cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: Oktober 2020" : 19 Documents clear
Kritik Retoris: Suatu upaya Memahami Teks Alkitab dari Sudut Latar Belakang Retorika Susanto Dwiraharjo
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.218

Abstract

Hermeneutics in the last decade has experienced a very rapid development, which at first was more often associated with the field of theology, but has since undergone a development that is no longer limited to theological discourse. The development in theology is due to the existence of various critical approaches, one of which is rhetorical criticality. At first, this criticism gave rise to a lot of a priori, but later it developed into a model of interpretation or approach that can help interpreters find culturally appropriate truths when the text is delivered. The output of this paper is to describe the method of rhetorical criticism and the approach pattern used to interpret a text. The method used for this writing is the hermeneutic method. This method has a strategic role in the dialoguing text whose meaning is still ambiguous, becomes clear and does not have multiple interpretations, rationalizes the messages contained in the text so that it is easier to understand. Abstrak Hermenetika pada decade terakhir ini mengalami perkembangan yang begitu pesat, yang semula lebih sering dikaitkan dengan bidang teologi, namun di waktu berikutnya mengalami perkembangan yang tidak lagi hanya terbatas pada ilmu teologi. Perkembangan dalam teologi adalah dengan adanya berbagai pendekatan kritis, yang salah satunya adalah kritis retoris. Pada awalnya kritik ini menimbulkan banyak apriori, tetapi di kemudian hari berkembang menjadi model tafsir atau pendekatan yang dapat menolong penafsir menemukan kebenaran yang sesuai kultur ketika teks disampaikan. Luaran dari tulisan ini adalah untuk memaparkan metode kritik retoris dan pola pendekatan yang digunakan untuk mengintepretasi suatu teks. Metode yang digunakan untuk penulisan ini adalah metode hermenetika. Metode ini memiliki peran strategis dalam mendialogkan teks yang maknanya masih ambigu menjadi jelas dan tidak multitafsir, merasionalisasikan pesan yang terkandung dalam teks agar lebih mudah dipahami
Mengurai Landasan Konseptual PAK Berbasis Multikultural dalam konteks Indonesia I Made Suardana
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.150

Abstract

This study examines the implementation of Christian Religious Edu-cation in a multicultural society in the Indonesian context. The fundamental thing of concern is the weak adaptability of the multicultural context in PAK which is able to answer the demands of togetherness and equality amidst the various differences that exist as uniqueness and identity of self and group. A qualitative approach with descriptive research through analysis of descriptive-argumentative data used in this study is intended to bring researchers closer to the problems that exist in the field so that it fulfills the principles of adequacy and fulfillment of the required data. The results obtained are that PAK places its characteristics that are always dealing with multicultural contexts so that the context is not to be avoided but to be lived. Efforts to live up to the multicultural context in the realization of PAK place PAK attached to the foundation of Jesus' concern who loves everyone. Based on the research findings, it is highly recommended that the Indonesian context is always the answer to the achievement of the goals of PAK, an Indonesian culture that accepts, respects, and upholds the principle of living together. Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi Pendidikan Agama Kristen da-lam masyarakat multikultural konteks Indonesia. Hal mendasar yang menjadi keprihatinan adalah lemahnya kemampuan adaptasi konteks multikultural dalam PAK yang mampu menjawab tuntutan kebersamaan dan kesederajatan di tengah pelbagai perbedaan yang ada sebagai keunikan dan identitas diri dan kelompok. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui analisis data deskriptif-argumentatif yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendekatkan peneliti dengan masalah yang ada dilapangan sehingga memenuhi prinsip kecukupan dan kepenuhan data yang dibutuhkan. Hasil yang didapatkan, bahwa PAK menempatkan karakteristiknya yang senantiasa berhadapan dengan konteks multikultural, sehingga konteks tersebut bukan untuk dihindari melain-kan dihidupi. Upaya menghidupi konteks multikultural dalam realisasi PAK menempatkan PAK melekat pada dasar kepedulian Yesus yang mengasihi se-tiap orang. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, maka sangat disarankan agar senantiasa menempatkan konteks Indonesia menjadi jawaban bagi penca-paian tujuan PAK, budaya Indonesia yang saling menerima, menghormati dan meninggikan prinsip kehidupan bersama.
Keluarga dan Pendidikan Karakter: Menggali Implikasi Nilai-nilai Hausetafel dalam Efesus 6:1-9 Febby Nancy Patty; Vincent Kalvin Wenno; Fiona Anggraini Toisuta
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.155

Abstract

The moral crisis in Christian families due to globalization has resulted in the loss of the function of the Christian family in society. This results in the shift in family values to be replaced by individualist, consumerist, and hedonistic values. This article describes the concept of family (hausetafel) in the letters of Ephesians and Colossians. The author uses a historical socio interpretation, to search for and find the meaning of the two epistles. The results of the interpretation show that the two epistles are very rich related to family and moral values (character). The meaning cannot be separated from its socio-historical and cultural context. Some of the values contained include the revelation of Christ in and through the family, love as the basis for binding family members, the family as a basis for character education, equality relations. The family image becomes a model for church life. Abstrak Krisis moral yang terjadi di tengah keluarga Kristen akibat globalisasi, mengakibatkan hilangnya fungsi keluarga Kristen di tengah masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan bergesernya nilai-nilai keluarga digantikan dengan nilai-nilai individualis, konsumerisme, hedonistik. Artikel ini memuat tentang konsep keluarga (hausetafel) dalam surat Efesus 6:1-9. Penulis menggunakan penafsiran sosio historis, untuk mencari dan menemukan makna atau nilai kekeluargaan menurut pemikiran Paulus. Hasil penafsiran menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai keluarga tidak lepas dari konteks sosio-historis dan kulturalnya yang yang didominasi oleh pola-pola relasi kekuasaan yakni patron-klien yang ber-dampak pada kehidupan persekutuan umat. Sehingga perlu adanya penguatan moral dan karakter yang berdasar pada nilai-nilai kekeluargaan. Beberapa nilai haustafel yang menonjol dalam perikop ini yakni nilai kebenaran, kasih dan ketaatan, penghormatan, nilai persaudaraan, bersikap adil dan hidup setara yang selanjutnya menjadi model bagi kehidupan gereja maupun kekristenan.
Tantangan Teologi Agama-agama: Suatu Diskursus Model Hasahatan Hutahaean
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.136

Abstract

Live side by side between religions is no longer a choice of life, especially in Indonesia. Because Indonesian society is formed from various religions and tribes or sub-tribes. Therefore, the effort to find a format and order to live side by side in getting along well and harmony is a relevant topic of all time. In this paper, the pattern of life in diversity is traced to the time of the first human life on earth through the narrative of the Scriptures in Christianity, the Bible. With the help of searching for cognate libraries, this paper presents proposals that are simple and easy to understand for each adherent of the religion. Various data collected were then processed using the heuristic inquiry theory approach while the data from the scriptures were explored with a hermeneutic pattern. The tripolar typology that is considered to be the first or pioneering pattern in the theology of religions is now gaining a new partner in realizing life between religious communities towards harmony. Abstrak Hidup berdampingan antar pemeluk agama tidak lagi menjadi pilihan hidup, apalagi di Indonesia. Sebab masyarakat Indonesia terbentuk dari berbagai agama dan suku atau sub-suku. Karena itu pula upaya mencari format dan tatanan hidup berdampingan dengan rukun dan harmonis menjadi topik yang relevan sepanjang masa. Dalam tulisan ini, pola kehidupan dalam keberagaman ditelusuri hingga masa-masa kehidapan pertama manusia di bumi melalui narasi Kitab Suci dalam kekristenan yaitu Alkitab. Dengan bantuan penelusuran pustaka serumpun, tulisan ini menyajikan usulan yang sederhana dan mudah untuk dimengerti oleh masing-masing pemeluk agama. Berbagai data yang berhasil dihimpun kemudian diolah dengan pendekatan teori heuristic inquiry sedangkan data dari kitab suci didalami dengan pola hermeneutik. Kerangkeng tipologi tripolar yang dianggap menjadi pola pertama atau perintis dalam teologi agama-agama kini memperoleh mitra baru dalam mewujudkan kehidupan antar umat beragama menuju keharmonisan
Mengembangkan Desa Wisata Kreatif Perdamaian Sebagai Upaya Menghadirkan Shalom di tengah Ancaman Disintegrasi Bangsa Agus Supratikno; Rini Kartika Hudiono; Evi Maria; Suharyadi Suharyadi
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.228

Abstract

This paper is an analytical study of the "Peace Creative Tourism Village" initiated by the Creative and Peace Srumbung Gunung Society (CPSS). The analysis is carried out using sustainable tourism theory and socio-theological perspective through exploring the meaning of shalom. Srumbung Gunung Hamlet has the potential, both physically and non-physically, to be developed into a Peace Tourism Village. The physical potential of Srumbung gunung hamlet includes beautiful mountain views, traditional arts, and historical sites. Meanwhile, the non-physical potential is having local traditions and culture, having local wisdom, still living the values of harmony and mutual cooperation in the plural Srumbung Gunung community. All of these potentials are synergized into the capital to build a peace tourism village with an emphasis on the dimension of peace as its branding. The research results show that DWK "P" can be a model for a tourist village to bring peace (shalom) in the midst of the threat of national disintegration. Abstrak Tulisan ini adalah kajian analisis ??SDesa Wisata Kreatif Perdamaian? yang diinisiasi oleh Creative and Peace Srumbung Gunung Society (CPSS). Analisis dilakukan dengan menggunakan teori sustainable tourism dan perspektif sosio-teologis melalui menggali makna shalom. Dusun Srumbung Gunung mempunyai potensi, baik secara fisik maupun non-fisik untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata Perdamaian. Potensi fisik yang dimiliki dusun Srumbung Gunung, antara lain pemandangan pegunungan yang indah, kesenian-tradisional, dan situs-situs bersejarah. Sedangkan potensi non-fisiknya adalah memiliki tradisi dan budaya lokal, memiliki kearifan lokal, masih hidupnya nilai-nilai kerukunan dan kegotongroyongan dalam masyarakat Srumbung Gunung yang plural. Semua potensi tersebut disinergikan menjadi modal untuk membangun desa wisata perdamaian dengan penekanan pada dimensi perdamaian sebagai branding. Hasil analisis menunjukkan, DWKP dapat menjadi salah satu model desa wisata sebagai sebuah upaya untuk menghadirkan damai (shalom) di tengah-tengah ancaman disintegrasi bangsa.
Persoalan Corpus Delicti dalam Teologi Kristen tentang Persidangan Ilahi Sonny Eli Zaluchu
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.172

Abstract

This study aims to examine and examine the concept of the divine trial regarding every human act at the end of time by using the Corpus Delicti perspective that was initiated by Erastus Sabdono regarding the fall of Lucifer. Corpus Delicti is a principle that emphasizes that a person cannot be punished unless proven guilty. It is concluded that in the concept of Christian theology, all people will actually stand before God, the Judge and all their deeds in the world are evidence for God to give rewards. The Corpus Delicti conception cannot be fully applied in Christian theology except definitively about its meaning. Because this term only and always refers to evil, whereas in Christian theology, divine commerce also includes good works. The analysis was carried out using the technique of fits biblical expectations, which is based on commentaries, conceptions, and views of theologians in books and journal papers. Abstrak Penelitian ini bertujuan menelaah dan meneliti konsepsi persidangan ilahi menyangkut setiap perbuatan manusia di akhir zaman dengan mengguna-kan cara pandang Corpus Delicti yang digagas oleh Erastus Sabdono mengenai kejatuhan Lucifer. Corpus Delicti adalah prinsip yang menekankan bahwa sese-orang tidak dapat dihukum kecuali dibuktikan bersalah. Disimpulkan bahwa di dalam konsep teologi Kristen, semua orang justru akan berdiri di hadapan Tuhan, Sang Hakim, dan semua perbuatannya di dunia adalah alat bukti bagi Tuhan untuk memberikan ganjaran. Konsepsi Corpus Delicti tidak dapat dipa-kai sepenuhnya di dalam teologi Kristen kecuali secara definitif tentang penger-tiannya. Sebab, istilah ini hanya dan selalu merujuk pada kejahatan sedangkan di dalam teologi Kristen, persidagangan ilahi juga mencakup perbuatan baik. Analisis dilakukan dengan teknik fits biblical expectations yang berpijak pada commentary, konsepsi dan padangan teolog di dalam buku dan paper jurnal.
Reinterpretasi Mazmur 23 sebagai Teks Quantum Affirmasi Healing Yudhi Kawangung; Nelci Nafalia Ndolu; Munatar Kause
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.194

Abstract

This article aims to reinterpret the text of Psalm 23 through the lens of the human energy center (chakra) healing therapy. The text of Psalm 23 is studied using the text analysis method. The findings are formulated using the lens of the quantum affirmation theory. The results showed that the text of Psalms 23 is a prayer Psalms that become affirmative sentences, which are able to renew the negative energy in the human chakra and restore the normal colors of the body chakra aura so that humans can think, work optimally and achieve life success. Psalm 23 as a quantum affirmation of David in achieving success can be used as a form of therapy to cleanse the aura of everyone, especially for church leaders to always emit a positive aura and reach a successful ministry. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mereinterpretasi teks Mazmur 23 dalam lensa terapi penyembuhan pusat energi (cakra) manusia. Teks Mazmur 23 dikaji menggunakan metode analisis teks. Temuan dirumuskan dengan menggunakan lensa teori Quantum affirmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Maz-mur 23 merupakan Mazmur doa yang menjadi kalimat-kalimat afirmasi, yang mampu membaharui energi negatif dalam cakra manusia dan memulihkan war-na normal aura cakra tubuh, sehingga manusia dapat berpikir, berkarya dengan maksimal dan mencapai kesuksesan hidup. Mazmur 23 sebagai quantum affir-masi Daud dalam meraih sukses dapat digunakan sebagai bentuk terapi mem-bersihkan aura setiap orang khususnya bagi pemimpin gereja agar selalu memancarkan aura positif dan menggapai pelayanan yang sukses
Menerapkan Strategi Penginjilan Paulus dalam Kisah Para Rasul 17:16-34 pada Penginjilian Suku Auri, Papua Doni Heryanto; Wempi Sawaki
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.213

Abstract

Gospel messages are important, so to achieve the right goals, proper planning or strategy is needed. A person who does the gospel message not only depends on the magnitude of the strategy but also how effective the strategy is in introducing Christ. Therefore, the need to apply an effective strategy is very much needed by the GPdI congregation pastors in the East Waropen region in carrying out the Gospel message to the Auri tribe in Papua. The story of Paul in Athens in the Acts of the Apostles Acts 17: 16-34 is used as the biblical foundation in this study which results in five aspects, namely: understanding God's plan in eternity; understand the true purpose of the gospel message; has good characteristics as an evangelist; understand the characteristics of the target community of the gospel message, and using appropriate contextualization methods. This article aims to provide an understanding of Paul's evangelistic strategy to pastors of the GPdI congregation in the East Waropen region so that they can apply it in the Gospel message to the Auri tribe in Papua. Abstrak Pemberitaan Injil adalah hal yang penting, sehingga untuk mencapai sasaran yang tepat perlu adanya perencanaan atau strategi yang tepat juga. Seseorang yang melakukan pekabaran Injil tidak saja bergantung pada hebatnya strategi, namun juga seberapa efektif strategi tersebut dalam memperkenalkan Kristus. Oleh karena itu kebutuhan untuk mengaplikasikan strategi yang efektif sangat diperlukan oleh para gembala sidang GPdI wilayah Waropen Timur da-lam melakukan pekabaran Injil kepada suku Auri di Papua. Kisah Paulus di Atena dalam Kisah Para Rasul Kisah Para Rasul 17:16-34 dijadikan landasan biblika dalam penelitian ini yang menghasilkan lima aspek, yakni: aktualisasi karya penyelamatan Allah; mengerti tujuan hakiki dari pekabaran Injil; memili-ki karakteristik yang baik sebagai seorang penginjil; memahami karakteristik masyarakat sasaran pekabaran Injil; dan melakukan metode kontekstualisasi yang tepat. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai stra-tegi penginjilan Paulus kepada para gembala sidang GPdI wilayah Waropen Timur, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam penginjilan suku Auri
Menemukan Tuhan dalam Segalanya: Analisis Spiritualitas Kristiani dalam Puisi Novita Dewi
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.189

Abstract

As a language of devotion, poetry can help people gain peace and understanding about themselves, each other, and the world around them. This article explores a number of world poetry that tells about the presence of God. Based on the contemplative relationship between poetry and spirituality, the aim of this study is to examine how God the Creator is present and represented in poetry. Using the hermeneutic-interpretative method of analysis, the research data which include six poems from various countries were analyzed with the conceptual framework being (1) poetry as a prayer and (2) Ignatian Spirituality, i.e., a spiritual practice to affirm that God is present in our world and active in our lives. The reading of the selected poems shows that God can indeed be found in everything. First, God is present in the universe and everything living in it. Second, having gone through various struggles, the characters or speakers in the poems find God within themselves. Third, the face of God is visible in others because humans are created in His image. The conclusion is that studying God's presence in poetry can contribute to the narratives of one's spiritual journey. Abstrak Sebagai bahasa pengabdian, puisi dapat membantu orang memperoleh kedamaian dan pengertian tentang diri sendiri, sesamanya, dan dunia di sekitarnya. Artikel ini membahas sejumlah puisi lintas negara yang mengkisahkan kehadiran Tuhan. Bertumpu pada relasi yang berpatutan antara puisi dan spiritualitas, tujuan studi ini adalah meneliti bagaimana Sang Pencipta hadir dan direpresentasikan dalam puisi. Metode interpretasi hermeneutik dipakai untuk menganalisis data yang berupa enam puisi dari berbagai negara dengan kerangka pikir (1) puisi sebagai doa dan (2) Spiritualitas Ignasian, yaitu latihan rohani yang menegaskan bahwa Tuhan hadir di dunia dan aktif dalam kehidupan kita. Hasil pembacaan sejumlah puisi tersebut menunjukkan bahwa Tuhan sungguh dapat ditemukan dalam segalanya. Pertama, di alam raya dan segala isinya Tuhan hadir. Kedua, setelah melalui pelbagai pergumulan, tokoh atau pembicara dalam puisi menemukan Tuhan dalam dirinya sendiri. Ketiga, wajah Tuhan terlihat dalam diri sesama karena manusia diciptakan sesuai citraNya. Sebagai simpulan, kajian puisi tentang kehadiran Tuhan dapat menambah alur kisah perjalanan spiritual seseorang
Hubungan Kreativitas Mengajar Pendeta dengan Motivasi Belajar Anak Katekisasi Sidhi Andar Gunawan Pasaribu
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.182

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of creativity variables on student learning motivation. The method used in this research is a quantitative approach using descriptive statistics and simple linear regression statistical tests. Data collection techniques used a Likert attitude scale with four answer choices distributed to 32 students who were respondents in this study. The results showed that the variable obtained an average score of 41,68 which was included in the high category while the Student Learning Motivation variable obtained an average score of 36,50 which was also included in the high category. The results of data processing showed that there was an influence of creativity variables on Student Learning Motivation by 18,9 % meaning that changes in the learning Motivation variable by 18,9% could be explained by changes in creativity variables. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh variable kreativitas terhadap motivasi belajar anak katekisasi sidhi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kuantitatif dengan mengunakan regresi linear sederhana. Teknik pengumpulan data mengunakan skala sikap Likert dengan empat pilihan jawab yang dibaikan kepada 32 orang anak katekisasi sidhi yang menjadi responden dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa varia-bel kreativitas memperoleh skor rata-rata sebesar 41,68 yang termasuk dalam kate-gori tinggi sementara variabel motivasi belajar anak katekisasis sidhi memperoleh skor rata-rata sebesar 36,50 yang juga termasuk dalam kategori tinggi. Hasil pe-ngolahan data menunjukkan ada korelasi variabel kreativitas mengajar terhadap motivasi belajar anak katekisasi sidhi sebesar 18,9%, artinya perubahan dalam variabel motivasi belajar sebesar 18,9 % dapat dijelaskan oleh perubahan dalam variable kreativitas.

Page 1 of 2 | Total Record : 19