cover
Contact Name
Agung Guritno
Contact Email
agung.guritno@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmuqtasid@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 20877013     EISSN : 25278304     DOI : -
Core Subject : Economy,
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah (Muqtasid), with registered number ISSN 2087-7013 (Print) and ISSN 2527-8304 (Online), is a peer-reviewed journal published two times a year (January-June, and July-December) by Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Salatiga. Muqtasid is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Islamic Economics and Banking.
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Islamic Economics as A New Current of Economic Development in Indonesia Iskandar Iskandar
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 2 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.824 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v9i2.150-158

Abstract

AbstractThis study explores to provide an alternative solution to the problems of Indonesian economy through the empowerment and embodiment of Indonesia's Islamic economy, by looking at the problems of income distribution, economic inequality and the problem of industrialization. This issue provides a new point of view that Islamic economics is not merely a banking issue. The methodology used in this study is an explanation by describing the phenomena that exist through quantitative and qualitative data. The results of this discussion are expected to provide policy direction for policy makers in solving problems related to industrialization, income distribution and inequality. The main problem of Indonesia's economic development is the lack of wisdom-based development ethics. Lesson in this study is the new current of Islamic economics. Non-usury economic solutions based on wisdom in Islam. Islamic economics has experienced many developments and are increasingly embedded in the hearts of Indonesian muslims. Potency of zakat and waqf endowments, fair income distribution and the process of distribution through the mechanism of production and zakat may render solutions for income disparity and poverty alleviation. AbstrakStudi ini mengeksplorasi untuk memberikan solusi alternatif untuk masalah ekonomi Indonesia melalui pemberdayaan dan perwujudan ekonomi Islam Indonesia, dengan melihat masalah distribusi pendapatan, ketimpangan ekonomi dan masalah industrialisasi. Masalah ini memberikan sudut pandang baru bahwa ekonomi Islam bukan hanya masalah perbankan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penjelasan dengan menggambarkan fenomena yang ada melalui data kuantitatif dan kualitatif. Hasil diskusi ini diharapkan dapat memberikan arahan kebijakan bagi para pembuat kebijakan dalam menyelesaikan masalah yang terkait dengan industrialisasi, distribusi pendapatan dan ketidaksetaraan. Masalah utama pembangunan ekonomi Indonesia adalah kurangnya etika pembangunan berbasis kebijaksanaan. Pelajaran dalam penelitian ini adalah arus baru ekonomi Islam. Solusi ekonomi non-riba berdasarkan kebijaksanaan dalam Islam. Ekonomi Islam telah mengalami banyak perkembangan dan semakin tertanam dalam hati umat Islam Indonesia. Potensi zakat dan wakaf wakaf, distribusi pendapatan yang adil dan proses distribusi melalui mekanisme produksi dan zakat dapat memberikan solusi untuk disparitas pendapatan dan pengentasan kemiskinan.
Kesiapan Hakim dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Pasca Keluarnya PERMA No. 14 Tahun 2016 Naili Rahmawati
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 2 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.388 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v9i2.159-168

Abstract

AbstractSupreme Court Regulation (PERMA) No. 14 of 2016 concerning Procedures for Settling Sharia Economic Disputes requires the readiness of the handling of professional religious justice apparatus, including in the Giri Menang religious court, NTB, where this research was conducted. The jurisdiction of the religious court covers two districts, namely West Lombok and North Lombok. The high economic activity of the people in contact with sharia financial institutions in the two districts allows many cases to be accepted. This study uses a descriptive qualitative approach with a focus on the response of the judges about their authority in handling sharia economic cases and to see their readiness to settle cases after the issuance of PERMA. Data collection methods used are observation, documentation, interviews and questionnaires were distributed to 12 respondents, namely all judges in the PA. The results of the analysis show that in general the judges responded positively to the authority to handle sharia economic cases. In addition, they were ready to settle the sharia economic dispute after the issuance of PERMA.AbstrakKeluarnya Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 14 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah menuntut kesiapan penanganan dari aparatur peradilan agama secara profesional termasuk di pengadilan agama Giri Menang, NTB, tempat penelitian ini dilakukan. Wilayah yurisdiksi dari pengadilan agama tersebut meliputi dua kabupaten, yaitu Lombok Barat dan Lombok Utara. Tingginya aktifitas ekonomi masyarakat yang bersentuhan dengan lembaga keuangan syariah di kedua kabupaten tersebut memungkinkan munculnya banyak perkara yang akan diterima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada respon para hakim tentang kewenangannya dalam menangani perkara ekonomi syariah dan untuk melihat kesiapan mereka dalam menyelesaikan perkara pasca keluarnya PERMA tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, dokumentasi, wawancara dan kuesioner yang disebar kepada 12 responden, yaitu seluruh hakim yang ada di PA tersebut. Hasil analisis menunjukkkan bahwa secara umum para hakim merespon positif atas kewenangan untuk menangani perkara ekonomi syariah. Selain itu, mereka telah siap dalam menyelesaikan perkara sengketa ekonomi syariah pasca keluarnya PERMA tersebut
Back Matter Muqtasid Vol. 10 No. 1 Bimo Haryo Setyoko
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 1 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.592 KB)

Abstract

Back Matter Muqtasid Vol. 10 No. 1
Exploring the Motive of Muslim Consumers’ Intention Toward Goat’s Milk Purchasing in Malaysia: A Focus Group Interview Aimi Fadzirul Kamarubahrin; Asmaddy Haris; Jamal Abdul Nassir Shaari; Syadiyah Abdul Shukor
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 1 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.699 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v10i1.30-39

Abstract

Abstract This study aims to conceptualize the motive of Muslim consumers’ intention toward goat’s milk purchasing in Malaysia. Two focus group discussion sessions involving 10 existing Muslim consumers’ who are purchased goat’s milk were conducted. Preliminary findings from this qualitative study showed that health and price played a significant role in Muslim consumers’ intention toward purchasing goat’s milk. Other three motives of Muslim consumers’ intention toward purchasing goat’s milk is taste, religiosity and nutritious. Recommendation for future studies is provided at the end of the paper.Abstrak Kajian ini bertujuan untuk mengenal pasti motif niat pengguna Islam terhadap pembelian susu kambing di Malaysia. Kajian lepas yang berkaitan telah dibincangkan dan dua sesi perbincangan kumpulan berfokus melibatkan 10 orang pengguna Islam yang membeli susu kambing telah dijalankan. Penemuan awal dari kajian kualitatif ini menunjukkan bahawa faktor kesihatan dan harga memainkan peranan penting dalam niat pengguna Islam untuk membeli susu kambing. Tiga lagi motif niat pengguna Islam terhadap pembelian susu kambing adalah rasa, agama dan khasiat. Cadangan untuk kajian masa depan disediakan pada bahagian akhir artikel.
Pesantren Agility in Community Economic Development R Lukman Fauroni; Mujahid Quraisy
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 2 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.363 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v10i2.155-168

Abstract

Abstract This study aims to elaborate on the pesantren agility viewed from the aspects of sources and its implementation in the community economic development. The research uses the case study method. The research finds that pesantren agility is sourced from the traditional intellectual pesantren, the implemented integration of Islamic teaching and values in social-economic fields. Pesantren agility is the epicenter for the strength of socioeconomic functions, particularly the development of the community’s economy through the transformation and expansion of pesantren institutional services. The pesantren agility has been applied in community economic development according to the economic needs.AbstrakKajian ini bertujuan mengelaborasi agilitas pesantren dari aspek sumber dan implementasinya dalam pengembangan ekonomi komunitas. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Ditemukan agilitas pesantren bersumber dari modal intelektual tradisi pesantren dan implementasi integrasi ajaran agama Islam dalam bidang sosial ekonomi. Agilitas pesantren merupakan episentrum bagi kekuatan fungsi sosial ekonomi khususnya dalam pengembangan ekonomi komunitas melalui transformasi perluasan fungsi kelembagaan pesantren. Agilitas pesantren diaplikasikan dalam pemberdayaan ekonomi komunitas sesuai kebutuhan dasar ekonominya.
Persepsi Nazhir dalam Pendaftaran Tanah Wakaf Variahatul Ratnasari; Ahmad Ajib Ridlwan
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 2 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5028.2 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v10i2.80-94

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between Nazhir's knowledge and attitude in the Krian District of Sidoarjo Regency with their behavior in the registration of waqf land. This research was conducted with an associative descriptive approach where the data obtained from the questionnaire in the form of numbers. The number of samples used in this study amounted to 80 respondents who are managers of land waqf in Krian District, Sidoarjo Regency and use simple random sampling techniques. This study uses a questionnaire with a Likert scale. The results of this study indicate that Nazhir's knowledge and attitude related to the procedure for registering waqf land has a moderate and significant correlation with Nazhir's behavior in carrying out the act of registering waqf land. That is due to the lack of socialization from authorized institutions to the community to manage the administration of waqf land. The knowledge and attitude possessed by Nazhir regarding the registration of waqf land would increase Nazhir's behavior or actions in registering the waqf land. This research was conducted to prevent future disputes caused by the absence of written evidence as waqf land.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Nazhir di Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo dengan perilaku mereka dalam pendaftaran tanah wakaf. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif asosiatif dimana data yang diperoleh dari kuisioner berupa angka. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 80 responden yang merupakan pengelola wakaf tanah di Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo dan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner dengan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap Nazhir terkait tata cara pendaftaran tanah wakaf memiliki korelasi sedang dan signifikan dengan perilaku Nazhir dalam melakukan tindakan pendaftaran tanah wakaf. Hal itu dikarenakan kurangnya sosialisasi dari lembaga yang berwenang kepada masyarakat untuk mengelola administrasi tanah wakaf. Adanya  pengetahuan serta sikap yang dimiliki Nazhir terkait pendaftaran tanah wakaf akan meningkatkan perilaku atau tindakan Nazhir dalam mendaftarkan tanah wakaf. Penelitian ini dilakukan untuk mencegah adanya persengketaan yang terjadi dikemudian hari yang disebabkan karena tidak adanya bukti tertulis sebagai tanah wakaf.
Solusi Permasalahan Perzakatan di BAZNAS dengan Metode ANP: Studi tentang Implementasi Zakat Core Principles Lukman Hamdani; M. Yasir Nasution; Muslim Marpaung
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 1 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.053 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v10i1.40-56

Abstract

AbstractThe Zakat Core Principles (ZCP) is the core principles of zakat which cover 18 aspects related to the management of zakat. This study aims to obtain empirical evidence about solutions to Zakat Problems in BAZNAS (National Zakat Agency) and implementation of ZCP. This study uses qualitative methods with ANP (Analytic Network Process) analysis tool. The results of this study explain the most priority problems that need immediate response is in the form of lack of socialization and education about ZCP, BAZNAS must be more accountable and transparent in every report, and BAZNAS must have sharia control. The most priority strategy is the substance of ZCP that must be implemented, BAZNAS must be formally and financially independent as well as continuous socialization and education at BAZNAS. The conclusion is that the ZCP has not been implemented as a whole, especially in BAZNAS at the regional level.AbstrakZakat Core Principles (ZCP) adalah prinsip-prinsip inti zakat yg mencakup 18 aspek terkait pengelolaan zakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai Solusi Permasalahan Perzakatan di BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan implementasi tentang ZCP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan alat analisis ANP (Analytic Network Process). Hasil penelitian ini memaparkan bahwa masalah yang paling prioritas yang perlu segera mendapatkan respon adalah berupa kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang ZCP, BAZNAS harus lebih akuntabel dan transparan di setiap laporan, serta BAZNAS harus ada yang mengontrol secara syariah. Strategi yang paling prioritas adalah substansi ZCP yang harus diimplementasikan, BAZNAS harus mandiri secara formal dan finansial serta sosialisasi dan edukasi yang terus menerus di BAZNAS. Kesimpulannya adalah bahwa ZCP belum diterapkan secara menyeluruh terutama di BAZNAS tingkat daerah.
Front Matter Muqtasid Vol. 10 No. 2 Setyoko, Bimo Haryo
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 2 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.287 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v10i2.%p

Abstract

The Efficiency of Zakat Management Organizations in Indonesia: Data Envelopment Analysis Approach Safaah Restuning Hayati; Syah Amelia Manggala Putri
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 2 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2571.187 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v10i2.95-106

Abstract

AbstractEfficiency can be defined as the ratio between output and input. A company is said to be efficient if it can produce greater output when compared to other companies that use the same amount of input. Or produce the same amount of output, but the number of inputs used is less compared to other company inputs. This study aims to analyze the efficiency of Zakat Management Organizations (ZMO) in Indonesia and to find sources of inefficiency of Zakat Management Organizations (ZMO). The method used is Data Envelopment Analysis (DEA) using software called Banxia Frontier Analyst (BFA). The analysis concluded that based on CRS assumptions, there were 7 DMUs that had achieved efficiency with a score of 100%. The seven DMUs are BAZNAS 2018, PKPU 2015, PKPU 2016, Rumah Zakat 2016, Rumah Zakat 2017, Rumah Zakat 2018 and Yatim Mandiri 2016. Meanwhile, with the assumption of VRS, there are 9 efficient DMUs namely BAZNAS 2015, BAZNAS 2018, PKPU 2015, PKPU 2015 2016, Rumah Zakat 2015, Rumah Zakat 2016, Rumah Zakat 2017, Rumah Zakat 2018, and Yatim Mandiri 2016. Sources of inefficiency in the Organization of Zakat Management (ZMO) are inputs or costs, including personnel costs, socialization costs, and other operational costs. This has implications for the organization's ability to optimally combine existing resources to achieve maximum output.  Abstrak Efisiensi dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara output dan input. Suatu Perusahaan dikatakan efisien jika dapat menghasilkan output yang lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang menggunakan jumlah input yang sama. Atau menghasilkan jumlah output yang sama, tetapi jumlah input yang digunakan lebih sedikit dibandingkan dengan input perusahaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di Indonesia dan untuk menemukan sumber inefisiensi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Metode yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) dengan memakai sofware bernama Banxia Frontier Analyst (BFA). Hasil analisis menyimpulkan bahwa berdasarkan asumsi CRS, terdapat 7 DMU yang sudah mencapai efisiensi dengan skor 100%. Ketujuh DMU tersebut adalah BAZNAS 2018, PKPU 2015, PKPU 2016, Rumah Zakat 2016, Rumah Zakat 2017, Rumah Zakat 2018 dan Yatim Mandiri 2016. Sedangkan dengan asumsi VRS, terdapat 9 DMU yang efisien yaitu BAZNAS 2015, BAZNAS 2018, PKPU 2015, PKPU 2016, Rumah Zakat 2015, Rumah Zakat 2016, Rumah Zakat 2017, Rumah Zakat 2018, dan Yatim Mandiri 2016. Sumber penyebab inefisiensi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) adalah input atau biaya-biaya, meliputi biaya personalia, biaya sosialisasi, dan biaya operasional lainnya. Hal ini berimplikasi pada kemampuan organisasi dalam mengkombinasikan sumber daya yang ada secara optimal untuk mencapai output secara maksimal.
Revitalisasi Pendistribusian Zakat Produktif Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan di Era Modern M Samsul Haidir
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 1 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.435 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v10i1.57-68

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the distribution of productive zakat in the form of venture capital carried out by BAZNAS (National Zakat Agency) as an effort to alleviate poverty in the city of Yogyakarta. The type of research is field research. The research method is qualitative descriptive. The results of the study revealed that the implementation of productive zakat capital had a positive impact on alleviating poverty, increasing income and bring forth new entrepreneurs. Therefore, the program of distributing productive zakat by BAZNAS in the city of Yogyakarta needs to be carried out continuously while improving the quality of the management and the resources.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi zakat produktif dalam bentuk modal usaha yang dilakukan oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dalam upaya pengentasan kemiskinan di kota Yogyakarta. Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian lapangan. Adapun metode penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengimplementasian modal zakat produktif berdampak positif dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan serta melahirkan wirausahawan baru. Oleh sebab itu, program penyaluran zakat produktif oleh BAZNAS kota Yogyakarta perlu terus dilakukan sembari meningkatkan kualitas pengelolaanya serta sumber dayanya.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 14, No 1 (2023): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 13, No 2 (2022): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 12, No 2 (2021): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 12, No 1 (2021): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 2 (2020): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 1 (2020): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 2 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 1 (2019): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 2 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8, No 2 (2017): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8, No 1 (2017): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 7, No 2 (2016): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 7, No 1 (2016): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 6, No 2 (2015): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 6, No 1 (2015): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 5, No 1 (2014): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 4, No 2 (2013): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 4, No 1 (2013): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 3, No 2 (2012): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 3, No 1 (2012): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 2, No 2 (2011): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 2, No 1 (2011): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2010): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 1 (2010): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah More Issue