cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial
ISSN : 25286893     EISSN : 25286871     DOI : -
Core Subject : Social,
gulawentah: Jurnal Studi Sosial with regitered number ISSN : 2528-6893 (print) , e-ISSN : 2528-6871 is scientific journals which publish articles from the fields social science and social science education.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 7 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA SMP NEGERI 1 NGRAYUN PONOROGO Anugerah Eko Pratomo
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.116 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i1.1355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa SMPN 1 Ngrayun melalui penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Kecamatan Ngrayun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, wawancara, dan observasi. Teknik keabsahan data dengan teknik triangulasi metode. Teknis analisis dilakukan kualitatif interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran NHT dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Kecamatan Ngrayun. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat diketahui dari hasil angket motivasi belajar siswa setelah pelaksanaan tindakan, pada siklus I mencapai 50%, siklus II meningkat menjadi 69,23%, dan siklus III meningkat menjadi 84,62%. Sementara prestasi belajar siswa pada kondisi awal menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebesar 68,27 dengan ketuntasan klasikal 53,85%, setelah dilakukan tindakan pada siklus I mengalami peningkatan nilai rata-rata menjadi 73,85 dengan ketuntasan klasikal sebesar 65,38%, siklus II meningkat dengan nilai rata-rata 74,23 dengan ketuntasan klasikal sebesar 69,23%, dan pada siklus III mengalami peningkatan kembali, dengan nilai rata-rata mencapai sebesar 80,38 dengan ketuntasan klasikal mencapai 88,46%.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa SMPN 1 Ngrayun melalui penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Kecamatan Ngrayun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, wawancara, dan observasi. Teknik keabsahan data dengan teknik triangulasi metode. Teknis analisis dilakukan kualitatif interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran NHT dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Kecamatan Ngrayun. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat diketahui dari hasil angket motivasi belajar siswa setelah pelaksanaan tindakan, pada siklus I mencapai 50%, siklus II meningkat menjadi 69,23%, dan siklus III meningkat menjadi 84,62%. Sementara prestasi belajar siswa pada kondisi awal menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebesar 68,27 dengan ketuntasan klasikal 53,85%, setelah dilakukan tindakan pada siklus I mengalami peningkatan nilai rata-rata menjadi 73,85 dengan ketuntasan klasikal sebesar 65,38%, siklus II meningkat dengan nilai rata-rata 74,23 dengan ketuntasan klasikal sebesar 69,23%, dan pada siklus III mengalami peningkatan kembali, dengan nilai rata-rata mencapai sebesar 80,38 dengan ketuntasan klasikal mencapai 88,46%.
MAKNA SIMBOLIK TARI PENTUL MELIKAN DI TEMPURAN PARON NGAWI Harmin Etikasari Karimah; Muhammad Hanif
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.822 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i1.1360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna simbolik Tari Pentul Melikan di Tempuran Paron Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya  menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi sumber, dan dianalisis dengan kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Tari Pentul Melikan memiliki makna yang dalam. Hal tersebut terlihat dari gerakannya yaitu: (1) gerakan rangkaian tangan maknanya manusia harus saling membantu satu sama lain, (2)  jari mengembang ke hidung maknya setiap perbuatan manusia  harus tetap sesuai dengan ajaran dari Tuhan, (3) gerak tangan yang menengadah ke atas sambil mengucapkan kata “ maju bung” maknanya ajakan untuk semua agar tetap bersemangat untuk maju, (4) gerak tangan siku- siku kemudian serong ke kiri sambil mengucapkan kata “selalu” maknanya kejadian di dunia ini selalu berubah, (5) gerakan jari telunjuk mengacung maknanya Tuhan itu satu, bumi itu satu dan terus berputar, (6)  jari jempol mengacung sambil mengucapkan “sudah jadi“ maknanya manusia harus dapat mengendalikan diri sendiri dari hawa nafsu, (7) gerakan tangan  terbuka ke atas sambil mengucapkan kata “aku suka” maknanya kegembiraan seseorang karena telah berhasil mencapai sesuatu yang telah menjadi tujuan. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII G SMPN 2 PONOROGO Sri Harmini
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.807 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i1.1356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar IPS siswa kelas VIII G SMP Negeri 2 Ponorogo. Pendekatan penelitian yang digunakan termasuk penelitian kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK).  Peneliti dibantu 4 guru IPS sebagai observer. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII G SMP Negeri 2 Ponorogo semester genap 2015-2016, dengan jumlah siswa 32 orang, 16 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Penelitian dilakukan melalui dua siklus. Data yang dikumpulkan meliputi data proses dan hasil belajar. Pengambilan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analilsis data menggunakan teknik analisis kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model NHT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS. Aktivitas belajar siswa mencapai 62,76% pada siklus I menjadi 80,16% pada siklus II. Sedangkan hasil belajar pada siklus I  75% naik menjadi 96,88% pada siklus II.
IDENTIFIKASI KENAMPAKAN ALAM KABUPATEN PACITAN SEBAGAI BAHAN AJAR IPS KELAS V SD Endah Nurjanah; Muhamad Rifai
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.26 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i1.1361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kenampakan alam Kabupaten Pacitan yang memiliki potensial sebagai bahan ajar IPS kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder, sedangkan teknik pengumpulan datanya adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi atau arsip. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran adalah triangulasi sumber penelitian. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kenampakan alam Kabupaten Pacitan yang memiliki potensi untuk dijadikan bahan ajar sesuai dengan materi pembelajaran IPS kelas V SD materi kenampakan alam dan buatan, yaitu: (1) Kenampakan alam Pantai Kasap (2) Kenampakan alam Pantai Klayar (3) Kenampakan alam Pantai Pidakan (4) Kenampakan alam Gua Gong (5) Kenampakan alam Gua Tabuhan (6) Kenampakan alam Sungai Maron (7) Kenampakan alam Sungai Cokel (8) Kenampakan alam Sungai Grindulu (9) Kenampakan alam Gunung Limo (10) Kenampakan alam Telaga Sono (11) Kenampakan alam sumber air panas Tirto Husodo. 
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN KOLONIALISME EROPA DI INDONESIA MELALUI MODEL MAKE A MATCH PICTURE PADA SISWA KELAS VII SMPN NGEBEL PONOROGO Rias Susilowati
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.423 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i1.1357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa kelas VII SMPN Ngebel Ponorogo terhadap pemahaman kolonialisme Eropa di Indonesia melalui penerapam model make a match picture. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kelas sebanyak dua siklus dengan subyek penelitian siswa kelas VII B. Pengambilan datanya dengan tes, observasi, dan wawancara, serta dianalisis kualitatif interaktif. Hasil dari ulangan harian khusus kelas ini 73% belum bisa mencapai ketuntasan. Mengingat pentingnya pemahaman yang benar terhadap materi IPS ini, kami menemukan langkah yang sesuai antara materi dengan model pembelajarannya, yaitu Make A Match Picture. Ternyata ada peningkatan, baik aktifitas maupun pemahaman. Aktifitas pada siklus I 88 % (target 76%), siklus II menjadi 100%, sedangkan pemahaman walau baru 61% dan belum mencapai target yaitu 76%, tapi pada siklus II meningkat menjadi menjadi 84% (targetnya 80).
TRADISI MENGIBUNG (STUDI KASUS SINKRETISME AGAMA DI KAMPUNG ISLAM KEPAON BALI) Riza Wulandari
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.142 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i1.1358

Abstract

Pembauran tradisi, budaya, dan agama yang memiliki jiwa toleransi akan menciptakan persatuan. Dewasa ini,Indonesia berada dalam krisis intoleran umat beragama yang semakin membuat keresahan. Sinkritisme merupakan konsep pembauran agama yang menciptakan keharmonisan. Di Bali, ada tradisi yang dijalankan oleh dua agama Hindu dan Islam yaitu Tradisi Megibung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sinrketisme yang terjadi di salah satu kampung kota yakni Kampung Islam Kepaon. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali informasi secara mendalam menggunakan wawancara,observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah sinkretisme Kampung Islam Kepaon diwujudkan dengan menjalankan tradisi Megibung.Tindakan tradisional tradisi megibung berawal dari Karangasem Bali kemudian menyebar ke Kampung Islam Kepaon.Tujuan dari aktualisasi tradisi megibung di Kampung Islam Kepaon adalah untuk mempertahakan kearifan lokal masyarakat Bali dan menciptakan pluralism.Tradisi tersebut dijalankan dengan penuh toleransi namun masih berpegang teguh pada norma agama. Proses megibung dilaksanakan pada bulan Ramadhan, prosesidi kampung islam kepaon sama dengan megibung di Karangasem. Hal yang membedakan hanya menu makanan yang disajikan.Kesamaan pemaknaan tradisi megibung antar Hindu dan Islam adalah kebersamaan.
MASJID TEGALSARI JETIS PONOROGO (MAKNA SIMBOLIK DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL) Hadi Kusnanto; Yudi Hartono
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.439 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i1.1359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna simbolik arsitektur Masjid Tegalsari Jetis Ponorogo dan potensinya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data menggunakan sumber dan sekunder Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik coding model Strauss dan Corbin, dan keabsahan datanya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Arsitektur Masjid Tegalsari merupakan akulturasi corak Jawa, Islam, dan Hindu. Unsur-unsur masjid; mihrab, bangunan utama, serambi, tiang, atap, batu bancik, gapura, dan pagarnya memiliki makna yang dalam sebagai tuntunan hidup. Makna-makna dari simbulnya berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal khususnya sejarah agama Islam. Dengan menjadikan lingkungan sekitar atau dinamika masyarakat yang berada di sekitar dimungkinkan peserta didik dapat mengkontektualkan pelajaran sejarah Islam sehingga mudah memahami dan menjadikannya sebagai edukasi, inspirasi, rekreasi, dan pada akhirnya tumbuh kesadaran sejarahnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7