cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN WARGA NEGARA GLOBAL Sutrisno asyafiq
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.826 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i1.1880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gagasan pendidikan kewarganegaraan global serta peran pendidikan kewarganegaraan dalam membangun warga negara global. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang menganalisis berbagai teori tentang kewarganegaraan global dan pendidikan kewarganegaraan yang ada di Indonesia. Berdasarkan hasi penelitian menunjukkan bahwa Warga negara global merupakan bentuk pelaksanaan sistem kewarganegaraan yang mencangkup beberapa hak dan kewajiban dasar warga negara secara global. Warga negara global tentu harus disiapkan secara langsung khusunya pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah bahkan sampai perguruan tinggi. Melalui proses pendidikan kewarganegaraan yang diajarkan diharapkan mampu menstranformasikan nilai-nilai dasar warga negara global dalam berkehidupan  bermasyarakat dan bernegara. Sehingga akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan maupuan konflik serta isu-isu yang terjadi secara global
STRATEGI SMP MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL YOGYAKARTA DALAM PEMBIASAAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN PADA PESERTA DIDIK Lisa Retnasari; Suharno Suharno
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.94 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i1.1903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) proses, (2) strategi, (3) faktor pendukung dan penghambat dalam pembiasaan karakter kewarganegaraan di SMP Muhammadiyah Boarding Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian terdiri atas ketua yayasan, kepala sekolah, guru mata pelajaran, pembina asrama, dan pembina ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Keabsahan data diperoleh dengan teknik trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data induktif dari Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) proses pembiasaan karakter kewarganegaraan di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta dilakukan secara menyeluruh (holistic), melalui proses kegiatan pembelajaran, kultur sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan bermasyarakat; (2) strategi pembiasaan karakter kewarganegaraan di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta dilaksanakan melalui pemberian nasihat, pembiasaan akhlak yang baik, adanya penghargaan dan sanksi, serta keteladanan guru (ustaz/ustazah); dan (3) faktor pendukung pembiasaan karakter kewarganegaran  terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa tata tertib dan kultur sekolah, dukungan dan kerja sama yang baik antarseluruh warga sekolah, dan dukungan orang tua, serta faktor eksternal berupa dukungan dan kerja sama antar pihak sekolah dan masyarakat. Faktor penghambat terdiri atas minimnya sarana dan prasarana, jumlah proporsi yang tidak seimbang antara jumlah pembina dan peserta didik, pembiayaan, dan karakter peserta didik dengan latar belakang keluarga yang berbeda.
REFORMULASI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGUATKAN NASIONALISME WARGA NEGARA MUDA DI WILAYAH PERBATASAN Sutiyono Sutiyono
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.214 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i1.1824

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan, memiliki beberapa daerah perbatasan yang rentan akibat globalisasi. Tingginya akses mobilisasi baik barang, jasa, maupun perseorangan membuat daerah perbatasan rentan terjadinya degradasi nasionalisme. Pihak yang sangat rentan akibat fenomena ini adalah warga negara muda. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk menguatkan nasionalisme melalui pendidikan formal. Salah satu mata pelajaran yang memiliki tujuan untuk menumbuhkan nasionalisme pada warga negara muda adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Tujuan penulisan ini untuk mereformulasikan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk menguatkan nasionalisme warga negara muda di wilayah perbatasan. Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun karya tulis ini yaitu library research dan kajian hasil penelitian mengenai penguatan karakter nasionalisme melalui pembelajaran PPKn. Hasil pembahasan dimaksudkan reformulasi PPKn mengarahkan peserta didik untuk memiliki kompetensi “act locally and think globally”. Kompetensi ini untuk melestarikan nilai-nilai berpangkal pada kualitas ke-Indonesiaan dengan cara pandang internasional. Melalui reformasi PPKn akan mendorong penguatan nasionalisme warga negara muda di wilayah perbatasan.
WARGA NEGARA DAN MASALAH KONTEMPORER DALAM PARADIGMA PEMBANGUNAN Yuni Harmawati; Bella Putri Maharani Lubis
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.277 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i1.2372

Abstract

Ditengah hingar-bingar globasliasi dan modernisasi dunia yang memperlihatkan kemajuan disegala bidang, tanpa disadari kita tidak melihat sisi gelap modernisasi dan globlaisasi yakni kemiskinan, yang terjadi negara-negara kulit berwarna seperti di Asia dan Afrika. Bagi bangsa berkembang yang baru saja terlepas dari penjajahan kolonial, bebas dari belenggu kemiskinan adalah suatu hal yang sulit dilakukan. Dampak dari penjajahan seperti kebodohan, eksploitasi sumberdaya alam, ketidakberdayaan rakyat, kesehatan masyarakat yang rendah serta kemiskinan itu sendiri merupakan suatu hambatan dalam membangun suatu negara. Di negara-negara berkembang banyak terjadi semacam eksploitasi yang tidak tampak, tapi cukup tajam yakni eksploitasi manusia atas manusia tanpa terkecuali di Indonesia. Bung Karno menyebutnya sebagai ‘exploitation de l‘homme par l‘homme’ dan ‘exploitation de nation par nation’.Paradigma pertumbuhan (growth paradigm) hanya menguntungkan sebagian kecil masyarakat karena paradigma ini dalam penerapan belum dapat meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh atau yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Kegagalan dalam paradigma ini memicu munculnya paradigma baru yakni paradigma pemetaan (generalization paradigm). Pemerataan pembangunan ini cenderung menggunakan pendekatan kebijakan top-down. Hingga melahirkan paradigma baru yakni pembangunan yang berpusat pada sumberdaya manusia (people centered development paradigm). Paradigma ini juga dikenal sebagai paradigma pembangunan partisipatif (partisipative approach) atau juga disebut buttom-up planing. Pendekatan pembangunan ini menekankan pentingnya, inisiatif, kreatifitas, dan inovasi yang beripijak pada keinginan masyarakat. Dengan mendengar aspirasi dari warga negara untuk disampaikan kepada pemerintah membuat terjalin sinergitas diantara keduanya sehingga persoalan kemiskinan dapat diselesaikan secara bersama-sama.   
PELEMBAGAAN KARAKTER TOLERANSI SISWA MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN BERKARAKTER PURWAKARTA Taufan Abiyuna; Sapriya Sapriya
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.682 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i1.1845

Abstract

Pendidikan toleransi merupakan upaya edukasi bagi warga negara agar mampu hidup bersama dalam keberagaman untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan potensi disintegrasi bangsa Indonesia. Purwakarta merupakan salah satu daerah kabupaten di Jawa Barat yang menyadari pentingnya toleransi dalam pendidikan formal. Maka pemerintah Purwakarta mengeluarkan program Pendidikan Berkarakter yang ditandai dengan Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2015 sebagai upaya pelembagaan toleransi siswa. SMP Negeri 1 Purwakarta sebagai penyelenggara pendidikan formal menjadi tempat yang mengimplementasikan Pendidikan berkarakter untuk melembagakan nilai-nilai toleransi bagi siswanya yang beragam. Program ini diimplementasikan dalam tiga basis yaitu dalam pembelajaran di kelas, dalam ekstrakurikuler, dan dalam pembiasaan sekolah. 
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MANAJEMEN QOLBU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS SEBAGAI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PESANTREN Budi - Putra
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.459 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i1.2407

Abstract

CHARACTER EDUCATION BASED ON QOLBU MANAGEMENT IN DEVELOPING RELIGIOUS CHARACTER AS A CIVIC EDUCATION IN PESANTREN Abstract            Character education is a very important and strategic step in building the identity of the nation and the establishment of a religious Indonesian society with the concept of Qolbu Management. The purpose of this research was to study and analyze character education based on Qolbu management in developing the religious character as Civic Education in Daarut Tauhiid Boarding School (Pesantren) under Dauroh Qolbiyah program. This research employed a qualitative approach. Data collection techniques were observation, interview, and documentation. The conclusion of the final results obtained in this research showed that character education based on Qolbu management is a character education which will always be processed by cleaning the heart and being sincere, honest, strong and tough, by performing obligatory and non-obligatory (sunnah) worships within the framework of experiential learning; in other words, learning by doing. It is because the central point of human’s actions lies in the heart in which a clean heart will be able to mold moral and religious youths.  
PERMAINAN TRADISIONAL SUNDA SEBAGAI PENGEMBANGAN KARAKTER BANGSA (Studi Etnografi Pada Komunitas Hong Dago Bandung) suarifqi diantama
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.312 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i1.1871

Abstract

Permainan tradisional memiliki nilai dan mengandung unsur-unsur pendidikan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terdapat didalam permainan tradisional sunda yang ada di Komunitas Hong Dago Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakter dalam permainan tradisional sunda pada dasarnya berupa nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kedisiplinan, kepatuhan, keindahan, kebersamaan, toleransi, tenggang rasa, tanggung jawab, kepemimpinan, kesadaran, kearifan, kekuatan fisik, dan sportifitas. Proses pengembangan karakter berpijak pada aspek mengenal alam, mengenal lingkungan, dan mengenal Tuhan, dilakukan dengan upaya memperkenalkan, memahami, dan mengajarkan melalui cara pembiasaan dan keteladanan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7