cover
Contact Name
Yurni Suasti
Contact Email
Yurni Suasti
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20867042     EISSN : 26146525     DOI : -
Journal of Geography adalah jurnal yang dikelola oleh Jurusan Geografi Fakuktas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. Journal of Geography menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang membahas tentang keilmuan keilmuan Geografi, Kependidikan Geografi serta hasil penelitian Ilmiah para Geografer di Jurusan Geografi FIS UNP. Semua artikel diterbitkan setelah melalui proses peer-review dari pakar di bidang masing-masing. Journal of Geography terbit dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2016)" : 11 Documents clear
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIKMODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN CAPAIAN KOMPETENSI LULUSAN PESERTADIDIK DI SMAN 3 MANDAU Yeni Andriani
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.496 KB)

Abstract

ABSTRAK Para Guru telah mencoba untuk menggunakan berbagai pendekatan dan metode untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran. Fokus dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi pembelajaran dan capaiankompetensi lulusan pembelajaran Geografi, dalam materi Potensi Geografi Indonesia dengan menerapkan pendekatan saintifik dengan model Discovery Learning. Penelitian ini dilakukan pada semester pertama siswa kelas XI IIS tahun pelajaran 2014/2015 di SMAN 3 Mandau. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas empat langkah: Perencanaan, pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Data dikumpulkan melalui penggunaan Lembar observasi dari aktivitas pembelajaran, dan juga dari peningkatan capaian kompetensi lulusan pembelajaran peserta didik. Untuk itu, penemuan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan Saintifik dengan menggunakan Model Discovery Learning dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi pembelajaran dan capaian kompetensi lulusan peserta didik dalam materi Potensi Geografis Indonesia pada mata pelajaran Geografi
DAMPAK LIMBAH RUMAH TANGGA TERHADAP EKOSISTEM LAUT BAGI MASYARAKAT DI PASIE NANTIGO KOTO TANGAH PADANG Widya Prarikeslan
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.681 KB)

Abstract

Observasi awal lingkungan yang ada di daerah ini terlihat sampah yang bertebaran dan adanya bau yang tidak sedap, sebagian lagi ada yang membuang langsung limbahnya ke laut.Sehingga mengganggu ekosistem laut atau perairan. Penelitian ini sangat didukung oleh Bapak lurahmasyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bahaya limbah rumah tangga yang melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap ekosistem laut, serta akan berdampak juga terhadap pendapatan nelayan yang berkurang. Metode yang dilakukan adalah wawancara dengan masyarakat Pasie Nan Tigo. Hasil penelitian karena perairan yang tercemar sehingga ikan akan menjauh. Berkurangnya pendapatan nelayan nantinya akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat nelayan itu sendiri.
PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KAWASAN DANAU MANINJAU Yudi Antomi
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.539 KB)

Abstract

Abstrak Penggunaan lahan juga bergerak secara vertikal dalam rangka menaikkan mutunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kawasan Danau Maninjau. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi kebun campuran, kebun campuran menjadi ladang, ladang menjadi permukiman, demikian juga halnya dengan sawah yang berubah menjadi permukiman. Perubahan penggunaan lahan tersebut diikuti dengan peningkatan nilai ekonomi kawasan. Hasil estimasi ekonomi total dari pemanfaatan tersebut berdasarkan perubahan penggunaan lahan diperoleh nilai ekonomi pertanian sebesar 163 milyar rupiah dan terus meningkat menjadi 306 milyar rupiah pada tahun 2030. Untuk nilai ekonomi pemukiman yang dihitung berdasarkan NJOP diperoleh nilai sebesar 2,3 milyar rupiah pada tahun 2014 dan terus meningkat menjadi 7,3 milyar rupiah pada tahun 2030. Yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian KDM adalah sektor KJA yaitu sebesar 40 milyar rupiah pada tahun 2002 dan meningkat pesat menjadi 243 milyar rupiah pada tahun 2030.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS X.7 SMA NEGERI 1 NAN SABARIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN Baiyar Mansur
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.11 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims to identify and understand the increased activity and student learning outcomes in the implementation of the learning model using a model cooperatif geography of NHT type. This research is Classroom Action Research (PTK). The subjects were X.7 Class SMAN 1 Padang Pariaman District Nan Sabaris the second semester of academic year 2013/2014 the number of students as many as 33 people consisting of 17 men and 16 women, where the selection is based on the research subject activities and student learning outcomes are still low. The results of this study indicate that: 1) Student learning activities with the learning model cooperatif NHT type the Geography classroom learning X.7 Nan Sabaris SMAN 1 Padang Pariaman District can be implemented according to plan, in which the activity of the students at the end of the cycle reaches a very high activity category with value of 88.79%. 2) The results of student learning in the classroom teaching Geography X.7 Nan Sabaris SMA 1 Padang Pariaman District with cooperatif NHT type can be improved with the achievement of mastery learning is able to provide the level of 87.5% and only 12.50% of students who are not able to provide completeness in learning Geography. This means that full implementation of each phase of a class action (PTK) may exceed the achievement of specified targets, namely 80%. 3) The student activity dibatu by the teacher directly collaborator in learning Geography with cooperatif NHT type can be considered excellent given. Activities students have been able to achieve the learning targets at each cycle III, so that students can achieve the learning outcomes exceeds a predetermined KKM.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PENILAIAN BAHAYA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Febriandi febriandi; Muhhamad Hanif; Tommy Adam
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.147 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat dengan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah, interpretasi data berbasis raster yaitu citra satelit penginderaan jauh dan dilakukan skoring dengan metode bahaya kebakaran oleh (Ozeklan, 2009) dengan pemanfaatan rumus aritmatika data raster berbasis piksel dengan tool raster calculator dalam perangkat SIG untuk perhitungan algoritma bahaya kebakaran. Data yang digunakan citra satelit Landsat OLI8 resolusi 30 m perekaman tahun 2016, citra radar SRTM resolusi 30 m, data jaringan jalan. Hasil penelitian ini ditemukan yaitu, bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat terdiri atas tiga kelas bahaya, yaitu bahaya sedang, bahaya rendah dan bahaya sangat rendah. Dengan luasan area bahaya sedang 241,02 Ha, bahaya rendah 1984,77 Ha dan bahaya sangat rendah 1412,02 Ha, maka dari itu dilokasi penelitian tingkat bahaya kebakaran hutan dan lahan yang mendominasi adalah bahaya sangat rendah dari penilaian sesuai indikator penelitian. Hasil ini menujukkan bahwa secara fisik alamiah lokasi penelitian tidak memiliki bahaya sangat tinggi, hanya berbahaya sedang, rendah dan sangat rendah.Indikator yang sangat berperan pada lokasi penelitian adalah indikator jaringan jalan.Karena pada hasil penelitian bahaya kebakaran memvisualisasikan kondisi bahaya sedang yang mengikuti kondisi jaringan jalan dan skor jaringan jalan memiliki skor tertinggi.
KEARIFAN ARSITEKTUR RUMAH GADANG MINANGKABAU DALAM MITIGASI BENCANA rery novio
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.273 KB)

Abstract

Abstrak Sumatera Barat termasuk salah satu wilayah yang memiliki kerawanan bencana yang tinggi, kondisi ini dipengaruhi oleh tatanan geologi yang kompleks sehingga rawan dengan bencana geologi gempabumi. Arsitektur Rumah Gadang sebagai produk kearifan lokal yang bernilai mitigasi, merupakan sarana untuk mempertahankan dan melestarikan nilai luhur kebudayaan. Terjadinya gempa bumi di Sumatera Barat yang meluluhlantakkan sebagian daerahnya khususnya Padang dan Pariaman, masyarakat diingatkan kembali akan kemampuan rumah Gadang untuk bertahan dari sifat destruktif gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kearifan arsitektur rumah gadang minangkabau dalam mitigasi bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengkajian data deskriptif dalam bentuk uraian melalui metode naturalistik. Hasil penelitian menunjukkan: arsitektur rumah gadang Minangkabau sebagai kearifan lokal dalam mitigasi bencana merupakan suatu karya arsitektur yang seimbang dan disesuaikan dengan iklim alam yang tropis dan geologi yang labil.
PENGEMBANGAN PARIWISATA MARITIM BERBASIS MASYARAKAT (Community Based Management) DI KAWASAN MANDEH SUMATERA BARAT endah Purwaningsih; Almegi Almegi
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.432 KB)

Abstract

Abstrak Seiring dengan dicanangkan lima pilar utama dalam agenda pembangunan Indonesia sebagai poros maritim, Kawasan Mandeh yang merupakan wilayah pesisir dengan luas 18.000 ha dan terdapat 11 pulau-pulau kecil yang digadang-gadang menjadi “icon” destinasi pariwisata maritim Indonesia bagian barat karena memiliki potensi sumber daya dan jasa lingkungan yang tinggi sudah selayaknya dikembangkan. Selama ini pengembangan pariwisata yang umumnya bersifat sentralistik (top down) telah gagal dalam menjamin keberlanjutan sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil berikut aksesibilitas masyarakat di sekitar sumberdaya tersebut. Kondisi tersebut memicu dan memacu pentingnya untuk memposisikan masyarakat sebagai entitas utama dan penentu dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil. Desakan untuk lebih memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan pola pengelolaan dalam pengembangan pariwisata yang berada dalam lingkup kawasannya serta beragamnya adat serta budaya di kawasan pesisir, menjadikan pengelolaan berbasis masyarakat (community based management) yang bersifat bottom up sebagai keharusan dalam pengembangan Kawasan Mandeh sebagai pariwisata maritim.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM TEACHING Dedy Miswar
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.923 KB)

Abstract

Abstrak: Proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Kalirejo tidak kondusif dan pasif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu: primer dan sekunder. Analisis yang digunakan adalah persentase nilai hasil belajar tiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar disetiap siklusnya yaitu pada siklus I persentasenya 43,33%, siklus II persentasenya 81,81% dan siklus III persentasenya 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar geografi dapat menggunakan model quantum teaching.
PERENCANAAN WILAYAH BERBASIS KESERASIAN LINGKUNGAN FISIK DAN KONDISI KEPENDUDUKANDI PROVINSI LAMPUNG Listumbinang Halengkara
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.894 KB)

Abstract

Abstrak Perencanaan wilayah yang matang merupakan kunci bagi keberhasilan pembangunan yang ada di wilayah tersebut. Dengan kata lain kegiatan perencanaan wilayah ini merupakan tahapan kegiatan yang wajib dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting seperti aspek fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan aspek-aspek yang lainnya. Semakin banyak aspek yang digunakan sebagai pertimbangan, maka hasil perencanaan wilayahnya akan semakin baik. Penelitian ini mencoba mengkombinasikan antara aspek fisik dan aspek kependudukan sebagai pendekatan dalam melakukan perencanaan wilayah di Provinsi Lampung. Indikator aspek fisik yang dipilih adalah tingkat kekritisan lahan karena kekritisan lahan ini juga telah digunakan hampir di semua provinsi sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan perencanaan di wilayah masing-masing. Sedangkan indikator aspek kependudukan yang dipilih terdiri dari komponen demografi, ekonomi, sosial budaya, dan kesehatan. Tiap komponen ini terdiri dari beberapa variabel yang dipilih sesuai kelengkapan data yang ada kemudian diharkatkan dan dikelaskan. Pengharkatan atau scoring dilakukan dengan asumsi bahwa semakin baik keadaan penduduk maka harkat yang akan diberikan juga semakin besar dan pada akhirnya nanti akan diperoleh nilai indeks kependudukan. Analisis data dilakukan dengan tumpangsusun (overlay) peta menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengetahui bentuk keserasian antara kekritisan lahan dengan indeks kependudukan pada masing-masing wilayah kabupaten di Provinsi Lampung. Hasil keserasian inilah yang akan digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan perencanaan wilayah di Provinsi Lampung
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH SBSNP DAN NON SBSNP Rahmanelli rahmanelli; Iryasman Iryasman
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.833 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum 2013 di sekolah SBSNP dan SBSNP.Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif.Informan terdiri dari 2 orang guru IPS yang mengajar di kelas VII, pelaksanaan penelitian bulan Oktober sampai Desember 2016.Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi untuk RPP, observasi pembelajaran, dan wawancara dengan informan. Analisis data kuantitatif menggunakan formula persentase, dan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa; 1) kemampuan guru dalam menyusun RPP, baik di Sekolah SBSNP, maupun sekolah Non SBSNP sudah baik, 2) kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran sudah baik, 3) kemampuan guru melakukan penilaian masih kurang (khususnya dalam mengembangkan instrumen penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial), dan 4) tingkat keterpakaian buku oleh guru sudah baik. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus, 1) kemampuan guru merancang pembelajaran belum terpadu, dan masih terintegrasi, 2) latar belakang pendidikan guru yang belum sesuai dengan tuntutan pembelajaran terpadu, 3) pemahaman guru tentang konsep pembelajaran terpadu masih kurang, dan 4) belum sepenuhnya menerapkan “Pendekatan Saintifik” (khususnya dalam mengembangkan indikator kompetensi sikap spiritual dan sosial)

Page 1 of 2 | Total Record : 11