Articles
Analisis Positioning Dan Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Blackberry Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Ugm
Zuraida, Lukia;
Novitasari, Dwi
JURNAL RISET MANAJEMEN SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI WIDYA WIWAHA PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN Vol 1 No 2 (2014): Jurnal Riset Manajemen Juli 2014
Publisher : Program Magister Manajemen STIE Widya Wiwaha Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.042 KB)
|
DOI: 10.32477/jrm.v1i2.25
This research analyzed positioning and brand awareness on decision to purchase Blackberry handphone. The research done in 2013 using 100 students of economic faculties, UGM. The analytical method used was multiple regression. The results showed that a significant differences between positioning with purchasing decisions as indicated by the significance value below 0.005 and brand awareness with purchasing decisions have significance value below 0.000. This suggests that the higher positioning and brand awareness will be increased purchasing decisions.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA UNDISAN KECAMATAN TEMBUKU BANGLI SEBAGAI DESA WISATA
Susianti, Hartanti Woro;
Zuraida, Lukia;
Artajaya, Made
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 17 No 1 (2018): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan yang sesuai bagi desa wisata Undisan. Wawancara dan penyebaran kuesioner dilakukan kepada 12 orang stakeholder dan 18 wisatawan, guna mendapatkan data yang mendalam sehingga layak dianalisis. Data dipaparkan secara deskriptif kualitatif dan dianalisis dengan SWOT, untuk mengukur faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dari desa wisata Undisan. Hasil penelitian menunjukkan adanya alternatif strategi jangka pendek (1-5 tahun) yang meliputi revitalisasi lembaga formal, pemberdayaan masyarakatlokal, kampanye peduli lingkungan, redesain produk dan kerjasama dengan pihak lain untuk membangun kekuatan. Alternatif strategi jangka panjang (6-10 tahun) yang meliputi penetrasi pasar, pengembangan pasar dan produk, penyuluhan akan kelemahan dan ancaman secara berkala dan berkelanjutan, peningkatan mutu lingkungan fisik, dan penetapan batas wilayah desa yang definitif.
EVALUASI METODE PENGAJARAN KAIWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DALAM BAHASA JEPANG
Zuraida, Lukia
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 12 No 1 (2013): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keterampilan berbicara merupakan salah satu masalah bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran bahasa Jepang. Dari hasil pengamatan melalui refleksi yang dilakukan, siswa terlihat pasif, hanya menghafal, dan beberapa mengeluh.tidak percaya diri da/am mengungkapkan ide dan menuangkannya dalam percakapan dengan bahasa Jepang. Hal ini mengundang pertanyaan dan asumsi bahwa keefektifan metode pengajaran cenderung kurang berhasil. Sehagai upaya memperbaiki metode pembelajaran kaiwa penulis berusaha mengevaluasi dan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Subyek penelitian adalah mahasiswa STP Nusa Dua Bali. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan angket. Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan. kaiwa cukup besar yaitu lebih dari 50, 7 %. Hal ini menjadi indikasi bahwa pengajaran kaiwa belum memenuhi tujuan yang diharapkan. Sedangkan faktor faktor yang menyebabkannya adalah sebagai berikut: 1) kurangnya pemahaman gramatikal, 2) kurangnya penguasaan kosakata, 3) kurangnyajam perkuliahan, 4) Terlalu banyak materi yang harus diajarkan, 4) ada beberapa mahasiswa yang kurang mempunyai motivasi belajar.
MOTIVASI WISATAWAN MANCANEGARA BERWISATA KE UBUD, KABUPATEN GIANYAR
Permata Sari, Luh Putu Regita;
Zuraida, Lukia
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 18 No 1 (2019): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motivasi utama wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kelurahan Ubud. Faktor-faktor motivasi wisatawan yang diteliti dalam penelitian meliputi motivasi fisik, motivasi budaya, motivasi sosial, dan motivasi fantasi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-kuantitatif dengan teknik analisis faktor konfirmatori dengan bantuan program software IBM SPSS Statistics 23. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dari keempat faktor motivasi wisatawan yang diteliti, masing-masing faktor motivasi memiliki motivasi yang mendominasi wisatawan untuk berkunjung ke Kelurahan Ubud. Motivasi fisik yang mendominasi adalah ‘beristirahat dan rileks’ dengan nilai communalities tertinggi sebesar 0,872. Motivasi budaya yang mendominasi adalah ‘bertemu dengan masyarakat lokal’ dengan nilai communalities tertinggi sebesar 0,804. Motivasi sosial yang mendominasi adalah ‘bersama dengan seseorang yang memiliki ketertarikan akan sesuatu yang sama’ dengan nilai communalities tertinggi sebesar 0,914. Motivasi fantasi yang mendominasi adalah ‘mewujudkan perjalanan wisata impian’ dengan nilai communalities tertinggi sebesar 0,856
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN WISATAWAN CHINA BERWISATA KE NUSA PENIDA
Zuraida, Lukia;
Susianti, Woro;
Kusumarini, Indah
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 18 No 2 (2019): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
China merupakan salah satu market potensial yang dimiliki pariwisata Bali saat ini. Data menunjukan tren pertumbuhan pangsa pasar China yang sangat positif hingga mampu menduduki peringkat pertama pada tahun 2017. Hal tersebut memunculkan suatu peluang yang sangat baik untuk prospek pariwisata Bali kedepannya, khususnya untuk pengembangan pangsa pasar China ke kepulauan Nusa Penida. Untuk memaksimalkan peluang ini perlu dilakukan kajian terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan wisatawan China dalam berwisata ke Nusa Penida. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik survei dengan instrumen berupa kuesioner yang ditujukan kepada wisatawan China yang berwisata ke Nusa Penida. Penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 140 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis faktor exploratory dengan total seluruh indikator sebanyak 35buah. Dalam penelitian ini diperoleh lima faktor pendorong yang memotivasi wisatawan India dalam berwisata ke Bali yaitu: (1) faktor Strengthening family bonds dan Wish-fulfilment, (2) faktor Romance dan Social Interaction, (3) faktor Escape dan Relaxation, (4) faktor Educational Opportunity dan Selffulfilment,(5) faktor Prestige. Terdapat empat faktor penarik yang mempengaruhi wisatawan China berwisata ke Nusa Penida yaitu (1) faktor Amenities dan Accessibility, (2) faktor Attraction, (3) faktor Image, (4) faktor Price.
KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS MAHASISWA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA NUSA DUA BALI YANG MENGIKUTI INTERNSHIP PROGRAM PADA INDUSTRI PARIWISATA DI BALI
Ni Kade Juli Rastitiati;
Lukia Zuraida;
Indah Kusumarini;
Ratri Paramita;
Teguh Hadi Sukarno;
luh' Tri Lilasari
JURNAL BISNIS HOSPITALITI Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Bisnis Hospitaliti
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pariwisata Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52352/jbh.v5i1.112
The research aimed at knowing and analyzing the competence of English language of the students of Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali (STPNB) who joined the internship training program in hospitality industries in Bali. To meet the research objectives, the questionnaires were delivered to 50 respondents. The other method utilized was interview to staff of tourism industries who supervised the students.The data were then analyzed quantitatively based on Likert Scale, and qualitatively on the basis of the theory and concept of English language competency. The research found out that the overall English language competence of STPNB's students who joined the internship training program was good. The specific results were that the competence ofspeaking and reading were good, while the competence of listening and writing were fair. The implication of these research findings are the English language teaching in STPNB has to provide more practice on listening and writing aspects.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA UNDISAN KECAMATAN TEMBUKU BANGLI SEBAGAI DESA WISATA
Hartanti Woro Susianti;
Lukia Zuraida;
Made Artajaya
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 17 No 1 (2018): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52352/jpar.v17i1.35
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan yang sesuai bagi desa wisata Undisan. Wawancara dan penyebaran kuesioner dilakukan kepada 12 orang stakeholder dan 18 wisatawan, guna mendapatkan data yang mendalam sehingga layak dianalisis. Data dipaparkan secara deskriptif kualitatif dan dianalisis dengan SWOT, untuk mengukur faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dari desa wisata Undisan. Hasil penelitian menunjukkan adanya alternatif strategi jangka pendek (1-5 tahun) yang meliputi revitalisasi lembaga formal, pemberdayaan masyarakatlokal, kampanye peduli lingkungan, redesain produk dan kerjasama dengan pihak lain untuk membangun kekuatan. Alternatif strategi jangka panjang (6-10 tahun) yang meliputi penetrasi pasar, pengembangan pasar dan produk, penyuluhan akan kelemahan dan ancaman secara berkala dan berkelanjutan, peningkatan mutu lingkungan fisik, dan penetapan batas wilayah desa yang definitif.
PENILAIAN WISATAWAN JEPANG TERHADAP PRAMUWISATA JEPANG DI BALI
Lukia Zuraida;
Indah Kusumarini
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 13 No 2 (2014): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52352/jpar.v13i2.219
Memmmnya kunjunga11 wisatawan Jepang ke Bali dalam 3 tahun terakhir menunjukkan bahwa harus ada yang dibenahi bersama untuk menarik minat wisatawan Jepang ke Bali. Pramuwisata atau guide mempimyai peran yang sangat penting dalam melakukan pelayanan kepada tamu Jepang. Sehingga perlu. dilakukan studi tentang penilaian wisatawan Jepang terhadap pelayanan pramuwisata Jepang di Bali. Untuk menilai kualitas pelayanan dilakukan dengan menggunakan Analisis Faktor Eksploratori yaitu meringkas variabel-variabel menjadi satu kelonipok variabel baru./faktor: Variabel Penelitian berdasarkan pada Lima dimensi kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh f arasuraman-ZeithamlBerry, yaitu faktor bukJi langsung (tangible), keandalan ( reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (ernpathy). Karakter responden dibedakan menurut jenis kelamin, usia, pekerjaan, lama tinggal, tujuan ke Bali. Dari hasil analis faktor diketahui bahwa dimensi "empathy" mendapat penilaian tertinggi dari wisatawan Jepang. Urutan kedua adalah dimensi" "responsiveness", ke-3 adalah "assurance", ke-4 adalah "reliability" dan ke-5 adalah""tangible".
EVALUASI METODE PENGAJARAN KAIWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DALAM BAHASA JEPANG
Lukia Zuraida
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 12 No 1 (2013): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52352/jpar.v12i1.228
Keterampilan berbicara merupakan salah satu masalah bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran bahasa Jepang. Dari hasil pengamatan melalui refleksi yang dilakukan, siswa terlihat pasif, hanya menghafal, dan beberapa mengeluh.tidak percaya diri da/am mengungkapkan ide dan menuangkannya dalam percakapan dengan bahasa Jepang. Hal ini mengundang pertanyaan dan asumsi bahwa keefektifan metode pengajaran cenderung kurang berhasil. Sehagai upaya memperbaiki metode pembelajaran kaiwa penulis berusaha mengevaluasi dan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Subyek penelitian adalah mahasiswa STP Nusa Dua Bali. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan angket. Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan. kaiwa cukup besar yaitu lebih dari 50, 7 %. Hal ini menjadi indikasi bahwa pengajaran kaiwa belum memenuhi tujuan yang diharapkan. Sedangkan faktor faktor yang menyebabkannya adalah sebagai berikut: 1) kurangnya pemahaman gramatikal, 2) kurangnya penguasaan kosakata, 3) kurangnyajam perkuliahan, 4) Terlalu banyak materi yang harus diajarkan, 4) ada beberapa mahasiswa yang kurang mempunyai motivasi belajar.
MOTIVASI WISATAWAN MANCANEGARA BERWISATA KE UBUD, KABUPATEN GIANYAR
Luh Putu Regita Permata Sari;
Lukia Zuraida
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 18 No 1 (2019): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52352/jpar.v18i1.366
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motivasi utama wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kelurahan Ubud. Faktor-faktor motivasi wisatawan yang diteliti dalam penelitian meliputi motivasi fisik, motivasi budaya, motivasi sosial, dan motivasi fantasi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-kuantitatif dengan teknik analisis faktor konfirmatori dengan bantuan program software IBM SPSS Statistics 23. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dari keempat faktor motivasi wisatawan yang diteliti, masing-masing faktor motivasi memiliki motivasi yang mendominasi wisatawan untuk berkunjung ke Kelurahan Ubud. Motivasi fisik yang mendominasi adalah ‘beristirahat dan rileks’ dengan nilai communalities tertinggi sebesar 0,872. Motivasi budaya yang mendominasi adalah ‘bertemu dengan masyarakat lokal’ dengan nilai communalities tertinggi sebesar 0,804. Motivasi sosial yang mendominasi adalah ‘bersama dengan seseorang yang memiliki ketertarikan akan sesuatu yang sama’ dengan nilai communalities tertinggi sebesar 0,914. Motivasi fantasi yang mendominasi adalah ‘mewujudkan perjalanan wisata impian’ dengan nilai communalities tertinggi sebesar 0,856