cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penamas Adi Buana
ISSN : 26225727     EISSN : 26225395     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2017): Oktober" : 20 Documents clear
STRATEGI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) Sugito, Sugito; Susilowati, Susilowati; Al Kholif, Muhammad
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.65 KB)

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah : (1) Melakukan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai taman TOGA sehingga termanfaatkan secara optimal serta dapat meningkatkan nilai ekonomi, (2) Menambah pendapatan keluarga dengan menjual produk dari hasil budidaya TOGA melalui diversifikasi produk usaha baru atau dijadikan sebagai jamu tradisional, (3) Menyadarkan masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan untuk mencegah terjadinya pencemaran dan mencegah dampak terjadinya perubahan iklim, (4) Mengangkat desa Kalimati sebagai desa unggulan produk taman TOGA dan pembuatan jamu tradisional berbasis sumberdaya alam lokal. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan kegiatan ini adalah: (1) Pemberdayaan masyarakat tentang pemanfaatan lahan pekarangan untuk taman TOGA, (2) Pelatihan pembuatan produk hasil budidaya TOGA melalui diversifikasi produk dan usaha baru atau dijadikan sebagai jamu tradisional, (3) Pelatihan kewirausahaan tentang manajemen penjualan dan pembukuan sederhana, (4) Pemberdayaan pemanfaatan lahan secara optimal untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan perubahan iklim. Kelompok sasaran yakni Ibu-ibu PKK telah memiliki ketrampilan membuat jamu tradisional dengan memanfaatkan tanaman TOGA yang dapat dijual untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kata Kunci: Taman Toga, Pembuatan Jamu Tradisional, Kelompok PKK, Penghasilan Keluarga
PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PADA INDUSTRI KERAJINAN ANYAMAN UNTUK PEMENUHAN PASAR EKSPOR Nurcahyanie, Yunia Dwie; Suharyanto, Suharyanto; Suparman, Suparman
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.338 KB)

Abstract

Kerajinan ayaman yang menggunakan bahan- bahan alam seperti rotan, bambu, mendong, pandan, rumput, sangat unik dan diminati oleh pasar mancanegara. Keunggulan dari kerajinan bahan alam dari Indonesia adalah diantaranya bahan baku yang khas, desain anyaman yang unik dari setiap daerah memiliki desain dan pola tersendiri. Beberapa tahun terakhir industri kerajinan anyaman mengalami penurunan volume dalam pasar ekspor. Beberapa masalah yang ditemui dari pengrajin kerajinan baik dari kawasan Gresik, Malang dan Yogyakarta adalah masalah ketersediaan sumber daya manusia terutama tukang anyam. Sumber Daya penganyam adalah komponen terpenting dari kerajinan anyaman ini, apapun material yang digunakan baik alami maupun sintetis, kemampuan anyam dari SDM adalah kata kunci keberhasilan dari industri ini. Sayangnya jumlah penganyam semakin hari semakin berkurang. Dan kualitas hasil anyaman tidak bisa sehalus penganyam yang sudah lebih senior. Pengabdian masyarakat kali ini mengangkat bagaimana melatih kemampuan menganyam dari sdm yang ada menjadi lebih berkualitas dan berstandar untuk pemenuhan kebutuhan pasar ekspor. Kata Kunci : SDM, Kerajinan, Anyaman, Ekspor
INDUSTRI KREATIF SENI GRAFIS SABLON CETAK SARING UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KREMBUNG KECAMATAN KREMBUNG KABUPATEN SIDOARJO Suparman, Suparman
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.882 KB)

Abstract

Tujuan program KKN-PPM ini adalah untuk mengatasi masalah yang dijumpai di desa Krembung yaitu rendahnya pendapatan warga, rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang pembuatan seni grafis sablon cetak saring terutaman pemanfaatan waktu senggang menunggu hasil panen untuk dimanfaatkan dalam pembuatan seni grafis sablon cetak saring. Mengingat sebagian besar warga desa krembung bercocok tanam. sehingga belum maksimalnya waktu senggang sembari menunggu hasil panen musiman. Solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah memberdayakan masayarakat desa melalui program ekonomi kreatif seni grafis sablon cetak saring serta memberikan keterampilan teknologi pembuatan sablon cetak saring. Dilakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan sablon cetak saring guna peningkatan ekonomi warga. Diharapkan melalui program ini tercipta kemandirian ekonomi dan terjadi peningkatan pendapatan keluarga. Kata kunci : Industri kreatif, Seni grafis, Waktu senggang
PENDATAAN KEPENDUDUKAN DI DESA SEDAPURKLAGEN KECAMATAN BENJENG SECARA OFFLINE MENGGUNAKAN APLIKASI POPULATION 3.0.0 SERTA PEMETAAN POTENSI DESA BULANGKULON Effendi, Aris; Kurniasari, Lusiana; Ayu N., Riska Mulia; Nizar, Arif Abu; Nawa, Karlus
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.022 KB)

Abstract

Abstract The information system at the village level population data are usually still uses a manual system. This poses some obstacles are quite cumbersome, especially on invalidity and mismatch of data. Often occurs when the search constraints on information about new residents, or residents who moved out of the village. Similarly, the provision of data such as employment, education data, and demographic data of the population is often not up to date. Departing from the constraints above, then made the design of an information system on population. Expected population census information systems at the village level will greatly assist government agencies in conducting population census in the scope of a village. It where this system will make the process of data collection in line with the process of filing papers by each resident population that comes to the village office. Thus the population data can be obtained easily without having to collect data directly to where the people live. This system is designed with grooves and simple interface design, so that it can be easily used in rural environment, in this case taking the example Bulangkulon Village, subdistrict Benjeng, district Gresik. Key word :Information system, Data Collection, Population Abstrak Sistem informasi pada data populasi tingkat desa biasanya masih menggunakan sistem manual. Ini menimbulkan beberapa kendala yang cukup rumit, terutama pada cacat dan ketidaksesuaian data. Sering terjadi ketika kendala pencarian informasi tentang penduduk baru, atau penduduk yang pindah dari desa. Demikian pula, penyediaan data seperti pekerjaan, data yang pendidikan, dan data demografi penduduk sering tidak up to date. Berangkat dari kendala di atas, maka dibuat desain sistem informasi kependudukan. Diharapkan sistem informasi sensus penduduk di tingkat desa akan sangat membantu instansi pemerintah dalam melakukan sensus penduduk di lingkup desa. Hal mana sistem ini akan membuat proses pengumpulan data sejalan dengan proses kertas pengajuan oleh masing-masing populasi penduduk yang datang ke kantor desa. Dengan demikian data populasi dapat diperoleh dengan mudah tanpa harus mengumpulkan data langsung ke mana orang hidup. Sistem ini dirancang dengan alur dan desain antarmuka yang sederhana, sehingga dapat dengan mudah digunakan di lingkungan pedesaan, dalam hal ini mengambil contoh desa Bulangkulon, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Kata kunci: Sistem Informasi, Pendataan, Penduduk
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) Laili, Rahmania Alfi; Mintarsih, Mintarsih; Masrurroh, Mi’rotin Barro; Astuti, Mardiana Dwi; Susanti, Mei Tri
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.165 KB)

Abstract

Games Education (APE) is a tool that can optimize the game development of the child, tailored to the age and developmental level, and which is useful for the development of the physical, language, cognitive, and social development. The purpose of this activity is expected in early childhood and kindergarten students get an interesting experience, increase cognitive ability, psychomotor, and creative both in school and outside of school. Berbagia type of form tool of education games that can be made by children TK and early childhood education. This education game is used as a medium of learning so that students do not feel bored while studying. Type of APE are so numerous, yitu playdough, finger painting, hand puppets, and coloring. The method used in this activity is practical. By using this method the children can directly try to make a toy that kids can feel the process of making. The target of this education a children’s game kindergarten and early childhood. However, given the different game types for different ability levels, especially in terms of cognitive and psychomotor. Tools are provided for educational games help improve a child’s development in terms of skills, knowledge, and dissemination in accordance with the learning materials. Of the activity of making APE results obtained are kindergarten and early childhood was happy to make the game instrument itself, creativity and children honed so well that it can blind a variety of forms. Keywords : Games, Education, Develompent, Children
KEGIATAN PENGOLAHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI BENTUK PREVENTIF KESEHATAN KELUARGA MANDIRI Fitriatien, Sri Rahmawati; Meisawitri, Gosita Ifantias; Wiyanda, Tamara Putri; Kholilah, Nur; Yusriyanti, Aprilia
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.092 KB)

Abstract

Abstract Medicinal plant is a plant that has many efficacy especially in the health field. because of the efficacy of the medicinal plants in community service activities in the form of training is done processing of medicinal plants by processing ginger (Zingiber officinale) into instant ginger. this training to program at village level to educate women on various aspects of family welfare Dermo Benjeng Gresik. the purpose of this activity is to utilize medicinal plants and can improve the health of the community independently by utilizing medicinal plants, as well as provide knowledge to the community of the importance of medicinal plants for health and gives an understanding of how management and utilization of medicinal plants, as well as familiarize the people to plant and utilizing medicinal plants in the home environment, the methods used are active learning and parcipatory learning, which includes lectures, practice of processing plants healthy and continue with the discussion of the results of this training, this training showed knowledge about the importance of medicinal plants for health, as well as skills processing of medicinal plants for program at village level to educate women on various aspects of family welfare. Kata Kunci: Pemberdayaan, Pengolahan, Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
PENYULUHAN DAN SOSIALISASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI MASYARAKAT DI DESA DERMO – KEC. BENJENG – KAB. GRESIK Bahri, Syaiful; Hutahaean, Agung Mangalambok; Kinanti, Kinanti; Irlani, Intan
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.996 KB)

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya generasi muda yang sudah mengkonsumsi obat-obatan yang disebut narkoba. Akibat dari aktivitas tersebut adalah generasi muda di Indonesia menjadi rusak dan bisa merusak masa depan bangsa. Sehingga kami KKN-PPM Univ. PGRI Adi Buana Surabaya melakukan kegiatan untuk memberikan pengetahuan dan dampak dari narkoba. Kegiatan dilaksanakan di Desa Dermo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Kami membuat kegiatan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba yang diadakan di Balai Desa Dermo. AKP. Zamzani. S. H menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam kegiatan tersebut, para pemuda dan masyarakat ikut dalam program tersebut. Para warga yang ikut dalam kegiatan tersebut mengetahui, memahami narkoba mulai dari awal mula sampai akibat yang ditimbulkan dari narkoba tersebut. ABSTRACT This activity is motivated by the younger generations who have consumed drugs that is called drug. The couse of this activity is the young generation in Indonesia become damaged and it can damage our future nation. Therefore we are KKN-PPM of PGRI Adi Buana Surabaya University do the activity to provide the knowledge and the impact of drugs. The activity was implemented in the Dermo village, Benjeng, Gresik. We made education and socialization activities about the dangers of drugs which was held in the Dermo Village Hall. AKP. Zamzani. S. H as the resource for the activity. In the activity, the youth and the society participated in the progam. The society who participated in the activity had known and understood about drug from its inception until the impact of these drugs.
PEMBUATAN BATIK JUMPUT DI DESA GLURANPLOSO KECAMATAN BENJENG KOTA GRESIK Rosyidah, Nur Indah; Fatmawati, Nurdiana; Styorini, Novi Eka; N.S, Retno Wulan; Aisyah, Siti
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.529 KB)

Abstract

Batik Jumputan adalah batik yang dikerjakan dengan cara ikat celup, di ikat dengan tali di celup dangan warna. Batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali. Ada dua teknik membuat batik jumputan, yang pertama teknik ikat, dan yang ke dua teknik jahitan, teknik ikatan adalah Bagian yang ikat, kencang itu pada saat dicelup tidak terkena warna, sehingga setelah ikatannya dilepas akan terbentuk gambarnya, dan teknik jahitan adalah kain diberi pola terlebih dahulu lalu dijahit dengan menggunakan tusuk jelujur pada garis warnanya dengan menggunakan banang, lalu benang ditarik kuat sehingga kain berkerut serapat mungkin. Pada waktu dicelup benang yang rapat akan menghalangi warna masuk ke kain, benang yang dipakai sebaiknya benang yang tebal dan kuat seperti benang plastik / sintesis, benang jins, atau benang sepatu. Hasil jumputan teknik jahitan ini berupa titik-titik yang agak menyambung membentuk gambar. Sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Februari 2017, dan tempat sosialisasi yaitu di rumah Ibu kepala dusun gluran desan gluran ploso Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik dengan pengambilan data berupa Dokumentasi. Dengan diadakannya sosilisasi batik jumput pada ibu-ibu PKK dapat memberikan pengetahuan baru untuk menggunakan kain bekas atau kain yang sudah tidak dipakai untuk di manfaatkan dan dapat digunakan kembali. Key words: batik jumputan
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI PEMANFAATAN POTENSI LOKAL DESA JEDONGCANGKRING KECAMATAN PRAMBON LPPM UNIV.PGRI ADI BUANA SURABAYA Mahesti, Satria; Purnamasari, Anis
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.696 KB)

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program yang ditempuh untuk mengakhiri studi Strata Satu (S1). KKN sebagai satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dalam hal ini mahasiswa dapat mengamalkan ilmu, teknologi, dan seni yang didapat di Perguruan Tinggi guna memecahkan masalah yang ada di dalam masyarakat. Tujuan utama dari Kuliah Kerja Nyata adalah memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri, mempersiapkan kader-kader pembangunan (stock holder) serta sebagai agen perubah (agen of change). Kelompok KKN UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA tahun 2017 di desa Jedongcangkring mengambil beberapa kesimpulan: (a) saling membantu dan mendukung terlaksananya kegiatan KKN tanpa adanya kerja sama yang baik, (b) program kerja KKN tidak akan berjalan dengan lancar, (c) mencontoh cara berfikir mahasiswa untuk befikir modern, (d) Mahasiswa KKN memperoleh ilmu belajar cara hidup dari orang desa seperti gotrong royong ramah dan saling tolong menolong, (e) Teori yang didapat di bangku kuliah tidak semua sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan, dan (f) Potensi desa Jedongcangkring telah dikelola cukup baik oleh masyarakat, sehimgga tercapai hasil yang memuaskan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PEREKONOMIAN IBU-IBU PKK DI DESA BULANGKULON DALAM PENGOLAHAN SAMPAH SEBAGAI BANK SAMPAH Yudhistira, Nelta Waita; Wulanagustin, Nuri; Prafitri, Apri; Ulun, Ubbayi Khulalul
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 2 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.069 KB)

Abstract

Garbage problem is often founded in an urban zone as a consequense of urbanization and people activities such happened in Gresik. One of the place in Gresik that always facing rubbish problem is Prambon, Benjeng, Gresik. Garbage bank is an environmental management program and community empowerment. Especially for management of Garbage bank program as a community empowerment because indirectly many people only focus on the enviroronmental management programs. The research problems in this research are : 1) How management of Garbagebnak program as a community empowermwnt is garbage bank Bulangkulon,Prambon, Benjeng,Gresik). 2)What are supporting problems and obstacle factors Gerbage bank program in Bank Sampah Bulangkulon, Prambon. Benjeng Gresik. The objectives in this research are to get description about; 1)The managementof Gerbage abnk program as ab empowering program. 2) Supporing and obstacle factors for gerbage bank program. Gerbage bank program as effort or community become a useful community and impact in family income. But there are still a supporting and interference factor in Gerbage Bank Program. Supporting factors for example : good organization, collaboration with stacholder that good,facility really is equal to, the client is active role. Keywords: Management Gerbage bank program, Community Empowerment.

Page 1 of 2 | Total Record : 20