cover
Contact Name
Ridhoul Wahidi
Contact Email
Ridhoul Wahidi
Phone
-
Journal Mail Official
dhoul_faqoet@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban
ISSN : 20897472     EISSN : 25481711     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban merupakan jurnal keislaman dan peradaban dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2013)" : 8 Documents clear
Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP) Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Nur Komariah
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3611.817 KB) | DOI: 10.28944/afkar.v1i2.46

Abstract

KTSP bahasa Arab adalah sebuah kurikulum yang menekankan pada kompetensi berbahasa yakni kompetensi menyimak, kompetensi berbicara, kompetensi membaca dan kompetensi menulis. Untuk mencapai kompetensi tersebut guru bahasa Arab dituntut untuk dapat menciptakan lingkungan Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) dengan didukung penggunaan media, metode, serta pemilihan materi dan alat evaluasi yang tepat.
RELASI POLITIK PENDIDIKAN DAN POLITIK KEKUASAAN Maimunah Maimunah
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3562.288 KB) | DOI: 10.28944/afkar.v1i2.8

Abstract

Tulisan ini fokus mengkaji tentang hubungan atau relasi politik pendidikan dan politik kekuasaan, dimana ketika pendidikan sudah menjadi bagian dari kepentingan kekuasaan, maka tujuan dari pendidikanpun akan menjadi tidak jelas, kalau boleh dikatakan tak ubah seperti layangan putus, yang tidak tahu kemana arah angin akan membawanya, jangankan ingin memberi angin segar bagi keberlangsungan suatu bangsa yang carutmarut, pendidikan yang demikian justru hanya akan menjadi agen kepentingan elit politik, yang pada gilirannya tidak mustahil menjadi bom yang siap memporakporandakan bangsa ini. Oleh karenanya, pendidikan sebagai bentuk pelaksanaan konsep kekuasaan Negara perlu dirumuskan peranannya agar terdapat keseimbangan antara kebebasan individu serta keterikatan individu sebagai warga negara dalam wadah persatuan Indonesia. Sebab, proses pendidikan yang sebenarnya adalah proses pembebasan dengan jalan memberikan kepada peserta didik kesadaran akan kemandirian atau memberikan kekuasaan kepadanya untuk menjadi individu.
Aplikasi Teknologi Di Dalam Proses Pengajaran Dan Pembelajaran Subjek Pengajian Islam Berasaskan Masalah (PBL): Suatu Perkongsian, Analisa Dan Aspek Cabaran Semasa Di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia Rafiuddin Afkari
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3595.286 KB) | DOI: 10.28944/afkar.v1i2.42

Abstract

Pengajian Islam di UTHM mengambil tempat yang lebih baik, sama ada dari segi sumber, pengajar, pelajar, institusi yang menawarkan dan mendapat sambutan daripada masyarakat awam. Selain daripada bertambahnya bilangan mereka yang berminat mengajar dan belajar serta mengadakan kajian dan penyelidikan mengenainya, bidangnya semakin meluas dalam aspek semasa.
Peranan Pendidikan Agama Dalam Keluarga Terhadap Pembentukan Kepribadian Anak-Anak nurmadiah nurmadiah
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3573.824 KB) | DOI: 10.28944/afkar.v1i2.6

Abstract

Dalam kehidupan manusia, pendidikan memiliki peranan penting dalam membentuk generasi mendatang. Dengan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas, bertanggung jawab dan mampu meng-antisipasi masa depan. Pendidikan dalam maknanya yang luas senantiasa menstimulir, menyertai perubahan-perubahan dan perkembangan umat manusia. Selain itu, upaya pendidikan senantiasa menghantar, membimbing perubahan dan perkembangan hidup serta kehidupan umat manusia. Keluarga merupakan sebuah pondasi dan institusi yang paling dicintai dalam Islam. Untuk menciptakan keluarga yang baik, pendidikan agama memiliki peran penting dalam pembentukannya. Pendidikan agama di lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pembentukan kepribadian bagi anak-anak, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Agar anak-anak memiliki kepribadian yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga. Pro ses pembinaan nilai-nilai agama dalam membentuk kepribadian anak-anak dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir diperkenalkan dengan kata-kata thoyyibah,  kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya (ma’rifatullah). Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain-lainnya. Kepada anak-anak juga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar dan lain-lainnya. Selain itu, agar anak-anak memiliki nilai-nilai moral yang baik di dalam keluarga, khususnya antara ibu dan bapak harus menjaga harmonisasi hubungan antara keduanya dan harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya.
Model Pembelajaran Nabi Muhammad SAW (Hiwar , Analogi , Tashbih, dan Amtsal) Irjus Indrawan
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3731.14 KB) | DOI: 10.28944/afkar.v1i2.43

Abstract

Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Adapun untuk menerapkan model tersebut dijabarkan kedalam bentuk metode pembelajaran yang merupakan prosedur, urutan, langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Maka dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan, yang mana satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT kepada umatnya untuk menanamkan ilmu sekaligus mensucikan jiwa. Mensucikan berarti membersihkan dari sifat buruk dengan pengajaran dan pendidikan serta memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat. Nabi Muhammad apabila dikaitkan dalam dunia pendidikan, beliau adalah sosok pendidik yang sempurna dalam segala aspek. Beliau adalah pendidik yang telah memberikan contoh atau model pembelajaran yang sangat akurat, dengan memperhatikan situasi dan kondisi. Model pembelajaran Nabi Muhammad terhadap para sahabat adalah Hiwar, Analogi, Tashbih, dan Amtsal .
Konsep Pendidikan Jiwa Dalam Al-Qur’an Najamuddin Mardianah
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5115.265 KB) | DOI: 10.28944/afkar.v1i2.44

Abstract

Al-Qur’an dalam surat Asy-Syams ayat ke delapan menyampaikan bahwa setiap jiwa manusia sudah diilhami potensi ketakwaan dan kejahatan (fujur) dengan konteks qur’ani muncul dua pendidikan jiwa yang mendasar yaitu metode ihktila’ dan muhãsabah akan mengantarkan kepada pemahaman esensi kehidupan. Konsep Jiwa dalam AlQur’an adalah sebuah Solusi Qur’ani untuk Penciptaan Kesehatan Jiwa dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam, merupakan tambahan pada khasanah psikologi sekaligus pendidikan Islam.K
Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur’an Muhammad Makmun
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3662.449 KB) | DOI: 10.28944/afkar.v1i2.45

Abstract

نآرقلا  يف  ةيبرتلا  موهفم  يف  ثحبت  ةلاسرلا  هذهيعوضوملا نراقملا جهنملاب ثحبلا للاخ نمو ،ميركلاةيتلآا  تافشتكملا  ضعب  ثحابلا  دجو ( : ىلولأا ) نإ يساسلأا  فدهلا غييصت  وه  نآرقلا  يف  ةيبرتلا  نمنم  ىجريف  ،ايوبرت  اكولس  كلسي  يذلا  لماكلا  ناسنلإاءايحلإو هريغلو هسفنل عفني نأ لماكلا ناسنلإا اذه لثمةيوايندلاو  ةينيدلا  هتايح  يف  ةيملاسلإا  ميلاعتلا .( ةيناثلا ) ىلاعت للها سياقم نم سايقم يه ةيبرتلا نإدابع  تاجرد  اهب  للها  عفر  يتلا مهم  ساسأ  ةيبرتلاف  ،هةينيدلا  هتايح  يف  يف  نمؤملا  ةجرد  ةعفر  يفةيوايندلاو ( . ةثلاثلا ) اهنم  ىجري  نآرقلا  يف  ةيبرتلا  نإيف  هادأ  دبلا  اممف  ،تاملظلا  نم  اهلوح  ام  ئيضت  نأجهنمو  يراوح  جهنم  اهنم  جهانم  ةيبرتلل  نأ  ةيبرتلاارج ملهو يصصف جهنمو يليثمت
Eksistensi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terpadu Asmariani Asmariani
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3537.263 KB) | DOI: 10.28944/afkar.v1i2.7

Abstract

PAUD adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembanagan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. PembinaanPAUD perlu dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi, agar kemampuan anak dapat berkembang sesuai dengan usianya.Program PAUD Terpaduadalah program layanan pendidikan bagi anak usia dini yang menyelenggarakan lebih dari satu program PAUD (TK, KB, TPA, SPS) dalam pembinaan, penyelenggaraan dan pengelolaannya dilakukan secara terpadu atau terkoordinasi. Eksistensi PAUD terpadu merupakan sebuah jawaban permasalahan Pendidikan pada suatu komunitas di daerah maka dibutuhkan kerja ekstra dalam membangun agar keberlangsungan dan eksistensi Paud tersebut dapat tercapai sehingga layanan anak dapat terpenuhi. Dalam penyelenggaraan PAUD Terpadu tidak terlepas peran dari pada Masyarakat dan steakholder yang ada didaerah setempat.Peran serta masyarakat diwujudkan dalam bentuk kerja samadan dukungan antara lembaga PAUD, masyarakat dan pemerintah sehingga dapat memenuhi kebutuhan anak di usia PAUD secara optimal sehingga menjadikan generasi mendatang memiliki karekter yang mumpuni.

Page 1 of 1 | Total Record : 8