HELPER: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran
AIM Helper: Journal Guidance and Counseling from Universitas PGRI Adi Buana Surabaya which publish articles from the fields of guidance and counseling based on researches. Helper is published twice a year in February and September. SCOPE: Techniques in Guidance and Counseling Assessment in Guidance and Counseling Counseling Multicultural Cyber Counseling Media Development in Guidance and Counseling Traumatic Counseling
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 35 No 1 (2018)"
:
12 Documents
clear
PENERAPAN TERAPI WICARA KONSONAN B/P/M/W UNTUK ANAK LAMBAT BICARA USIA 4 TAHUN
Zusfindhana, Inna Hamida
HELPER Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol35.no1.a1455
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi objektif anak yang mengalami keterlambatan bicara. Terapi wicara adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Terapi wicara dalam penelitian ini di fokuskan dalam pembentukan konsonan b/p/m/w. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan bicara anak usia empat tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan observasi dan wawancara untuk menggali data anak dengan keterlambatan bicara. Subjek penelitian merupakan anak lambat bicara usia empat tahun yang berjumlah satu orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perkembangan bahasaan bicara pada tahap ekolalia, 2) Terapi wicara melalui tahapan visual, auditoris, dan haptik, 3) Melalui tahapan visual dan haptik RM mampu mengucapkan dua sampai tiga suku kata, 4) Tahapan haptik RM tidak mengalami masalah. Kata kunci: terapi wicara konsonan b/p/m/w, lambat bicara, usia 4 tahun
IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH PAUD KABUPATEN JEMBER
Kismawiyati, Renalatama
HELPER Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol35.no1.a1456
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah PAUD Kabupaten Jember. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek Penelitian ini adalah guru-guru di tiga sekolah PAUD di Kabupaten Jember. Hasil temuan penelitian ini 1) Pelaksanaan identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah PAUD Kabupaten Jember tidak berjalan dengan baik. 2) Faktor yang menghambat adalah kurangnya sosialisasi ahli terkait tentang pentingnya pelaksanaan identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah PAUD, kurangnya pengetahuan dan pemahaman guru PAUD tentang Anak Berkebutuhan Khusus serta kurangnya pelatihan yang didapat oleh guru PAUD mengenai cara mengidentifikasi ABK. Kata kunci : Identifikasi, Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah PAUD
PENGARUH TEKNIK DISKUSI DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS VII H SMP NEGERI 21 SURABAYA
Fadmazati, Aulia Putri;
Lathifah, Maghfirotul
HELPER Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol35.no1.a1457
Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian informasi baik dilakukan oleh dua orang atau lebih secara langsung atau tidak langsung dengan adanya umpan baliak. Proses komunikasi tidak selamanya dapat berjalan lancar, ditemukan di kelas VII H SMP Negeri 21 Surabaya sering terjadi kesalahpahaman karena kurangnya kemampuan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal digunakan teknik diskusi dalam bimbingan kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik diskusi dalam bimbingan kelompok terhadap komunikasi interpersonal siswa metode yang digunakan dalam penelitian ialah pre-experiment sesuai dengan tujuan penelitian, maka sampel yang digunakan ialah porposive sampel dengan jumlah 6 siswa kelas VII H. Instrumen pengumpulan yang digunakan dengan skala komunikasi interpersonal, sedangkan teknik analisis data yang digunakan parametrik dan uji hipotesis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh teknik diskusi dalam bimbingan kelompok terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa, hal ini ditunjukan dengan rerata komunikasi interpersonal siswa sebesar 150,67 kategori tersebut merupakan kategori tinggi. Artinya ada perbedaan antara hasil pre test dan post test. Hal itu dapat dilihat dari sikap siswa yang mulai berani bertanya dan mengemukakan pendapat, bersikap tenang dan tertib selama proses pemberian layanan, mau mendengarkan temannya yang sedang menyampaikan pendapat di depan kelas, mengerti pesan yang disampaikan guru, dan segera menjawab pertanyaan serta mengikuti perintah yang diberikan guru. Kata kunci: Teknik Diskusi, Komunikasi Interpersonal
TELAAH TEORITIS: APA ITU BELAJAR ?
Setiawati, Siti Ma’rifah
HELPER Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol35.no1.a1458
Belajar adalah proses aktivitas yang dilakukan dengan sengaja untuk melakukan perubahan sikap dan perilaku yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa dan yang bersifat menetap. Ada 4 ciri-ciri belajar yaitu : perubahan, bersifat permanen, adanya usaha, dan perubahan karena proses belajar. Aspek belajar atau tujuan belajar dibagi 3 bagian atau domain yaitu : Domain Kognitif, Domain Afektif, Domain Psikomotor. Ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar yaitu : Perubahan terjadi secara sadar, bersifat kontinu dan fungsional, bersifat Positif dan aktif, bukan bersifat sementara, bertujuan atau terarah, mencakup seluruh aspek tingkah laku. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar, dalam arti luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik. Kata kunci: Belajar, Perubahan perilaku
PENINGKATAN PERBENDAHARAAN KATA MENGGUNAKAN MEDIA WEBSITE GOOGLE IMAGE PADA ANAK TUNARUNGU KELAS XI DI SMALB-BCD YPAC JEMBER
Slamet, Muhammad
HELPER Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol35.no1.a1459
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perbendaharaan kata menggunakan media website google image pada anak tunarungu kelas XI di SMALB-BCD YPAC Jember. Rancangan penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reseach ) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan alokasi waktu 60 menit setiap kali pertemuan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes. Sedangkan instrumen penelitiannya adalah lembar observasi , kegiatan belajar mengajar dan lembar kerja siswa, data yang diperoleh dianalis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbendaharaan kata dengan menggunakan media website google image pada siswa tunarungu kelas XI di SMALB-BCD YPAC Jember pada siklus I mencapai rata-rata kelas 62.3%, pada siklus II rerata kelas mencapai 71.2% mengalami peningkatan sebesar 8.9%. Sehingga penggunaan media website google image dapat meningkatkan pemahaman perbendaharaan kata anak tunarungu kelas XI di SMALB-BCD YPAC Jember. Kata kunci : Perbendaharaan kata, aplikasi google image, anak tunarungu
PENERAPAN LESSON STUDY PADA MATA KULIAH PRAKTIKUM MIKRO KONSELING REALITA
Lathifah, Maghfirotul
HELPER Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol35.no1.a1460
Lesson study is a structured process adapted from Japan that enables to plan, observe, analyze, and define actual classroom lesson. This study aims to enable students to practice counseling with reality approach. The research used qualitative descriptive method with the following stages. (a) plan; (b) do; (c) see. The results showed that the achievement of learning practicum micro counseling reality by applying lesson study reached 80%. The findings of this study are expected to explore and open educators that will learn from a lesson. Lesson study adalah proses terstruktur dari Jepang yang memungkinkan untuk merencanakan, mengamati, menganalisa, dan mendefinisikan fakta pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan agar mahasiswa mampu mempraktikan konseling dengan pendekatan realita. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahapan sebagai berikut. (a) perencanaan atau plan; (b) pelaksanaan atau do; (c) refleksi atau see. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketercapaian pembelajaran praktikum mikro konseling realita dengan menrapkan lesson study tercapai sebesar 80%. Temuan penelitian ini diharapkan dapat mengeksplorasi dan membuka pendidik bahwa pendidik akan belajar dari suatu pembelajaran. Kata kunci: Lesson study, Praktikum mikro konseling, Realita
PENERAPAN TERAPI WICARA KONSONAN B/P/M/W UNTUK ANAK LAMBAT BICARA USIA 4 TAHUN
Inna Hamida Zusfindhana
HELPER Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol35.no1.a1455
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi objektif anak yang mengalami keterlambatan bicara. Terapi wicara adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Terapi wicara dalam penelitian ini di fokuskan dalam pembentukan konsonan b/p/m/w. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan bicara anak usia empat tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan observasi dan wawancara untuk menggali data anak dengan keterlambatan bicara. Subjek penelitian merupakan anak lambat bicara usia empat tahun yang berjumlah satu orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perkembangan bahasaan bicara pada tahap ekolalia, 2) Terapi wicara melalui tahapan visual, auditoris, dan haptik, 3) Melalui tahapan visual dan haptik RM mampu mengucapkan dua sampai tiga suku kata, 4) Tahapan haptik RM tidak mengalami masalah. Kata kunci: terapi wicara konsonan b/p/m/w, lambat bicara, usia 4 tahun
IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH PAUD KABUPATEN JEMBER
Renalatama Kismawiyati
HELPER Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol35.no1.a1456
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah PAUD Kabupaten Jember. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek Penelitian ini adalah guru-guru di tiga sekolah PAUD di Kabupaten Jember. Hasil temuan penelitian ini 1) Pelaksanaan identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah PAUD Kabupaten Jember tidak berjalan dengan baik. 2) Faktor yang menghambat adalah kurangnya sosialisasi ahli terkait tentang pentingnya pelaksanaan identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah PAUD, kurangnya pengetahuan dan pemahaman guru PAUD tentang Anak Berkebutuhan Khusus serta kurangnya pelatihan yang didapat oleh guru PAUD mengenai cara mengidentifikasi ABK. Kata kunci : Identifikasi, Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah PAUD
PENGARUH TEKNIK DISKUSI DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS VII H SMP NEGERI 21 SURABAYA
Aulia Putri Fadmazati;
Maghfirotul Lathifah
HELPER Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol35.no1.a1457
Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian informasi baik dilakukan oleh dua orang atau lebih secara langsung atau tidak langsung dengan adanya umpan baliak. Proses komunikasi tidak selamanya dapat berjalan lancar, ditemukan di kelas VII H SMP Negeri 21 Surabaya sering terjadi kesalahpahaman karena kurangnya kemampuan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal digunakan teknik diskusi dalam bimbingan kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik diskusi dalam bimbingan kelompok terhadap komunikasi interpersonal siswa metode yang digunakan dalam penelitian ialah pre-experiment sesuai dengan tujuan penelitian, maka sampel yang digunakan ialah porposive sampel dengan jumlah 6 siswa kelas VII H. Instrumen pengumpulan yang digunakan dengan skala komunikasi interpersonal, sedangkan teknik analisis data yang digunakan parametrik dan uji hipotesis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh teknik diskusi dalam bimbingan kelompok terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa, hal ini ditunjukan dengan rerata komunikasi interpersonal siswa sebesar 150,67 kategori tersebut merupakan kategori tinggi. Artinya ada perbedaan antara hasil pre test dan post test. Hal itu dapat dilihat dari sikap siswa yang mulai berani bertanya dan mengemukakan pendapat, bersikap tenang dan tertib selama proses pemberian layanan, mau mendengarkan temannya yang sedang menyampaikan pendapat di depan kelas, mengerti pesan yang disampaikan guru, dan segera menjawab pertanyaan serta mengikuti perintah yang diberikan guru. Kata kunci: Teknik Diskusi, Komunikasi Interpersonal
TELAAH TEORITIS: APA ITU BELAJAR ?
Siti Ma’rifah Setiawati
HELPER Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol35.no1.a1458
Belajar adalah proses aktivitas yang dilakukan dengan sengaja untuk melakukan perubahan sikap dan perilaku yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa dan yang bersifat menetap. Ada 4 ciri-ciri belajar yaitu : perubahan, bersifat permanen, adanya usaha, dan perubahan karena proses belajar. Aspek belajar atau tujuan belajar dibagi 3 bagian atau domain yaitu : Domain Kognitif, Domain Afektif, Domain Psikomotor. Ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar yaitu : Perubahan terjadi secara sadar, bersifat kontinu dan fungsional, bersifat Positif dan aktif, bukan bersifat sementara, bertujuan atau terarah, mencakup seluruh aspek tingkah laku. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar, dalam arti luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik. Kata kunci: Belajar, Perubahan perilaku