cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022" : 5 Documents clear
KARAKTERISTIK TEKNIS ALAT BANTU PENANGKAPAN BUBU RAJUNGAN DI PESISIR KABUPATEN KARAWANG Hadi Saputra, Rahmad Surya; Iskandar, Budhi Hascaryo; Kurniawati, Vita Rumanti; Desrial, Desrial; Purbayanto, Ari
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.3.2022.111-122

Abstract

Rajungan merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dalam perdagangan internasional. Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas unggulan Kabupaten Karawang. Bubu lipat sangat populer digunakan oleh nelayan dan dioperasikan dengan sistem longline sehingga memerlukan alat bantu penarik untuk mempermudah dan mempercepat dalam operasi penangkapan. Informasi karakteristik teknis alat bantu penangkapannya masih sangat minim oleh karena itu perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik teknis alat bantu penarik bubu rajungan terutama terkait desain, kebisingan dan konsumsi bahan bakar. Karakteristik teknis alat bantu penarik bubu rajungan dideskripsikan sesuai kondisi saat ini, sedangkan untuk kebisingan dan konsumsi bahan bakar dilakukan analisis deskripsi komparatif. Alat bantu penarik bubu pada nelayan pesisir Karawang terdapat perbedaan pada pereduksi putaran (gear box). Tenaga penggerak menggunakan mesin diesel dengan daya 8 – 12 PK, roda piringan penarik (line spool plate) terbuat dari bahan besi plat dan kayu serta karet ban bekas sebagai pelapis dengan diameter 17 – 50 cm. Gear box menggunakan gardan bekas dan roda gigi cacing (worm gear set). Kebisingan yang dihasilkan mesin penggerak pada area nelayan bekerja melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan yaitu 91 dB dengan lama paparan lebih dari 2 jam. Dalam jangka panjang hal ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran yaitu ketulian. Besaran nilai konsumsi bahan bakar mesin penggerak alat bantu dengan daya 8 dan 12 PK mesin penggerak pabrikan Jepang lebih unggul. Konsumsi bahan bakar pada kondisi putaran minimum dan maksimum untuk mesin berdaya 8 PK adalah 1,48 dan 5,93 liter, sedangkan mesin berdaya 12 PK adalah 2,35 dan 10,35 liter.Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is a fishery resource that has the potential to utilize because it has high economic value in international trade. Portunus pelagicus is a leading export fisheries commodity in Karawang Regency; collapsible pots are very popular fishing gear fishermen use. The fishing is operated with a longline system that requires auxiliary hauling equipment to simplify and speed up the fishing operation. Information on auxiliary fishing equipment's technical characteristics is still minimal; therefore, further studies are needed. This study analyzes the pot hauler's technical characteristics, especially regarding design, noise, and fuel consumption. The technical characteristics of the pot hauler are described following the existing conditions, while a comparative descriptive analysis was carried out for noise and fuel consumption. There are differences in the gearbox for the fishing traps for fishermen in the coastal area of Karawang. The driving force uses a diesel engine with a power of 8-12 HP, the towing wheel (line spool plate) is made of iron plate and wood, and used rubber tires as a coating with a diameter of 17-50 cm. The gearbox uses a used axle and a worm gear set. The noise generated by the auxiliary equipment engines in the fishermen's working area exceeds the set noise limit value of 91 dB with an exposure period of more than 2 hours. In the long term, this could cause deafness to the fishermen. Theoretically, the fuel consumption value of the auxiliary equipment engines, with a power of 8 and 12 HP of the Japanese manufacturer, is superior. The fuel consumption at the minimum and maximum rotation conditions for the 8 HP engine is 1.48 and 5.93 liters, while the 12 HP engine is 2.35 and 10.35 liters, respectively.
PRODUKTIVITAS TANGKAPAN BENIH BENING LOBSTER (Panulirus spp.) MENGGUNAKAN ALAT KOLEKTOR ‘POCONG’ DI PERAIRAN PRIGI TRENGGALEK Hari Subagio; Mochamad Arief Sofijanto; Aniek Sulestiani; Nurul Rosana; Supriyatno Widagdo; Gatut Bintoro; I Made Kawan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.3.2022.%p

Abstract

Indonesia memiliki peluang bagus guna pengembangan usaha industri budidaya lobster (Panulirus spp.) terbesar di dunia, karena memiliki modal utama ketersediaan sumber daya benih alami stadia puerulus atau Benih Bening Lobster (BBL) yang sangat melimpah. Untuk mengantisipasi perkembangan budidaya lobster di Indonesia, maka kebutuhan akan benih lobster alami di masa mendatang diprediksi akan meningkat secara signifikan, karena teknologi pembenihan lobster belum berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produktivitas dan fluktuasi hasil tangkapan BBL pada bulan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2022 dengan ditunjang data yang dicatat oleh kelompok nelayan. Lokasi penelitian di perairan pesisir Prigi Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Responden dalam penelitian adalah para nelayan penangkap BBL anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Gurita Jaya. Hasil tangkapan BBL dalam satuan ekor per trip per lembar alat kolektor pocong pada bulan berbeda menunjukkan hasil tangkapan yang berbeda sangat nyata. Puncak hasil tangkapan BBL terjadi pada dua kelompok bulan yaitu pada Maret-April dan Agustus-September. Dalam melakukan penangkapan BBL nelayan Prigi menggunakan kolektor yang dikenal sebagai alat kolektor pocong. Berfluktuasinya tangkapan BBL pada bulan berbeda diduga disebabkan adanya pengaruh fenomena arus, upwelling dan kesuburan perairan di Samudera Indonesia khususnya wilayah perairan pesisir Prigi.Indonesia has the opportunity to develop the world's largest lobster (Panulirus spp.) cultivation industry, because it has the main capital for the availability of abundant natural seed resources at the puerulus stage or Lobster Transparent Seed (LTS). In order to anticipate the development of lobster cultivation in Indonesia, the need for natural lobster seeds in the future is predicted to increase significantly, because lobster hatchery technology has not yet developed. This study aims to examine the productivity and fluctuations in the catch of LTS in different months. The research was conducted in March-August 2022. The research location is in the coastal waters of Prigi, Trenggalek Regency. The research uses descriptive analytical method which is survei. Respondents in the study were fishermen who caught BBL members of the Gurita Jaya Joint Business Group (JBG). LTS catches in units of tails per trip per piece of pocong equipment in different months showed very significant different catches. The peak of LTS catches occurred in two groups of months, namely in March-April and August-September. In catching LTS, Prigi fishermen use a collector known as a pocong fishing gear. The fluctuation of LTS catches in different months is due to the influence of current phenomena, upwelling and water fertility in the Indonesian Ocean and the Prigi coastal waters.
PARAMETER POPULASI DAN RASIO POTENSI PEMIJAHAN IKAN TONGKOL KOMO (Euthynnus affinis, Cantor 1849) DI LAUT JAWA SEBELAH UTARA JAWA TIMUR Ahyar Pulungan; Mohammad Mukhlis Kamal; Zairion Zairion
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.3.2022.%p

Abstract

Ikan tongkol komo (Euthynnus affinis) merupakan salah satu komoditas ekonomis penting yang tertangkap di perairan Laut Jawa sebelah utara Jawa Timur. Tingkat pemanfaatan ikan tongkol komo terus meningkat sehingga perlu dikelola dengan baik untuk keberlanjutannya agar tidak mengalami penurunan stok. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi status sumberdaya ikan tongkol komo dengan mengestimasi parameter populasi dan rasio potensi pemijahan dengan pendekatan ukuran panjang ikan, digunakan sebagai titik acuan biologis dalam menentukan kondisi stok ikan. Sebanyak 1995 data ukuran panjang ikan yang dikumpulkan secara acak selama bulan Februari hingga Juni 2021 di Pasongsongan, Jawa Timur. Metode ELEFAN digunakan untuk menentukan parameter populasi yaitu pertumbuhan, kematian, dan laju pemanfaatan. Analisis rasio potensi pemijahan dilakukan dengan menggunakan parameter populasi, dan parameter biologi yang didapatkan dari hasil penelitian sebelummnya dengan paket LB-SPR. Hasil analisis pertumbuhan von Bertalanffy ikan tongkol komo dari penelitian ini diperoleh persamaan Lt= 60,9 (1-e-0,41(t-0,19)). Rata-rata tongkol komo yang tertangkap belum matang gonad (Lc<Lm), tekanan penangkapan dalam kategori tinggi dan rekrutmen dalam stok terganggu. Hal ini terlihat bahwa rasio mortalitas penangkapan relatif (F/M) = 2,51, laju eksploitasi (E) = 0,71, dan SPR = 20%. Oleh sebab itu diperlukan penyusunan pengelolaan yang efektif untuk keberlanjutan stok ikan tongkol komo.Kawakawa (Euthynnus affinis) is one of the important economic commodities caught in the sea waters north of East Java. The utilization rate of kawakawa is quite high, so it is necessary to regulate the sustainability of kawakawa stock to maintain it. This study aimed to evaluate the status of kawakawa fish resources by estimating population parameters and spawning potential ratio (SPR) with a fish length approach, used as a biological reference point in determining fish stock conditions. 1995 data on the length of fish were collected randomly from February to June 2021 in Pasongsongan, East Java. The ELEFFAN method was used to determine population parameters: growth, mortality, and utilization rate. SPR analysis was carried out using population and biological parameters obtained from previous studies with the LB-SPR package. The results of von Bertalanffy's growth analysis for kawakawa from this study were written with the equation Lt= 60.9 (1-e-0.41(t-0.19)). The average kawakawa caught was immature gonads (Lc<Lm), fishing pressure was also still high, and recruitment in stock was disrupted. It can be seen that the relative fishing mortality ratio (F/M) = 2.51, exploitation rate (E) = 0.71, and SPR = 20%. Therefore, it is necessary to develop effective management for the sustainability of kawakawa stocks.
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN LAMA PERENDAMAN BAGAN APUNG TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata) Ayyub Nadhif Atthallah; Bogi Budi Jayanto; Kukuh Eko Prihantoko
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.3.2022.147-155

Abstract

Bagan apung merupakan alat tangkap yang banyak dioperasiakan oleh nelayan di Kabupaten Sukabumi untuk menangkap ikan tembang dan tergolong kedalam jenis alat tangkap light fishing karena menggunakan cahaya pada operasi penangkapannya. Informasi penggunaan intensitas cahaya dan lama perendaman jaring merupakan faktor penting untuk mengetahui efisiensi operasi penangkapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan ikan tembang pada bagan apung berdasarkan intensitas cahaya dan lama perendaman jaring. Metode yang digunakan adalah metode uji coba penangkapan dengan menggunakan 2 variabel yaitu intensitas cahaya dan lama perendaman jaring dalam air dengan 5 kali pengulangan. Lampu yang digunakan yaitu lampu berjenis LED dengan daya penyinaran masing-masing sebesar 20 watt, 60 watt, 120 watt dan menggunakan perlakuan kontrol lampu CFL 96 watt dengan dikombinasi lama perendaman jaring selama 4 jam dan 5 jam. Hasil tangkapan pada bagan apung didapatkan 5 jenis ikan yaitu tembang, eteman, pepetek, cumi-cumi, dan layur. Lampu berkekuatan 120 watt dengan lama perendaman 4 jam memiliki hasil tangkapan tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan pengujian uji anova dua arah diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh interaksi dari perbedaan intensitas cahaya dan lama perendaman jaring terhadap hasil tangkapan ikan tembang. Demikian juga dengan pengaruh perbedaan intensitas cahaya terhadap hasil tangkapan terdapat perbedaan sangat signifikan (p= 0,000 < 0,05), namun pada perlakuan lama peredaman memberikan hasil tidak berbeda nyata ( p=0,160 > 0,05) terhadap hasil tangkapan.A floating lift net is one of the fishing gears that are mainly used by the fisherman to catch fringlescale sardines in the Sukabumi Regency. Floating lift nets are categorized as light fishing gears because use light as an attractor to attract fish into the fishing area. The information on using the optimal light intensity and immersing time is important to find out the fishing operation’s efficiency. The research aims to analyze the catch of fringlescale sardine on a floating lift net by using a different light intensity and immersion. This research used the experimental fishing method with 2 variables, light intensity and time immersing with 5 repetitions. The type of lamp that used in this research are LED with total power of 20 watt, 60 watt, and 120 watt and control data 96-watt CFL lamp with 4 and 5 hours immersing time. The catch composition of lift net was fringe scale, moonfish, ponyfish, squid, and hairtail fish. Lamps with 120 watt power gained the most catches compared to other treatments. Based on the two-way ANOVA test, the significant number on corrected model is 0,000 < 0,05 means there is a very significant effect on the interaction of light intensity and immersing time on the lift net operation. The effect of using different light intensity affected catch of fringlescale with a significant number (p= 0,000 < 0,05), however, the effect of using time immersing on lift net operation don’t have a significant result on the fish catch ( p=0,160 > 0,05).
PROYEKSI KETERSEDIAAN PRODUKSI IKAN TUNA, CAKALANG DAN TONGKOL DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA Salmarika Salmarika; Alvi Rahmah; Nabila Khairiyah Sitompul
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.3.2022.157-165

Abstract

Proyeksi di sektor perikanan sangat bermanfaat untuk memprediksi ketersediaan produksi ikan pada masa yang akan datang. Volume produksi ikan yang selalu fluktuatif di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga khususnya ikan tuna, cakalang dan tongkol (TCT) menyebabkan proyeksi menjadi suatu kajian yang penting, mengingat ikan TCT merupakan komoditas penting yang paling banyak didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi umum perikanan TCT serta mengestimasi ketersediaan ikan TCT di PPN Sibolga hingga tahun 2025. Data yang dikumpulkan berupa data produksi bulanan ikan TCT tahun 2016-2021. Analisis yang digunakan untuk menghasilkan nilai estimasi adalah dekomposisi multiplikatif dan untuk perhitungan nilai kesalahan menggunakan perhitungan MAPE (Mean Absolute Percent Error). Hasil estimasi produksi ikan TCT hingga tahun 2025 diperkirakan akan terjadi kenaikan pada ikan cakalang dengan kecenderungan kenaikan sebesar 2% pertahun dan tongkol krai sebesar 5%, sementara itu pada madidihang dan tongkol komo diprediksi akan mengalami penurunan dengan kecendrungan penurunan sebesar 26% pertahun pada madidihang dan sebanyak 37% per tahun pada tongkol komo.Projection in the fisheries sector is useful to predict the availability of fish production in the future. The volume of fish production that always fluctuates at the Sibolga Fishing Port especially tuna, skipjack and little tunas (TCT) causes projection turn to be an important research, considering that TCT species are an important commodity that are mostly landed at Sibolga Fishing Port. This research objective are to describe the general condition of TCT fisheries and estimate the availability of TCT at Sibolga fishing port until 2025. The data collected in the form of monthly production of TCT species in 2016-2021. The analysis used to generate the estimated value is multiplicative decomposition and for calculating the error value using the MAPE (Mean Absolute Percent Error) calculation. The estimated result of TCT production until 2025 is that there will be an increase in skipjack with a tendency to increase by 2% per year and frigate tuna by 5%, while in yellowfin tuna and kawakawa are predicted to decrease with a decrease of 26% per year for yellowfin tuna and as much as 37% for kawakawa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue