cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
PENGARUH SUBSTITUSI MINYAK IKAN DENGAN MINYAK KEDELEI DALAM LEMAK PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH KERAPU LUMPUR, Epinephelus coioides Ketut Suwirya; Muhammad Marzuqi; Agus Prijono; Nyoman Adiasmara Giri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2377.762 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.5.2005.63-68

Abstract

Lemak adalah komponen pakan yang dapat berfungsi sebagai sumber energi dan asam lemak esensial. Kebutuhan lemak dan jenis asam lemak esensial pada ikan berbeda menurut jenis ikan. Percobaan ini dilaksanakan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi minyak ikan dengan minyak kedelei dalam lemak pakan lerhadap pertumbuhan kerapu lumpu- Epinephelus coioides.
UPAYA PENGURANGAN CEMARAN LOGAM BERAT PADA DAGING KERANG HIJAU(Perna Viridis) DENGAN LARUTAN KITOSAN Jovita Tri Murtini; Hedi Indra Januar; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3203.487 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.3.2004.7-10

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai upaya pengurangan cemaran logam berat pada daging kerang hijau (Perna viridis)melalui perlakuan perendaman  dalam larutan kitosan dengan konsentrasi 0,5%, 1% dan 1,5% dalam asem asetat 1% selama 1,2 dan 3 jam .
KARAKTERISASI BIOKIMIA ENZIMATIS EMPAT POPULASI IKAN MAS M ENGG UNAKAN METODE ELEKTROFORESIS Didik Ariyanto; Eatu Nugroho; Subagyo Subagyo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5125.449 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.4.2003.1-6

Abstract

Suatu penelitian untuk mengetahui karakter genetik populasi ikan mas telah dilakukan dengan menggunakan metode elektroforesis protein
KERAGAAN GENETIK IKAN NILA GIFT BERDASARKAN POLIMORFISME MITOKONDRIA DNA D-LOOP Estu Nugroho; Ani Widiyati; Imron Imron; Tutik Kadarini
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3968.305 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.3.2002.1-6

Abstract

Variasi genetik beberapa ras ikan nila yang digunakan dalam budi daya telah diteliti dengan menggunakan polimorfisme mitokondria DNA D-loop. Enam komposit haplotipe terdeteksi dengan menggunakan 3 enzim restriksi yaitu Mbol, Haelll, dan Hinfl pada sekuens D-loop. Jumlah rata-rata restriction slfe adalah 3,3. Tidak terdapat perbedaan nyata secara genetik yang diamati antara populasi tilapia yang diuji.
EVALUASI EKOLOGIS SUAKA PERIKANAN DANAU BATU BUMBUN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MAHAKAM TENGAH DAN IMPLIKASI PENGELOLAANNYA Endi Setiadi Kartamihardja; Hendra Satria
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4900.326 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.2.2000.22-32

Abstract

Penetapan sebagian wilayah perairan umum sebagai suaka perikanan yang berfungsi sebagai habitat bagi komunitas ikan berperanan penting dalam melanjutkan daur hidupnya sehingga dari habitat tersebut akan dipasok benih maupun induk ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peranan suaka perikanan Danau Batu Bumbun di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam Tengah, Kalimantan Timur.
PENGEMBANGAN SISTEM BIOFILTRASI UNTUK MEMPERTAHANKAN MUTU AIR PADA PENAMPUNGAN LOBSTER HIJAU PASIR (Panulirus humarus) HIDUP DENGAN RAK BERTINGKAT Th. Dwi Suryaningrum; Singgih Wibowo; Sri Amini; Bagus Sediadi Bandol Utomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9510.494 KB) | DOI: 10.15578/jppi.7.4.2001.62-73

Abstract

Penelitian rancang bangun penampungan lobster dengan menggunakan bak serat kaca bertingkat yang dilengkapi dengan sistem biofiltrasi untuk mempertahankan mutu air pada penampungan lobster hijau pasir (Panulirus humarus) telah dilakukan. Sistem biofiltrasi disusun dengan menggunakan dua macam bahan, yaitu pasir dalam bak tersendiri dan koral dalam bak bersekat, kemudian diinokulasi dengan lumpur tambak dan dibiarkan selama dua minggu. Airhasil filtrasi digunakan untuk penampungan dan pembugaran lobster.
PENGAMATAN PEMIJAHAN DAN PERKEMBANGAN TELUR IKAN KERAPU BEBEK (Crornileptee altivelis) PADA BAK SECARA TERKONTROL Tridjoko Tridjoko; Bejo Slamet; Dahlan Makatutu; Ketut Sugama
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4420.037 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.2.1996.55-62

Abstract

pemiiahan secara alami kerapu bebek (Crornileptee altivelis) telah berhasil dilakukan di Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol. Dua puluh ekor induk kerapu bebek dipelihara pada bak semen berbentuk silinder dengan volume 30 m3.
STATUS TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN DEMERSAL DAN KEMUNGKINAN PENGEMBANGANNYA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Agustinus Anung; H.R. Barus
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.15 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.4.1995.1-11

Abstract

Aktivitas penangkapan ikan demersal yang dilakukan neleyan di Kebupaten LombokBarat terkonsentresi di daerah perairan Selat Lombok.
KARAKTERISTIK PERIKANAN PANCING TONDA DI LAUT BANDA CHARACTERISTICS TROLL LINE FISHERY IN THE BANDA SEA Thomas Hidayat; Umi Chodrijah; Tegoeh Noegroho
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.198 KB) | DOI: 10.15578/jppi.20.1.2014.43-51

Abstract

Perikanan pancing tonda yang berbasis rumpon di Laut Banda telah lama berkembang. Penelitian ini dilakukan mulai Februari sampai Desember 2011 di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari yang bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang laju tangkap, komposisi hasil tangkapan, dan  ukuran ikan yang tertangkap pancing tonda dari Laut Banda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju tangkap rata-rata pancing tonda di Laut Banda   adalah  3.492 kg/trip dengan lama trip10-12 hari. Komposisi jenis hasil tangkapan pancing tonda di Laut Banda yaitu : cakalang (Katsuwonus pelamis) 67 %, madidihang (Thunnus albacares) 27 %, tuna mata besar (Thunnus obesus) 5 %, lemadang (Coryphaena hippurus) 1%. Ukuran ikan cakalang dan madidihang yang tertangkap pancing tonda antara  20-70 cm, sedangkan ukuran keduanya paling banyak  tertangkap antara 40-50 cm. Ikan madidihang yang tertangkap pancing tonda di Laut Banda masih tergolong ikan yang masih muda. Penangkapan juvenil tuna dalam jumlah besar dan terus-menerus dapat menyebabkan sumber daya ikan tuna akan terus menurun di masa mendatang. Troll line fishery operated around FADs in the Banda Sea has been long developing.  The study was conducted from February to December 2011 in  Kendari Fishing Port aimed to obtain data and information on the catch rate, catch composition and size structure of the fish caught by trolling line in the Banda Sea. The study was conducted by recording catches of troll line fishing boats. The results showed that the average catch rate of  trolling in the Banda Sea is 3,492 kg / trip (10-12 days trip). Catch composition consist of  skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) 67%, yellowfin tuna (Thunnus albacares), bigeye tuna (Thunnus obesus) 5 %, common dolphin fish (Coryphaena hippurus) 1%, The length  of skipjack tuna and yellowfin tuna were caught troll line  ranged of 20-70 cm, while the dominant caught with length was 40-50 cm. Yellowfin tuna caught by troll line in the Banda Sea is still  juvenile fish stage. Catching  juvenile tuna in large numbers and continuously in this stage causes tuna  resources  become to  continue decline in the future.
PERBEDAAN HASIL TANGKAPAN HIU DARI RAWAI HANYUT DAN DASAR YANG BERBASIS DI TANJUNG LUAR, LOMBOK Agus Arifin Sentosa; Nanang Widarmanto; Ngurah Nyoman Wiadnyana; Fayakun Satria
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.309 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.2.2016.105-114

Abstract

Aktivitas penangkapan hiu sebagai target tangkapan utama bagi perikanan rawai di Tanjung Luar, Lombok Timur berlangsung sepanjang tahun dengan upaya penangkapan yang terus meningkat. Tingginya upaya penangkapan dapat meningkatkan jumlah dan jenis hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil tangkapan hiu dari alat tangkap rawai hanyut dan rawai dasar yang dioperasikan oleh nelayan yang berbasis di PPI Tanjung Luar, Lombok Timur. Data tangkapan diperoleh melalui catatan enumerator di Tanjung Luar, Lombok Timur pada Januari – November 2015. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan perhitungan laju tangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju tangkap rawai hiu yang dioperasikan nelayan Tanjung Luar berfluktuasi tiap bulan dengan rerata 73,98±40,58 kg/hari dan rerata laju pancing 4,32±2,23 ekor/100 pancing. Laju tangkap cenderung mulai mengalami peningkatan mulai bulan April dan mencapai puncaknya sekitar November. Laju tangkap rawai hanyut lebih tinggi dibandingkan rawai dasar. Total hasil tangkapan didominasi oleh Carcharhinus falciformis (42,12%), Prionace glauca (10,51%) dan C. limbatus (10,32%) dimana C. falciformis dan P. glauca cenderung lebih banyak tertangkap oleh rawai hanyut sedangkan C. limbatus banyak tertangkap oleh rawai dasar. Jenis hiu hasil tangkapan rawai dasar lebih beragam (26 jenis) dibanding rawai hanyut (18 jenis). Rawai hanyut cenderung lebih banyak menangkap jenis hiu dengan status konservasi rawan dan langka menurut Daftar Merah IUCN serta masuk dalam Appendiks CITES.

Page 17 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue