cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Article in progress" : 6 Documents clear
Karakterisasi Reservoir Hidrokarbon Menggunakan Analisis Seismik Multi-atribut di Lapangan Teapot Dome, Wyoming, USA Herawati, Ida
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Inversi seismik merupakan metode yang umum digunakan dalam karakterisasi reservoir hidrokarbon. Namun, pendekatan ini terkadang belum cukup untuk merepresentasikan hubungan antara parameter seismik dan properti fisik batuan reservoir. Oleh karena itu, analisis seismik multi-atribut digunakan untuk meningkatkan korelasi antara kedua parameter tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi porositas menggunakan analisis multi-atribut, serta mengevaluasi kualitas reservoir berdasarkan hasil estimasi porositas pada zona F1WC dan F2WC dari Formasi Frontier di Lapangan Teapot Dome. Data penelitian mencakup log sumur dari empat sumur (48-X-28, 88-DX-3, 67-1-TpX-10, dan 64-JX-15) serta data seismik 3D post-stack. Inversi berbasis model dilakukan untuk memperoleh volume impedansi akustik, yang kemudian digunakan sebagai masukan dalam analisis multi-atribut bersama atribut seismik lainnya. Korelasi antara porositas hasil multi-atribut dengan porositas dari log mencapai 0,766 dengan estimasi porositas berkisar 15–19%. Zona F1WC mempunyai porositas tertinggi (18%) di sumur 48-X-28 berasosiasi dengan impedansi akustik rendah, sedangkan area selatan (sekitar sumur 64-JX-15) memiliki porositas lebih rendah (17%) dengan impedansi akustik tinggi. Sebaliknya, zona F2WC memberikan porositas lebih rendah (16–17%) namun lebih konsisten antar sumur dan selaras dengan pola struktur. Meskipun sumur 64-JX-15 tetap menunjukkan porositas rendah dan impedansi tinggi, zona F2WC merepresentasikan kontrol kompaksi lebih stabil serta potensi reservoir lebih baik dibandingkan F1WC.
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Penyandingan dan Sekitarnya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan Laksana, M Mukti; Idarwati, Idarwati
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi sejarah geologi Penyandingan dan Sekitarnya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan pada Cekungan Sumatera Selatan, berdasarkan analisis stratigrafi yang mencakup observasi lapangan, petrografi, dan mikropaleontologi. Hasil penelitian menunjukkan stratigrafi 5 formasi dari tua ke muda dengan siklus transgresi - regresi. Fase transgresi Miosen Awal – Tengah ditandai oleh pengendapan Formasi Baturaja (lingkungan Shallow Marine, sub fasies Outer Back Reef Lagoon) yang beda fasies menjari dengan Formasi Gumai (lingkungan Delta Front). Fase regresi Miosen Akhir – Pliosen dicirikan oleh kemunculan Formasi Air Benakat (lingkungan Upper Delta Plain) dan Formasi Muara Enim (lingkungan Upper Delta Plain - Fluvial) yang mengandung batubara. Kemudian mengalami deformasi akibat kompresi tektonik Pliosen – Plistosen yang menghasilkan lipatan dan sesar naik dengan orientasi Barat Laut – Tenggara. Terakhir, Formasi Kasai yang diendapkan secara tidak selaras (lingkungan Fluvial sub fasies Floodplain), akibat vulkanisme dan erosi formasi lebih tua. 
Kajian Studi Hidrogeologi dan Hidrogeokimia di Area Waste Dump PT. XYZ Octaviani, Hanifa; Iskandar, Irwan; Al Hakim, Andy Yahya; da Costa, Janice Clementine
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan tambang emas yang membangun sistem underdrain untuk mengalirkan air permukaan melewati area waste dump. Seiring peningkatan elevasi timbunan, muncul rembesan dengan debit tinggi saat hujan (hingga ±8 L/s) dan tetap muncul pada musim kering (±1 L/s). Kondisi ini mengindikasikan muka airtanah telah mencapai permukaan, sehingga air keluar sebagai seepage yang berpotensi mengganggu kestabilan lereng serta menjadi jalur transport kontaminan. Uji tracer rhodamine tidak menunjukkan hasil pada area hilir, diduga akibat dilusi dan penjebakan pada kantong air bawah permukaan, sehingga diperlukan studi hidrogeologi dan hidrogeokimia untuk mengetahui sumber dan mekanisme rembesan. Penelitian ini mengintegrasikan pengukuran fisika-kimia in situ dan analisis laboratorium terhadap sampel airtanah, air permukaan, dan air hujan. Analisis ion utama dan logam terlarut dilakukan menggunakan IC dan ICP-MS, sedangkan isotop stabil δ²H–δ¹⁸O dan δ¹³C dianalisis dengan Picarro Analyzer serta IRMS. Hasil plot pada diagram Piper menunjukkan dua fasies air, yaitu Ca-SO₄ dan Ca-HCO₃. Data isotop mendukung bahwa rembesan berasal dari interaksi airtanah dangkal dan air permukaan yang meresap melalui zona permeabel. Model konseptual aliran bawah permukaan berhasil menggambarkan jalur rembesan potensial, dan penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem drainase, kontrol infiltrasi, serta optimalisasi underdrain sebagai mitigasi.
Perancangan Desain Timbunan Batubara dan Pengaruhnya Terhadap Kestabilan Lereng di Sekitar ROM 4 Site DMP PT Cipta Kridatama Suparno, Fanteri Aji Dharma; Kusuma, Di Ajeng Arum; Haeruddin, Haeruddin; Aminah, Siti; Manek, Emanuel Grace; Rini, Utari Sulistyo; Mulyani, Kurnia Dewi
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Peningkatan produksi batubara di PT Cipta Kridatama site Dizamatra Powerindo memerlukan penambahan area Run of Mine (ROM) untuk menampung kelebihan produksi. ROM 4 sebagai area timbunan baru belum memiliki data teknis terkait daya dukung tanah, tinggi maksimum timbunan, dan kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi geoteknik ROM 4 melalui uji berat volume batubara dan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk menentukan tinggi timbunan yang optimal. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan empat metode Limit Equilibrium Method (LEM): Bishop, Janbu, Morgenstern-Price, dan Spencer. Hasil penelitian menunjukkan desain optimal timbunan ROM 4 memiliki tinggi maksimum 17 meter, sudut lereng 36°, dan kapasitas 511.594,44 ton. Nilai faktor keamanan (FK) pada kondisi statis >1,3 dan dinamis >1,1. Metode Janbu menghasilkan nilai FK terkecil dibandingkan metode lainnya. Nilai FK setelah pembebanan menurun dibanding sebelum pembebanan akibat pengaruh beban tambahan terhadap kestabilan lereng. Secara keseluruhan, lereng ROM 4 dinyatakan aman dan sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 1827/K/30/MEM/2018.
Identifikasi Jalur Air Panas dengan Menggunakan Metode Geolistrik 2D dan Very Low Frequency Electromagnetic di Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Lampung Selatan Atsani, Ahmad Rozali; Rumansah, Raka Putra Pratama; Saragi, Ibrani Uli; Cahyanto, Muhammad Hashfi; Irawati, Selvi Misnia
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Mata air panas Cisarua di Desa Muara Putih, Natar, Lampung Selatan, merupakan manifestasi panas bumi yang terletak jauh dari zona vulkanik aktif, sehingga memerlukan penelitian untuk memahami mekanisme kemunculannya. Daerah ini tersusun atas endapan vulkanik muda, Formasi Lampung, dan batuan malihan, serta dilalui patahan berarah barat laut–tenggara sebagai bagian dari Sesar Lampung Panjang. Penelitian ini bertujuan mendeteksi jalur aliran fluida panas bumi melalui kombinasi metode Geolistrik 2D dan Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM). Pengukuran dilakukan pada dua lintasan terintegrasi, sepanjang 350 m dan 470 m. Data VLF-EM diolah menggunakan filter NA- MEMD, Fraser, dan Karous-Hjelt serta inversi 2D. Hasilnya menunjukkan anomali resistif vertikal (≤100 Ωm) dan anomali resistif dangkal (≤60 Ωm) yang diduga jalur fluida. Tiga lapisan utama teridentifikasi: top soil (>80 Ωm), lempung tufan (0–20 Ωm), dan lempung pasiran (20–70 Ωm). Pada lintasan pertama terindikasi tiga zona sesar, salah satunya sesuai dengan penelitian sebelumnya yang diperkirakan sebagai jalur air panas dengan arah barat laut–tenggara . Lintasan kedua tidak menunjukkan sesar karena tidak adanya kontras anomali resistivitas dan tidak didukung oleh data sekunder atau penelitian yang lain. Kedua metode menunjukkan pola resistivitas yang selaras, sehingga efektif digunakan untuk studi pendahuluan panas bumi.
Pemetaan Ancaman Tanah Longsor Menggunakan Metode Frequency Ratio di Kabupaten Temanggung Kurniawan, Akhmad; Rahman, Muhammad Fiqri; Firdaus, Hana Sugiastu; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kabupaten ini memiliki dua gunung aktif, Sindoro dan Sumbing, serta tingkat kejadian longsor yang tinggi, dengan 71 kasus tercatat pada tahun 2023 hingga Februari 2025 di Kecamatan Kranggan, Kandangan, Kaloran, dan Pringsurat. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kerawanan longsor menggunakan metode Frequency Ratio (FR) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mempertimbangkan sepuluh parameter lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemiringan lereng >20% memiliki nilai FR sebesar 7,724, arah lereng barat laut FR 2,275, jenis batuan Gunungapi Gilipetung FR 3,495, dan jarak dari garis sesar 1.000–2.000 m FR 2,367, yang semuanya berkontribusi signifikan terhadap kerentanan longsor. Pemetaan zona kerawanan menggunakan Jenks Natural Breaks menghasilkan tiga zona: rendah (LSI 2,39–8,60), sedang (LSI 8,60–12,07), dan tinggi (LSI 12,07–19,41), dengan zona tinggi mendominasi bagian utara Kaloran dan timur Kandangan. Validasi model menggunakan Area Under Curve (AUC) menunjukkan Success Rate sebesar 0,875 dan Prediction Rate 0,682, menandakan akurasi yang baik. Penelitian ini menegaskan bahwa metode FR efektif dalam mengidentifikasi zona rawan longsor serta menjadi dasar penting untuk mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang di Kabupaten Temanggung.

Page 1 of 1 | Total Record : 6