cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP KONDISI PERAIRAN DAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI ESTUARI SUNGAI BARITO Aroef Hukmanan Rais; Rupawan Rupawan; Herlan Herlan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.421 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.131-138

Abstract

 Curah hujan mempengaruhi aktifitas penangkapan dan juga lingkungan perairanan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh curah hujan terhadap produksi tangkapan dan lingkungan perairan estuari sungai Barito. Pengambilan sampel hasil tangkapan dilakukan oleh bantuan enumerator alat tangkap lampara, tuguk dan rawai selama 7 bulan dari bulan Maret hingga September 2012. Parameter kondisi perairan yang diambil adalah nitrit, amoniak, total fosfat, kesadahan, turbiditas, daya hantar listrik (DHL) , kecerahan, oksigen, suhu, salinitas dan pH. Produksi hasil tangkap dihitung dalam nilai catch per unit effort (CPUE). Uji masing-masing parameter terhadap curah hujan menggunakan uji t, sedangkan model persamaan CPUE terhadap curah hujan dan kondisi perairan diperoleh melalui regresi berganda motode backward. Puncak musim penghujan pada saat penelitian terjadi pada bulan Maret dan pucak musim kemarau terjadi pada bulan September. Hasil uji – t pengaruh curah hujan dan parameter kondisi perairan menunjukan nilai signifikan pada parameter daya hantar listrik (DHL). Hubungan antara curah hujan dan nilai CPUE menunjukan nilai yang signifikan berbeda nyata, dimana nilai CPUE cenderung meningkat pada musim kemarau. Model regresi berganda CPUE yang terbentuk menunjukan persamaan yang signifikan terhadap parameter curah hujan dan oksigen terlarut.The influences of rainfall rate on fishing activities and the waters environment condition. This research has purpose to saw rainfall rate effect on fishing production and waters environment of Barito river estuary. Sampel of fishing result has collected by enumerator of lampara, tuguk, and rawai for 7 months, from March until September 2012. Parameters of water condition have collected are nitric, ammoniac, fosfat total, hardness, turbidity, conductivity, transparence, oxygen, temperature, salinity and pH. Fish production is showed by catch per unit effort (CPUE). Test for each water parameters and rainfall rate are conducted with t-test, while for similarity model of CPUE on rainfall rate and water condition are counted by multiple regression backward method. Peak of rainy season on research is happened on March, and peak of dry season happened on September. T-test result for rainfall rate and water condition parameter has show significant on conductivity parameter. Relation of rainfall and CPUE show significant correlation, where is the trend of CPUE increases on summer season. Multiple regression model of CPUE is formed in significant by rainfall and dissolved oxygen parameters.    
ANALISIS UPAYA EFEKTIF DARI DATA VESSEL MONITORING SYSTEM DAN PRODUKTIVITAS PUKAT CINCIN SEMI INDUSTRI DI SAMUDERA HINDIA Suherman Banon Atmadja; Mohamad Natsir; Adi Kuswoyo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2011): (September 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.012 KB) | DOI: 10.15578/jppi.17.3.2011.177-184

Abstract

Akhir-akhir ini pukat cincin yang dioperasikan menggunakan rumpon laut-dalam (payao) telah menjadi masalah serius pada perikanan tuna. Hal ini karena hasil tangkapan komersialnya lebih menurunkan stok ikan tuna dibandingkan metode lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi aktivitas penangkapan dari kapal pukat cincin berdasarkan atas data mendekati waktu sebenarnya (nearly real time) vessel monitoring system dan catatan nelayan yang digunakan untuk mengestimasi jumlah tawur dan produktivitas. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa estimasi tawur dari data vessel monitoring system lebih besar dari aktivitas penangkapan yang sebenarnya, alasan perbedaan berkisar 24-43%. Hal ini diakibatkan lebih banyak kegagalan tawur dan tidak ada aktivitas penangkapan karena kondisi cuaca yang buruk. Produktivitas dari lima trip kapal contoh selama tahun 2010 menunjukkan hasil tangkapan berkisar 14-63 ton/trip dengan produktivitas berkisar 0,5-1,73 ton/ tawur, di mana produktivitas terendah terjadi pada trip keenam (bulan Juli sampai Agustus). Hasil tangkapan didominansi oleh ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), sedangkan gerombolan ikan cakalang kerapkali bercampur dengan juvenile madidihang (Thunnus albacares) dan juvenile tuna mata besar (Thunnus obesus) yang menghuni lapisan permukaan dan memangsa terutama jenis ikan epipelagis. Keberhasilan perikanan pelagis sebagian besar tergantung pada pengaruhpengaruh jangka pendek, seperti kondisi gelombang besar, arus, terang bulan, dan suhu permukaan laut.Recently, the purse seiners that operated using fish aggregating devices has become a serious problem in tuna fisheries. This commercial catches affected on the declining of tuna stocks compared to other methods. The objective of this study is to evaluate the activity of purse seiners based on nearly real time vessel monitoring system data and records data of the fishermen which was used to estimate haul numbers and productivity. The research concluded that the estimated haul of vessel monitoring system by data is larger than the actual fishing activity, which the difference ranged from 24-43%. It causes more failure haul and no fishing activity due to bad weather conditions. Productivity of 5 trips vessel samples during the year 2010/2011 showed the catch per trip ranges from 14-63 tons and productivity ranges from 0.5-1.73 ton/haul, in which the lowest productivity occurred on the six trip (July until August). The catch was dominated by skipjack (Katsuwonus pelamis) and schools of skipjack often mix with juvenile yellowfin (Thunnus albacares), and big eye (Thunnus obesus). The fish inhabit the surface layer and feed mainly on epipelagic prey. The success of pelagic fishery is largely depend on short
MODEL PENDUGAAN PRODUKTIVITAS PERIKANAN PUKAT CINCIN DI LAUT JAWA Andhika Prima Prasetyo; Hanggar Prasetio Kadarisman; Setya Triharyuni; Puput Fitri Rachmawati; Suwarso Suwarso; Andria Ansari Utama
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 3 (2012): (September 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.361 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.3.2012.187-195

Abstract

Produktivitas perikanan dipengaruhi banyak faktor, salah satu faktor adalah upaya dan lingkungan yang meliputi suhu permukaan laut (SPL), ketinggian permukaan laut (KPL), klorofil-a, angin, arus, SOI, DMI dan curah hujan. Faktor-faktor tersebut terlebih dahulu diuji multikolinearitas kemudian dianalisis komponen utama untuk mereduksi faktor. Selanjutnya faktor terpilih menjadi masukan bagi jaringan syaraf tiruan (JST) dengan bantuan Forecaster XL. Data yang digunakan merupakan data runtun waktu bulanan selama 16 tahun (1996 - 2011) untuk menyusun model pendugaan dan memvalidasi produktivitas pukat cincin pada tahun 2011. Hasil analisis menunjukkan 9 faktor yang diduga berpengaruh bersifat saling bebas, dan kemudian disederhanakan menjadi 4 faktor dengan PCA. Hasil training data dengan JST diperoleh koefisien pendugaan produktivitas terbaik, dengan nilai korelasi (r) dan Root Mean Square Error (RMSE) berturut-turut sebesar 78.03% dan 48.93%. Fisheries productivity are effected by many factor, such as effort and environment factors; including SST, SSH, chlorophyll-a, wind, current, SOI, DMI and rainfall. That factors are tested by multicolinearity analysis and principle component analysis (PCA) first, to reduce factors. Furthermore, simplified factors will entered to Forcaster XL for artificial neural network (ANN) analysis. This analysis was used monthly time series for 16 years (1996-2011), as a prediction target is purse seine productivity in 2011 and will validated by actual values. Results show that 9 factors were independently (no multicolinearity), furthermore that factors was simplified to 4 factors using PCA. ANN training resulted the best fit coefficient to predict productivity which have correlation value (r) and Root Mean Square Error (RMSE) 78.03% and 48.93% respectively.
ESTIMASIBIOMASSA IKAN DEMERSAL Dl PERAIRAN GUGUSAN PULAU PARI Asep Priatna; Sri Turni Hartati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 3 (2009): (September 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2361.322 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.3.2009.185-189

Abstract

Perairan gugusan Pulau Pari merupakan salah satu ekosistem terumbu karang yang mempunyai sumber daya perikanan demersal ekonomis tinggi. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Maret 2008 di perairan Gugusan  Pulau Pari, Kepulauan  Seribu, bertujuan  untuk  mengetahui estimasi biomassa ikan demersal dengan metode akustik. Alat yang digunakan adalah Biosonics DT-X Scientific Digital  Echosounder untuk akuisisi data akustik. Komposisi ukuran panjang  dan bobot ikan  ekor kuning (Lutjanus vittus)  digunakan untuk verifikasi data akustik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi biomassa ikan demersal yang hidupnya tidak bergerombol sekitar 142 ton atau rata-rata 4 ton/km2, sedangkan  untuk  ikan yang hidupnya  bergerombol sekitar  1,3 ton. Berdasarkan  pada komposisi  ukuran  panjang, 80% ikan  demersal di daerah penelitian  adalah kurang  dari 7,5 em. Faktor ukuran tubuh lebih signifikan daripada jumlah individu ikan dalam estimasi biomassa dengan aplikasi hidroakustik.Pari Island waters is one of the coral reef ecosystem having high economic demersal fish resources. The  aim of the  research  is to obtain  the biomass  estimation of demersal  fish based  on  the survey conducted in March 2008 in the waters around  Pari Island of Jakarta  Bay. Biosonics DT-X Scientific Digital Echosounder System was used for acquisition  of acoustic  data. The body length  and weight composition of Lutjanus vittus was used for acoustic data verification. Results  show that total fish biomass estimation for solitary  fish distribution was  about 142 ton  or equal to 4 tonlkm2 while  for schooling traces were about 1.3 ton. About 80% of demersal  fish composition in the research location consisted of fish having  less  than  7.5 em body  length.  The body  length  weight  of fish  are  more significant than individual amount  of fish to improve the biomass.
KOMUNITAS BIOTA PENEMPEL PADA TERUMBU BUATAN DI PERAIRAN PULAU GANTENG DAN PULAU RAKIT, TELUK SALEH, NUSA TENGGARA BARAT Amran Ronny Syam; Sri Turni Hartati; Krismono Krismono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1742.84 KB) | DOI: 10.15578/jppi.13.2.2007.157-166

Abstract

Rehabilitasi perairan melalui peletakan terumbu buatan di perairan Teluk Saleh telah dilakukan sejak bulan Juli 2005 yang merupakan awal dari perbaikan perairan karang di kawasan itu. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi biota penempel pada terumbu buatan dan mengamati perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Metode yang digunakan adalah pengamatan sensus visual dengan penyelaman SCUBA di sekitar terumbu buatan. Hasil analisis menunjukkan ada peningkatan jumlah jenis biota penempel selama kurun waktu 10 bulan peletakkan modul terumbu buatan. Komunitas biota penempel pada umumnya didominasi oleh kelompok alga dan other fauna. Selama kurun waktu tersebut belum menunjukkan ada perubahan (suksesi) ke arah pembentukkan hard coral. Rehabilitation of water has been done through installation of artificial reef in Saleh Bay since July 2005. The activity should represent early stade up of coral reef waters. The objective of this research is to identify bioufalling communities on the artificial reef and perceive change of then from time to time. This work used a method enhancment of visual census with diving of SCUBA around artificial reef. Results show the improvements species and abundance of bioufalling during periode of 10 month when artificial reef module was settled. The community of bioufalling was generally predominated by group of algae and other fauna. Succession of the communities during the periode of study was not yet to forming hard coral formation.
ANALISIS SPEKTROFOTOMETRI TERHADAP GUGUS FUNGSI EKSTRAK METANOL RUMPUT LAUT ulva fasciata SEGAR DAN KERING MATAHARI Hedi Indra Januar; Thamrin Wikanta; Emma Hastarini
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2760.376 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.4.2005.51-59

Abstract

Riset ini dilaksanakan untuk mengetahui efek penggunaan sinar matahari sebagai melode preparasi. bahan baku terhadap gugus fungsional di dalam ekstrak metanol rumput laut ulva fasciata
DETEKSI WHITE SPOT SYNDROME VIRUS(WSSV) PADA UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI BALI DAN JAWA TIMUR MENGGUNAKAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTIOIN(PCR) Ketut Mahardika; Zafran Zafran; Isti Koesharyani
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4924.45 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.1.2004.55-59

Abstract

White spot syndrome (WSS) telah ditemukan pada banyak spesies udang dan kepiting, tidak saja di Asia tetapi hampir di seluruh dunia.
KARAKTERISASI PATOGEN, INANG SPESIFIK, DAN SEBARAN MYCOBACTERIOSE Hambali Supriyadi; Pipik Taupik; Taukhid Taukhid
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5150.462 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.2.2003.39-45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk rnengetahtii karakteristik penyebab penyakit jenis-jenis ikan yang terinfeksi serta daerah sebar dari penyakit mycobacteriosrs. Penelitian ini dilakukan di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Banten.
PRODUKSI DAN KARAKTERISASI ANTIBODI MONOKLONAL (MAB) ANTl- Mycobacte riumfortuitum UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT MIKOBAKTERIOSIS PADA IKAN Hambali Supriyadi; Taukhid Taukhid; Adin Priadi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3445.382 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.2.2002.67-72

Abstract

Keberhasilan penanggulangan penyakit ikan ditentukan oleh hasil diagnosis penyakit tersebut. Cara diagnosis yang cepat dan tepat akan menghasilkan cara penanggulangan yang cepat dan tepat pula.
KEBUTUHAN VITAMIN BAGI PERTUMBUHAN BENIH IKAN JAMBAL SIAM (Pangasius hypophthalmus) Yanti Suryanti; I Wayan Subamia; Agus Priyadi; Ningrum Suhenda
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2677.154 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.1.2000.24-27

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis vitamin yang dapat meningkatkan sintasan dan pertumbuhan benih ikan jambal siam. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 30 x 60 x 40 cm3 sebanyak 16 buah yang diisi air 50 L. Benih ikan jambal siam yang digunakan ukuran rata-rata 1,02 g yang ditebar sebanyak 50 ekor/wadah.

Page 19 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue