cover
Contact Name
Putu Diah Sastri Pitanatri
Contact Email
diahsastri@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diahsastri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KEPARIWISATAAN
ISSN : 14125498     EISSN : 25811053     DOI : -
Jurnal Kepariwisataan bertujuan untuk menyebarkan analisis kritis dari para periset dan akademisi mengenai berbagai isu-isu kepariwisataan baik dalam perpektif nasional maupun internasional. Jurnal ini diterbitkan setelah menjalani proses peer-double blinded-review oleh dewan reviewer. Secara substansif, Jurnal ini bertujuan untuk memberikan hasil studi dan pemikiran baru bagi praktisi akademis, peneliti dan pengambil keputusan dalam lingkup studi kepariwisataan. Jurnal Kepariwisataan diharapkan mampu menjadi media bagi peneliti dan akademisi untuk menyampaikan pendapat kritis mereka sehingga mampu berkontribusi pada pengembangan studi pariwisata dari berbagai perspektif.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
RAGAM BAHASA INGGRIS OLEH PEDAGANG ASONGAN DI KAWASAN WISATA PANTAI SANUR-BALI Supartini, Ni Luh; Sulasmini, Ni Made; Ayu Ekasani, Kadek
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 16 No 2 (2017): Kepariwisataan-September
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahasa Inggris oleh pedagang asongan di kawasan wisata Pantai Sanur menjadi objek menarik untuk diteliti. Pedagang asongan yang memiliki latar belakang budaya dan dialek yang sangat unik merupakan fenomena kebahasaan yang kompleks dari sisi semantic. Penelitian ini bertujuan untukmengungkap berbaga ragam bahasa Inggris yang digunakan oleh pedagang asongan dengan wisatawan di daerah wisat Pantai Sanur. Target khususnya adalah mengidentifikasi, menganalisa dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan bentuk dan strategi bahasa yang digunakan oleh pedagang asongan di daerah wisata Pantai Sanur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakanpendekatan penelitian kualitatif secara etnografis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan beberapa ragam bahasa yang digunakan oleh pedagang asongan dalam melakukan interaksi dengan wisatawan asing menggunakan bahasa Inggris adalah bahasa Inggris dialek Bali, ragam bahasa yang digunakan adalah santaiyang biasa mereka gunakan sehari-hari dan hanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Penutur banyak menggunakan bentuk kata yang dipendekkan, kosakatanya banyak dipenuhi unsur leksikal dialek dan unsur bahasa daerah. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi keragaman bahasa yang digunakan adalah faktor social dan situasional.
PENERAPAN SUSU KERBAU "DADIH" SEBAGAI AGROWISATA KULINER KABUPATEN SOLOKM SUMATERA BARAT Gunarto, Anton
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 9 No 2 (2010): Kepariwisataan-September
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
STUDI PENGELOLS PENGUNJUNG DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO, JAWA BARAT Prabandaru, Felix
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 3 No 1 (2004): Kepariwisataan-Maret
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PROFIL TINDAK ILOKUSI KOMUNIKATIF DAN KEKUASAAN DALAM PERCAKAPAN: A MODEL FOR DEVELOPING COMMUNICATIVE TEACHING OF ENGLISH FOR HOSPITALITY Ngurah Byomantara, Dewa Gede
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 15 No 1 (2016): Kepariwisataan-Maret
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesesuaian tutura diperlukan oleh penutur dan lawan tutur dengan bertanya, “siapa kita, kapan, dimana dan bagaimana peristiwa tutur terjadi?” Dalam periwtiwa tutur, tindak ilokusi, dominasi dan jarak sosialsering muncul. Dalam dialog antara dokter dan pasien, ditemukan : a) urutan tindak ilokusi: konstantif, ekspresif, direktif, dan komisif; b) yang paling sering muncul adalah tindak ekspresif; c) negosiasi makna berlangsung lancar; d) solidarita diekspresikan lebih dominan dibandingkan kekuasaan; e) wanita tidak selalu memperlihatkan perendahan diri; f) maksim yang paling menonjol adalah maksim persetujuan; dan g) kesopanan bahasa tidak selalu konsisten dengan kekuasaan, otoritas, dan status.
PREFERENSI PENGUNJUNG TERHADAP THEME PARK DI BALI Kristiono Liestiandre, Hanugerah
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 14 No 1 (2015): Kepariwisataan-Maret
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
EVALUASI METODE PENGAJARAN KAIWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DALAM BAHASA JEPANG Zuraida, Lukia
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 12 No 1 (2013): Kepariwisataan-Maret
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
KEPUASAN WISATAWAN TERHADAP SPA TRADISIONAL BALI DI KAWASAN PARIWISATA NUSA DUA Puspa Adi, Ida Ayu
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 8 No 2 (2009): Kepariwisataan-September
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PENGELOLAAN KAWASAN WISATA SANUR DITINJAU DARI ASPEK KELEMBAGAAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT Rai Sumariati, Dewa Ayu
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 15 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Sanur sebagai daerah pariwisata resort pertama di Bali, telah berkembang dengan cepat ditandai dengan pembangunan fasilitas akomodasi dan pendukung pariwisata lainnya.Kondisi ini memunculkan berbagai masalah seperti pelanggaran sempadan pantai secara mecolok, pembuangan limbah cair ke laut, pendirian bangunan liar diatas tanah negara, masalah retribusi pengunjung dan parkir. Sehingga muncul masalah yaitu bagaimana permasalahan kelembagaan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan wisata Sanur dan faktor – faktor penyebab dari permasalahan yang muncul.Teori yang dipakai dalam membahas adalah, pengertian tentang kawasan wisata, pengertian tentang kelembagaan dan pengertian tentang partisipasi masyarakat. Hasil dari penelitian adalah Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) sebagai lembaga lokal setempat yang berkedudukan sebagai koordinator dalam pengelolaan wilayah Sanur, dan partisipasi yang cukup tinggi dalam pembangunan, seperti: lomba seni budaya dan kegiatan kebersihan yang dikoordinir oleh Pokdarwis.
WISATA TAMAN SEBAGAI SALAH SATU OBJEK WISATA ALTERNATIF DI KABUPATEN GIANYAR Putra, Dewa Gede
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 11 No 2 (2012): Kepariwisataan-September
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
RELEVANSI PERDA NOMOR 3 TAHUN 1991 DALAM PEMBANGUNAN PARIW ISATA BUDAYA BALI Hadi Sukarno, Teguh
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 6 No 2 (2007): Kepariwisataan-September
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Government of Bali decided that culture tourism concepts were viewedas the ideology, spirit, guidelines, framework and solutions in developing tourismin Bali. These decisions were then legitimized in a form of provincialrules "Perda no 3, tahun 1974" concerning the cultural tourism. The relationshipof tourism development and cultural development runs in harmony.It can be seen obviously that the Balinese awareness of their culture comessimultaneously as the tourism of Bali develops. The culture of Bali which isbased on Hindu Relegion is implemented as a fundamental base, dominantfactor and motor by which the tourism of Bali is developed.

Page 5 of 28 | Total Record : 277


Filter by Year

2004 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 3 (2018): Jurnal Kepariwisataan (edisi spesial) Vol 17 No 2 (2018): Jurnal Kepariwisataan Vol 17 No 1 (2018): Kepariwisataan-Maret Vol 17 No 1 (2018): Jurnal Kepariwisataan Vol 16 No 2 (2017): Jurnal Kepariwisataan Vol 16 No 2 (2017): Kepariwisataan-September Vol 16 No 1 (2017): Kepariwisataan-Maret Vol 16 No 1 (2017): Jurnal Kepariwisataan Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Kepariwisataan Vol 15 No 2 (2016) Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Kepariwisataan Vol 15 No 1 (2016): Kepariwisataan-Maret Vol 14 No 1 (2015): Kepariwisataan-Maret Vol 14 No 1 (2015): Jurnal Kepariwisataan Vol 13 No 1 (2014): Jurnal Kepariwisataan Vol 12 No 1 (2013): Jurnal Kepariwisataan Vol 12 No 1 (2013): Kepariwisataan-Maret Vol 11 No 02 (2012): Jurnal Kepariwisataan Vol 11 No 2 (2012): Kepariwisataan-September Vol 11 No 1 (2012): Jurnal Kepariwisataan Vol 10 No 2 (2011): Kepariwisataan-September Vol 10 No 2 (2011): Jurnal Kepariwisataan Vol 10 No 1 (2011): Jurnal Kepariwisataan Vol 9 No 2 (2010): Jurnal Kepariwisataan Vol 9 No 2 (2010): Kepariwisataan-September Vol 9 No 1 (2010): Jurnal Kepariwisataan Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Kepariwisataan Vol 8 No 2 (2009): Kepariwisataan-September Vol 8 No 1 (2009): Jurnal Kepariwisataan Vol 8 No 1 (2009): Kepariwisataan-Maret Vol 7 No 1 (2008): Kepariwisatan-Maret Vol 6 No 2 (2007): Jurnal Kepariwisataan Vol 6 No 2 (2007): Kepariwisataan-September Vol 6 No 1 (2007): Kepariwisataan-Maret Vol 6 No 1 (2007): Jurnal Kepariwisataan Vol 3 No 1 (2004): Jurnal Kepariwisataan Vol 3 No 1 (2004): Kepariwisataan-Maret More Issue