cover
Contact Name
I Putu Suiraoka
Contact Email
suiraoka@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aditya.pramana.85@gmail.com
Editorial Address
Kampus Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar Jl. Gemitir No. 72 Denpasar Timur, 80237
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science
ISSN : 2087183X     EISSN : 26207605     DOI : https://doi.org/10.33992/jig.v12i3
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science dikembangkan dengan tujuan menampung semua karya ilmiah mahasiswa dan dosen, baik hasil penelitian maupun tulisan ilmiah berupa hasil studi kepustakaan dengan mengedapankan etika dan kemuktakhiran ide. Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science menerima naskah yang berasal dari hasil penelitian atau tinjauan pustaka dengan fokus bidang ilmu gizi dan kesehatan, gizi dan makanan, terkait dengan aspek biokimia, gizi klinis, gizi masyarakat, makanan fungsional, termasuk nutrisi dan informasi dan peraturan makanan.
Articles 240 Documents
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI GIZI PADA PASIEN DM TIPE II DI RSU WISMA PRASHANTI TABANAN Ni Wayan Sukiasih; Badrut Tamam; I wayan Juniarsana
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i2.1595

Abstract

Nutrition education is a form of nutritional intervention that aims to increase knowledge that can change behavior and compliance in undergoing a Diabetes Mellitus diet. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition education on the level of knowledge and fasting blood glucose levels in type II DM patients at RSU Wisma Prashanti Tabanan. The type of research is pre-experimental with one group pretest and posttest design. Respondents in this study were 47 people with type II DM with purposive sampling technique. Nutrition education is to provide knowledge about good and correct eating patterns including dietary principles, dietary goals, dietary requirements, recommended and not recommended foods for ten minutes using leaflet media. Data analysis using Wilxocon test. The results  was: The nutritional knowledge of DM patients in the outpatient polyclinic of RSU Wisma Prashanti Tabanan General, the average score of 74.60 before being given nutrition education increased to 86.70 after being given nutritional education. The fasting blood glucose of DM patients in the outpatient clinic of RSU Wisma Prashanti Tabanan before being given nutrition education was 166.98 mg/dl decreased to 146.38 mg/dl after being given nutrition education. There was a difference in knowledge before and after nutrition education for DM patients at the poly Outpatient RSU Wisma Prashanti Tabanan  obtained p value = 0.000 (p (0.05). There is a difference in blood glucose levels before and after nutrition education in DM patients  RSU Wisma Prashanti Tabanan obtained p value = 0.009 ( p (0.05)Keywords: Blood Sugar Levels, Knowledge and Nutrition Education, Diabetes Mellitus
HUBUNGAN SISA MAKANAN DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI MADRASAH ALIYAH BALI BINA INSANI TABANAN Made Chandra Nirmala Buana
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i1.1275

Abstract

Madrasah Aliyah Bali Bina Insani is one of the educational institutions that conducts food delivery to meet the intake needs of their students. The results of preliminary observations to 20 students showed that no one said that the combination of food served by the hostel was interesting, which would lead to leftovers. This study generally aims to determine the correlation of food waste and macro nutrient intake with the nutritional status of adolescents in Madrasah Aliyah Bali Bina Insani Tabanan. This type of research is observational with crosssectional design. The number of samples in this study were 61 people. The results of the study found that the food waste data obtained the results that all samples (100%) had a little food waste. Then on the intake data, 72.1% had less energy intake, 73.8% had less protein intake, 73.8% had less fat intake, and 73.8% had less carbohydrate intake. In the nutritional status data, 3.3% have underweight nutritional status, 4.9% have over nutritional status, and 8.2% have obese nutritional status. Pearson correlation analysis results showed that there was no significant correlation between food waste with energy (p = 0.136), protein (p = 0.208), fat (p = 0.549), and carbohydrates (p = 0.706). While the Pearson correlation test between macro nutrient intake and nutritional status, it was found that there was a significant correlation between energy intake (p = 0.022), protein (p = 0.028), fat (p = 0.025), and carbohydrate (p = 0.034) with adolescent nutritional status. The hostel is expected to be able to reduce food waste by paying attention to variations in menus and serving food provided to students in order to meet the nutritional needs of students. Keyword : nutritional status, food waste, macronutrient intake
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kunyit (Curcuma longa L.) Terhadap Karakteristik dan Umur Simpan Minuman Sari Kunyit I Gusti Agung Istri Agung Ika Padmi Swari; Anak Agung Nanak Antarini; I Gusti Putu Sudita Puryana
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i2.2173

Abstract

Minuman sari kunyit merupakan minuman berbahan baku utama berupa sari dari rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan ditambahkan dengan bahan pelengkap seperti jahe, sereh, cengkeh, kayu manis, gula merah dan air. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kunyit terhadap karakteristik minuman sari kunyit meliputi mutu organoleptik, kapasitas antioksidan, dan umur simpan. Jenis penelitian yakni Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penambahan ekstrak kunyit dengan perlakuan 2,5 %; 5 %, 7,5 %; 10 % dan 12,5 % v/v. Sampel diuji secara organoleptik dan menganalisis kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH serta melakukan uji pendugaan umur simpan dengan metode ESS (Extended Storage Studies). Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa minuman sari kunyit dengan penambahan ekstrak kunyit sebanyak 2,5 %; 5 %, 7,5 %; 10 % dan 12,5 % v/v berpengaruh nyata (P0,05) terhadap uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, konsistensi, tingkat penerimaan secara keseluruhan, mutu warna, mutu rasa,dan mutu aroma. Konsentrasi penambahan ekstrak kunyit yang terbaik yakni penambahan ekstrak kunyit sebesar 5%, disebabkan karena uji organoleptik memiliki rata – rata tertinggi terhadap warna 3,69 (suka), aroma 3,61 (suka), konsistensi 3,69 (suka), penerimaan secara keseluruhan 3,62 (suka), mutu aroma 2,54 (netral), kapasitas antioksidan yakni 0,050%bb dan berumur simpan 3 hari.
PENGARUH SUBSTITUSI PUREE DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP DAYA TERIMA CILOK Sheylla Tara Audina; Badrut Tamam; I Gusti Putu Sudita Puryana
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i1.1588

Abstract

Cilok, a typical food from Bandung, West Java, generally uses wheat flour and tapioca flour. The purpose of this study was to determine the effect of substitution of Moringa leaf puree (Moringa Oleifera) in wheat flour on the acceptability of cilok, this type of experimental research used a randomized block design (RAK) with 5 treatments, namely P1 (Moringa leaf puree substitution 2.5%), P2 ( Moringa leaf puree substitution 5%), P3 (moringa leaf puree substitution 7.5%), P4 (10% Moringa leaf puree substitution), P5 (12.5% Moringa puree substitution). Data were analyzed using ANOVA test followed by BNT test. The results of the subjective analysis of Moringa leaf cilok covering texture, color, aroma, taste, acceptability, texture quality, color quality, aroma quality, and taste quality were significant. The results of the objective analysis were the levels of iron (Fe) and antioxidant capacity. The result of the best iron (Fe) content of Moringa leaf cilok was 8.511 mg/100 g. To meet the daily needs of iron (Fe) for women, 10 cilok leaves contain iron (Fe) 17,022 mg and 5 grains of cilok moringa leaves for men contain 8,511 mg/100 g of iron. The result of the best antioxidant capacity in Moringa leaf cilok is 8.44 mg/L GAEACKeywords: Cilok, Moringa Leaf Puree, Wheat Flour
Pengaruh Penambahan Tepung Wortel(Daucus Carota L) Terhadap Daya Terima dan Kadar Beta Karoten Pada Kue Putu Ayu Ni Luh Putu Raditya Suagiantari; Badrut Tamam; A.A.Nanak Antarini
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i4.2296

Abstract

Kue putu ayu memiliki ciri khas, manis pada bagian adonan bolu dan gurih pada bagian kelapa parut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kue putu ayu dengan penambahan tepung wortel. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode eksprimental dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan, dengan uji organoleptik dan mutu hedonik. Jenis penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Jenis data yang dikumpulkan yaitu data uji organoleptik dan mutu hedonik terhadap tingkat kesukaan warna, tekstur, aroma, rasa, penerimaan keseluruhan, mutu warna dan mutu tekstur dengan menggunakan form hedonik. Serta uji objektif meliputi kandungan beta karoten pada kue putu ayu dan tepung wortel. Analisis data menggunakan tabulasi dan dilanjutkan melakukan uji ANOVA jika ada perbedaan dalam perlakuan maka akan dilanjutkan dengan uji nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh perlakuan penambahan tepung wortel terhadap warna, tekstur, rasa, aroma, penerimaan keseluruhan, mutu warna, dan mutu tekstur. Pada hasil uji objektif laboratorium menunjukkan tidak ada perbedaan sangat nyata terhadap kadar beta karoten. Pada hasil penerimaan yang terbaik ada pada perlakuan penambahan tepung wortel 7,5%.
PERBEDAAN STATUS STUNTING BERDASARKAN POLA MAKAN DAN PENERAPAN PHBS PADA KELUARGA BALITA DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS MENGWI I Hertog Nursanyoto; I Komang Agusjaya Mataram; Ni Gusti Ayu Putu Sinta Utami Intania
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i4.2727

Abstract

Stunting is a health problem that causes sufferers to get sick easily and have a body posture that is not optimal as an adult. The condition of failure to thrive in children under five (babies under five years) results from chronic malnutrition so that children are too short for their age. The purpose of this study was to analyze differences in stunting status based on diet and the implementation of PHBS in families of toddlers in the UPTD Region of Mengwi I Health Center. This type of research was an observational study with a cross-sectional design. This research was conducted in December 2022. The determination of the sampling size was determined by using a purposive sampling technique. Based on the calculation results, a sample size of 43 samples was obtained from 3,025 toddlers at the Mengwi I Health Center. Data is presented with frequency tables and cross tables and then analyzed using the Chi Square test. The results showed that of the 43 samples, there were 28 samples (65.1%) with less eating, 25 samples (58.1%) with less eating frequency, 24 samples (55.8%) with less energy intake, 22 samples (51.2%) with good PHBS implementation, and 17 samples (39.5%) with stunting status. Statistical test results showed differences in stunting status in the UPTD Puskesmas Mengwi I area. Based on diet (type of food), frequency of eating, total intake of macronutrients and implementation of PHBS with an overall p value (p0.05)
Hubungan Tingkat Konsumsi Energi Protein, Pemberian ASI Eksklusif dan BBL Dengan Status Gizi Balita Anak Agung Istri Agung Ayu Pradnyani; I Gusti Agung Ari Widarti; Desak Putu Sukraniti
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i4.2555

Abstract

Status gizi balita adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Setiap individu membutuhkan asupan zat gizi yang berbeda, hal ini tergantung pada usia, jenis kelamin, aktivitas, berat badan, dan lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita dibagi menjadi faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung yaitu asupan makanan, pemberian ASI Eksklusif, penyakit infeksi dan berat badan lahir. Faktor tidak langsung yaitu pelayanan kesehatan dan sosial budaya yang mencangkup tingkat pendidikan, pengetahuan, pendapatan, tradisi atau kebiasaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi energi dan protein, pemberian ASI Eksklusif dan berat badan lahir dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Klungkung I. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel yaitu 92. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan pengukuran. Data disajikan dengan tabel frekuensi dan tabel silang kemudian data variabel di uji normalitasnya menggunakan uji Shapiro Wilk. Hasil uji analisis Rank Spearman menunjukkan ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi balita (p-value = 0,000). Untuk hasil uji analisis tingkat konsumsi protein dengan status gizi balita menunjukkan ada hubungan (p-value = 0,000). Untuk hasil uji analisis pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi balita menunjukkan ada hubungan (p-value = 0,025). Untuk hasil uji analisis berat badan lahir dengan status gizi balita menunjukkan ada hubungan (p-value = 0,001).
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN MEDIA WHATSAPP GROUP TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG MAKANAN CEPAT SAJI Luh Gde Ary Widayani; Anak Agung Gde Raka Kayanaya; I Ketut Kencana
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v10i4.1160

Abstract

Currently there is a shift in eating patterns whose composition in the community contains high fat, cholesterol, but low in fiber, namely fast food. Various impacts on health arise because a person consumes fast food, so that efforts are needed to limit fast food intake with nutritional education to increase the knowledge and attitudes in choosing food. Nutritional education is done through the WhatsApp group application by considering the number of users and facilitating access to information. This study aims to knowing the effect of nutritional education with whatsapp groups on knowledge and attitudes about fast food. This type of research is a pre-experimental study with one-group pretest-posttest design applied to 33 respondents using purposive sampling. This research was conducted at SMA Negeri 8 Denpasar in March 2020. Data collection instruments used a questionnaire of knowledge and attitudes about fast food. The results showed that knowledge before nutritional education was the average score is 71.40 and after nutrition education the average score is 78.13. Attitudes before nutrition education was the average score is 72.02 and after nutrition education the average score is 77.93. From the results of the paired sample t-test, it is known that there is a significant difference between knowledge and attitudes about fast food before and after nutritional education with WhatsApp Group media.Keywords: Fast food, Whatsapp, Nutritional education.
Pengaruh Konsentrasi Garam Dapur (NaCl) Terhadap Karakteristik Urutan Ayam (Sosis Terfermentasi) Gusti Ayu Karisma Deviartha; Anak Agung Nanak Antarini; Badrut Tamam
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i3.2134

Abstract

Urutan ayam yaitu sosis ayam terfermentasi yang memiliki tekstur padat dengan rasa gurih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam terhadap karakteristik urutan ayam secara organoleptik dan meningkatkan nilai gizi. Jenis penelitian Eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 5 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan konsentrasi garam sebanyak 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Satu porsi urutan ayam mengandung nilai gizi yaitu protein 17,5 gram, lemak 3,5 gram, karbohidrat 1 gram, kadar air 16,5%, dan kadar abu 1,5%/bb. Perlakuan terbaik yaitu perlakuan P1 (1%) dan P2 (2%) dengan rentang tingkat kesukaan pada warna netral, aroma netral-suka, tekstur tidak suka-netral, rasa suka, penerimaan keseluruhan suka, mutu aroma agak gurih sedikit asam, mutu tekstur agak padat-padat, dan mutu rasa agak asin-gurih, dengan protein 34,21-35,73%/bb, lemak 7,03-7,56%/bb, karbohidrat 1,46-1,75%/bb, kadar air 52,92-52,95%, dan kadar abu 2,83-3,49%/bb.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap dan Praktik Hygiene Sanitasi Tenaga Penjamah Makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa Ni Kadek Ayu Miliyanti; Ni Nengah Ariati; Desak Putu Sukraniti
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jig.v12i4.2326

Abstract

Masalah kesehatan khususnya masalah hygiene dan sanitasi makanan merupakanmasalah  yang  sangat  kompleks  dan    sebenarnya            bukan merupakan masalahyangbaru. Faktor yang mempengaruhi hygiene dan sanitasi salah satunya adalah faktor penjamah makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganpengetahuan dengan sikap dan praktik hygiene sanitasi tenaga penjamah makanandi Instalasi Gizi UPTD Rumah Sakit Jiwa Bangli. Jenis penelitian ini adalahobservasional dengan rancangan cross sectional. Besar sampel dalampenelitianini adalah 29 orang tenaga penjamah makanan dengan kriteria inklusi yaitu: 1) petugas makanan yang berada di Instalasi Gizi UPTD Rumah Sakit Jiwa Bangli; 2) mampu berkomunikasi dengan baik; 3) mampu membaca dan menulis dengan baik; 4) bersedia menjadi sampel penelitian. Data dikumpulkan denganmelakukan pengisian kuesioner pengetahuan, sikap dan data praktik dilakukandengan observasi. Penelitian ini menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan ahli gizi dan penjamah makanan94,5, rata-rata sikap ahli gizi dan penjamah makanan 81, dan rata- rata praktikahli gizi dan penjamah makanan 97,1. Hasil analisis menunjukkan ada hubunganantara pengetahuan dengan sikap, serta ada hubungan antara sikap dengan praktikhygiene sanitasi tenaga penjamah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa Bangli (p0,05). Disarankan untuk tenaga penjamah makanan    yakni,    ahli    gizi    danpenjamah    makanan    mempertahankan pengetahuan, sikap dan praktik hygienesanitasi agar tetap dipredikat baik.