poliethylene (UHMWPE); Kelinci; hematologi
Indikasi Cekaman Gulma Bidens Pilosa L. Akibat Perlakuan Perasan Pilea Microphylla L. Elisabeth Sabitini Siagian; Sri Darmanti; Rini Budihastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.198-204

Abstract

Bidens pilosa L. merupakan salah satu tanaman gulma yang biasa ditemukan di daerah perkebunan yang mengganggu tanaman budidaya. Pilea microphylla L merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai herbisida alami untuk pengendali gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian alelokimia perasan Pilea microphylla L. terhadap akumulasi superoksida dan pertumbuhan vegetatif Bidens pilosa L. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi perasan alelokimia Pilea microphylla L yaitu 0%; 12,5%; 25%; 37,5% dan 50%. Data dianalisis dengan Analisys of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi perasan alelokimia Pilea microphylla L. semakin meningkatkan akumulasi superoksida dan menurunkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan bobot kering tanaman, bobot segar dan bobot kering akar, bobot segar dan bobot kering batang, bobot segar dan bobot kering daun serta rasio tajuk akar. Kata kunci : Bidens pilosa L.; alelokimia; Pilea microphylla,L.; superoksida; pertumbuhan vegetatif
Pertumbuhan Puyuh (Coturnix coturnix japonica L.) Setelah Pemeliharaan dengan Cahaya Monokromatik Norma Winata; Koen Praseno; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.134-139

Abstract

Puyuh (Coturnix coturnix japonica L.) merupakan salah satu jenis aves yang memiliki produktivitas tinggi dengan masa pemeliharaan yang relatif singkat. Puyuh memiliki dua fase pemeliharaan, yaitu fase pertumbuhan dan fase produksi. Pertumbuhan puyuh dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Cahaya merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan aves. Proses pertumbuhan seperti pertambahan bobot dan ukuran tubuh serta pola tingkah laku makan dipengaruhi oleh sistem hormonal yang diregulasi oleh cahaya. Penelitian ini bertujuan melihat potensi cahaya monokromatik terhadap pertumbuhan puyuh. Metode yang digunakan adalah pencahayaan monokromatik sebagai perlakuan dalam 3 warna, yaitu merah, hijau, dan biru, serta kontrol sebagai pembanding menggunakan lampu pijar. Perlakuan dimulai pada saat puyuh berusia 4 minggu sampai 12 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang dihasilkan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Analysis of Varian (ANOVA), karena terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Parameter dalam penelitian ini adalah bobot tubuh, pertambahan bobot tubuh, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan nyata pada bobot tubuh puyuh dan pertambahan bobot tubuh dari perlakuan cahaya monokromatik terhadap kontrol. Simpulan dari penelitian ini adalah pencahayaan dengan cahaya monokromatik warna hijau lebih berpotensi meningkatkan pertumbuhan puyuh. Kata kunci : puyuh (Coturnix coturnix japonica L.); pertumbuhan; cahaya monokromatik
Pengaruh Pupuk Kandang dan NPK Mutiara terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) pada Tanah Berpasir Atika Oktavianti; Munifatul Izzati; Sarjana Parman
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.236-241

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) sebagai sayuran yang sangat digemari masyarakat, mengandung vitamin dan mineral yang sangat tinggi, sehingga memiliki potensi yang besar untuk selalu dikembangkan. Pemanfaatan lahan pasir dapat digunakan untuk memperluas kegiatan budidaya kacang panjang, apabila diberi penambahan bahan organik di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penambahan pupuk kandang dan NPK Mutiara dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi serta apakah terdapat perbedaan pertumbuhan dan produksi kacang panjang (Vigna sinensis L.) pada tanah berpasir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 kali ulangan. P0: kontrol (tanpa pupuk), P1: Pupuk kandang sapi 500 g/tanaman, dan P2: Pupuk NPK mutiara 1 g/L atau setara dengan 125 mL/tanaman. Perlakuan kontrol, pupuk kandang dan NPK Mutiara pada parameter pertumbuhan lebih tinggi hasilnya oleh perlakuan pupuk NPK Mutiara yaitu berpengaruh pada tinggi tanaman namun tidak berpengaruh pada jumlah daun kacang panjang. Perlakuan kontrol, pupuk kandang dan NPK Mutiara pada parameter produksi lebih memiliki pengaruh oleh perlakuan pupuk NPK Mutiara yaitu berpengaruh pada hasil jumlah polong, panjang polong, berat basah tanaman, berat basah polong, berat kering tanaman, berat kering polong, dan berat kering biji namun tidak berpengaruh hasilnya pada jumlah bunga tanaman kacang panjang. Kata kunci: kacang panjang; pupuk kandang; NPK Mutiara; tanah berpasir
Review: Peningkatan Tata Kelola Wanamina di Wilayah Pesisir Kota Semarang: Peranan Praktis Struktur Vegetasi Mangrove Endah Dwi Hastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.168-177

Abstract

Penerapan wanamina di Indonesia telah berlangsung sejak lama, namun perkembangannya relatif lambat. Adanya konflik kepentingan hingga rendahnya partisipasi masyarakat merupakan kendala yang selalu ada dalam pengembangan wanamina. Meskipun perkembangan penerapan wanamina relatif lambat, namun manfaatnya telah mulai banyak dirasakan oleh masyarakat, mulai dari peningkatan produktivitas budidaya, manfaat hasil samping budidaya, biaya pengelolaan yang rendah hingga manfaat ekologis bagi perlindungan pantai dan daya dukungnya terhadap perikanan tangkap. Peningkatan kualitas lingkungan merupakan manfaat yang paling banyak dirasakan oleh pembudidaya. Sementara jasa-jasa lingkungan dari keberadaan ekosistem mangrove lebih banyak dirasakan oleh masyarakat sekitar khususnya nelayan karena semakin meningkatnya keragaman dan kelimpahan sumber daya ikan. Berbagai upaya pengembangan tata kelola telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan manfaat ekonomisnya serta mengurangi limbah dan biaya produksi dalam budidaya. Pengaturan jenis mangrove hingga pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan merupakan strategi yang semakin banyak dipadukan dalam budidaya dengan sistem wanamina. Fungsi perlindungan dan ketahanannya dalam tambak wanamina juga semakin dipertimbangkan dalam pemilihan jenis mangrove yang akan ditanam. Peranan praktis dari jenis vegetasi mangrove menunjukkan adanya dampak yang signifikan dalam pengendalian kualitas lingkungan, penyediaan pakan alami hingga daya dukungnya terhadap sumber daya perikanan secara umum. Potensi pemanfaatan jangka panjang berupa produksi kayu mangrove juga menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan untuk menghindari konflik pemanfaatan mangrove di masa yang akan datang. Pengelolaan ekosistem mangrove dan tambak secara terpadu diharapkan mampu menjembatani kepentingan pemerintah dalam melindungi wilayah pesisir, petambak dalam melakukan kegiatan budidaya serta nelayan penangkap ikan yang kesemuanya merupakan pemangku kepentingan yang tidak dapat diabaikan. Kata kunci: budidaya; jasa lingkungan; mangrove; pengelolaan; wanamina
Performa Green Bean Kopi Robusta (Coffea robusta Lindl.Ex De Will) setelah Perendaman Limbah Tahu dengan Jenis dan Konsentrasi yang Berbeda Ayu Rahmawati Sulistyaningtyas; Erma Prihastanti; Endah Dwi Hastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.856 KB) | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.148-152

Abstract

Tingkat  konsumsi  terhadap  kopi  robusta  lebih  rendah  dari pada  kopi  arabika  karena performanya kurang baik. Salah satu upaya peningkatan kualitas performa kopi melalui dekafeinasi. Kopi dekafeinasi yang telah dipasarkan secara luas misalnya kopi luwak. Prinsip pembuatan kopi luwak melibatkan protease dalam pencernaan hewan luwak. Dekafeinasi menggunakan  protease  tersebut  telah  terbukti  menurunkan  kadar  kafein  kopi  robusta sehingga performanya meningkat. Sumber protease dapat diperoleh dari limbah tahu. Dekafeinasi dengan cara merendam green bean kopi robusta (Coffea. robusta) dalam limbah tahu belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian antara lain mengkaji pengaruh jenis limbah tahu  dan konsentrasi limbah tahu  serta interaksi jenis dan konsentrasi limbah industri tahu  terhadap performa pada kopi robusta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor jenis limbah tahu (L0= Air, L1=limbah cair dan L2=limbah padat) dan faktor konsentrasi limbah tahu (K1=30%, K2=60% dan K3=90%), setiap perlakuan dilakukan 3 ulangan. Parameter penelitian yang diamati adalah performa kopi robusta meliputi warna, aroma dan tekstur  green bean kopi robusta. Analisis data yang digunakan adalah Analisis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman kopi robusta dalam limbah cair tahu 90 % paling efektif meningkatkan kualitas performa yang meliputi warna, aroma dan tekstur green bean. Kata kunci :  Coffea robusta; dekafeinasi; kopi; limbah tahu; performa

Page 2 of 2 | Total Record : 20