cover
Contact Name
Waluyo Satrio Adji
Contact Email
waluyo.satrio.adji@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
piaud@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Edukasi AUD
ISSN : 24432636     EISSN : 26155907     DOI : -
Core Subject : Education,
Early Childhood Education Journal (JEA): JEA is an Open Access journal containing research articles in the field of Early Childhood Education. JEA: receive articles in Indonesian, English and Arabic. This journal publishes articles twice a year in June and December. JEA uses quetext plagiarism checker. This journal is published by the FTK State Islamic University Antasari Banjarmasin. JEA has p-issn 2443 2636 and e-issn 2615 5907.
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
EFEKTIVITAS PERMAINAN GAMBAR BENDA DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN BAHASA ANAK DOWN SYNDROME Murniyanti Ismail
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 1 (2015): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i1.2146

Abstract

Anak Down Syndrome dengan kondisi keterbatasan dalam kecerdasan mengalami berbagai hambatan, baik dalam hal belajar yang sifatnya akademis maupun dalam kemampuan bahasa secara baik dan benar. Dalam kecerdasan berbahasa mereka kurang dalam penguasaan kata-kata, perbendaharaan kata, kesalahan dalam pengucapan serta dalam konsep pemahaman. Subjek penelitian ini adalah anak Down Syndrome usia enam tahun, yang bersangkutan menunjukkan bahwa perbendaharaan kata masih sangat terbatas, anak dapat bicara tetapi pengucapan kata-kata sering tidak jelas. Anak sudah dapat menyambung titik dalam menulis huruf-huruf tapi anak belum dapat membaca dan bila diminta untuk mengulang menyebutkan kata-kata atau huruf anak sering tidak mau, dalam aspek sosialisasi anak juga mengalami hambatan. Desain atau rancangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan subjek tunggal (Single Subject Research) yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu subjek dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yang diberikan secara berulang-ulang dalam waktu tertentu (Tawney & David, 1987:9). Dalam penelitian dengan metode subjek tunggal, desain yang akan digunakan adalah desain A-B-A, yang terdiri dari tiga tahapan kondisi, yaitu: A1 Baseline-1, (B) Treatment, A2 Baseline-2. Setelah dilakukan pengujian dalam bentuk eksperimen kemudian dianalisis secara keseluruhan, disimpulkan bahwa media gambar benda secara signifikan dapat membantu dalam mengidentifikasi, menyebutkan dan mengingat gambar dalam menyebutkan huruf awal dari nama benda tersebut.Kata Kunci :Gambar Benda, Kecerdasan Bahasa, Down Syndrome
UPAYA PENGEMBANGAN ASPEK KOGNITIF DALAM AKTIVITAS YANG BERSIFAT EKSFLORATIF & MENYELIDIK (MENCAMPUR WARNA) MENGGUNAKAN MODEL EXAMPLE NON EXAMPLES DI KELOMPOK B TK TUNAS MUDA KEC. SIMPANG EMPAT KAB. BANJAR Hj. Norlaila
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 1 (2015): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i1.2147

Abstract

Anak-anak di TK Tunas Muda Kab. Banjar khususnya pada kelompok B, masih memiliki kemampuan kognitif yang rendah dalam mengenal warna. Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak khususnya dalam pembelajaran mencampur warna adalah model pembelajaranexamples non examples. Model ini merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas anak untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Terjadi peningkatan pada kemampuan kognitif anak dalam mencampur warna melalui pembelajaran Examples non Examples dalam hal ketepatan anak membedakan gambar dan menyebutkan gambar dengan benar serta ketepatan dalam mencampur warna. Secara klasikal akhir siklus pertama diketahui jumlah anak yang tuntas mencapai 64% meningkat menjadi 82% pada akhir siklus kedua. Kata Kunci : Kognitif, Example Non Examples, Eksfloratif , Menyelidik
IMPLEMENTASI MODEL MAKE A MATCH DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MENGENAL LAMBANG BILANGAN PADA KELOMPOK A TK GUYUB MENTARI MATARAMAN KABUPATEN BANJAR Erniy Purwasih
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 1 (2015): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i1.2148

Abstract

Kemampuan kognitif anak-anak TK Guyub Mentari Mataraman terutama padaindikator membilang dengan menunjuk benda hanya 25 % atau 5 orang memilikinilai bintang ***, 3 orang atau 15 % memiliki nilai bintang ** dan 12 orang 60%memiliki nilai bintang *, begitu juga pada semester II hanya sekitar 6 orang atau30% anak yang memiliki nilai bintang ***, pada semester I tahun ajaran 2013/2014kemampuan yang dicapai dengan nilai bintang *** juga hanya 5 orang atau 25%dengan jumlah anak yang sama yaitu 20 orang. Penulis juga mengadakan observasiyang dilakukan pada tanggal 25 Juli 2013 terhadap bidang pengembangan kognitifdengan indikator menghubungkan/memasangkan lambang bilangan dengan bendahasilnya hanya 5 orang atau 25 % anak yang memiliki nilai bintang ***. Makadipilihlah modek make a match untuk mengembangkan kemampuan mengenallambang bilangan melalui penelitian tindakan kelas.Hasil pengembangan kognitif anak mengalami peningkatan dalam hal ketepatan dankecepatan anak menghubungkan gambar dengan lambang bilangan, pencapaiankemampuan kognitif anak dalam ketepatan anak menghubungkan gambar denganlambang bilangandi siklus I hanya mencapai 35 %, meningkat pada siklus II menjadi95% yang secara klasikal terjadi peningkatan yang signifikan . Kata Kunci :Model Make A Match, Kemampuan Kognitif, Lambang Bilangan
UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK DALAM MENYUSUN KALIMAT SEDERHANA PADA STRUKTUR LENGKAP MENGGUNAKAN MODEL PICTURE AND PICTURE PADA KELOMPOK B TK ASSALAM SIMPANG EMPAT KAB. BANJAR Sri Endang Puspawati
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 1 (2015): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i1.2150

Abstract

Kemampuan menyusun kalimat sederhana dengan struktur lengkap pada anak kelompok B di TK ASSALAM Simpang Empat Kab.Banjar belum berkembang secara optimal. Sehingga, model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture yang merupakan pembelajaran dengan pendekatan yang menyenangkan, menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif dan menarik perhatian anak dipilih untuk memecahkan masalah tersebut dalam penelitian tindakan kelas. Hasil pengembangan aspek bahasa anak pada kemampuan menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap, menunjukkan adanya perkembangan, pada siklus I pertemuan 1 dengan nilai 28%, pertemuan 2 dengan nilai 45%, dan siklus II pertemuan 1 dengan nilai 73%, meningkat pada pertemuan 2 dengan skor 83%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil perkembangan kemampuan berbahasa anak pada materi menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap dengan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dikelompok B di TK ASSALAM Simpang Empat Kab.Banjar, dapat berkembang sesuai dengan harapan.Kata Kunci :Kemampuan berbahasa, Make a Match, Menyusun Kalimat Sederhana
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MELANJUTKAN DONGENG YANG TELAH DIPERDENGARKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PICTURE AND PICTURE DI KELOMPOK B TK KARTINI IDHATA BANJARMASIN Hilmiyatiy Hilmiyatiy
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 2 (2015): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i2.2159

Abstract

Pembelajaran di TK Kartini Idhata guru mendapatkan anak dari kelompok B masih kesulitan dalam berbahasa khususnya pada kegiatan melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan, anak pasif dan guru saja yang aktif pada saat pembelajaran. Berdasarkan hal itu dilakukan penelitian yang berjudul Upaya Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan Menggunakan Model Picture and Picture Pada Anak Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Kartini Idhata Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan anak tentang peningkatan kemampuan berbahasa anak dalam melanjutkan cerita/dongeng yang telah diperdengarkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Pendekatan Tindakan Kelas dengan dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Setting penelitian ini adalah di Kelompok B TK Kartini Idhata Banjarmasin dengan jumlah anak sebanyak 13 orang anak yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 6 orang perempuan pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas anak. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan tehnik persentase. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa aktivitas guru berkriteria Sangat baik, aktivitas anak berkualifikasi sangat aktif dan hasil perkembangan anak mengalami peningkatan di setiap siklusnya. Dari hasil penelitian itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model Picture and Picture meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan anak dalam pembelajaran berbahasa melalui kegiatan melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan. oleh karena itu, model pembelajaran Picture and Picture dapat menjadi salah satu alternatif dalam memilih dan merancang pembelajaran yang akan diterapkan di kelasKata Kunci : Dongeng, Model Picture and Picture
MENGENALKAN HURUF PADA ANAK KELOMPOK A TK BUNGA HARAPAN KABUPATEN TAPIN MELALUI MODEL TALKING STICK MARIATUL KIPTIAH
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 2 (2015): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i2.2160

Abstract

Upaya mengenalkan huruf kepada anak usia dini sering kali mendapatkan berbagai hambatan. Metode yang digunakan sering kali membosankan anak didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil belajar melalui model kooperatif talking stick untuk peningkatan hasil belajar aspek pengembangan berbahasa anak khususnya dalam mengenal huruf di kelompok A TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin. Setting penelitiannya adalah TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin dengan subjek penelitian seluruh anak kelompok A berjumlah 12 orang yang terdiri dari 7 laki-laki dan 5 perempuan pada semester II tahun 2012/2013. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kealitatif dengan menggambarkan keadaan sebenarnya dalam pembelajaran mengenal huruf di kelompok A TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin. Cara pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru Sangat Baik, Aktivitas anak Sangat Aktif, Hasil Kemampuan Belajar Anak dikategorikan Berhasil dengan prosentasi keberhasilan sebesar 83,33% secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil kemampuan belajar anak di kelompok A TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin dengan materi pokok mengenal huruf melalui model pembelajarantalking stick dapat meningkat. Bagi guru disarankan hendaknya dapat mencoba untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa dalam dalam mengenalkan huruf.Kata Kunci : Mengenal huruf, Kooperatif, Talking Stick
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MENGENAL POLA ABC-ABC MELALUI MODEL TALKING STICK DI KELOMPOK A TK DAMAI BANJARMASIN NAIMAH NAIMAH
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 2 (2015): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i2.2161

Abstract

Latar belakang masalah yang terjadi dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas guru, aktivitas anak dan rendahnya pengembangan aspek kognitif anak terhadap pembelajaran mengenal pola ABC-ABC di TK Damai Banjarmasin. Hal ini disebabkan karena guru kurang memiliki kreativitas yang bagus dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran serta kurangnya ketersediaan media atau alat peraga yang terbatas. Hal ini mengakibatkan anak kurang memiliki ketertarikan dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan guru, sehingga anak masih belum bisa mengembangkan kemampuan aspek kognitif dalam mengenal pola ABC-ABC secara maksimal sesuai dengan usia perkembangan dan pertumbuhan anak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setting penelitian adalah anak kelompok A di TK Damai Banjarmasin tahun ajaran 2013/2014, dengan jumlah anak 11 orang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Data yang dikumpulkan antara lain menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui instrument penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru dan kegiatan anak melakukan aktivitas dan mengembangkan kemampuan aspek kognitif. Sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui lembar kerja yang dikerjakan anak. Analisis data menggunakan teknik naratif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model talking stick dapat mengembangkan kognitif anak pada aspek mengenal pola ABC-ABC. Aktivitas guru pada siklus I pertemuan 1 mencapai 48,33 dengan kategori cukup baik meningkat menjadi 71,67 dengan kategori baik pada pertemuan 2, sedangkan pada siklus II mencapai 96,67 dengan kategori sangat baik. Aktivitas anak dalam mengikuti pembelajaran juga meningkat, keaktifan anak untuk siklus I pertemuan 1 mencapai 36,37% meningkat menjadi 54,54% pada pertemuan kedua, sedangkan, keaktifan anak untuk siklus II mencapai 90,9%. Keberhasilan pada pengembangan kognitif anak pada aspek mengenal pola ABC-ABC pada siklus I pertemuan 1 sebesar 54,55% meningkat menjadi 72,72% pada pertemuan 2, sedangkan siklus II mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hipotesis yang berbunyi “jika menggunakan model pembelajaran talking stick dalam menyusun pola ABC-ABC, maka dapat meningkatkan pengembangan aspek kognitif anak di Kelompok A pada TK Damai Banjarmasin” dapat diterima. Dengan ini, diharapkan agar guru-guru dapat menggunakan model talking stick dalam pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai upaya dalam menciptakan perbaikan dan pengembangan kemampuan kognitif, peningkatan aktivitas anak serta peningkatan mutu pembelajaran disekolah masingmasing.Kata Kunci : Mengenal Pola ABC-ABC, Talking Stick
UPAYA MENGEMBANGKAN ASPEK BAHASA DALAM MENGHUBUNGKAN TULISAN SEDERHANA DENGAN SIMBOL MELALUI MODEL MAKE A MATCH PADA ANAK KELOMPOK B TK AISYIYAH HULU SUNGAI UTARA NURHASDA NURHASDA
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 2 (2015): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i2.2162

Abstract

Permasalahan yang ada disekolah TK Aisyiyah No 3 Galagah Hulu Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah kurangnya perkembangan berbahasa anak hal itu dapat kita lihat dari 15 orang anak hanya 3 anak yang mendapat bintang ****,4 anak yang dapat bintang ***,dan 8 anak yang dapat bintang **. Adapun tujuan penelitian ini dilaksanakan selain mengembangkan aspek berbahasa anak,juga untuk mengembangkan aktifitas anak dan hasil pengembangan anak dalam pembelajaran sehari-hari sehingga mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan/diinginkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode tindakan kelas (Classroom Action Research) yang settingnya di TK Aisyiyah No.3 tahun pelajaran 2014 /2015.Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B berjumlah 15 orang anak.Instrument yang digunakan adalah lembar obsevasi guru dan tes lisan. Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila keberhasilan mencapai minimal 80% dengan kuaalifikasi anak Berkembang Sangat Baik. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan mengunakan model pembelajaran Make A Match pada kemampuan berbahasa dengan menghubungkan tulisan sederhana dengan simbol di Kelompok B TK Aisyiyah No 3 Tahun Pelajaran 2014/2015 dapat meningkatkan aktivitas guru dengan hasil siklus 1 mencapai nilai 78 dengan kualifikasi Baik dan siklus 2 mencapai nilai 89 dengan kualifikasi Sangat Baik.Adapun aktivitas anak dengan hasil siklus 1 mencapai nilai 66% dengan kualifikasi Aktif dan siklus 2 mencapai nilai 84%. Dengan kualifikasi Sangat Aktif dan hasil belajar anak siklus 1 mencapai keberhasilan 67 dan siklus 2 mencapai keberhasilan 82. Kata Kunci : Kemampuan Bahasa, tulisan sederhana, simbol, Model Make a MatchUPAYA MENGEMBANGKAN ASPEK BAHASA DALAM MENGHUBUNGKAN TULISAN SEDERHANA DENGAN SIMBOL MELALUI MODEL MAKE A MATCH PADA ANAK KELOMPOK B TK AISYIYAH HULU SUNGAI UTARA
PENGEMBANGAN PERMAINAN SING; SHOW; AND GUESS DENGAN MEDIA FLASHCARDS UNTUK MEMPERKENALKAN KATA BAHASA INGGRIS PADA ANAK KELOMPOK A TK KARTIKA 22 BANJARMASIN NOR IZATIL HASANAH
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 2 (2015): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i2.2163

Abstract

Berdasarkan permasalahan dalam memperkenalkan perbendaharaan kata bahasa Inggris pada anak usia dini, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perbendaharaan kata bahasa Inggris anak kelompok A TK Kartika 22 Banjarmasin melalui pengembangkan permainan sing; show; and guess dengan media flashcards.Penelitian  ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap persiapan yang bertujuan untuk mengembangkan produk mengikuti model Dick and Carey (2001) yang terdiri dari sepuluh tahapan pengembangan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan produk pengembangan di lapangan dengan menggunakan desain one group pretest dan posttest. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket, pedoman observasi dan pedoman wawancara yang dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif, statistik deskriptif, dan statistik inferensial.Produk yang dihasilkan adalah permainan sing; show; and guess, yaitu permainan yang dikombinasikan dari permainan gerak, lagu dan permainan tebak-tebakkan yang disertai dengan media flashcards dan buku panduan permainan sing; show; and guess yang didesain untuk membantu anak usia dini dalam mengenal perbendaharaan kata bahasa Inggris yang sesuai dengan masa perkembangan mereka. Untuk mengetahui pengaruh permainan tersebut, dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, diketahui signifikansi yang diperoleh sebesar 0,00 yang berarti lebih kecil dari pada signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,05, maka H0 di tolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan sing; show; and guess dengan media flashcards yang telah dikembangkan bermanfaat dalam meningkatkan perbendaharaan kata bahasa Inggris anak kelompok A TK Kartika 22 Banjarmasin. Kata kunci: Permainan, sing; show; and guess, Media flashcards, kata bahasa Inggris
PEMAHAMAN ANAK TERHADAP AGAMA MENURUT PERSEPSI GURU PAUD (MAHASISWA NON-REGULER PIAUD UIN ANTASARI) ANWAR ZAIN
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 4 No. 1 (2018): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v4i1.2164

Abstract

Dimensi agama sebenarnya sudah ada pada anak sejak ia masihkecil bahkan ketika masih didalam perut ibunya, karena dimensi agamamerupakan naluri jiwa yang ada dalam setiap fithrah (potensi) anak. Anakusia dini merupakan dunia bermainnya anak, anak pada usia ini selaluingin bergerak melakukan hal-hal yang menyenangkan. Tetapi walaupundemikian, anak pada usia ini juga mempunyai naluri agama danpemahaman agama, karena kegiatan ibadah agama dan nasehat-nasehatkeagamaan akan dijumpainya baik di rumah, di lingkungan dan disekolah.Tujuan penenlitian ini untuk mengetahui bagaimana pemahamananak usia dini terhadap agama melalui persepsi guru-guru PAUD, yangamana guru-guru ini juga sebagai mahasiswa non-reguler Jurusan PIAUDFakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Metodepenelitian adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan penelitianlapangan (feil fesarch), dan subjeknya adalah mahasiswa non-regulerPIAUD yanag dalam keseharian mereka mengajar sebagai Guru danKepala Sekolah di RA (Raudhatul Athfal) yang berjumlah 43 ahasiswa.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman anakterhadap agama terbagi menjadi 5 dimensi; 1) dimensi pahala dan dosa,2) dimensi syurga dan neraka, 3) dimensi ibadah dzohir (nampak) dan 4)agama sebagai aturan dimensi, 5) agama sebagai identias.Kata Kunci : Peahaman Anak, Agama, Persepsi Guru