cover
Contact Name
Julia Pertiwi
Contact Email
jmiakrecmed@gmail.com
Phone
+6282310902010
Journal Mail Official
jmiakrecmed@gmail.com
Editorial Address
“Program Studi Rekam Medis & Informasi Kesehatan” Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 01, Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta - Jawa Tengah 57521. Telp (0271) 593156, Fax (0271) 591065,
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
ISSN : 26216612     EISSN : 26226944     DOI : https://doi.org/10.32585/jmiak.v1i1.119
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022)" : 15 Documents clear
ANALISIS PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI PUSKESMAS DI PUSKESMAS PANGGANG II GUNUNG KIDUL Imaniar Sevtiyani; Eva Putriningrum
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2511

Abstract

Perkembangan teknologi dan Informasi telah merambah kesemua bidang termasuk bidang kesehatan. Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan primer ikut memanfaatkan perkembangan teknolgi dan informasi melalui implementasi SIMPUS. Pemanfaatan SIMPUS bertujuan untuk memudahkan tugas dan pekerjaan pengguna khususnya dalam pelayanan kesehatan sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem informasi puskesmas (SIMPUS) di Puskesmas Panggang II Gunung Kidul untuk mengetahui optimalisasi dan efektivitas pemanfaatan SIMPUS serta mengetahui hambatan dan kendala implementasi SIMPUS agar sesuai dengan tugas dan pekerjaan pengguna SIMPUS di Puskesmas Panggang II Gunung Kidul.Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif observasional dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan lembar observasi, teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara kepada informan penelitian yang berjumlah 3 orang ditentukan secara purposive dan dengan melakukan observasi pada SIMPUS yang ada di Puskesmas Panggang II Gunung Kidul. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulan.Hasil penelitian ini adalah SIMPUS Puskesmas Panggang II mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, SIMPUS Puskesmas Panggang II bermanfaat dalam membantu tugas dan pekerjaan pengguna, SIMPUS telah termanfaatkan secara optimal oleh pengguna. Secara keseluruhan SIMPUS Puskesmas Panggang II sudah sesuai dengan tugas dan kinerja pengguna hanya saja penggunaan SIMPUS di Puskesmas Panggang II belum menyeluruh karena hanya tim pengolah data saja yang masih menggunakan dan memanfaatkan SIMPUS tersebut untuk membantu tugas dan pekerjaan mereka.
ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 4.1 (STUDI KASUS DI RS MATA UNDAAN SURABAYA) Wahyu Wijaya Widiyanto; Zainal Arifin
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2866

Abstract

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan aturan baru terkait kewajiban fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan rekam medis elektronik. Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) tersebut tertuang pada PMK Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Melalui kebijakan ini, fasilitas pelayanan kesehatan diwajibkan menjalankan sistem pencatatan riwayat medis pasien secara elektronik. Proses transisi dari aturan ini dilakukan sampai paling lambat 31 Desember 2023. Kebijakan ini hadir sebagai pembaharuan dari aturan sebelumnya yaitu PMK nomor 269 tahun 2008 yang dimutakhirkan menyesuaikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan pelayanan, kebijakan dan hukum di masyarakat, beberapa rumah sakit modern telah menggabungkan RME dengan aplikasi SIMRS yang merupakan aplikasi induk yang tidak hanya berisi RME tetapi sudah ditambah dengan fitur-fitur seperti administrasi, billing, dokumentasi keperawatan, pelaporan dan lainnya. RS Mata Undaan Surabaya telah mengimplementasikan SIMRS selama 3 tahun, namun belum diketahui efektivitasnya secara detail. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis tingkat kematangan SIMRS di RS Mata Undaan Surabaya dengan menggunakan COBIT 4.1 pada domain PO8 (Manajemen mutu), AI2 (Memperoleh dan memelihara perangkat lunak aplikasi), DS3 (Mengelola kinerja dan kapasitas), DS5 (Memastikan keamanan sistem) dan ME1 (Memantau dan mengevaluasi kinerja TI). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan SIMRS pada domain PO8, AI2, DS3, DS5 dan ME1 menunjukkan tingkat kematangan 3 (Defined). Rekomendasi untuk meningkatkan kinerja SIMRS adalah adanya kesadaran akan pentingnya Sistem Manajemen Mutu, kegiatan maintenance SIMRS tanpa mengganggu pelayanan, mengembangkan SIMRS sesuai kebutuhan, menjaga kualitas informasi yang dihasilkan SIMRS, adanya sistem konfigurasi, format laporan sesuai dengan kebutuhan manajemen maupun user, aplikasi SIMRS dilengkapi dengan sistem trace untuk menjaga keamanan data.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dipuskesmas Soasio Kecamatan Galela Tahun 2022 Sudirman Soamole
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.3278

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional bertujuan memberikan perlindungan Kesehatan kepada peserta untuk memperoleh manfaat pemeliharaan Kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar Kesehatan. Penyelenggaraan jaminan Kesehatan nasional melibatkanberbagai stakeholder, salah satunya adalah Puskesmas. Kualitas pelayanan Kesehatan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Kualitas pelayanan Kesehatan dapat diukur dengan menggunakan 5 dimensi kualitas pelayananyaitu bukti fisik, daya tanggap, kehandalan, jaminan keamanan, dan empati. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan Kesehatan dengan kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Soasio. Menunjukan bahwa hubungan bukti fisik memiliki nilai p value sebsesar 0,007, kehandalan memiliki nilai p sebsesar 0,000, daya tanggap memiliki nilai p sebesar 0,004, jaminan memiliki nilai p sebesar 0,003, dan empati memiliki nilai p value sebesar 0,001 Terdapat hubungan yang bermakna antara bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati dengan kepuasan pasien peserta JKN di Puskesmas Soasio Kecamatan GalelaKata kunci: Kualitas Pelayanan Pasien dan Kepuasan Pasien
ANALISIS KESESUAIAN DESKRIPSI KERJA PETUGAS UNIT KERJA REKAM MEDIS DI PUSKESMAS KASIHAN I Tria Harsiwi Nurul Insani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2743

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Deskripsi Kerja adalah pedoman bagi seseorang untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan jabatannya. Beban kerja tinggi akan mengakibatkan produktivitas kerja semakin rendah dan mempengaruhi mutu pelayanan. Tujuan :Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian deskripsi kerja pada petugas unit kerja rekam medis di Puskesmas Kasihan I. Metode : Jenis penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil Penelitian : Petugas rekam medis di Puskesmas Kasihan I sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan deskripsi kerja dan sesuai dengan kualifikasi serta standar kompetensinya, sehingga proses pelaksanaan pelayanan rekam medis sudah berjalan dengan baik dan terstruktur, meskipun masih ditemukan uraian tugas gandadi unit kerja rekam medis yang menyebabkan permasalahan seperti human error terjadinya missfile, hal ini dikarenakan masih terdapat petugas non medis yang membantu pelayanan di unit kerja rekam medis. Kesimpulan : Kesesuaian Deskripsi kerja di unit kerja rekam medis sudahs seuai dengan uraian tugas dan berjalan dengan bai, sudah mempunyai rincian uraian tugas pada masing-masing SDM serta memiliki struktur organisasi khusus di unit rekam medis dan pendaftaran sehingga tidak ada tumpang tindih pekerjaan satu dengan lainnya.Kata Kunci: Deskripsi Kerja, Kesesuaian, Rekam Medis
Faktor Faktor yang Mempengaruhi keakuratan data sensus harian rawat inap pada SIMRS di rumah sakit rafflesia bengkulu tahun 2022 Tirta Rahayu Lisnani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2710

Abstract

ABSTRACTSIMRS is a strategy to achieve the goals of hospital administration. Based on the initial survey in the Medical Record Room of the Rafflesia Hospital Bengkulu, there were 231 manual patient data, while electronically (SIMRS) there were 441 patients, the data gap could be caused by several factors, including the officer inputting patient data more than once with the same patient, resulting in the occurrence of duplication in inputting patient data. The purpose of this study was to determine the factors that affect the accuracy of the daily census data inpatients at SIMRS. The method used is observational with a descriptive design. The subjects in this study were 6 SIMRS officers, the object in this study was 4 computer equipment. The results showed that half (50%) of officers (Knowledge) of using SIMRS were lacking, almost half (33%) were sufficient, and a small portion (17%) good. While the SIMRS mechanism (Method) is mostly (67%) not suitable, almost half (33%) are suitable. And completeness (Machine) mostly (75%) complete, almost half (25%) incomplete. Suggestion It is recommended that medical record officers attend training on the use and procedures for calculating inpatient daily census data correctly.Keyword: SIMRS, Rafflesia, Officers, Medical Records, Inpatient Daily Census. ABSTRAKSIMRS merupakan strategi untuk mencapai tujuan penyelenggaraan rumah sakit. Berdasarkan survey awal di ruang Rekam Medis Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu terdapat data pasien manual sebanyak 231 pasien sedangkan secara Elektronik (SIMRS) terdapat 441 pasien kesenjangan data tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya petugas menginput data pasien lebih dari satu kali dengan pasien yang sama sehingga terjadinya duplikasi dalam penginputan data pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keakuratan data sensus harian rawat inap pada SIMRS. Metode yang dilakukan adalah observasional dengan rancangan deskriftif. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas SIMRS berjumlah 6 orang, Objek dalam penelitian ini adalah perangkat komputer berjumlah 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (Pengetahuan) petugas dalam menggunakan SIMRS setengahnya (50 %) kurang, hampir setengahnya (33%) cukup, dan sebagian kecil (17%) baik. Sedangkan mekanisme (Methode) SIMRS sebagian besar (67%) tidak sesuai, hampir setengahnya (33%) sesuai. Dan kelengkapan (Machine) sebagian besar (75%) lengkap, hampir  setengah (25%) tidak lengkap. Saran Sebaiknya petugas rekam medis mengikuti pelatihan penggunaan dan tata cara perhitungan data sensus harian rawat inap dengan benar.Kata kunci: SIMRS, Rekam Medis, Sensus, Rawat Inap.
Analisis Manajemen Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pratama Sukoharjo Iik Sartika
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2841

Abstract

Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan program yang paling besar manfaatnya, dilihat dari jumlah klaim JHT pada tahun 2020 dan 2021 mengalami peningkatan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenegakerjaan KCP Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen klaim Jaminan Hari Tua di BPJS Ketenagakerjaan KCP Sukoharjo pada poin actuating.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, metode penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan observasi dengan informan meliputi 1 orang kepala kantor cabang. 2 orang penata madya pelayanan dan umum, 1 orang penata madya keuangan, 2 orang peserta. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, dan perekam. Analisis data mengunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil penelitian berdasarkan wawancara mendalam dan observasi didapatkan hasil bahwa manajemen klaim JHT yang diterapkan BPJS Ketenagakerjaan KCP Sukoharjo mengacu pada Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2015 dan Permenaker No 4 Tahun 2022, proses pendaftaran pengajuan klaim JHT melalui online sudah diterapkan, proses verifikasi dokumen dilakukan dengan konfirmasi melalui video call whatsapp, proses agenda klaim dilakukan otomatis dari sistem langsung, dan proses pembayaran klaim dilakukan oleh bagian keuangan secara mandiri dengan transfer kepada peserta melalui BNI direct.Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan diharapkan meningkatkan sosialisasi kepada peserta terkait mekanisme dan persyaratan administrasi pengajuan klaim JHT terhadap perubahan peraturan baru yaitu Permenaker No 4 Tahun 2022. Memberikan layanan konfirmasi langsung via whatsapp atau email, membuat SOP terkait pelaksanaan klaim JHT, menanyakan apakah rekening masih aktif dan membuat sosial media khusus untuk BPJS Ketenagakerjaan KCP Sukoharjo yang dapat menjadi media penyampaian informasi, sosialisasi dan tempat konsultasi.Kata kunci           : Manajemen Klaim, Jaminan Hari Tua, BPJS Ketenagakerjaan
Pelaksanaan Manajemen Rekam Medis dan Sistem Informasi Kesehatan di RS X Wonogiri Arifatun Nisaa; Reni Cahyani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2902

Abstract

ABSTRACTIn accordance with Law No.44 of 2009 concerning Hospitals in article 25, it is explained that each Hospital is required to record and report on all hospital implementation activities in the form of a Hospital Information System. The unit that is given the responsibility of managing statistics is the Medical Record section, namely by collecting data, processing data, and presenting data into information.The implementation of medical record management at X Wonogiri Hospital for the implementation of retention/depreciation and destruction has been carried out. However, in the implementation of depreciation, it still needs attention because it has not been specifically scheduled, and for the space / place where inactive Medical Record documents are stored, it still needs improvement because the place is not spacious and Medical Record documents are not neatly arranged. For Types of Medical Record services at X Wonogiri Hospital has various forms. This form of Medical Record service includes paper-based Medical Record services. Medical Record manual paper-based document is a medical record that contains administrative and medical sheets that are processed in the system and stored manually. Medical Record Services that are processed into information and management in a computerized manner that runs on one system automatically in the Medical Record work unit. Hospital X uses a Management Information System, namely Pilar Hospital which has been integrated with Virtual Claim (VClaim) to facilitate the service of BPJS patients. Keyword : medical record management, Health information system, SIRS, MIK  ABSTRAKSesuai dengan Undang – Undang No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pada pasal 25 dijelaskam bahwa setiap Rumah Sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatan penyelenggaraan Rumah Sakit dalam bentuk Sistem Informasi Rumah Sakit. Unit yang diberi tanggungjawab mengelola statistik adalah bagian Rekam Medis yaitu dengan melakukan pengumpulan data, mengolah data, dan menyajikan data menjadi suatu informasi.Implementasi manajemen rekam medis di Rumah Sakit X Wonogiri untuk pelaksanaan retensi /penyusutan  dan pemusnahan sudah pernah dilakukan. Tetapi dalam pelaksanaan penyusutan masih perlu perhatian karena belum terjadwal khusus, dan untuk ruang/tempat penyimpanan dokumen Rekam Medis inaktif masih memerlukan perbaikan karena tempatnya yang kurang luas dan dokumen Rekam Medis yang belum tertata rapi. Untuk Jenis pelayanan Rekam Medis di Rumah Sakit X Wonogiri memiliki berbagai bentuk. Bentuk pelayanan Rekam Medis ini meliputi pelayanan Rekam Medis berbasis kertas. Rekam Medis manual paper based document adalah rekam medis yang berisi lembar administrasi dan medis yang diolah di tata dan di simpan secara manual. Pelayanan Rekam Medis yang di olah menjadi informasi dan pengelolaannya secara komputerisasi yang berjalan pada satu system secara otomatis di unit kerja Rekam Medis. Rumah Sakit X menggunakan Sistem Informasi Manajemen yaitu Pilar Hospital yang sudah terintegrasi dengan Virtual Claim (VClaim) sehingga memudahkan dalam pelayanan pasien BPJS. Keyword : manajemen rekam medis, system informasi Kesehatan, SIRS, MIK
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UNTUK DIGITALISASI PELAYANAN KESEHATAN Rika Andriani; Rizka Siwi Margianti; Dewi Septiana Wulandari
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2940

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan salah satu bentuk digitalisasi pelayanan kesehatan untuk mendukung manajemen pelayanan dan manajemen informasi kesehatan. SIMRS membantu memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi yang efektif dan efisien. Implementasi SIMRS melibatkan pengguna dengan berbagai profesi di rumah sakit. Dengan memahami persepsi pengguna terhadap SIMRS, maka dapat diperoleh masukan untuk pengembangan sistem. Penelitian bertujuan mengeksplorasi pengalaman pengguna terkait penggunaan SIMRS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur kepada pengguna dan observasi pada SIMRS. Instrumen berupa pedoman wawancara dan checklist observasi. Hasil penelitian menunjukan SIMRS terdiri dari rekam medis elektronik (RME), Computerized Physician Order Entry (CPOE),Clinical Decision Support System (CDSS), Laboratory Information System (LIS), Pharmacy Information System (PIS), dan Radiology Information System (RIS). Pengguna merasakan manfaat penggunaan SIMRS untuk pekerjaan sehari-hari.  Hasil evaluasi menunjukan perlu dilakukan penambahan item data pada RME pasien rawat inap dan RME perlu diintegrasikan dengan Picture Archiving and Communications System (PACS).
Studi Literatur: Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia David Setiawan Daeli; Malihah Ramadhani Rum; Novrida Tambunan; Istiana Kusumastuti; Mohamad Yaser
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2837

Abstract

Perencanaan sumber daya manusia (SDM) digunakan untuk memastikan sebuah organisasi memiliki SDM dengan jumlah yang tepat, jenis orang yang tepat di tempat dan waktu yang tepat. Tujuan penulisan artikel review ini bertujuan untuk memberikan gambaran perencanaan kebutuhan sumber daya manusia. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu literature review.  Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan situs jurnal (Pubmed). Hasil dari total temuan artikel 20, namun hanya 2 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan 20 artikel yang dianalisis hanya 2 artikel yang sesuai 4 indikator. Berdasarkan kegiatan perencanaan kebutuhan sumber daya manusia 4 Indikator, menurut Grace A. Salamate, et. Al, didapatkan Tidak ada pemerataan dalam pengadaan SDM, adanya pengembangan SDM kesehatan, Terdapat Pemeliharaan SDM kesehatan, Terdapat penggunaan SDM kesehatan. Menurut Benhard R. L. Paruntu, et. al, pengadaan sumber daya manusia kesehatan baik dinas kesehaatan maupun puskesmas tidak ada kesamaan persepsi tentang metode atau alat ukur, Pengembangan sumber daya manusia kesehatan tidak pernah direncanakan, pemeliharaan sumber daya manusia kesehatan tidak direncanakan setiap bulan atau tahun dan penggunaan sumber daya manusia kesehatan dalam pengembangan karir tidak pernah dibuat.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KEPUASAN PASIEN TERHADAP LAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS Prita Devy Igiany
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2884

Abstract

The public health center is a first-level health service facility that provides health service facilities with the hope of providing service activities for the community in accordance with their duties and authorities. Health institutions must pay attention to the quality of their services because it can affect the level of patient satisfaction. Patient satisfaction is the level of patient feeling that arises as a result of the performance of the healthcare facility they get after compares with what they expect. Therefore, patient satisfaction is an important thing to determine the success of services in health care facilities. Patient satisfaction is related to the dimensions of the level of service quality through five aspects (reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible). This type of research is a systematic review that is carried out by collecting, selecting, extracting, and reviewing scientific articles that have topics relevant to the research objectives. The number of articles used in this study was 13 articles published from 2014-2022. Based on the results of the study, the average patient satisfaction with registration services at the public health center based on the tangible dimension was 85.51%, the reliability dimension was 86.51%, the responsiveness dimension was 78.34%, the assurance dimension was 78.02%, and the empathy dimension by 77.43%. It can be seen that the dimension of service quality that most dominantly affects patient satisfaction is the tangible dimension (physical evidence) with the highest percentage.

Page 1 of 2 | Total Record : 15