cover
Contact Name
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi
Contact Email
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi
Phone
-
Journal Mail Official
labsosiologifisip@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi
ISSN : 25499467     EISSN : 26157500     DOI : -
Dialektika Masyarakat : Jurnal Sosiologiadalah peer-review jurnal yang diterbitkan secara periodik (Mei dan November) secara cetak dan online oleh Laboratorium Sosiologi Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret (UNS). Jurnal ini lahir berdasarkan surat keputusan Kepala Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta Nomor: 209/UN27.05.6.3/PB/2017 tertanggal 21 April 2017.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
ORKHESTRA JALANAN DI KOTA TENTANG MENJADI PENGAMEN, ORGANISASI SOSIAL DAN EKSISTENSI DALAM KEHIDUPAN KOTA Drajat Tri Kartono
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang fenomena kehidupan pengamen jalanan di Surakarta. Melalui pendekatan Sosiologi Musik, Fenomena ini dilihat bukan sebagai kegiatan pekerja musik individual namun lebih dilihat sebagai kolektivitas. Orchestra jalanan kegiatan bekerja dan melakukan ekspresi musik secara kolektif dalam pertunjukkan orchestra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan sesorang mengambil peran dan identitas sebagai pengamen, upaya pengamen mengorganisir diri dan manfaat dari organisasinya serta, hubungan pengamen dengan pemerintah kota dalam mempertahanakan eksistensinya di kota. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan strategi pendekatan fenomenologi. Teknik penetapan informan secara snowball, penelitian telah mewawancari pengamen, pengelola organisasi pengamen, lembaga swadaya masyarakat yang mendampingi pengamen dan juga aparatur pemerintah. Studi ini bersifat eksploratif yang berusaha melakukan diskripsi terhadap kehidupan pengamen di perkotaan secara keseluruhan dari keberadaannya secara individu, kelompok dan anggota masyarakat kota. Hasil penelitian ini menunjukan representasi pengamen di Surakarta merupakan rangkaian panjang dari perubahan struktur perekonomian: keterbatasan serapan dunia kerja, sempitnya lapangan kerja juga kebijkanan Pemutusan Hubungan Kerja. Pengamen memaknai diri mereka sebagai sebuah konsekuensi keterbatasan dunia kerja. Organisasi pengamen memainkan peran penting dalam perlindungan pengamen di Surakarta. Daya tahan (eksistensi) pengamen untuk tetap tampil dijalanan sebagian besar tidak ditentukan oleh selera masyarakat namun karena keberanian pengamen untuk terus mengamen ditengah suasana kota yang tidak mendukung.
TINJAUAN TEORITIS TENTANG IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Sudarsana Sudarsana
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan bisnis perusahaan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Untuk mengoptimalkan dampak positif serta meminimalkan dampak negatif maka perusahaan berkomitmen untuk mengembangkan etika dan praktik bisnis yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas ekonomi, sosial dan lingkungan melalui kegiatan Tanggung jawab Sosial Perusahaan/TSP (Corporate Social Responsibility/CSR). Artikel ini memaparkan perkembangan pola kontribusi perusahaan dalam masyarakat yang bersifat tradisional hingga lahirnya konsep TSP yang dianggap paling bermanfaat bagi masyarakat. Peneliti sebelumnya memaparkan beberapa kategori pelaksanaan TSP dilihat dari motivasinya seperti: Hu, dkk (2013) membaginya dalam tiga kategori yaitu altruism, strategic choice, dan greenwashing dan Zaim, dkk (2004) dalam tiga kategori yaitu karikatif, filantropis, dan kewargaan. Pelaksanaan TSP di Indonesia berpijak pada beberapa peraturan perundang-undangan seperti Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas mewajibkan pelaksanaan kegiatan TSP hanya bagi perusahaan yang menjalankan usahanya yang berkaitan dengan sumberdaya alam. Meski begitu, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup secara implisit mewajibkan perusahaan yang bergerak dibidang lain untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat. Kreitner (2009) membagi strategi pelaksanaan TSP menjadi empat, yaitu: Strategi Reaktif, Strategi Defensif, Strategi Akomodatif, Strategi Proaktif. Pemilihan strategi ini secara tidak langsung mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyelenggarakan TSP sehingga pihak-pihak terkait seperti masyarakat dan pemerintah dapat memberikan reward and punishment
TINDAKAN SOSIAL PENGUSAHA KERAJINAN LOGAM DALAM MEMPERTAHANKAN KEBERLANGSUNGAN USAHA (Studi Kasus di Sentra Industri Kerajinan Logam Desa Tumang) Ghufronudin Ghufronudin
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdagangan bebas yang memungkinkan adanya persaingan industri dagang yang berat bisa mengancam keberlangsungan industri kerajinan logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan internal dan eksternal yang dihadapi pengusaha dalam menjaga kelangsungan usaha serta strategi yang dilakukan pengusaha dalam menjaga kelangsungan usaha. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini dilaksanakan di Sentra Industri Kerajinan Logam Desa Tumang dengan informan yang dipilih dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas data dengan triangulasi sumber, kemudian dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan internal yang dihadapi pengusaha kerajinan logam dalam menjaga kelangsungan usaha meliputi persoalan manajemen sumber daya manusia, jaringan usaha dan persoalan iklim persaingan usaha di antara pengusaha kerajinan logam. Persoalan eksternal meliputi persoalan memperoleh peluang dan memperbesar pangsa pasar, mengakses sumber permodalan serta kurang terpadunya pembinaan pemerintah. Tindakan sosial yang dilakukan pengusaha dalam mempertahankan keberlangsungan usaha meliputi tindakan rasioanal instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan tradisional dan tindakan afektif.
ANALISIS PENGARUH KREDIT USAHA RAKYAT TERHADAP SUSTAINABILITY PROFIT DENGAN LOKASI USAHA SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA UMKM DI KABUPATEN NGAWI Muhamad Agus Sudrajat; Liliek Nur Sulistiyowati
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh terhadap sustainability profit dan untuk membuktikan secara empiris lokasi usaha dalam memoderasi antara kredit usaha rakyat terhadap sustainability profit pada UMKM di Kabupaten Ngawi. KUR merupakan kredit atau pembiayaan kepada UMKM dalam bentuk pemberian modal kerja dan investasi yang didukung fasilitas penjaminan untuk usaha produktif. Diharapkan dengan pemberian KUR dari PT.Bank Rakyat Indonesia, Tbk Cabang Ngawi, UMKM dapat mempersiapkan diri agar mampu bersaing baik secara keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif untuk bersaing dalam perdagangan bebas dengan melakukan proses produksi dengan produktif dan efisien, menghasilkan produk yang sesuai dengan frekuensi pasar global dengan standar kualitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Ngawi. Sampel dipilih sebanyak 53 responden dengan menggunakan metode purposive random sampling pada Industri Unggulan Tempe dan Keripik Tempe di Desa Karang Tengah Prandon (Dusun Cabean, Dusun Prandon dan Dusun Sadang) Kabupaten Ngawi. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah field research. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi). Sedangkan untuk pengujian hipotesis menggunakan uji t dan koefisien determinasi (R²) dengan perhitungan statistik regresi linier berganda.yaitu: SP = α + β1 KUR + β2 LU + β3 KUR*LU+ e. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, KUR berpengaruh signifikan terhadap sustainability profit, sedangkan lokasi usaha tidak dapat memoderasi hubungan antara KUR terhadap sustainability profit pada UMKM Industri Unggulan yang ada di Kabupaten Ngawi.
UPAYA MEMBANGUN KEMITRAAN DALAM PENGELOLAAN SUNGAI YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN Siti Zunariyah
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sungai yang terdiri atas konservasi sungai, pengembangan sungai dan pengendalian daya rusak sungai dilakukan dengan melibatkan instansi teknis, swasta maupun masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan sungai. Salah satu pendekatan yang dapat ditempuh adalah dengan menjalin kemitraan diantara pihak yang berkepentingan dan memastikan pengelolaan sungai yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini menggunakan studi eksplorasi pada tahun pertama. Teknik observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan Focus Group Discussion (FGD) dikembangkan dengan mengeksplorasi strategi pengelolaan sungai yang berbasis kemitraan dan berwawasan lingkungan. Adapun untuk kebutuhan penelitian ini maka akan dipilih Kota Surakarta sebagai sebagai lokasi studi dengan pertimbangan bahwa kota ini memiliki 4 sungai utama dan melintasi  43 kelurahan dari 55 kelurahan yang ada. Kondisi sungai di Kota Surakarta terus mengalami degradasi yang disebabkan oleh cara pandang masyarakat yang menempatkan sungai sebagai halaman belakang sekaligus tempat untuk membuang sampah maupun limbah rumah tangga maupun industri. Oleh karena itu berbagai upaya dilakukan melalui serangkaian kebijakan dan program pemerintah untuk mengurangi persoalan terkait dengan sungai. Peran serta masyarakat juga dilakukan dengan berbagai inisiatif maupun program yang dibentuk oleh pemerintah yang berasal dari beberapa kementrian atau Dinas. Kemitraan yang terbangun terlihat antara Dinas dengan komunitas peduli sungai yang menjadi bentukannya. Inisiatif dan gagasan program masih bersumber dari pemerintah, sementara komunitas atau warga berfungsi sebagai pelaksana program. Upaya mendorong kemitraan dalam pengelolaan sungai perlu terus dilakukan dan dikawal agar kepentingan masing-masing pihak baik pemerintah atau masyarakat dapat terkoordinasi dan terkoneksi dengan baik.
MENGHIDUPI TOLERANSI, MEMBANGUN KEBERSAMAAN RB. Soemanto
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toleransi bagian etika sosial yang melandasi sikap dan perbuatan yang tenang di atas   kebaikan dan kebenaran dalam interaksi sosial bersama. Etika sosial menghidupkan sikap dan perilaku toleran, menghidupi   serta mengagungkan kebaikan dan kebenaran di   masyarakat. Pengendalian sebagai pemikiran dan tindakan yang dilandasi nilai etika menurut norma/kaidah sosial dan hukum yang berlaku, sehingga memanifestasikan pencapaian kepentingan bersama. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi pustaka pada literatur buku, jurnal dan data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan individu di masyarakat seperti memilih jenis pendidikan dan   pekerjaan, mengerjakan sesuatu, bekerjasama, bergotong royong, hidup berkeluarga, juga tindakan memilih dan pemberian dukungan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) atau ‘Pesta demokrasi’ adalah keputusan seseorang dan sekelompok orang sesuai dengan keinginannya yang dilakukan secara etis dan moral serta keyakinan baik dan benar;   dengan mempertimbangkan   kepentingan individu maupun bersama. Perbedaan pilihan adalah harga dari kebaikan dan kebenaran relatif yang dikeyakini. Pilihan sebagai   hak dan kewajiban sosial dan hukum seseorang yang dihormati dan diakui.   Pemilihan umum   di Indonesia terindikasi fenomena perebutan kekuasaan melalui partai politik yang sarat dengan praktik ‘money politic’ atau politik uang; proses jual-beli suara pemilih. Para pembeli suara melakukannya untuk pemenangan kontestasi politik itu. Transaksi pilihan seperti itu merendahkan hak orang, rakyat dan martabat kedaulatan rakyat. Pembeli suara menyadari “money politic” untuk memenangkan   perebutan kekuasaan. Mereka   bagian dari unsur anggota, kader dan pengurus partai politik yang sesungguhnya sebagai pelaku pendidikan politik rakyat (warga negara), namun tindakan itu   mencederai nilai dan proses demokratisasi. Kontradiksi status dan peranan dari para stakeholder demokratisasi menunjukkan perilaku politik menyimpang terhadap   pembangunan demokrasi dan kehidupan berbangsa.
HARMONISASI MASYARAKAT ADAT SUKU TENGGER (ANALISIS KEBERADAAN MODAL SOSIAL PADA PROSES HARMONISASI PADA MASAYARAKAT ADAT SUKU TENGGER, DESA TOSARI, PASURUAN, JAWA TIMUR) Okta Hadi Nurcahyono; Dwi Astutik
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.794 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research), pada Komunitas Adat Suku Tengger yang tinggal di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Tujuan dari dari artikel ini untuk: pertama, mengidentifikasi proses harmonisasi antar umat beragama yang terjadi pada komunitas adat Suku Tengger; dan kedua, mencari modal sosial yang ada dalam masyarakat adat dalam proses harmonisasi sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi yang bersifat nonpartisipatif. wawancara mendalam (in-depth interview), dan studi pustaka yaitu dengan cara membandingkan data dengan sumber-sumber tertulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial yang ada dalam masyarakat Suku Tengger berupa kepercayaan, kewajiban dan harapan, norma dan sanksi serta informasi seperti yang dikatakan oleh Coleman mampu menjadi pondasi bagi masyarakat Suku Tengger untuk mencapai harmonisasi di tengah beragamnya kebudayaan yang mereka miliki. Modal social dengan beberapa komponen di dalamnya tercakup dalam sebuah mitologi masyarakat yang berkembang dan dilestarikan oleh masyarakat dalam kesehariannya. Keberadaan mitologi inilah yang kemudian menjadi pengikat yang kuat bagi masyarakat Suku Tengger dengan beragamnya budaya berupa agama, asal, pekerjaan dan profesi khususnya Desa Tosari dalam mencapai tujuan kehidupan yang selaras tanpa memunafikkan keberadaan alam sekitar.
RASIONALITAS PEMILIHAN PROGRAM STUDI RUMPUN SOSIAL-HUMANIORA PADA SBMPTN OLEH SISWA IPA BIMBINGAN BELAJAR BTA 8 CILEDUG Rahmat Saehu
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.951 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena pemilihan program studi rumpun sosial-humaniora pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) oleh siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di Bimbingan Belajar BTA 8 Ciledug, Sudimara Barat, Kota Tangerang. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang yang terdiri dari siswa-siswi IPA yang mengikuti program Super Intensif SBMPTN dengan karateristik yang telah ditentukan dan Staff BTA 8 Ciledug yang terkait dengan program tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah dengan wawancara dan observasi. Validitas data menggunakan validitas sumber dan metode dengan teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemilihan program studi rumpun soshum oleh siswa-siswi IPA merupakan pilihan rasional yang ditentukan dengan pertimbangan untuk mendapatkan tujuan atau keuntungan yang didukung oleh sumber daya yang mereka miliki. Rasionalitas tersebut terbentuk secara individual yang dapat berbeda satu dengan lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8