cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Article in progress" : 2 Documents clear
Pemetaan Ancaman Tanah Longsor Menggunakan Metode Frequency Ratio di Kabupaten Temanggung Kurniawan, Akhmad; Rahman, Muhammad Fiqri; Firdaus, Hana Sugiastu; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kabupaten ini memiliki dua gunung aktif, Sindoro dan Sumbing, serta tingkat kejadian longsor yang tinggi, dengan 71 kasus tercatat pada tahun 2023 hingga Februari 2025 di Kecamatan Kranggan, Kandangan, Kaloran, dan Pringsurat. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kerawanan longsor menggunakan metode Frequency Ratio (FR) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mempertimbangkan sepuluh parameter lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemiringan lereng >20% memiliki nilai FR sebesar 7,724, arah lereng barat laut FR 2,275, jenis batuan Gunungapi Gilipetung FR 3,495, dan jarak dari garis sesar 1.000–2.000 m FR 2,367, yang semuanya berkontribusi signifikan terhadap kerentanan longsor. Pemetaan zona kerawanan menggunakan Jenks Natural Breaks menghasilkan tiga zona: rendah (LSI 2,39–8,60), sedang (LSI 8,60–12,07), dan tinggi (LSI 12,07–19,41), dengan zona tinggi mendominasi bagian utara Kaloran dan timur Kandangan. Validasi model menggunakan Area Under Curve (AUC) menunjukkan Success Rate sebesar 0,875 dan Prediction Rate 0,682, menandakan akurasi yang baik. Penelitian ini menegaskan bahwa metode FR efektif dalam mengidentifikasi zona rawan longsor serta menjadi dasar penting untuk mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang di Kabupaten Temanggung.
Restorasi Working Geometry dan Penanganan Soft Soil dalam Perencanaan Jalan Low-Wall Pit DP Middle PT Dizamatra Powerindo: Integrasi Geometri Jalan, Daya Dukung Tanah, dan Stabilitas Lereng Harizona Aulia Rahman
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

PT Dizamatra Powerindo menghadapi kendala kritis dalam pencapaian target produksi batubara sebesar 378.000 ton di Pit DP Middle akibat hambatan geometri penambangan. Jalan eksisting di sisi high-wall membatasi penggalian hingga elevasi RL+60, padahal desain awal menargetkan RL+30. Solusi pembangunan jalan alternatif di sisi low-wall terkendala keberadaan material soft soil bekas jalur aliran sungai (creek), yang berisiko menyebabkan penurunan tanah, kerusakan struktur jalan, dan ketidakstabilan lereng. Penelitian ini bertujuan merancang konstruksi jalan low-wall yang memenuhi aspek keamanan, efisiensi operasional, dan standar geoteknik. Pendekatan yang digunakan meliputi: (1) analisis geometri jalan berbasis spesifikasi alat angkut Komatsu HD 785-7, (2) pengujian daya dukung tanah in-situ menggunakan Dynamic Cone Penetrometer (DCP), (3) simulasi stabilitas lereng dengan software Slide 6.0, dan (4) desain teknis tiga dimensi menggunakan Minescape 5.7 untuk optimasi volume cut-fill. Hasilnya, diperoleh desain jalan sepanjang 751 meter dengan lebar 30 meter, grade 7,72%, superelevasi 1 meter, dan bundwall setinggi 2 meter. Pengangkatan material soft soil secara signifikan meningkatkan faktor keamanan lereng dari 1,029 menjadi 1,379. Material surfacing yang digunakan berasal dari disposal DP South dengan nilai CBR 38,5%, melebihi syarat minimum 36,68%. Konstruksi direncanakan selesai dalam waktu 35 hari melalui empat tahap utama. Solusi ini berhasil memulihkan geometri kerja yang terhambat dan memastikan keberlanjutan operasional dalam pencapaian target produksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 2