cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
Ahyuni
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL BUANA
ISSN : 26152630     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Skripsi Geografi adalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa yang diterbitkan oleh Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang membahas mengenai fenomena pendidikan, sosial, dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Selain itu jurnal Skripsi Geografi juga memberikan pemikiran baru berkaitan dengan konsep dan teori yang ada dalam ilmu pendidikan, Geografi, dan kebumian.
Arjuna Subject : -
Articles 725 Documents
POLA SEBARAN USAHA TANAMAN HIAS DI KAWASAN LUBUK MINTURUN KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Lathifah Maarufi; Ratna Wilis
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.995 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i6.780

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui pola sebaran dan komponen usaha terkait modal, jenis tanaman hias, tenaga kerja, pemasaran dan omset usaha tanaman hias di Kawasan Lubuk Minturun Koto Tangah Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh dengan observasi, dokumentasi, dan kuisioner serta dianalisis dengan teknik analisis literatur dan analisis data deskriptif persentase. Temuan penelitian ini yaitu (1) Sebaran usaha tanaman hias di Kawasan Lubuk Minturun memiliki pola memanjang. (2) Modal usaha tanaman hias adalah modal mereka sendiri yang berkisar antara Rp4.000.000 hingga Rp35.000.000.Tanaman hias yang dijual adalah jenis bunga, daun, buah, batang, dan akar. Selain tanaman hias, ada juga bibit-bibit tanaman holtikultura dan pembuatan taman. Harga produk mulai dari Rp2.000 hingga Rp15.000.000/pot. Jumlah tenaga kerjanya sekitar 1 hingga 8 orang dalam satu usaha dengan upah antara Rp 50.000 hingga Rp 70.000/hari. Pemasarannya dapat mencapai luar Pulau. Media promosi yang digunakan sepeti Facebook, Instagram, Whatsapp, dan Website.
KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG veni Nopriyanti; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.839 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i6.769

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the preparedness of elementary school students in dealing with the earthquake and tsunami in the Bungus Teluk Kabung Subdistrict, Padang City. This type of research is descriptive with quantitative methods. The research sample consisted of school samples and respondent samples. The school sample was selected using the Purposive Sampling technique so 8 elementary schools were selected. The respondent sample consisted of the main sample of students and the additional sample of principals and teachers. The research data were obtained through questionnaire distribution techniques to principals, teachers and students. The results of the study showed that students of SDN 03 Batung and SDN 12 Pasar Teluk Kabung were included in the category of prepared to face the earthquake and tsunami disasters compared to SDN 19 Pasar Laban students, SDN 21 Cindakir, SDN 06 Cindakir, SDN 18 Kandang Labuhan Tarok and SDN 13 Sungai Pisang and SDN 01 Pasar Laban which are included in the category of almost ready to face the earthquake and tsunami in the District of Bungus Teluk Kabung, Padang City. Keywords: Preparedness. Earthquake and Tsunami
Analisis Tingkat Ancaman Bencana Gempabumi Berdasarkan Percepatan Tanah Maksimum Terhadap Penduduk Terpapar di Pulau Pagai Sonia sonia; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.459 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i6.498

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pulau Pagai Kabupaten Kepulauan Mentawai yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Indeks ancaman bencana gempabumi, 2) Indeks penduduk terpapar bencana gempabumi, 3) Tingkat ancaman bencana gempabumi di Pulau Pagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari instansi-instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks ancaman bencana gempabumi yang dipengaruhi oleh persebaran PGA dengan rentang nilai antara 0,342 – 1,477 gal. Klasifikasi indeks ancaman bencana gempabumi pada penelitian ini terdapat dalam dua kelas, yaitu kelas indeks ancaman tinggi dengan rentang nilai percepatan tanah maksimum 0,706 - 1,477 gal terdapat di Kecamatan Pagai Selatan, Kecamatan Sikakap dan Kecamatan Pagai Utara, sedangkan kelas indeks ancaman sedang dengan rentang antara 0,342 – 0,705 gal terdapat di Kecamatan Pagai Utara dan Kecamatan Sikakap. Indeks penduduk terpapar di Pulau Pagai diperoleh nilai indeks sebesar 0,6 yang menunjukkan bahwa indeks penduduk terpapar termasuk dalam kategori kelas sedang.
pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar oleh guru geografi di sma negeri 3 kota padang panjang jamila marito; Surtani Surtani
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.715 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i6.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar oleh guru geografi di SMAN 3 Kota Padang Panjang pada pembelajaran kelas XI semester I tentang ketersediaan dan relevansinya dengan KD kelas XI semester I, pemanfataan lingkungan alam sebagai sumber belajar dalam pembelajaran geografi kelas XI semester I, hambatan dan upaya guru geografi kedepannya dalam memanfaatkan lingkungan alam sebagai sumber belajar pada kelas XI semester I. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah guru geografi SMAN Kota Padang Panjang, yang menggunakan KTSP. Jumlah informan diperoleh 2 orang guru geografi kelas XI dan informan pelengkap. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, analisis dokumentasi dan observasi. Peneliti menemukan bahwa : Pemanfaatan Lingkungan Alam Sebagai Sumber Belajar oleh Guru Geografi Kelas XI semester I di SMA Negeri Kota Padang Panjang Pada KD 1.1 Siswa mampu menjelaskan fenomena biosfer, 1.2 Siswa mampu menganalisis sebaran hewan dan tumbuhan, 2.1 Siswa mampu menjelaskan pengertian Sumber Daya Alam, 2.2 Siswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis Sumber Daya Alam, 2.3 Siswa mampu menjelaskan pemanfaatan sumber daya alam secara arif adalah sebagai berikut : (1) pada aspek ketersediaan lingkungan alam pada lapisan biosfer sebagai sumber belajar berupa lembah anai, batang anai, bukit-bukit, hutan, tumbuhan, tanah, hewan, energy, matahari, dan angin relevan dengan KD kelas XI semester I; (2) Pada aspek pemanfaatan, bentuk pemanfaatan lingkungan alam yang tersedia disekitar wilayah Kota Padang Panjang belum dimanfaatkan oleh guru geografi kelas XI semester I; (3) Pada aspek hambatan, bentuk hambatan berupa terbatasnya waktu jam pelajaran, akses, izin dari orang tua, rekan kerja dalam membantu untuk mengkoordinir siswa ; (4) Pada aspek upaya kedepannya dalam pemanfaatan lingkungan alam oleh guru geografi kelas XI semester I berupa memprogramkan pembelajaran diluar sekolah pada waktu libur diluar PBM dan membuat siswa aktif dalam pembelajaran dengan pemberian system reward.
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN PANGAN DI KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2002-2018 Elma liana; iswandi U
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.062 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i6.706

Abstract

The purpose of this research is to know the dynamics of changes in paddy fields and carrying capacity of agricultural land in Tanah Datar District in 2002 - 2018. It is a quantitative descriptive study. Using the supervised classification method, and the formula for comparing the area of harvest of food crops per capita with the area of land for food self-sufficiency. Results: 1) The area of paddy fields in the Tanah Datar districts in 2002 - 2018 was reduced by 4189 Ha. 2) Class I self-sufficiency areas in Tanah Datar District were eight sub-districts in 2002, namely Batipuh, Batipuh Selatan, , Pariangan, Tanjung Emas, Lintau Buo, Salimpaung and Tajung Baru Districts. In 2010 there were 3 additional districts of Lintau Buo Utara, Sugayang and Padang Ganting, in 2018 an increase in 1 Rambatan District. Regional food self-sufficiency classes II, namely Lintau Buo District, Lima Kaum and X Koto.
Penentuan Wilayah Prioritas Penanganan Genangan di Kota Padang Gilang Samudra; Ahyuni Ahyuni
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.563 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i6.784

Abstract

Inundation is one of the problems faced in urban areas, one of which occurs in the Padang City with the main cause that is not functioning optimally the urban drainage system. To reduce waterlogged areas, it is necessary to determine priority areas for inundation management so that population activities are not disrupted and do not cause economic or environmental disruption. This study aims to determine 1) the potential for inundation in Padang City and 2) the priority area for inundation handling in Padang City. Potential inundation in Padang City was analyzed by a rational method that produced a prediction of surface runoff which was then overlaid with infiltration rate and drainage capacity. Priority areas will be handled first according to the results of the analysis of inundation potential using the AHP method with parameters referring to the Minister of Public Works Regulation 12/PRT/M/2014 concerning the Implementation of Drainage Systems. The results showed that 1) the potential for inundation in the Padang City occurs when the daily rainfall intensity with an average of 35.55 mm/hour produces a surface flow discharge with a discharge of 1.98 m3/second - 274.20 m3/second, while drainage is only able to accommodate the highest discharge of 127.37 m3/second there are even areas that do not have drainage systems, and low infiltration rates. The highest potential occurs in the Batang Arau watershed covering an area of ​​5730.04 Ha 2) Priority areas are scattered in each watershed in Padang City, where in the Air Dingin Watershed there are 3 sub-watersheds, Batang Arau watershed has 10 sub-watersheds, Batang Kandih watershed has 8 sub-watersheds, Batang Kuranji watershed has 8 sub-watersheds, Sungai Watershed Bananas have 2 sub-watersheds, and in Timbalun watershed there are 3 sub-watersheds which are priority areas for inundation management in areas of potential inundation. Whereas the priority areas for inundation management in the existing inundation area are the Batang Arau watershed with 3 sub-watersheds, Batang Kuranji watershed with 8 sub-watersheds, and Timbalun watershed with 2 sub-watersheds.
Analisi Usaha Tani Jeruk Siam Gunuang Omeh (JESIGO) Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Petani di Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota ilham fani; Ratna Wilis
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.233 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i6.759

Abstract

This article was Written to analyze income, efficiency level, and marketing network of Gunuang Omeh Conjoined Orange Farming Business in Gunuang Omeh District, Lima Puluh Kota Regency. This type of research uses descriptive methods with a quantitative approach. The population in this study was 1,346 conjoined orange farmers in Gunuang Omeh District Lima Puluh Kota Regency. Sampling in this study used the Slovin formula so that 93 respondents were obtained by farmers. The result of research relating to the Gunuang Omeh Conjoined Orange Farming Business are as follows: 1)The average income of citrus farmers in the District of Gunuang Omeh is Rp 1,454,679 in one mont. 2) The level of efficiency obtained by farmers from the farming of tangerines in the Subdistrict of Gunuang omeh 1.52, meaning that the business of tangerines is efficient for farmers. 3) the marketing network of the Gunuang Omeh Conjoined Orange Farm Business, the First marketing network (farmer-collector-retailer-consumer) and second marketing nedwork (the farmer-consumer).
R riang wirastin harefa; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.174 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i6.613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Persebaran nilai percepatan tanah maksimum (PGA) dari sumber gempa subduksi pada segmen Nias-Simeuleu dan segmen Batu di Kota Gunungsitoli. 2) Sebaran tingkat bahaya wilayah terhadap bencana gempa bumi di Kota Gunungsitoli. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan analisis spasial. Analisis deskriptif kuantitatif bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang daya yang telah diperoleh. Sedangkan analisis spasial bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sebaran tingkat dan tipe bahaya wilayah Kota Gunungsitoli. Metode yang digunakan dalam analisis spasial adalah metode overlay serta pembobotan yang mengacu pada Permen PU No. 21 Tahun 2007. Hasil perhitungan nilai percepatan tanah maksimum atau Peak Ground Acceleleration (PGA) dengan metode DSHA didapatkan variasi rentang antara 204,80 gal - 290,74 gal. Nilai percepatan tanah maksimum (PGA) pada kelompok nilai yang tertinggi memiliki luas wilayah 3964, 87 Ha. Sedangkan nilai percepatan tanah maksimum (PGA) pada kelompok nilai yang terendah memiliki luas 96,88 Ha. Persebaran tingkat bahaya wilayah terhadap bencana gempa bumi di Kota Gunungsitoli terdiri dari tiga kelas, yaitu bahaya rendah, sedang dan tinggi. Bahaya wilayah rendah (tipe A) tersebar di Kecamatan Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi dan Kecamatan Gunungsitoli Selatan dengan luas wilayah keseluruhan yaitu 4251,002 Ha. Bahaya wilayah sedang (tipe B dan C) tersebar di Kecamatan Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kecamatan Gunungsitoli Selatan dan Kecamatan Gunungsitoli Utara dengan luas wilayah keseluruhan yaitu 20362,679 Ha. Bahaya wilayah tinggi (tipe D dan E) yang tersebar di Kecamatan Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, dan Kecamatan Gunungsitoli Utara dengan luas wilayah keseluruhan yaitu 3173,125 Ha.
potensi pengembngan objek wisata di kabupaten kuantan singingi provinsi riau. rahayu putri ningsy; Ahyuni ahyuni
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.797 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i6.704

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui potensi internal objek wisata di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, (2) mengetahui potensi eksternal objek wisata di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, (3) mengetahui potensi pengembangan objek wisata di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Sampel pada penelitian ini adalah total sampling dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Teknik analisis yang digunakan adalah scoring dan analisis tipologi. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) Objek wisata di Kabupaten Kuantan Singingi ini memiliki empat perioritas utama dalam potensi pengembangannya. Objek wisata yang menjadi perioritas utama dalam potensi pengembangannya yaitu objek wisata Waterpark. (2) Empat objek wisata yang menjadi perioritas kedua dalam potensi pengembangannya. Objek wisata tersebut Adalah Air Terjun Guruh Gemurai, Danau Seroja, Danau Sei Soriak, Dan Danau Baru. (3) Tujuh objek wisata yang menjadi perioritas ke tiga dalam potensi pengmebangnnya. Objek wisata tersebut adalah Ngarai Batang Ogan, Panorama Bukik Cokiak, Pesona Rawang Bonto, Danau Cekdam, Danau Sikuran, Danau Panjang, Dan Tabijo Sei Tepi. (4) Satu objek wisata yang menjadi perioritas keempat dalam potensipengembangannya yaitu objek wisata Sungai Jernih.
Intrusi Air Laut di Kecamatan Padang Utara sispandi saputra; Ahyuni ahyuni; Endah Purwaningsih
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.635 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i6.756

Abstract

Some parts of the coast of Padang City are found to have brackish ground water whose distribution is getting wider. The purpose of this study is to map the distribution of sea water intrusion in the District of North Padang. Intrusion distribution is mapped based on the value of electrical conductivity (DHL) with the criteria for the level of salinity as determined by Simoen (2000: 23). Sampling was carried out in three villages in the North Padang Subdistrict namely Air Tawar Barat Subdistrict, Ulak Karang Utara and Ulak Karang Selatan with a purposive random sampling technique or random samples as needed, namely 30 samples of residents' well water using EC Meters to measure electrical conductivity and GPS to determine the coordinates of the location of research samples. The data analysis technique used is quantitative descriptive. The results showed that there were wells that were indicated to have experienced sea water intrusion along the coast of North Padang District, which was about 16.6% of the 30 samples tested in the field with four points entered into the classification of brackish water with an Electrical Conductivity value of 832-874 (µmhos / cm) and one point included in the classification of salt water with an Electrical Conductivity value of 3686 (µmhos / cm). Keywords: Electric conductivity, Sea water intrusion.