HELPER: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran
AIM Helper: Journal Guidance and Counseling from Universitas PGRI Adi Buana Surabaya which publish articles from the fields of guidance and counseling based on researches. Helper is published twice a year in February and September. SCOPE: Techniques in Guidance and Counseling Assessment in Guidance and Counseling Counseling Multicultural Cyber Counseling Media Development in Guidance and Counseling Traumatic Counseling
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 36 No 1 (2019)"
:
10 Documents
clear
EFEKTIFITAS METODE REINFORCEMENT GUNA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMKS AL KAAFFAH KEPANJEN
Siti Mardiana Hindayati;
Diana Mayasari
HELPER Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol36.no1.a2816
Permasalahan mengenai motivasi belajar sangat sering muncul dikalangan siswa atau peserta didik. Jika siswa memiliki motivasi belajar rendah otomatis dia tidak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Menerima materi dengan asal-asalan bahkan untuk menyelesaikan tugas juga pasti tidak maksimal. Sedangkan reinforcement memegang peranan yang cukup penting untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas metode reinforcement guna meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI di SMKS AL KAAFFAH Kepanjen. Proses penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus. Melalui layanan bimbingan konseling,pemberian tindakan reinforcement mulai diberikan pada siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dimana untuk pengambilan data peneliti menggunakan angket. Metode Analisa data pada penelitian ini adalah rating scale dan mengevaluasi hasil dari angket tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reinforcement cukup efektif guna meningkatkan motivasi belajar pada siswa.
MENINGKATAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR DARING DENGAN MENERAPAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU MENGGUNAKAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT
Kusumaningtyas Febri Wijayanti;
Anita Dianasari
HELPER Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol36.no1.a2817
Pada zaman sekarang ini pendidikan di Indonesia sedang berusaha mencapai mutu pendidikan yang baik. Agar mutu pendidikan yang baik dapat tercapai, maka peserta didik harus belajar dengan tekun karena tanggung jawab seorang peserta didik adalah belajar. Apabila permasalahan tersebut tidak segera diatasi maka akan berdampak pada hasil belajar peserta didik. Strategi yang bisa dilakukan untuk mengatasi adalah dengan menggunakan konseling individu teknik self-management. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tanggung jawab belajar daring peserta didik dengan menggunakan layanan konseling individu dengan teknik self-management pada siswa kelas XII TKJ di SMK PGRI 2 Jombang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif desain Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini dilakukan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan skala pengukuran. Hasil dari siklus I 30% dengan katagori rendah sedangkan siklus II meningkat menjadi 70% dengan katagori sedang. Hal ini berarti Strategi self-management dapat meningkatkan tanggung jawab belajar daring peserta didik.
MEREDUKSI KECANDUAN GAME ONLINE MELALUI LAYANAN KONSELING DENGAN TEKNIK KONTRAK PERILAKU PADA SISWA XI RPL SMK NEGERI 1 LUMAJANG TAHUN AJARAN 2018/2019
Fitrah Romadhoni Laily;
Etik Sulistiyowati
HELPER Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol36.no1.a2818
Kecanduan game online adalah perilaku yang bersifat kronis dan kompulsif untuk memuaskan diri pada permainan yang dimainkan dengan koneksi internet hingga menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang timbul sifatnya merugikan diri sendiri, meskipun demikian tidak membuat pemain berusaha untuk menghentikan atau mengurangi aktivitasnya bermain game online karena merasa sulit untuk keluar atau berhenti memainkan game online (Pratiwi dkk, 2012:3). Jadi, bagi para pecandu game online akan sulit untuk mengontrol atau mengendalikan dirinya dan berhenti atau setidaknya mengurangi waktu dan kuantitas bermain game onlinenya. Untuk memperbaiki kondisi kecanduan Game Online, Guru BK memberikan layanan konseling individu dengan teknik kontrak perilaku diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan kecanduan Game Online. Pada proses konseling diharapkan konseli akan lebih terbuka untuk menceritakan masalahnya yang mungkin berkaitan dengan penyebab munculnya perilaku bermasalah. Upaya dalam mengubah perilaku dalam konseling individu ini dengan tehnik kontrak perilaku (behaviour contract). Subjek dalam penelitian ini adalah konseli di SMK Negeri 1 Lumajang kelas XI RPL dengan karakteristik konseli bermasalah dalam kecanduan game online sehingga tidak mengikuti pembelajaran daring dan nilai menjadi kosong sehingga konseli memiliki ketakutan terhadap guru pengajar dan kejengkelan kepada ibu dikarenakan ibu marah dengan aktifitas konseli. Hasil penelitian ini menunjukkan ketercapaian mereduksi kecanduan game online melalui konseling individu dengan strategi kontrak perilaku yaitu hasil angket kecanduan game online pada konseli mengalami perkembangan yang signifikan pretest siklus 1, posttest siklus 1 dan posttest siklus 2 menunjukkan perkembangan hasil skor yang meningkat pada setiap siklusnya yaitu 55 kategori Tinggi ; 46 kategori Tinggi dan ; 24 Kategori Sedang.
MEREDUKSI KECANDUAN SMARTPHONE MELALUI LAYANAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK KONTRAK PERILAKU SISWA XII TEI 1 SMKN 1 BANDUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG
Prabandari Nuansmahira;
Dewi Nurmalika
HELPER Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol36.no1.a2819
Perkembangan teknologi komunikasi pada saat ini maju dengan pesat. Salah satu adalah perkembangan alat komunikasi berupa telepon selular. Telpon yang pada awalnya ditemukan sebagai alat media menyampaikan pesan suara dan alat komunikasi sekarang berkembang pesat. Telepon selular kini berganti nama menjadi smartphone atau telpon pintar. Kita bisa melakukan banyak hal dalam smartphone selain berkomunikasi lewat suara dan pesan. Kita bisa menambahkan berbagai aplikasi di smartphone, misalnya Whatsapp, TikTok, Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain. Selain itu smartphone juga bisa digunakan untuk browsing berita atau info terkini, bermain game online, belanja online bahkan smartphone juga bisa dimanfaatkan untuk bekerja.Kecanduan smartphone adalah tindakan yang tidak bisa mengontrol penggunaan smartphone dengan kata lain hidup kita di bawah kendali smartphone. Hal ini sangat menjangkiti para remaja. Remaja menghabiskan sebagian besar waktu dihadapan smartphone. Interaksi dengan orang lain terasa berbeda. Ada istilah menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh. Dengan keadaan yang seperti ini, penulis tertantang untuk mengadakan penelitian tentang mereduksi kecanduaan smartphone pada siswa SMKN 1 Bandung melalui layanan konseling individu dengan teknik kontrak perilaku.Penelitian ini menerapkan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan dua siklus. Hasil dari penelitian kecanduan smartphonesiswa dapat direduksi melalui konseling individu dengan 21eknik kontrak perilaku. Hal ini terlihat dari hasil angket penggunaan smartphone oleh siswa. Pada siklus I skor angket 77 termasuk kategori ‘sangat aktif’. Pada siklus II skor tersebut mengalami penurunan menjadi 43 termasuk dalam kategori ‘cukup aktif’.Penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan pada konselor sebagai praktisi lapangan, yaitu layanan konseling individu dengan teknik kontrak perilaku dapat mereduksi kecanduan smartphone pada siswa.
PENGGUNAAN KONSELING KELOMPOK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) UNTUK MENGURANGI SCHOOL REFUSAL (PENOLAKAN SEKOLAH) SISWA KELAS XII IPA SMAN 1 TONGAS
Winda Nur Hidayanti;
Dwi Ridhowati
HELPER Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol36.no1.a2820
School refusal (penolakan sekolah) adalah masalah emosional yang dimanifestasikan dengan penolakan anak atau remaja untuk menghadiri sekolah dengan disertai ketakutan yang tidak irasional, yang disebabkan oleh kecemasan berpisah dari orang terdekat, pengalaman negatif disekolah. Peneliti menemukan fenomena school refusal (penolakan sekolah) di kelas XII IPA SMAN 1 Tongas Probolinggo melalui data dokumentasi wali kelas dan guru matapelajaran. Masalah yang terlihat pada school refusal (penolakan sekolah) siswa beberapa kali tidak mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan layanan konseling kelompok rational emotive behavior therapy (REBT) dengan teknik disput reinforcement positif yang digunakan untuk mengurangi school refusal (penolakan sekolah) siswa kelas XII IPA SMAN 1 Tongas Probolinggo.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 siswa kelas XII IPA yang memiliki school refusal (penolakan sekolah) tinggi. Pada penelitian ini siswa mengalami perubahan positif dengan menurunnya school refusal (penolakan sekolah) yangdialami setelah mengikuti konseling kelompok pada siklus I. Perubahan positif ini semakin mengalami perkembangan untuk penurunan school refusal (penolakan sekolah) setelah dilaksanakan konseling kelompok siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa konseling kelompok rational emotif behavior therapy (REBT) dapat menurunkan school refusal (penolakan sekolah) pada siswa kelas XII IPA SMAN 1 Tongas Probolinggo.
EFEKTIFITAS METODE REINFORCEMENT GUNA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMKS AL KAAFFAH KEPANJEN
Siti Mardiana Hindayati;
Diana Mayasari
HELPER Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol36.no1.a2816
Permasalahan mengenai motivasi belajar sangat sering muncul dikalangan siswa atau peserta didik. Jika siswa memiliki motivasi belajar rendah otomatis dia tidak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Menerima materi dengan asal-asalan bahkan untuk menyelesaikan tugas juga pasti tidak maksimal. Sedangkan reinforcement memegang peranan yang cukup penting untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas metode reinforcement guna meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI di SMKS AL KAAFFAH Kepanjen. Proses penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus. Melalui layanan bimbingan konseling,pemberian tindakan reinforcement mulai diberikan pada siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dimana untuk pengambilan data peneliti menggunakan angket. Metode Analisa data pada penelitian ini adalah rating scale dan mengevaluasi hasil dari angket tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reinforcement cukup efektif guna meningkatkan motivasi belajar pada siswa.
MENINGKATAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR DARING DENGAN MENERAPAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU MENGGUNAKAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT
Kusumaningtyas Febri Wijayanti;
Anita Dianasari
HELPER Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol36.no1.a2817
Pada zaman sekarang ini pendidikan di Indonesia sedang berusaha mencapai mutu pendidikan yang baik. Agar mutu pendidikan yang baik dapat tercapai, maka peserta didik harus belajar dengan tekun karena tanggung jawab seorang peserta didik adalah belajar. Apabila permasalahan tersebut tidak segera diatasi maka akan berdampak pada hasil belajar peserta didik. Strategi yang bisa dilakukan untuk mengatasi adalah dengan menggunakan konseling individu teknik self-management. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tanggung jawab belajar daring peserta didik dengan menggunakan layanan konseling individu dengan teknik self-management pada siswa kelas XII TKJ di SMK PGRI 2 Jombang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif desain Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini dilakukan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan skala pengukuran. Hasil dari siklus I 30% dengan katagori rendah sedangkan siklus II meningkat menjadi 70% dengan katagori sedang. Hal ini berarti Strategi self-management dapat meningkatkan tanggung jawab belajar daring peserta didik.
MEREDUKSI KECANDUAN GAME ONLINE MELALUI LAYANAN KONSELING DENGAN TEKNIK KONTRAK PERILAKU PADA SISWA XI RPL SMK NEGERI 1 LUMAJANG TAHUN AJARAN 2018/2019
Fitrah Romadhoni Laily;
Etik Sulistiyowati
HELPER Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol36.no1.a2818
Kecanduan game online adalah perilaku yang bersifat kronis dan kompulsif untuk memuaskan diri pada permainan yang dimainkan dengan koneksi internet hingga menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang timbul sifatnya merugikan diri sendiri, meskipun demikian tidak membuat pemain berusaha untuk menghentikan atau mengurangi aktivitasnya bermain game online karena merasa sulit untuk keluar atau berhenti memainkan game online (Pratiwi dkk, 2012:3). Jadi, bagi para pecandu game online akan sulit untuk mengontrol atau mengendalikan dirinya dan berhenti atau setidaknya mengurangi waktu dan kuantitas bermain game onlinenya. Untuk memperbaiki kondisi kecanduan Game Online, Guru BK memberikan layanan konseling individu dengan teknik kontrak perilaku diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan kecanduan Game Online. Pada proses konseling diharapkan konseli akan lebih terbuka untuk menceritakan masalahnya yang mungkin berkaitan dengan penyebab munculnya perilaku bermasalah. Upaya dalam mengubah perilaku dalam konseling individu ini dengan tehnik kontrak perilaku (behaviour contract). Subjek dalam penelitian ini adalah konseli di SMK Negeri 1 Lumajang kelas XI RPL dengan karakteristik konseli bermasalah dalam kecanduan game online sehingga tidak mengikuti pembelajaran daring dan nilai menjadi kosong sehingga konseli memiliki ketakutan terhadap guru pengajar dan kejengkelan kepada ibu dikarenakan ibu marah dengan aktifitas konseli. Hasil penelitian ini menunjukkan ketercapaian mereduksi kecanduan game online melalui konseling individu dengan strategi kontrak perilaku yaitu hasil angket kecanduan game online pada konseli mengalami perkembangan yang signifikan pretest siklus 1, posttest siklus 1 dan posttest siklus 2 menunjukkan perkembangan hasil skor yang meningkat pada setiap siklusnya yaitu 55 kategori Tinggi ; 46 kategori Tinggi dan ; 24 Kategori Sedang.
MEREDUKSI KECANDUAN SMARTPHONE MELALUI LAYANAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK KONTRAK PERILAKU SISWA XII TEI 1 SMKN 1 BANDUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG
Prabandari Nuansmahira;
Dewi Nurmalika
HELPER Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol36.no1.a2819
Perkembangan teknologi komunikasi pada saat ini maju dengan pesat. Salah satu adalah perkembangan alat komunikasi berupa telepon selular. Telpon yang pada awalnya ditemukan sebagai alat media menyampaikan pesan suara dan alat komunikasi sekarang berkembang pesat. Telepon selular kini berganti nama menjadi smartphone atau telpon pintar. Kita bisa melakukan banyak hal dalam smartphone selain berkomunikasi lewat suara dan pesan. Kita bisa menambahkan berbagai aplikasi di smartphone, misalnya Whatsapp, TikTok, Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain. Selain itu smartphone juga bisa digunakan untuk browsing berita atau info terkini, bermain game online, belanja online bahkan smartphone juga bisa dimanfaatkan untuk bekerja.Kecanduan smartphone adalah tindakan yang tidak bisa mengontrol penggunaan smartphone dengan kata lain hidup kita di bawah kendali smartphone. Hal ini sangat menjangkiti para remaja. Remaja menghabiskan sebagian besar waktu dihadapan smartphone. Interaksi dengan orang lain terasa berbeda. Ada istilah menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh. Dengan keadaan yang seperti ini, penulis tertantang untuk mengadakan penelitian tentang mereduksi kecanduaan smartphone pada siswa SMKN 1 Bandung melalui layanan konseling individu dengan teknik kontrak perilaku.Penelitian ini menerapkan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan dua siklus. Hasil dari penelitian kecanduan smartphonesiswa dapat direduksi melalui konseling individu dengan 21eknik kontrak perilaku. Hal ini terlihat dari hasil angket penggunaan smartphone oleh siswa. Pada siklus I skor angket 77 termasuk kategori ‘sangat aktif’. Pada siklus II skor tersebut mengalami penurunan menjadi 43 termasuk dalam kategori ‘cukup aktif’.Penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan pada konselor sebagai praktisi lapangan, yaitu layanan konseling individu dengan teknik kontrak perilaku dapat mereduksi kecanduan smartphone pada siswa.
PENGGUNAAN KONSELING KELOMPOK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) UNTUK MENGURANGI SCHOOL REFUSAL (PENOLAKAN SEKOLAH) SISWA KELAS XII IPA SMAN 1 TONGAS
Winda Nur Hidayanti;
Dwi Ridhowati
HELPER Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/helper.vol36.no1.a2820
School refusal (penolakan sekolah) adalah masalah emosional yang dimanifestasikan dengan penolakan anak atau remaja untuk menghadiri sekolah dengan disertai ketakutan yang tidak irasional, yang disebabkan oleh kecemasan berpisah dari orang terdekat, pengalaman negatif disekolah. Peneliti menemukan fenomena school refusal (penolakan sekolah) di kelas XII IPA SMAN 1 Tongas Probolinggo melalui data dokumentasi wali kelas dan guru matapelajaran. Masalah yang terlihat pada school refusal (penolakan sekolah) siswa beberapa kali tidak mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan layanan konseling kelompok rational emotive behavior therapy (REBT) dengan teknik disput reinforcement positif yang digunakan untuk mengurangi school refusal (penolakan sekolah) siswa kelas XII IPA SMAN 1 Tongas Probolinggo.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 siswa kelas XII IPA yang memiliki school refusal (penolakan sekolah) tinggi. Pada penelitian ini siswa mengalami perubahan positif dengan menurunnya school refusal (penolakan sekolah) yangdialami setelah mengikuti konseling kelompok pada siklus I. Perubahan positif ini semakin mengalami perkembangan untuk penurunan school refusal (penolakan sekolah) setelah dilaksanakan konseling kelompok siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa konseling kelompok rational emotif behavior therapy (REBT) dapat menurunkan school refusal (penolakan sekolah) pada siswa kelas XII IPA SMAN 1 Tongas Probolinggo.