cover
Contact Name
Waluyo Satrio Adji
Contact Email
waluyo.satrio.adji@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
piaud@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Edukasi AUD
ISSN : 24432636     EISSN : 26155907     DOI : -
Core Subject : Education,
Early Childhood Education Journal (JEA): JEA is an Open Access journal containing research articles in the field of Early Childhood Education. JEA: receive articles in Indonesian, English and Arabic. This journal publishes articles twice a year in June and December. JEA uses quetext plagiarism checker. This journal is published by the FTK State Islamic University Antasari Banjarmasin. JEA has p-issn 2443 2636 and e-issn 2615 5907.
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
Potensi dan Praktik Literasi Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia: Systematic Literature Review Khosibah, Salma Aulia; Rahmaningrum, Afifah; Kusumawardani, Cindy Tri
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 11 No. 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v11i1.16329

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has significantly impacted various sectors, including Early Childhood Education (ECE). This study aims to identify the potential and current practices of AI literacy within the context in Indonesia and emphasizes the importance of strengthening AI literacy from an early age to prepare a generation that is adaptive to technology. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PICO framework and PRISMA protocol. Literature was systematically collected from Google Scholar, ScienceDirect, Springer, and Sinta, resulting in 79 articles, of which 14 met the inclusion criteria (Indonesian-based studies, published between 2020–2025, in Indonesian or English). The data were then analyzed using thematic analysis. Findings indicate that AI literacy has a strong potential to enhance learning quality in ECE through interactive, adaptive, and personalized approaches. Technologies such as chatbots, augmented reality (AR), and virtual reality (VR) have been utilized to support cognitive, social-emotional development, and children with special needs. However, AI practices in Indonesia remain limited to institutions with adequate digital infrastructure and technologically literate educators. The lack of empirical research also highlights the need for further exploration. Optimizing AI implementation requires multi-stakeholder collaboration to strengthen infrastructure, train educators, and develop policies that prioritize ethics, safety, and equitable access before national scaling.
Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Imam Al Ghazali Mohammad Irsyad
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 2 No. 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v2i1.1533

Abstract

Abstrak Al Ghazali, seorang pemikir Islam telah lama menaruh perhatian dan memberikan kontribusi pemikirannya kepada dunia anak usia dini. Bahkan, jauh sebelum para tokoh Barat mengutarakan pemikiran mereka berkaitan dengan hal ini. Tak salah kiranya karena usia dini yang dikenal sebagai usia emas (golden age) merupakan masa yang paling tepat untuk menanamkan berbagai pengetahuan kepada anak melalui pendidikan. Menurut Al Ghazali, pendidikan anak usia dini harus dilakukan sebelum terjadinya masa konsepsi (pembuahan) maupun setelah konsepsi (melahirkan) dengan menggunakan metode pengajaran yang tepat. Pendidikan masa konsepsi diibaratkan sebagai upaya penyiapan lahan bagi bibit tanaman yang kelak akan ditanam. Sementara setelah konsepsi merupakan upaya pemeliharaan dan perawatan agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik. Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Al Ghazali, Tahapan Pendidikan
Model Pembelajaran Tematik Anak Usia Dini dalam Kurikulum 2013 Saptiani saptiani
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 2 No. 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v2i1.1534

Abstract

AbstrakKurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Karakteristik kurikulum 2013 adalah salah satunya tematik. Model pembelajaran tematik sejatinya adalah model pembelajaran terpadu yang menggabungkan berbagai mata pelajaran untuk dijadikan satu keutuhan dalam satu tema. namun, mengingat bahwasanya dalam pendidikan anak usia dini tidak memiliki mata pelajaran, maka tematik disini adalah mengaitkan satu tema dengan seluruh perkembangan anak usia dini yang berdasarkan kurikulum 2013 ada 6 aspek perkembangan yaitu spiritual, sosial emosional, kognitif, bahasa, keterampilan dan terakhir adalah seni. Hal yang harus diperhatikan dalam model pembelajaran tematik adalah tema yang diangkat sesuai dengan berbagai macam pengalaman siswa dan lingkungannya.Kata Kunci: Pembelajaran tematik, kurikulum 2013, anak usia dini
Upaya Mengembangkan kemampuan Bahasa dalam Mengulang Kalimat Sederhana Melalui Model Talking Stick pada Anak Kelompok A PAUD Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar Gusti Wasilah
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 2 No. 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v2i1.1535

Abstract

AbstrakRendahnya kemampuan bahasa anak Kelompok A Paud Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar dalam mengulang kalimat sederhana disebabkan siswa sulit memahami materi serta kurangnya penggunaan alat peraga dan tanpa adanya pengalaman langsung pada saat proses pembelajaran yang hanya berpatokan pada buku paket atau penjelasan guru saja. Hal ini terbukti Hal ini terbukti dari 15 orang anak, hanya 4 anak atau 27 % yang berkembang sesuai harapan, sedangkan 11 anak atau 73 % masih dikatagorikan belum berkembang. Untuk memperbaiki pengembangan bahasa anak maka digunakan model pembelajaran Talking Stick. Tujuan pelaksanaan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas guru saat melaksanakan pembelajaran, aktivitas anak saat mengikuti pembelajaran, dan hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam mengulang kalimat sederhana pada anak Kelompok A Paud Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, siklus I dan siklus II terdiri dari masing-masing 2 pertemuan. Penelitian ini mengambil setting di Paud Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar pada semester I tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok A yang berjumlah 15 orang. Data diolah dengan interpretasi, distribusi frekuensi, dan persentase. Instrumen pengumpulan data melalui observasi guru, observasi anak dan hasil pengembangan kemampuan bahasa anak selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru dalam pelaksanaan pengembangan kemampuan bahasa anak dengan model Talking Stick dalam mengulang kalimat sederhana aktivitas guru terlaksana dengan katagori sangat baik. Aktivitas siswa pada siklus I dengan persentase 62 % katagori aktif mengalami peningkatan menjadi 87 % katagori sangat aktif. Hasil pengembangan kemampuan bahasa berkembang sesuai harapan dari siklus I 33 % menjadi 100 % pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan kemampuan bahasa pada materi mengulang kalimat sederhana melalui model Talking Stick pada anak Kelompok A Terpadu Darunnajah Martapura Kabupaten Banjar berkembang dengan signifikan dan hipotesa diterima.Kata kunci: Kemampuan Bahasa, Talking Stick, Mengulang Kalimat Sederhana
Upaya Mengembangkan Kemampuan Bahasa dalam Menyusun Kalimat Sederhana pada Struktur Lengkap Melalui Media Visual pada Anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar Nurul Fatmawati
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 2 No. 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v2i1.1536

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar yang disebabkan siswa sulit memahami materi serta kurangnya penggunaan alat peraga dan tanpa adanya pengalaman langsung pada saat proses pembelajaran yang hanya berpatokan pada buku paket atau penjelasan guru saja. Hal ini terbukti Hal ini terbukti dari 14 orang anak, hanya 6 anak atau 42 % yang berkembang sesuai harapan, sedangkan 8 anak atau 58 % masih dikatagorikan belum berkembang. Untuk memperbaiki pengembangan kemampuan bahasa anak maka digunakan media visual. Tujuan pelaksanaan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas guru saat melaksanakan pembelajaran, aktivitas anak saat mengikuti pembelajaran, dan hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, siklus I dan siklus II masing-masing dua kali pertemuan. Penelitian ini mengambil setting di TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar pada semester I tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B yang berjumlah 14 orang. Data diolah dengan interpretasi, distribusi frekuensi, dan persentase. Instrumen pengumpulan data melalui observasi guru, observasi anak dan hasil pengembangan anak selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru dalam pelaksanaan pengembangan kemampuan bahasa anak melalui media visual dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap aktivitas guru terlaksana dengan katagori sangat baik. Aktivitas anak pada siklus I dengan persentase 53 % katagori aktif mengalami peningkatan menjadi 96 % katagori sangat aktif. Hasil pengembangan kemampuan bahasa berkembang sesuai harapan dari siklus I 43 % menjadi 100 % pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan kemampuan bahasa pada materi menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap melalui media visual pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar berkembang dengan signifikan dan hipotesa diterima. Saran untuk guru, Taman Kanak-kanak dan peneliti, bahwa media visual dapat dijadikan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengembangan kemampuan bahasa anak.Kata kunci: Kemampuan Bahasa, Media Visual, Menyusun Kalimat Sederhana
Upaya Mengembangkan Bahasa Dalam Mengenal Pembendaharaan Kata Mengenai Kata Sifat Melalui Model Examples Non Examples Pada Kelompok A TK Al Siti Rahmah Amini
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 2 No. 2 (2016): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v2i2.1542

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak meguasai keterampilan yang ditandai dengan rendahnya hasil pengembangan bahasa dalam mengungkapkan kata sifat. Hal ini disebabkan anak kurang aktif dalam kegiatan pembelajara, pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Oleh sebab itu perlu menyusun kegiatan pembelajaran dengan menerapkan suatu model pembelajaran, melalui model pembelajaran examples non examples untuk membuat pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru, meningkatkan aktivitas siswa, dan meningkatkan hasil pengembangan bahasa anak. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas, dengan rancangan 2 siklus 3 kali pertemuan. Setting penelitiannya di kelompok A TK Al-Khairiyah Martpaura. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa dan LKS evaluasi untuk siswa yang diadakan pada akhir pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar pengembangan bahasa anak kelompok A TK Al Khairiyah Martapura mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil observasi aktivitas guru yaitu mendapat skor 26 pada pertemuan 1, dan 27 pada pertemuan 2, sedangkan pada siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 28, sedangkan observasi aktivitas anak yaitu 79,44% katagori aktif pada pertemuan 1 siklus I, dan 82,22% katagori sangat aktif pada pertemuan 2, meningkat menjadi 93,33% katagori sangat aktif pada pertemuan 1 siklus II begitu juga dengan hasil pengembangan anak yaitu 100% di atas indikator ketuntasan pengembangan pada pertemuan 1, menurun pada pertemuan 2 menjadi 73,33% ketuntasan , kemudian meningkat pada siklus II menjadi 100% di atas indikator ketuntasan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini disarankan agar guru-guru di tamak kanak-kanak dapat menggunakan model Examplen non Examples dalam melaksanakan kegiatan pengembangan bahasa sebagai upaya dalam menciptakan perbaikan dan meningkatkan pemahaman anak, aktivitas anak serta meningkatkan mutu kualitas pembelajaran disekolah masing-masing.Kata Kunci: Pengembangan bahasa, kata sifat, Model examples non examples
Upaya mengembangkan Kemampuan Bahasa dalam Menceritakan Kembali Cerita 86-94 Aprilia Eka Damayati
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 2 No. 2 (2016): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v2i2.1543

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil pengembangan anak dalam menceritakan kembali cerita/dongeng yang di dengar masih belum optimal, terdapat 60% anak yang belum mampu menceritakan kembali cerita yang di dengar, dan 40% anak yang mampu mengungkapkan bahasa melalui cerita yang didengar, penyebabnya yaitu metode pembelajaran yang kurang bervariatif sehingga anak menjadi pasif. Oleh sebab itu perlu menyusun kegiatan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan kontekstual, melalui model pembelajaran kooperatif picture and picture untuk membuat pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru, meningkatkan aktivitas siswa, dan meningkatkan hasil pengembangan bahasa siswa. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas, dengan rancangan 2 siklus 3 kali pertemuan. Setting penelitiannya di kelompok A TK Adzkia Martapura Kabupaten Banjar. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa dan LKS evaluasi untuk siswa yang diadakan pada akhir pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan skor aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama 26, pertemuan kedua 27, dan siklus II 28. Aktivitas anak pada siklus I pertemuan pertama 82,08% sangat aktif, pertemuan kedua 93,33% sangat aktif dan pada siklus II 98,33% sangat aktif. Ketuntasan klasikal pada siklus I pertemuan pertama 73,68%, pertemuan kedua 100%, dan pada siklus II ketuntasan klasikal yang diperoleh adalah 100%, Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan bahasa anak dalam menceritakan kembali cerita/dongeng yang di dengar menggunakan modelpicture and pictrue pada kelompok A TK Adzkia Martapura Kabupaten Banjar meningkat. Disarankan kepada guru agar menggunakan model pembelajaran picture and picture sebagai salah satu alternative upaya meningkatkan proses pengembangan bahasa anak TK secara optimal.Kata Kunci: kemampuan bahasa, cerita/dongeng, model picture and picture.
Upaya Mengembangkan Kognitif dalam Mencocokkan Bilangan dengan Lambang Bilangan Melalui Model Make A Match di Kelompok B TK. Aisyiyah 6 Banjarmasin Milliannoor Milliannoor
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 2 No. 2 (2016): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v2i2.1544

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah dalam mengenal bilangan masih lemah dan perlu ditingkatkan hal ini dapat dilihat pada kenyataan dilapangan saat guru TK. Aisyiyah 6 memberikan materi tentang mengenal bilangan, dari 18 orang anak hanya 6 orang berkembang sesuai dengan harapan sedangkan 12 lainnya masih dikategorikan mulai berkembang dan itu artinya 35% yang berhasil. Hal ini disebabkan antara lain kurangnya keterlibatan aktivitas siswa dalam pembelajaran mengenal lambang bilangan. Oleh sebab itu perlu dilakukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model Make a Match. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil pengembangan kognitif anak. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Tindakan dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setting penelitian adalah kelompok B TK. Aisyiyah 6 Banjarmasin, dengan jumlah anak 18 orang yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 8 orang anak perempuan. Jenis data dan penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui teknik pengukuran dengan evaluasi pada anak. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru dan siswa. Analisis data secara naratif dan teknik persentase berdasarkan skala persentase dan indikator ketuntasan pengembangan yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar pengembangan kognitif anak kelompok B TK Aisyiyah 6 Banjarmasin mengalami perbaikan. Hal ini terlihat dari hasil observasi aktivitas guru yaitu mendapat katagori baik pada pertemuan 1, dan pada pertemuan 2 juga mendapatkan katagori baik, sedangkan pada siklus II mengalami perbaikan mendapatkan katagori sangat baik, sedangkan observasi aktivitas anak yaitu 62,5% katagori aktif pada pertemuan 1 siklus I, dan 77,32% katagori aktif pada pertemuan 2, meningkat menjadi 88,89% katagori sangat aktif pada siklus II begitu juga dengan hasil pengembangan anak yaitu 27,78% di bawah indikator ketuntasan pengembangan, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 100% di atas indikator ketuntasan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini bahwa penggunaan model make a match dapat meningkatkan hasil pengembangan kognitif dalam mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan di kelompok B TK. Aisyiyah 6 Banjarmasin, disarankan agar guru-guru di tamak kanakkanak dapat menggunakan model ini dalam melaksanakan kegiatan pengembangan kognitif sebagai upaya dalam menciptakan perbaikan dan meningkatkan pemahaman anak, aktivitas anak serta meningkatkan mutu kualitas pembelajaran disekolah masing-masing. Kata-kata Kunci: Pengembangan Kognitif, Mencocokkan Bilangan, Lambang Bilangan, ModelMake A Match.
Penanaman Nilai Sosial Anak Usia Dini Melalui Gerak dan Lagu Waluyo Satrio Adji
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 2 No. 2 (2016): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v2i2.1545

Abstract

Abstrak Masa Anak Usia Dini merupakan investasi masa depan yang perlu distimulasi perkembangannya sejak usia dini. Sel-sel otak yang dimiliki anak sejak bayi tidak akan mampu tumbuh dan berkembang secara optimal jika stimulus yang diberikan tidak tepat. Salah satu kawasan yang perlu dikembangkan oleh guru TK/RA dalam merangsang anak adalah dengan penanaman nilai sosial Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media gerak dan lagu untuk menanamkan nilai sosial pada anak usia dini. Media gerak dan lagu akan mampu menjadi media yang efektif digunakan untuk menanamkan nilai sosial anak jika deterapkan secara tepat. Dalam menggunakan media gerak dan lagu untuk menanamkan nilai sosial pada anak uasia dini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah: (1) membuat tujuan, dengan pertimbangan disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak adan tidak monoton, olah vocal. (2) action, pembuatan bait lagu serta gerakan yang sesuai. Sehingga nilai disampaikan kepada anak bisa dicerna sesuai kebutuhan
LINTAS SEJARAH DAN RAGAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (FORMAL, NON FORMAL, INFORMAL) Saudah Saudah
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 1 (2015): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i1.2145

Abstract

Children are a gift of God which is given to be treated and maintained. Oneeffort to give attention to early childhood is the provision of a decent education tochildren, especially during the development of the child, so the child is able tomaximize its development to the optimum. an early age is an important phase inhuman development across the life span. the attention of parents to their childrenwill determine how the child in adult life. to provide educational services for earlychildhood can be started since the child is born until the age of 6 years. thegovernment has set up the organization for early childhood: first, formal channelsinclude kindergarten (TK), Raudhatul RA (RA) and kindergarten outstanding(TKLB). A second, non-formal pathways include garden Nursery (TPA), play group(KB) and a type of early childhood education Units (SPS), and the third informalchannels such as family education and the environment. This type of service devotedto early childhood is intended to prepare children to enter further education.Keywords: Early Childhood Education(ECD), Formal, Formal, Informal