Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1: Februari 2017"
:
13 Documents
clear
Hubungan Anemia dengan Kekuatan Otot Genggaman Tangan pada Pasien Hemodialisis Kronik di RSUDZA Banda Aceh
Randy Yemigoe;
Maimun Syukri;
Sitti Hajar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.36 KB)
Penyakit ginjal kronik/PGK merupakan keadaan dimana terjadi kerusakan fungsi ginjal secara progresif yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus yang berakhir pada gagal ginjal ireversibel. Terapi yang paling banyak diberikan kepada pasien PGK dengan stadium akhir adalah hemodialisis, namun ada beberapa masalah yang sering dikeluhkan oleh pasien hemodialisis tersebut yaitu kelelahan dan kelemahan otot. Kelelahan merupakan gejala dari anemia dan dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot. Kekuatan otot genggaman tangan adalah metode yang umum digunakan sebagai tes fungsi otot rangka pada pasien rawat inap rumah sakit dan telah digunakan secara sukses untuk memperkirakan komplikasi dari suatu penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan anemia dengan kekuatan otot genggaman tangan pada pasien hemodialisis kronik. Penelitian ini merupakan penelitian analytic observational dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling dengan jumlah responden 66 pasien hemodialisis kronik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian ini didapatkan 56,1% responden memiliki anemia ringan dan 43,9% responden memiliki anemia sedang. Hasil analisis dengan uji kolerasi spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan kekuatan otot genggaman tangan (p=0,001, r=-0,748) pada pasien hemodialisis kronik di RSUDZA Banda Aceh. Kesimpulan penelitian ini responden dengan anemia sedang memiliki kekuatan otot genggaman tangan yang lebih lemah dibanding responden dengan anemia ringan.
Hubungan Perilaku Agresif Pasien dengan Stres Perawat Rumah Sakit Jiwa Aceh
Rauzia Azalia;
Juwita Saragih;
Ratna Idayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.822 KB)
Perilaku agresif adalah perilaku yang dijalankan oleh individu dengan maksud melukai atau mencelakakan individu lain dengan atau tanpa tujuan tertentu. Pasien dengan gangguan kejiwaan dapat bertindak agresif. Perawat adalah orang yang sering ditargetkan dan dilibatkan dalam peristiwa perilaku agresif. Hal ini tidak menutup kemungkinan untuk terjadi stres pada perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku agresif pasien dengan stres perawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan responden berjumlah 111 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat yang pernah mendapatkan perilaku agresif dari pasien adalah berjumlah 88 orang (79,3%) dan yang tidak pernah mendapatkan perilaku agresif dari pasien berjumlah 23 orang (20,7%). Perawat yang mengalami stres ringan sebanyak 56 orang (50,5%), stres sedang 22 orang (19,8%) dan yang tidak stres berjumlah 33 orang (29,7%). Berdasarkan hasil tabulasi silang didapatkan bahwa perawat yang pernah mengalami perilaku agresif dari pasien berjumlah 88 orang. Dari 88 perawat yang pernah mengalami perilaku agresif, 48,9% mengalami stres ringan. Sedangkan perawat yang dikategorikan tidak pernah mengalami perilaku agresif dari pasien, 56,5% juga mengalami stres ringan. Hasil uji statistik Chi Square pada interval kepercayaan 95% dengan nilai α = 0,05 menunjukkan p value 0,020 sehingga hipotesis penelitian diterima yang berarti bahwa terdapat hubungan signifikan antara perilaku agresif pasien dengan stres perawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh.Kata kunci: Perilaku Agresif, Pasien, Stres Perawat
Perbandingan Antara Penggunaan Antipsikotik Atipikal Terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Skizofrenia di BLUD RSJ Aceh
Afra Chaula;
Malawati .;
Teuku Mamfaluti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.316 KB)
Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan neurotransmiter di otak. Diyakini penggunaan antipsikotik atipikal pada skizofrenia dapat meningkatkan kadar gula darah sewaktu melalui efek resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara 2 jenis antipsikotik atipikal terhadap peningkatan kadar gula darah sewaktu pada pasien skizofrenia di BLUD RSJ Aceh. Desain penelitian ini adalah analitik cohort. Responden penelitian adalah 30 orang. Responden diambil dengan metode total sampling. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji T tidak berpasangan. Penelitian memperoleh data perbedaan rata-rata dari kadar gula darah sebelum dan setelah mengkonsumsi clozapin adalah 27,375 mg/dl, sedangkan perbedaan rata-rata sebelum dan mengkonsumsi risperidon adalah 12,5 mg/dl. Hasil analisis data menunjukan p value sebesar 0,031. Kesimpulan dari penelitian, clozapin dapat meningkatkan kadar gula darah sewaktu lebih tinggi dibandingkan dengan risperidon pada pasien skizofrenia di BLUD RSJ Aceh
Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dan HbA1c dengan Derajat pH Saliva pada Pasien Diabetes Melitus di RSUDZA Banda Aceh
M. Hikmawan Priyanto;
Rusdi Andid;
Tjut Mariam Zanaria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.51 KB)
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit yang ditandai kondisi hiperglikemik persisten disebabkan oleh defek pada sekresi insulin, aksi insulin, atau keduanya. Diabetes melitus tidak terkontrol ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi dan HbA1c yang tinggi, dapat menyebabkan penurunan dari keasaman saliva. Mulut yang kering merupakan komplikasi dari diabetes melitus dan salah satu penyebab dari perubahan pH saliva menjadi asam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar gula darah sewaktu dan HbA1c dengan derajat pH saliva pada pasien diabetes melitus di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional dan telah dilakukan pada bulan September - Oktober 2016 dengan jumlah responden 43 orang. Hasil uji analisis untuk hubungan kadar gula darah sewaktu dengan derajat pH saliva menggunakan analisis korelatif spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah sewaktu dengan derajat pH saliva (p = 0,347), sedangkan hasil uji analisis korelatif spearman untuk hubungan HbA1c dengan derajat pH saliva menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,001). Berdasarkan penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan kadar gula darah sewaktu dengan derajat pH saliva, hal ini dapat disebabkan kadar gula darah sewaktu yang fluktuatif. Sedangkan HbA1c dengan derajat pH saliva menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan, hal ini berkaitan dengan salah satu komplikasi pada DM yang menyebabkan laju sekresi saliva lambat dan menjadikan keasaman di dalam mulut meningkat.Kata Kunci :Diabetes melitus, pH saliva, kadar gula darah sewaktu, HbA1c.
Hubungan Derajat Stroke Terhadap Status Kognitif Pada Pasien Stroke Iskemik Di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
Mafruzah Nanda Putri;
Endang Mutiawati;
Wilda Mahdani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.41 KB)
Stroke merupakan suatu penyakit serebrovaskular akibat penurunan atau terhentinya aliran darah ke otak. Penderita stroke biasanya akan mengalami kerusakan fungsi kognitif tergantung dengan derajat stroke yang dideritanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan derajat stroke terhadap status kognitif pada pasien stroke iskemik di Poliklinik Saraf RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2016.Penelitian ini menggunakan instrumen National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) dan Mini Mental State Examination (MMSE).Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Sampel berjumlah 40 orang yang terdiri dari 24 orang (60,0%) pria dan 16 orang (40,0%) wanita dengan karakteristik responden usia diantara 56-65 tahun sebanyak 21 orang (52,5%), lulusan SMA sebanyak 20 orang (50,0%), memiliki riwayat hipertensi sebanyak 21 orang (52,5%) dan riwayat merokok sebanyak 22 orang (55,0%). Hasil penelitian didapatkan 22 orang (55,0%) mempunyai derajat stroke sedang dan 19 orang (47,5%) mengalami gangguan kognitif ringan. Terdapat hubungan yang kuat antara derajat stroke dengan status kognitif (p = 0,000, r = 0,603). Kesimpulannya terdapat hubungan yang kuat antara derajat stroke terhadap status kognitif pada pasien stroke iskemik di Poliklinik Saraf RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
HUBUNGAN LAMA HEMODIALISIS DENGAN KEJADIAN AMENORE SEKUNDER PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH DAN RSUD TGK.CHIK DITIRO SIGLI
Dewi Yulianti Prastiwi;
Desi Salwani;
Saminan .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.985 KB)
Gagal ginjal kronik (GGK) ialah kerusakan pada struktur dan fungsi ginjal 3 bulan dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) 60 ml/menit/1,73 m2 yang bersifat progresif danireversible. Salah satu terapi bagi penderita GGK ialah hemodialisis (HD). Namun, lama hemodialisis dapat berpengaruh pada perubahan siklus menstruasi yaitu menjadi berkurang bahkan berhenti atau amenore sekunder pada pasien GGK yang berjenis kelamin perempuan sebab hemodialisis akan mempengaruhi hormon estrogen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama hemodialisis dengan kejadian amenore sekunder pada pasien GGK di Ruang Hemodialisis RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, Klinik Ginjal Nadhira Banda Aceh dan RSUD Chik Ditiro Sigli. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan telah dilakukan pada bulan Mei-Juni 2016 dengan jumlah responden 33 orang, 14 responden mengalami amenore sekunder dan 19 responden tidak mengalami amenore sekunder. Hasil analisis komparatif dengan uji Chi-Squaremenunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama HD dengan kejadian amenore sekunder (p = 1,000) pada pasien GGK. Maka, persentasi angka kejadian amenore sekunder pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani HD 42,4 % dan salah satu faktor risiko kejadian amenore sekunder ialah hemodialisis (HD).
HUBUNGAN KADAR ALBUMIN SERUM DENGAN KEKUATAN OTOT GENGGAMAN PADA PASIEN KANKER DI RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Tharifa Nabila;
Desiana .;
Benny Kurnia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.011 KB)
Malnutrisi kanker menyebabkan peningkatan metabolisme energi dalam tubuh. Proses tersebut akan mengakibatkan penurunan konsentrasi protein dan massa sel tubuh. Penurunan sintesis protein yang berkelanjutan mempengaruhi fungsi sel otot dan penurunan massa sel otot rangka. Tes kekuatan otot genggaman tangan merupakan metode yang valid, sederhana dan reliabel untuk menggambarkan kekuatan otot secara keseluruhan. Disisi lain, albumin merupakan protein penting dalam tubuh dan banyak digunakan dalam penilaian status nutrisi karena sifatnya yang objektif dan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar albumin serum dengan kekuatan otot genggaman pada pasien kanker di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Subjek penelitian ini adalah pasien kanker rawat inap yang akan menjalani terapi di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Kadar albumin serum dilihat dari hasil pemeriksaan laboratorium terakhir sebelum terapi. Kekuatan otot genggaman diukur dengan electronic handgrip dynamometer model EH101. Hasil penelitian dari 35 sampel menunjukkan bahwa kelompokjenis kelamin perempuan, kelompokusia 40-49 tahun, penderita kanker ovarium, dan menjalani kemoterapi paling banyak ditemukan. Rerata kadar albumin serum didapatkan 3,55+0,66. Rerata kekuatan otot genggaman pada pasien laki-laki 21,28+8,79 dan pada pasien perempuan 18,67+7,16. Hasil uji korelasi Pearson didapatkan hubungan yang signifikan dengan arah korelasi positif (p=0,025 dan r=0,640 untuk laki-laki; p=0,000 dan r=0,688 untuk perempuan) antara kadar albumin serum dengan kekuatan otot genggaman.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L) Terhada Isolat Klinis Klebsiella penumoniae Secara Invitro
Fitra Hayati;
Mudatsir .;
Safarianti .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.611 KB)
Meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap antibiotik menjadi salah satu masalah kesehatan dunia.Salah satu bakteri resisten antibiotik yang sering ditemukan dipelayanan kesehatan dan masyarakat adalah Klebsiella pneumoniae yangresisten antibiotik golongan β Laktam (ESBL Klebsiella pneumoniae). Kencur (Kaempferia galanga.L) merupakan salah satu tanaman herbal, memiliki kandungan zat kimia aktif yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antibakteri ekstrak etanol rimpang kencur (Kaempferia galanga. L) terhadap pertumbuhan isolat klinis bakteri ESBL Klebsiella pneumoniae. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 kelompok perlakuan dengan 4 kali pengulangan. Perlakuan terdiri dari ekstrak etanol rimpang kencur konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%, dengan kontrol negatif akuades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang kencur dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan ESBL Klebsiella pneumoniae dengan diameter zona hambat rata-rata 6,38mm, 6,90mm, 8,21mm, dan 9,52mm sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan daya hambat. Hasil analisis data dengan ANOVA (p0,05) dan uji Duncan menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata antara perlakuan dan kontrol negatif. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang kencur memiliki daya hambat terhadap Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL dengan kategori sedang.
Hubungan Diabetes Mellitus dan Non-Diabetes Mellitus Dengan Survival Rate Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Manjalani Hemodialisis di RSUDZA Banda Aceh Periode 2011-2015
Nurul Fitria;
Maimun Syukri;
Juwita Saragih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.612 KB)
Chronic renal failure is a global health problem that is important to be noted because its prevalence continues to increase rapidly. Patient with chronic renal failure require renal replacement therapy in order to maintain their life (survival rate), one of the renal replacement therapies is hemodialysis. The Causes of chronic renal failure such as diabetes mellitus and non-diabetes mellitus are important factory associated with survival rate of patients undergo hemodialysis therapy. The aims of this study is to determine the relationship between diabetes mellitus and non-diabetes mellitus with the survival rate of chronic renal failure patients who undergo hemodialysis therapy. This study was an analytical observational study with cross sectional design approach. Data were obtained from medical records of patient who undergo hemodialysis therapy in Banda Aceh RSUDZA period 2011-2015. The samples were taken by using total sampling with total of respondents are 92 people. Data were analyzed using chi-square or if not fulfilled the requirements, then it will be tested with Fisher’s Exact Test. Statistically the result of chi-square test with alternative test Fisher’s Ecaxt Test showed that the p value=0,000 (0,05).
Hubungan Persepsi Anak Terhadap Peran Ibu dengan Tingkat Cemas Saat Menstruasi Pertama (Menarche) Pada Pelajar Kelas VII SMPN 1 Simpang Kiri Subulussalam Tahun 2016
Syelza Sisilia;
Syahrul .;
Taqwallah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.428 KB)
The important occurrence that will happen to the girl who will hit puberty is menarche (first stage of menstruation), normally menstruation will start from young age to adult during her lifetime. Menstruation that often experienced by adult woman surely not a big problem. But it is a problem to a young woman, especially when it’s first menstruation they ever had. Not often for a young women who are not ready yet become anxious and stressed. Many things that caused the fear , one of them is Mother’s role to educate her daughter about menstruation. Education that given by her mother affects her daughter knowledge about menstruation, it could be misunderstood, probably menstruation known as a disease or a wound when the first time her daughter experienced it. This research intend to discover either there’s relation, children’s perception of mother’s role about menstruation with anxiety level on menarche. Research’s design is observasional analysis with cross-sectional matching. Sampling methods taken with total sampling of 57 respondents. Data collection held on 18th July 2016 in SMPN1 Simpang Kiri, Subulussalam. Using a questioner that designed by the researcher and has ben validated, lists in 10 questions and using also HARS scale modification. Collection data technique done by distribute the questioner and leading interview using HARS scale modification to measure the relation between children’s perception of mother’s role and anxiety during menarche. The result of data analysis using chi-square test found p-value 0,002, then p-value0,05 . This result shows us that there is a relation between children’s perception of mother’s role and anxiety level during menarche for 7th grade student in SMPN 1 Simpang Kiri Subulussalam on 2016