cover
Contact Name
Nebuchadnezzar Akbar
Contact Email
nezzarnebuchad@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
ilmukelautanunkhair@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 2620570X     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan yang mencakup: biologi laut, ekologi laut, biologi oseanografi, kimia oseanografi, fisika oseanografi, geologi oseanografi, oseanografi perikanan, akustik kelautan, remote sensing kelautan, sistem informasi geografis kelautan, mikrobiologi kelautan, pencemaran laut, akuakultur kelautan, teknologi hasil perikanan, bioteknologi kelautan, interaksi laut dan atmosfir, perubahan iklim, dan rekayasa kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Kajian Aspek Non-Finansial Dalam Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Tambak Tri Windu Bahari Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan Hartono, Rudi Sri; Febriyanti, Titin Liana; Utami, Endang Sri
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.11138

Abstract

Penelitian ini menganalisis performa budidaya udang Litopenaeus vannamei sistem intensif berkelanjutan di Tambak Tri Windu Bahari (TWB) dengan fokus pada parameter kunci produksi meliputi Mean Body Weight (MBW), Survival Rate (SR), dan Feed Conversion Ratio (FCR). Penerapan sistem budidaya, yang didukung infrastruktur memadai (Tandon dan IPAL) dan biosekuriti ketat, bertujuan untuk mencapai produksi yang optimal melalui tahapan yang efisien. Analisa budidaya udang vaname dilaksanakan secara purposive dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara langsung dengan karyawan tambak, anak kolam, mekanik, kepala teknisi budidaya, serta pemilik tambak, sedangkan data sekunder diperoleh dari perusahaan, organisasi perdagangan, pemerintahan, lembaga atau instansi seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Pusat Statistik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah blangko monitoring kualitas air, software M.S office dan kontrol langsung kegiatan budidaya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa MBW udang relatif seragam pada seluruh petak (23,41–25,50 g) yang menjelaskan bahwa strategi pemberian pakan cukup konsisten. Namun, efisiensi produksi paling optimal tidak berkorelasi langsung dengan MBW tertinggi. Kinerja terbaik ditunjukkan oleh Petak P.12 (SR = 85,4 % dan FCR = 1,54), yang menggambarkan bahwa keberhasilan sistem intensif ditentukan oleh kemampuan memaksimalkan SR dan meminimalkan FCR secara simultan. SR yang tinggi akan memberikan korelasi positif dengan efisiensi pakan. Sebaliknya, petak dengan SR rendah (P.7 dan P.8) menunjukkan FCR yang lebih tinggi, mengindikasikan kehilangan pakan dan perlunya perbaikan manajemen lingkungan serta pencegahan penyakit. Dengan demikian, integrasi MBW, SR, dan FCR menunjukkan bahwa output produksi yang unggul bergantung pada keberhasilan menjaga kelangsungan hidup dan efisiensi konversi pakan. Kata Kunci: Budidaya Intensif, FCR, Mean Body Weight, Survival Rate
Sebaran Dan Kerapatan Spesies Lamun Halophila spinulosa Di Perairan Laut Morotai Selatan wahab, Iswandi; Alwi, Djainudin; Untung, Murjat H; Rakim, Firman; Asy’ari, Asy’ari
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.11154

Abstract

Halophila spinulosa merupakan jenis lamun yang sebarannya tercatat hanya di beberapa wilayah di Indonesia. Penelitian tentang lamun di perairan Morotai Selatan telah dilakukan oleh beberapa peneliti dan data hasil penelitian tersebut sudah tercatat jenis Halophila spinulosa, namun masih sangat minim karena ditemukan hanya pada lokasi tertentu saja dengan demikian lamun termasuk dalam spesies endemik. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran dan kerapatan jenis lamun Halophila spinulosa di Perairan Morotai Selatan. Pengambilan data lamun menggunakan metode transek kuadrat dengan teknik purposive sampling. Analisis data kerapatan lamun menggunakan rumus kerapatan jenis sedangkan sebaran lamun Halophila spinulosa digunakan aplikasi ArcGis.1.0 dalam bentuk peta sebaran wilayah. Hasil yang diperoleh jenis lamun Halophila spinulosa memiliki sebaran pada semua titik penelitian (Desa Momojiu, Mandiri, Juanga, dan Pantai Sagolo) dengan karakteristik lokasi berada pada pantai dangkal yang bersubstrat berpasir, patahan karang, dan batuan kapur. Kerapatan jenis lamun Halophila spinulosa tertinggi berada pada Stasiun 2 (Pantai Sagolo) sebesar 75,2 tegakan/m2.Kata Kunci: Halophila spinulosa, sebaran, kerapatan, Morotai Selatan.
- Manajemen Pemberian Pakan Dalam Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Untuk Mencapai Pertumbuhan Yang Optimal di Tambak Intensif PT. Nusantara Veritas Trinitas, Bangka Belitung: - Arif Darmawan; Titin Liana Febriyanti; M. Hadziq Qulubi
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v9i1.12641

Abstract

In the intensive Litopenaeus vannamei (vaname shrimp) farming operations managed by the technical service unit, feed management extends beyond the actual feeding process; proper feed storage is also crucial for preserving shelf life and nutritional value. This study aims to examine the feed management practices employed at PT. Nusantara Veritas Trinitas’s intensive farm in Bangka Belitung to achieve optimal L. vannamei growth—a focus that represents the study's novel contribution. Data collection was conducted through observation, involving participation in all activities related to the grow-out phase of L. vannamei. The research took place at the PT. Nusantara Veritas Trinitas intensive farm in Penagan Village, West Mendo District, Bangka Regency, utilizing both primary and secondary data. Analysis of the farming process reveals that effective feed management requires careful attention to feeding frequency, feeding methods, monitoring of feed trays (anco), and sampling procedures. Key metrics derived from sampling data include Average Body Weight (ABW), Average Daily Gain (ADG), Survival Rate (SR), biomass, and Feed Conversion Ratio (FCR). Calculations showed that at 40 days of culture (DOC), the highest FCR was 1.30 (Pond D9) and the lowest was 1.13 (Pond D7); at 50 DOC, the highest FCR was 1.25 (Pond D10) and the lowest was 1.12 (Pond D12). Overall, the cultivation process demonstrates that feed management—encompassing feeding frequency and techniques, anco monitoring, and sampling—constitutes an integrated system that significantly influences farming success.