cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23016051     EISSN : 25484907     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunicasi is published by the Magister of Communication Science Program, Department of Communication, Faculty of Social and Political Science Diponegoro University. I has registered number of LIPI, ISSN 23016051 (print), ISSN 25484907 (Online). This journal has aim to disseminate critical and original analysis from researchers and academic practitioners on various contemporary social and political issues both local and foreign.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013): January 2013" : 11 Documents clear
Self Disclosure dalam Taaruf Pranikah Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fariza Yuniar Rakhmawati
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.046 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.2.1.11-21

Abstract

AbstractReality in Indonesia indicate the courtship activity leads to free sex. Thus emerged as an alternative solution premarital taaruf. Member of Partai Keadilan Sejahtera (PKS) taaruf premarital apply to exchange information about each self (self-disclosure) is unique because it is restricted Islamic association rules. This study aims to understand the meaning and process of self-disclosure (self-disclosure) in premarital taaruf PKS members.The study was conducted using a phenomenological method that scientists can clearly describe the meaning of the participants self-disclosure in premarital taaruf. Participants were selected by purposive sam- pling to represent the phenomenon. Construction of the deeper meaning of the participants revealed through in-depth interviews and literature. Data were analyzed with phenomenological analysis of data from a modi- fied van Kaam. Based on the research and analysis of PKS cadres known that interpretation of the prenuptial taaruf is the process of introducing open before marriage according to Islamic law. Motive namely as a means of self-disclosure on the grounds of religiosity and high confidence in the Unit Keluarga Sejahtera(UKS) as facilitation taaruf PKS, which is related to the group cohesiveness.Keywords: self disclosure, premarital taaruf, phenomenology AbstraksiRealita di masyarakat Indonesia mengindikasikan aktivitas berpacaran mengarahkan pada perilaku seks bebas. Maka mengemuka taaruf pranikah sebagai solusi alternatif. Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerapkan taaruf pranikah dengan saling menukar informasi mengenai diri masing- masing (self dis- closure) yang bersifat unik karena dibatasi aturan pergaulan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan dan proses self disclosure (pengungkapan diri) dalam taaruf pranikah kader PKS.Penelitian dilakukan menggunakan metode fenomenologi agar peneliti dapat menggambarkan secara jelas pemaknaan partisipan mengenai self disclosure dalam taaruf pranikah. Partisipan dipilih dengan sam- pling purposive untuk merepresentasikan fenomena. Konstruksi makna mendalam dari partisipan diungkap- kan melalui wawancara mendalam dan studi pustaka. Data dianalisis dengan analisis data fenomenologi dari Van Kaam yang telah dimodifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis diketahui bahwa pemaknaan kader PKS mengenai taaruf pranikah adalah proses pengenalan terbuka sebelum pernikahan yang sesuai dengan syariat Islam. Motifnya yakni sebagai sarana self disclosure dengan alasan religiusitas dan keper- cayaan tinggi pada Unit Keluarga Sejahtera (UKS) sebagai fasilitasi taaruf PKS, yang berkaitan dengan kohesivitas kelompok. Kata Kunci: self disclosure, taaruf pranikah, fenomenologi 
Implikasi TECMIIN (Technological Mind Iinterpersonal Interconecting) terhadap Peradaban & Tren Komunikasi Manusia Spd Supadiyanto
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.941 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.2.1.70-77

Abstract

Abstract :TECMIIN is Technological Mind Interpersonal Interconecting. TECMIIN elaborate network of internet technology and biological technology-human brain whose performance exceeds the most sophisticated com­puter. This technology will have implications multicomplex on civilization, including the changing trends of human communication becomes more “diconvergentif” (collaboration convergentif-divergentif).TECMIIN be worshiped internet technology. The presence TECMIIN same as when the presence of the Internet, which instantly “to complete” the previous technology in the form of television, radio and print media. Presence of TECMIIN be worshiped on Internet technology, television, radio and print media.Keywords: TECMIIN, connecting the mind, “dikonvergentif”  Abstraksi :TECMIIN adalah Technological Mind Interpersonal Interconecting, teknologi fikiran antarpribadi yang saling terhubungkan. TECMIIN mengelaborasikan jaringan teknologi internet dan teknologi biologis-otak manusia yang kinerjanya melebihi komputer tercanggih. Teknologi ini akan berimplikasi multikompleks pada peradaban, termasuk mengubah tren komunikasi manusia menjadi lebih “dikonvergentif” (kolaborasi kon­vergentif-divergentif).TECMIIN menjadi penyempurna teknologi internet. Hadirnya TECMIIN sama dengan ketika hadirnya internet, yang langsung “menyempurnakan” teknologi sebelumnya yang berupa televisi, radio dan media cetak. Berarti kehadiran TECMIIN menjadi penyempurna atas teknologi internet, televisi, radio dan media cetak. Kata Kunci: TECMIIN, menghubungkan pikiran, “dikonvergentif”
Memahami Pengalaman Literasi Media Guru PAUD Studi Kasus pada Gugus Matahari Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang Retno Manuhoro Setyowati
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.587 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.2.1.22-29

Abstract

Abstract :The aims of this research are to show the experience of the teachers in understanding media literacy and to describe about the problems faced by the teachers in teaching process so that they can understand the important aspects relate to media literacy concurrently. The subjects of this research are the teachers of early childhood education and kindergarten joined in Matahari cluster in Bandungan subdistrict.The result of this research shows that the teachers knowledge about mass media that is got naturally becomes personal locus which is relevant to the active audience. Eventhough the structure of the knowledge and skill is not comprehensive, but from the teachers personal locus, it can be built a media literacy that involve teachers, parents and the environtments.Keywords: media literacy, early childhood education (PAUD) teachers, parental mediation, society empowerment.Abstraksi :Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengalaman para guru dalam memahami literasi media sekaligus mendeskripsikan kendala serta tantangan para guru dalam proses belajar mengajar sehingga dapat mengetahui aspek-aspek penting terkait dengan praktek literasi media. Subyek penelitian ini adalah guru-guru PAUD dan TK yang tergabung dalam Gugus Matahari,di Kecamatan Bandungan.Hasil penelitian menunjukkan bekal pengetahuan guru tentang media massa yang didapat secara natural merupakan lokus personal yang relevan dengan pengandaian khalayak aktif.Meski struktur pengetahuan dan skill tidak lengkap, namun dari lokus personal guru dapat dikembangkan sebuah bangunan pemberdayaan literasi media dengan melibatkan guru, orang tua dan lingkungannya.Kata Kunci: literasi media, guru PAUD, pendampingan, pemberdayaan masyarakat
Evaluasi Bauran Pemasaran Politik Pasangan Kepala Daerah dalam Pemilukada (Studi Kasus Pasangan Ir. Hj Diah Soenarsasi-Milhouse Teddy Sulistio,SE dalam Pemilukada Kota Salatiga Tahun 2011) Alwin Basri
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.308 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.2.1.30-39

Abstract

Abstract :The defeat of Ir. Hj Diah Soenarsasi -Milhouse Teddy Sulistio,SE in Salatiga local general election 2011 shocked many people. Ideally, if we recognize their added value compared to other candidates in term of popularity, power of oliticalparty machine, and Diah’s positions as incumbent in Salatiga, they should won the election. However, they were defeated by Yulianto-Haris in one round election. This study uses the political marketing mix (product,place, cost, and promotion) concept as the basis of analysis. With a qualitative casestudy method. The result showed that the defeat of the candidate were caused by weaknesses in all elements of political marketing mix. Keywords: product, place, price, promotions  Abstraksi :Kekalahan pasangan Ir. Hj Diah Soenarsasi -Milhouse Teddy Sulistio,SE dalam Pemilukada Kota Salatiga tahun 2011 mengejutkan banyak orang. Jika melihat popularitas, ketokohan, pemegang jabatan incumbent, kekuatan politik di DPRD, serta partai pendukung semestinya pasangan tersebut mampu me­menangkan Pemilukada Kota Salatiga. Namun demikian, justru mereka dikalahkan oleh pasangan Yulianto-Haris dalam satu putaran.Penelitian ini menggunakan political marketing mix (product,place, cost, and promotion) sebagai dasar untuk melakukan analisis dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan kekalahan pasangan tersebut diantaranya disebabkan oleh ketidakkompakan pasangan sebagai bagian dari product dalam konsep political marketing mix.Kata Kunci: produk, tempat, harga, promosi
Belajar dari Pengalaman Universitas Katolik Widya Mandira Kupang : Berkomunikasi dalam Berorganisasi Lucy Max
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.197 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.2.1.40-49

Abstract

Abstract : The fundamental change in the work ethos undertaken by high management from UNWIRA turned out to have different acceptances by internal public. This research result indicates that the revitalization of orga­nizational structure has been made by Unwira without a clear definition of the functions of those structures and how they work. This has brought some consequences against the enactment by the internal public. The Unwira experience shows that cooperation and solid team work can only be established if every single person is treated in a just manner, involved in decision making, receives clear information on what is organization demanded and what will they gets from their involvement in the programs of the organization. Keywords: organizational communication, internal public, enactment Abstraksi :Perubahan etos kerja secara mendasar yang dilakukan oleh manajemen UNWIRA, pada akhirnya ber­dampak pada penerimaan yang berbeda-beda dari publik internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi struktur organisasi, yang dilakukan Unwira tanpa definisi yang jelas bagaimana pelaksanaan fungsi struktur tersebut, membawa konsekuensi terhadap enacment yang dilakukan oleh publik internal. Pen­galaman Unwira menunjukkan bahwa kerja sama dan tim work yang solid hanya akan terbentuk, jika setiap orang diperlakukan dengan adil, dilibatkan dalam pengambilan keputusan, mendapatkan kejelasan informasi tentang apa yang dibutuhkan organisasi dari dirinya, dan apa yang akan ia dapatkan jika terlibat dalam pro­gram kerja organisasi. Kata Kunci: komunikasi organisasi, publik internal, enactment
Komitmen Menyumbangkan Jiwa dan Raga dalam Komunikasi Pembangunan Arif Widodo
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.95 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.2.1.86-93

Abstract

Abstract :All components of society Kebumen make a joint commitment on Thursday, May 17, 2012. Commitment stating able to donate and soul to make the Kebumen Beriman it known to stakeholders and clergy - to partici­pate affixing signature. However, when presented to local government, it was not signed by the Regent Kebu­men H Buyar Winarso SE. Is it not agreed commitments Kebumen regency? Given all this, tend to accentuate SKPD egosektoral and individualism. Also less professional and proportionate in performing duties and func­tions. While the length of the shift Beriman of Bersih, Indah, Manfaat, Aman and Nyaman being Diberi, and Aman. Suggested, the commitment was further publicized to all Indonesian people, either through the media or other media. And, a copy of an affidavit was submitted to the Governor of Central Java and the President of the Republic of Indonesia.Keywords: commitment, faith, publications  Abstraksi :Segenap komponen masyarakat Kebumen membuat komitmen bersama pada Kamis, 17 Mei 2012. Komitmen yang menyatakan sanggup menyumbangkan jiwa dan raga untuk mewujudkan Kebumen Beriman itu diketahui oleh para pemangku kepentingan dan alim ulama – dengan ikut membubuhkan tandatangan. Na­mun, saat disodorkan kepada Pemkab, ternyata tidak ditandatangani Bupati Kebumen H Buyar Winarso SE. Apakah komitmen tersebut tidak disepakati Pemkab Kebumen? Mengingat selama ini, SKPD cenderung lebih menonjolkan egosektoral dan individualisme. Juga kurang profesional dan proporsional dalam menjalank­an tugas pokok dan fungsinya. Sementara kepanjangan Beriman mengalami pergeseran dari Bersih, Indah, Manfaat, Aman dan Nyaman menjadi Diberi, lalu Aman. Disarankan, adanya komitmen bersama tersebut di­publikasikan lebih lanjut ke seluruh masyarakat Indonesia, baik melalui media massa maupun media lainnya. Dan, salinan surat pernyataan tersebut diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah dan Presiden Republik Indonesia. Kata Kunci: komitmen, beriman, publikasi
Penonjolan Isu Wartawan Jepara dan Non-Jepara pada Teks-Teks Feature Preview Persijap dalam Indonesia Super League Musim Kompetisi 2009-2010 di Suara Muria, Edisi Komunitas Suara Merdeka Mohamad Jokomono
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.576 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.2.1.78-85

Abstract

Abstract :Mass media often construct reality in presenting the news. For example the tendency of media highlight­ing the issue at the policy level in the news laying certain pages. This research has an aim to describe how two journalists of Suara Muria-community edition of Suara Merdeka Daily which publish at Jepara, Kudus, Rembang, Pati, and Blora-- concern to their focus of issues in preview features of Persijap Jepara at Indo­nesia Super League season 2009-2010. They are Muhammadun Sanomae who represent Jepara”s journalist and Budi Cahyono who represent non-Jepara’s journalist. Sanomaes’s preview features tends toward meeting record and history. Meanwhile, Cahyono’s preview features tends toward condition and strategic play of team. Content Analysis is used in this research.Keywords: preview features, meeting record and history, condition and stategic play, content analysis.  Abstraksi :Media massa seringkali mengonstruksi realitas dalam menyajikan berita. Contohnya kecende-rungan penonjolan isu media pada tataran kebijakan peletakan berita di halaman-halaman tertentu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana dua wartawan Suara Muria – edisi komunitas Harian Suara Merdeka yang dipublikasikan di wilayah Jepara, Kudus, Rembang, Pati, dan Blora-- fokus pada perhatian mereka ter­hadap isu-isu dalam teks-teks feature preview tentang Persijap Jepara dalam Indonesia Super League (ISL) musim kompetisi 2009-2010 . Mereka yaitu Muhamadun Sanomae (representasi wartawan Jepara) dan Budi Cahyono (representasi wartawan non-Jepara). Muhamadun Sanomae cenderung menonjolkan isu tentang rekor dan sejarah pertemuan tim. Sementara itu, Budi Cahyono cenderung menonjolkan isu kondisi dan strategi tim sebelum berlaga. Penelitian yang dilakukan menggunakan analisis isi.Kata Kunci: feature preview, sejarah dan rekor pertemuan, kondisi tim dan strategi permainan, analisis isi.
Berteori dalam Penelitian Komunikasi Sunarto Sunarto
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.955 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.2.1.50-61

Abstract

Abstract :Theorizing is a crucial problem in communication research. How to build a good theory in research quantitatively and qualitatively is the main objective in this paper. Solving the prob­lem is be done by explaining the definition and function of theory. Besides that it also describes the perspectives and paradigm that related with communication theories. One of the perspec­tives namely tradition in communication theory that developed by Robert T. Craig is used to understand the communication theories. Several issues that related with theorizing is exposed to get better understanding in using theory in research namely: the direction of reasoning; the level of social reality; the scope of theory; the mode of theory’s explanation;and the theoretical framework. It is suggested to understand better the whole theoretical issues to get theorizing propherly. Besides that reading more book that related with the topic is also suggested to get more understanding in choosing a main theory that fit with the topic’s research.  Keywords: theory, perspective, paradigm, quantitative, qualitative  Abstraksi :Berteori merupakan persoalan krusial dalam penelitan komunikasi. Bagaimana mem­bangun sebuah kerangka teoritis yang baik dalam penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif merupakan tujuan utama dalam artikel ini. Untuk mengatasi persoalan tersebut dilakukan dengan menjelaskan definisi dan fungsi teori. Selain itu, juga menggambarkan per­spektif dan paradigma yang berhubungan dengan teori-teori komunikasi. Salah satu perspektif yaitu tradisi yang dikembangkan oleh Robert T. Craig digunakan untuk memberikan pemaha­man terhadap keberadaan teori-teori komunikasi. Beberapa isu yang berhubungan dengan proses berteori dipaparkan untuk mendapatkkan pemahaman lebih baik dalam penggunaan teori, antara lain: arah penalaran, level realita, cakupan teori, cara penjelasan teori dan kerangka kerja teoritis. Disarakan untuk bisa memahami dengan lebih baik keseluruhan isu-isu teoritis tersebut untuk bisa berteori dengan memadai. Selain itu juga disarankan memperkaya diri dengan bacaan-bacaan yang relevan dengan topik yang diteliti untuk mendapatkan pema­haman lebih baik dalam memilih sebuah teori yang relevan dengan topik yang diteliti. Kata Kunci: teori, perspektif, paradigma, kuantitatif, kualitatif
Manajemen Krisis di Balik Iklan-Iklan Kontroversial Milik Benetton Kheyene Molekandella Boer
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.699 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.2.1.94-103

Abstract

Abstract :Every company has problems of internal and external reputation or credibility level. Bene­ton as one of the world’s largest retail company, in early 2012 ago issued an UnHate campaign by publish of world leader figure that is considered with different viewpoint were kissing action one picture Obama kidding Chinese President, Hu Jintao. This ad sparked questions about is­sues of racism, gender and religion. Issues, Beneton not pay attention to ethics in campaigning and considered ignoring the cultural values are upheld in every state. In the world of public relations. Social campaign goal is to trransform the understanding and behaviour. This paper is the shutter literature, which analyzes conducted Benetton campaign strategy, crisis manage­ment when the decline of public confidence in the company after the tragedy.Keywords: management krisis, public relation campaign Abstraksi :Setiap perusahaan memiliki permasalah internal dan eksternal yang menyangkut repu­tasi atau tingkat kredibilitas. Beneton sebagai salah satu perusahaan ritel terbesar dunia, awal 2011 lalu mengeluarkan kampanye anti kebencian (UnHate Campaign) dengan mengeluarkan billboard berisi foto tokoh tokoh dunia yang selama ini dianggap tak sefaham sedang melaku­kan aksi berciuman, salah satunya foto Obama berciuman dengan Presiden Cina, Hu Jintao. Iklan ini menimbulkan protes yang memicu pertanyaan seputar isu isu rasisme,gender dan agama. Permasalahan yang ada, Beneton tidak memperhatikan etika dalam berkampanye dan dianggap mengabaikan nilai nilai budaya yang dijunjung tinggi disetiap negara. Dalam dunia public relation, tujuan kampanye sosial adalah untuk merubah pemahaman dan perilaku ma­syarakat. Tulisan ini berada dalam rana kajian literatur, yaitu menganalisis strategi kampanye yang dilakukan Benetton, pengelolaan manejemen krisis ketika turunnya kepercayaan publik terhadap perusahaan pasca tragedi tersebut.Kata Kunci: manajemen krisis, kampanye public relations
Peran dan Posisi Hubungan Masyarakat Sebagai Fungsi Manajemen Perguruan Tinggi Negeri di Semarang Yanuar Luqman
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.133 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.2.1.1-10

Abstract

Abstract :The goal of research to find out the role and position in public relations in management education in­stitution (university) in achieving its objectives. After identification of roles and positions preformance, the study aims to evaluate the performance of public relations as part of management. The basic concept as the foundation is the concept of the role of Public Relations degree : expert precriber, problem solving facilitator, communications facilitator and communication technician. This study used a qualitative descriptive research method with the study subjects were Diponegoro Uni­versity and Public Relations Semarang Public Relations and internal stakeholders. The results of this study indicate Role of Public Relations at State University of Communication tends to act as a technician and only a small role as Communications facilitator. The position of Public Relations at State University is a marginal position as evidenced by many levels of bureaucracy that must be passed in implementing Public Relations function. Performance-related Public Relation role and position in this study assessed the positive and in line with the work portion.  Keywords: role, position, public relations, state university Abstraksi :Tujuan penelitian untuk mengetahui peran dan posisi hubungan masyarakat (humas) dalam manajemen di institusi pendidikan dalam hal ini universitas dalam mencapai tujuan. Setelah melakukan identifikasi per­an dan posisi humas dalm perusahaan, dengan penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja humas se­bagai bagian dari manajemen. Konsep dasar sebagai pijakan adalah konsep tentang tingkatan peran humas : expert precriber, problem solving facilitator, communications facilitator dan communication technicianPenelitian ini menggunakan metoda penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian adalah hu­mas Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang beserta stakeholder internal. Hasil penelitian ini menunjukkan peran humas di universitas negeri cenderung bertindak sebagai communication technician dan hanya sedikit berperan sebagai communication facilitator. Posisi humas di universitas negeri berada posisi yang marginal terbukti dengan masih banyak jenjang birokrasi yang harus dilalui dalam melaksanakan fungsinya. Kinerja humas berkaitan dengan peran dan posisinya pada penelitian ini dinilai positif dan sesuai dengan porsi kerja. Kata Kunci: peran, posisi, hubungan masyarakat, universitas negeri

Page 1 of 2 | Total Record : 11