cover
Contact Name
Darwanto
Contact Email
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap
ISSN : 19078229     EISSN : 25026410     DOI : -
Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, Desember. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap memuat hasil-hasil penelitian bidang “natural history” (parameter populasi, reproduksi, kebiasaan makan dan makanan), lingkungan sumber daya ikan dan biota perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 402 Documents
Keanekaragaman Kepiting Mangrove di Pantai Merdeka Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara Dianita Awaliyah Nasution; Melfa Aisyah Hutasuhut; Khairunnisa Khairunnisa
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 18, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.18.1.2026.52-60

Abstract

ABSTRAK Ekosistem mangrove di Pantai Merdeka memiliki peran ekologis penting sebagai habitat berbagai biota, termasuk kepiting mangrove (Bracyura). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies kepiting, menganalisis indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E), dan dominansi (C), serta mengetahui kadar logam berat Timbal (Pb) dan korelasi faktor lingkungan terhadap spesies di kawasan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2025 menggunakan metode observasi deskriptif dengan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian dibagi menjadi tiga stasiun berdasarkan tingkat kerapatan mangrove: Stasiun I (Mangrove Rapat), Stasiun II (Mangrove Sedang), dan Stasiun III (Mangrove Jarang). Pengambilan sampel menggunakan plot meter dan perangkap bubu jaring. Parameter lingkungan yang diukur meliputi pH air/tanah, salinitas, DO, C-Organik, intensitas cahaya, dan kadar Timbal (Pb). Hasil penelitian menemukan delapan jenis kepiting dari masing-masing stasiun yaitu, Scylla traquebarica, Tubuca dussumieri, Austruca triangularis, Austruca perplexa, Parasesarma pictum, Episesarma versicolor, Tubuca rosea, Gelasimus tetragonon dengan Indeks keanekaragaman tertinggi di stasiun II adalah sekitar 1,44 Sementara itu, Indeks Keanekaragaman terendah di stasiun III adalah sekitar 1,17. Kemerataan (E) di ketiga stasiun berkisar antara 0,6–0,7, menunjukkan komunitas kepiting relatif merata tanpa dominansi spesies tertentu. Nilai indeks dominansi (D) berkisar 0,28–0,38, yang berarti tidak ada spesies yang mendominasi secara ekstrem. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor lingkungan pada ketiga stasiun menunjukkan pH air 7,7-7,74, salinitas 12–26 ppt, DO 8,98–11,36 Mg/L yang mendukung habitat kepiting. Pada Setiap stasiun kadar timbal pada air sangat rendah yaitu berkisar (0,001–0,002 mg/L) dan jauh di bawah ambang batas sesuai keputusan standart peraturan pemerintah (0,05 mg/L) sedang pada substrat berkisar <0,07 mg/kg sampai 0,31 mg/kg dan masih dikategorikan rendah karena tidak melampaui batas baku mutu pada Standart acuan Internasional yaitu standart baku mutu berdasarkan United State Environmental Protection Agency (USEPA, 2004) berdasarkan hasil ketiga indeks dan faktor lingkung disetiap stasiun saling berkaitan sehingga dapat menciptakan ekosistem yang tergolong stabil secara ekologis.Kata Kunci:, Jenis Kepiting, Keanekaragaman, Pantai Merdeka Bagan Kuala
ESTIMATING THE SIZE OF FIRST MATURITY OF NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus) IN SIDENRENG LAKE, SOUTH SULAWESI Hasrianti Hasrianti; Damis Damis; Gondo Puspito; A Rini Sahni Putri; Wirata Wirata
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 18, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.18.1.2026.61-72

Abstract

Sidenreng Lake is an important inland water body in South Sulawesi that supports local capture fisheries, particularly Nile tilapia (Oreochromis niloticus) fishing using gillnets. High fishing pressure and the use of various mesh sizes may result in the capture of fish before reaching sexual maturity. This study aimed to estimate the size at first maturity of Nile tilapia and evaluate the suitability of gillnet mesh sizes used by fishers in Sidenreng Lake. The study was conducted from August to October 2024 using gillnets with mesh sizes of 2”, 2.5”, 3”, and 3.5”, with 20 fishing trials. The observed parameters included fork length, body girth, body weight, gonad weight, gonad maturity stage, gonadosomatic index, size at first maturity, and size at first capture. The results showed that most of the observed Nile tilapia were at gonad maturity stages I and II, accounting for 69%, while mature fish at stages III and IV accounted for only 31%. The growth patterns of male and female Nile tilapia were negatively allometric, with b values of 2.90 and 2.88, respectively. The size at first capture of male Nile tilapia was 133.74 mm, while the size at first maturity was 196.20 mm. In females, the size at first capture was 124.09 mm, while the size at first maturity was 185.84 mm. The lower Lc values compared to Lm indicate that most Nile tilapia were caught before having the opportunity to reproduce. Therefore, the currently used gillnet mesh sizes are not yet selective, and mesh sizes larger than 3.5” are recommended to support the sustainability of Nile tilapia resources in Sidenreng Lake.

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2026): April 2026 Vol 17, No 3 (2025): Desember 2025 Vol 17, No 2 (2025): Agustus 2025 Vol 17, No 1 (2025): April 2025 Vol 16, No 3 (2024): Desember 2024 Vol 16, No 2 (2024): AGUSTUS 2024 Vol 16, No 1 (2024): (APRIL) 2024 Vol 15, No 3 (2023): (DESEMBER) 2023 Vol 15, No 2 (2023): (AGUSTUS) 2023 Vol 15, No 1 (2023): (APRIL) 2023 Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022 Vol 14, No 2 (2022): (Agustus) 2022 Vol 14, No 1 (2022): (APRIL) 2022 Vol 13, No 3 (2021): (DESEMBER) 2021 Vol 13, No 2 (2021): (AGUSTUS) 2021 Vol 13, No 1 (2021): (April) 2021 Vol 12, No 3 (2020): (Desember) 2020 Vol 12, No 2 (2020): (AGUSTUS) 2020 Vol 12, No 1 (2020): (April) 2020 Vol 11, No 3 (2019): (Desember) 2019 Vol 11, No 2 (2019): (Agustus) 2019 Vol 11, No 1 (2019): (April) 2019 Vol 10, No 3 (2018): (Desember) 2018 Vol 10, No 2 (2018): (Agustus) 2018 Vol 10, No 1 (2018): April (2018) Vol 9, No 3 (2017): (Desember) 2017 Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017) Vol 9, No 1 (2017): (April, 2017) Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016) Vol 8, No 2 (2016): (Agustus 2016) Vol 8, No 1 (2016): (April 2016) Vol 7, No 3 (2015): (Desember 2015) Vol 7, No 2 (2015): (Agustus 2015) Vol 7, No 1 (2015): (April 2015) Vol 6, No 3 (2014): (Desember 2014) Vol 6, No 2 (2014): (Agustus 2014) Vol 6, No 1 (2014): (April 2014) Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013) Vol 5, No 2 (2013): (Agustus 2013) Vol 5, No 1 (2013): (April 2013) Vol 4, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 4, No 2 (2012): (Agustus 2012) Vol 4, No 1 (2012): (April 2012) Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011) Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011) Vol 3, No 4 (2011): (April 2011) Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010) Vol 3, No 2 (2010): (Agustus 2010) Vol 3, No 1 (2010): (April 2010) Vol 2, No 6 (2009): (Desember 2009) Vol 2, No 5 (2009): (Agustus 2009) Vol 2, No 4 (2009): (April 2009) Vol 2, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 2, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 2, No 1 (2008): (April 2008) Vol 1, No 6 (2007): (Desember 2007) Vol 1, No 5 (2007): (Agustus 2007) Vol 1, No 4 (2007): (April 2007) Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 1, No 1 (2006): (April 2006) More Issue