cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
Ahyuni
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL BUANA
ISSN : 26152630     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Skripsi Geografi adalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa yang diterbitkan oleh Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang membahas mengenai fenomena pendidikan, sosial, dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Selain itu jurnal Skripsi Geografi juga memberikan pemikiran baru berkaitan dengan konsep dan teori yang ada dalam ilmu pendidikan, Geografi, dan kebumian.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2018)" : 23 Documents clear
Analisis Ketersediaan Air Irigasi Untuk Pertanian Padi di Kecamtan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar Fajri Saputra
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.142 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i2.113

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghitung berapa ketersediaan air di Batang Selo, menghitung berapa kebutuhan air irigasi untuk pertanian padi di Kecamatan Padang Ganting dan menentukan pola tanam yang tepat berdasarkan ketersediaan air yang ada di Kecamatan Padang Ganting. Jenis penelitian menggunakan metode deskriktif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sawah irigasi teknis seluas 692 ha. Teknik pengumpulan data yaitu dari pengumpulan data sekunder, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan sebagai berikut: Debit rata-rata Batang Selo yaitu sebesar 5,41 m3/dt dan debit yang sampai ke saluran irigasi pada saluran primer adalah sebesar 1,56 m3/dt, pada saluran sekunder sebesar 0,024 m3/dt dan saluran tersier 0,0011 m3/dt. Kebutuhan air untuk pertanian yaitu berkisar antara 0,10 m3/dt sampai 0,62 m3/dt untuk masa tanam I dan kebutuhan air untuk masa tanam II yaitu 0,10 sampai 0,57 m3/dt dan untuk pola tanam yang tepat pada daerah penelitian adalah Padi-padi-palawija dengan kebutuhan air pada masa tanam I yaitu 0,12 sampai 0,40 dan untuk kebutuhan air pada masa tanam II yaitu 0,11 sampai 0,42 m3/dt. Kata kunci: Debit sungai, kebutuhan air irigasi, pola Tanam.
Analisis Butir Soal Paket A Ujian Akhir Semester Genap Geografi Tahun Pelajaran 2016/2017 SMA Negeri Se-Kota Padang Yelit Putri Sukmela; Nofrion .
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.907 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i2.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, indeks daya beda, dan efektifitas pengecoh dari butir soal ujian akhir semester genap Geografi kelas X tahun pelajaran 2016/2017 di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMA Negeri di Kota Padang. Sampel dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 2 Padang, SMA Negeri 3 Padang, SMA Negeri 13 Padang, dan SMA Negeri 14 Padang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program Quest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas soal ujian akhir semester genap Geografi kelas X tahun pelajaran 2016/2017 SMA Negeri di kota Padang masih rendah. Dilihat dari segi, (1) validitas butir soal terdapat 77% valid dan 23% tidak valid. (2) Reliabilitas tes sebesar 0,61 menunjukkan bahwa tingkat reliabilitas cukup. (3) Tingkat kesukaran butir soal yaitu 10% mudah, 60% sedang, 20% sukar, dan 10% sangat sukar menunjukkan tingkat kesukaran tidak berada pada proporsi seimbang. (4) Indeks daya beda butir soal yaitu 30% jelek, 20% cukup, 30% baik, dan 20% baik sekali. (5) Efektifitas pengecoh butir soal terdapat 84% efektif dan 16% tidak efektif.
Pola Mobilitas Penduduk Non Permanen pada Daerah Aksesibilitas Rendah di Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Fierza Inestasia
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.681 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i2.118

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan gambaran mengenai pola mobilitas penduduk non-permanen pada daerah aksesiblitas rendah di Kecamatan Sijunjung dilihat dari : 1) Karakteristik pelaku, 2) Arah tujuan, 3) Alasan mobilitas , 4) Pola mobilitas. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini rumahtangga di Nagari Silokek, Nagari Durian Gadang, Nagari Aie Angek, Nagari Solok Ambah, dan Nagari Paru, dengan menggunakan rumus slovin mendapatkan jumlah sampel responden 97 rumahtangga. Dengan teknik analisa data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian meliputi : 1) Terdapat 95 orang dari 97 rumahtangga yang melakukan mobilitas non-permanen, dominan berstatus sebagai anak berjumlah 54 orang (57%). Karakteristiknya dominan laki-laki berjumlah 58 orang (61%), dominan berumur 18 – 28 tahun berjumlah 35 orang (37%). Pendidikan terakhir dominan tamat SMP berjumlah 22 orang (23%). Pekerjaan dominan sebagai pelajar/mahasiswa berjumlah 32 orang (34%). Pendapatan dominan tidak memiliki pendapatan berjumlah 32 orang (34%). 2) Arah dominan melewati batas kecamatan berjumlah 49 orang (51%). 3) Alasan dominan karena pekerjaan berjumlah 63 orang (66%). 4) Pola mobilitas dominan menginap berjumlah 61 orang (64%).
Inventarisasi Permukiman di Kawasan Sempadan Rel Kereta Api Kota Padang Panjang Thomas Hendra Sitanggang
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.847 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i2.107

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran permukiman dan faktor pendorong masyarakat mendirikan permukiman di kawasan sempadan rel kereta api di Kota Padang Panjang. Jenis penelitan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh bangunan yang berada di kawasan sempadan rel dengan jumlah sebesar 385 bangunan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa 1) persebaran permukiman di kawasan sempadan rel kereta api tersebar di 11 kelurahan dengan jumlah dengan total luas permukiman sebesar 49.673 . Permukiman yang berada di kawasan sempadan rel berjumlah 385 bangunan. Kondisi permukiman di kawasan sempadan rel kereta api didominasi oleh bangunan permanen dengan rata-rata jarak dari rel kereta api sebesar 5 sampai 10 meter. Kondisi aksesibilitas permukiman di kawasan sempadan rel sudah cukup baik dengan didominasi jalan cor/beton dan jalan aspal. 2) Faktor pendorong tumbuhnya permukiman di kawasan sempadan rel dibagi kedalam tiga yakni aspek fisik, aspek sosial, dan aspek ekonomi. Aspek fisik yang menjadi faktor pendorong tumbuhnya permukiman di kawasan sempadan rel adalah tersedianya lahan untuk membangun permukiman. Aspek sosial yang menjadi faktor pendorong tumbuhnya permukiman di kawasan sempadan rel adalah tersedianya fasilitas-fasilitas pendukung di kawasan sempadan rel. Aspek ekonomi yang menjadi faktor pendorong tumbuhnya permukiman di kawasan sempadan rel adalah harga sewa lahan murah menguntungkan masyarakat dari segi ekonomi. Kata Kunci: inventarisasi, permukiman di sempadan rel, faktor pendorong permukiman
PENGEMBANGAN MODUL GEOGRAFI BERBASIS POE (PREDICT, OBSERVE, EXPLAIN) PADA MATERI PEMANFAATAN PETA, PENGINDERAAN JAUH DAN SIG DI KELAS XII SMA NEGERI 1 BUKITTINGGI Fadhilah Santi Harahap; Yurni Suasti
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.122 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i2.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengetahui dan mendeskripsikan kevalidan dan kepraktisan modul geografi berbasis POE (Predict, Observe, Explain) pada materi pemanfaatan peta, penginderaan jauh, dan SIG kelas XII SMA Negeri 1 Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) pengembangan dengan mengadaptasi model 4-D. Modul dikembangkan dalam empat tahapan yaitu (1) pendefinisian (define), (2) perancangan (design), (3) pengembangan (develop), (4) penyebaran (disseminate). Validasi dilakukan dua orang dosen geografi. Kepraktisan dilakukan oleh 3 orang guru dan 35 orang siswa SMA Negeri 1 Bukittinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul geografi berbasis POE pada materi pemanfaatan peta, penginderaanjauh, dan SIG ini valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Terbukti dari nilai akhir oleh dua orang dosen yaitu 0,70 dengan kategori valid. Nilai akhir dari guru yaitu 4,21 dan nilai akhir dari siswa yaitu 4,36 dengan kategori praktis.
Kategori Zona Rawan Longsor Jalur Transportasi Bungus Teluk Kabung Menuju Sungai Pisang di Kota Padang wirman nofriadi
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.761 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i2.114

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentangpenggunaan lahan, tekstur tanah, pelapukan batuan, kemiringan lereng, intensitas curah hujan, dan sebaran kelas zona rawan longsor sepanjang Jalur Transportasi Bungus Teluk Kabung menuju Sungai Pisang di Kota Padang. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Pengambilan sampel penelitian diambil berdasarkan satuan lahan di daerah penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah penskoran dengan overlay dari lima parameter yaitu: Tekstur Tanah, Pelapukan Batuan, Kemiringan Lereng, Curah Hujan dan Penggunaan lahan. Hasil penelitian ditemukan: 1) penggunaan lahan ditemukan pemukiman 33%, pertanian lahan kering 22%, semak belukar22%, dll 22%. 2)tekstur tanah yang lebih dominan adalah liat berdebu sebanyak 44%, pasir 33% dll 33%. 3)pelapukan batuan berada dalam kategori tidak lapuk 33%, lapuk sedang 22%, lapuk ringan 22 %, dll 22%, 4)kemiringan lereng bervariasi yaitu kategori datar 33 % curam 22%, sangat curam 22%, dll 22%. 5)curah hujan BMKG Teluk Bayur Kota Padang periode 2012-2016 dengan rata rata 368.82 mm/bln dalam kategori sangat tinggi. 6) Kelas longsor Zona I, terdapat pada titik sampel 4, 5, 7, 9. Kelas longsor Zona II terdapat pada titik sampel 1, 8. Kelas longsor Zona III, terdapat pada titik sampel 2, 3, 6. Kata Kunci : Satuan Lahan, Longsor Sepanjang Jalur.
Komparasi Hasil Belajar Siswa Antara Model Make A Match Dengan Model Jigsaw Pada Mata Pelajaran Geografi di Kelas X IPS SMA Negeri 3 Batusangkar Tri Perra Paula Tama; Nofrion .
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.291 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i2.112

Abstract

KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MODEL MAKE A MATCH DENGAN MODEL JIGSAW PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IPS DI SMAN 3 BATUSANGKAR Tri Perra Paula Tama¹,Surtani², Nofrion² Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Email : perrapaula@gmail.com Abstrak Jenis penelitian ini adalah Eksperimen, dengan populasi penelitian adalah seluruh kelas X SMA N 3 Batusangkar yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Total Sampling. Penelitian ini dilakukan di SMA N 3 Batusangkar. Hipotesis penelitian di uji dengan uji t-test pada taraf nyata 0,05 dan dk = 48, sebelum menggunakan uji t-test dilakukan uji prasyaratan analisis yaitu uji Normalitas dan Homogenitas. Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa kelas yang menggunakan model pembelajaran Make A Match memiliki rata-rata hasil belajar 84,28 dan kelas yang menggunakan model Jigsaw memiliki rata-rata hasil belajar 77,2. Dari hasil uji beda kedua kelas diperoleh t hitungsebesar 3,293 > t tabel 2.021 pada taraf signifikan 0,05 dengan demikian hipotesis kerja Hi dapat diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match dengan Model Jigsaw. Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Make A Match, Model Jigsaw Abstract The type of this research is experiment, with research population is all class X SMA N 3 Batusangkar registered in academic year 2017/2018. Sampling technique used Total Sampling. This research was conducted in SMA N 3 Batusangkar. The research hypothesis was tested by t-test at the real level of 0.05 and dk = 48, before using the t-test test, it was tested by the pre-tested test that is the normality and homogeneity test. Based on the results of data analysis showed that the class that uses the Make A Match learning model has an average learning outcome of 84.28 and the class using the Jigsaw model has an average learning outcome of 77.2. From the results of different test the two classes obtained t arithmetic of 3.293> t table 2.021 at a significant level of 0.05 thus Hi working hypothesis acceptable. It can be concluded that there is a significant difference between student learning outcomes by using the model of Make A Match learning with Jigsaw Model. Keywords: Learning Outcomes, Make A Match Model, Jigsaw Model ¹Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi untuk Wisuda Maret 2018 Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang ²Dosen Program Studi Pendidikan Geografi, Dosen Pembimbing 1.Drs.Surtani,M.Pd,Pembimbing 2. Nofrion,S.Pd,M.Pd
Pengembangan Media Pembelajaran Geografi Berbasis Prezi pada Materi Dinamika Atmosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan nilam nilam sari
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.037 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i2.119

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran geografi berbasis prezi pada materi dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan yang valid dan praktis digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian ini termasuk penelitian Research and Development dengan menggunakan model 4-D sebagaimana yang disarankan Thiagarajan dan Semmel dalam Trianto (2010: 189). Model ini dikembangkan dalam empat tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran geografi berbasis prezi berada pada kategori valid dari ahli materi dengan nilai 89,425%, kategori sangat valid dari ahli media dengan nilai 91,44%, kategori praktis dari guru geografi SMA 8 Padang dengan nilai 88,46% dan kategori praktis dari siswa dengan nilai 82,34%.
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Ravi Suryadinata; Rahmanelli .
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.3 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i2.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta kelayakan pengembangan objek wisata Lembah Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantatif. Subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Subjek penelitian adalah Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota, pengunjung objek wisata Lembah Harau dan masyarakat Lembah Harau. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi, kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan yaitu teknik reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan analisis SWOT disertai AHP. Hasil penelitian mengungkapkan: 1) Faktor kekuatan yang menjadi prioritas adalah meningkatkan daya tarik objek wisata. 2) Faktor kelemahan yang menjadi prioritas adalah mengatasi tempat-tempat tersembunyi yang dikhawatirkan akan digunakan untuk hal-hal yang negatif dari warga setempat maupun dari pengunjung. 3) Faktor peluang yang menjadi prioritas adalah menggerakkan sektor perekonomian masyarakat. 4) Faktor ancaman yang menjadi prioritas untuk dicegah adalah ketidakstabilan ekonomi akibat kondisi pariwisata yang fluktuatif. 5) Dalam kuadran SWOT menunjukkan bahwa wisata Lembah Harau berada pada kuadran 1 dengan skor faktor internal 0,28 dan skor faktor eksternal 0,382 yang berarti objek wisata Lembah Harau layak untuk dikembangkan.
PREDIKSI DAN ANALISIS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH DI KOTA PADANG Mia Audina
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.195 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i2.93

Abstract

PREDIKSI DAN ANALISIS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH DI KOTA PADANG Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Email: miaaudina0406@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk1) mengetahui tutupan lahan Kota Padang, 2) mengetahui prediksi jumlah penduduk dan volume sampah di Kota Padang 3) mengetahui luas TPA dan lokasi rekomendasi TPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif. Model yang digunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) di overlay menggunakan parameter pengharkatan. Hasil penelitian menunjukkan, 1) analisis tutupan lahan Citra Landsat Kota Padang tahun 2016 adalah; Vegetasi (51486,40 Ha), Lahan Terbangun (11578,44 Ha), dan Sawah (5713,93 Ha). 2) prediksi penduduk pada tahun 2026 sebesar 1.011.166 jiwa dan prediksi volume sampah sebesar 2.952.604.720 kg/jiwa,.3) lahan yang dibutuhkan untuk TPA sebesar 45,67 Ha dengan luas daerah penyangga 11,42 Ha. Rekomendasi pendirian TPA berada pada Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji. Kata kunci:Tutupan Lahan, Kepadatan Penduduk dan Volume Sampah, Luas TPA dan Rekomendasi TPA Abstract This study aims to 1) to know the land cover of Padang City, 2) to know the prediction of population and the volume of waste in Padang City 3) to know the extent of TPA and the location of the TPA recommendation. The method used in this research is quantitative analysis method. The model used Geographic Information System (GIS) in overlay using the parameters. The results showed, 1) analysis of land cover Citra Landsat Padang in 2016 is; Vegetation (51486,40 Ha), Built Land (11578.44 Ha), and Rice Field (5713,93 Ha). 2) population prediction in 2026 of 1,021,329 people and prediction of waste volume of 2.952.604.720 kg/ soul. 3) the land needed for the landfill of 45.67 Ha with a buffer area of 11.42 Ha. The recommendations for the establishment of TPA are located in Koto Tangah and Kuranji Sub-districts. Keywords:Land Cover, Population Density and Waste Volume, Extensive Landfill and Landfill Recomendation

Page 2 of 3 | Total Record : 23