cover
Contact Name
Nebuchadnezzar Akbar
Contact Email
nezzarnebuchad@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
ilmukelautanunkhair@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 2620570X     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan yang mencakup: biologi laut, ekologi laut, biologi oseanografi, kimia oseanografi, fisika oseanografi, geologi oseanografi, oseanografi perikanan, akustik kelautan, remote sensing kelautan, sistem informasi geografis kelautan, mikrobiologi kelautan, pencemaran laut, akuakultur kelautan, teknologi hasil perikanan, bioteknologi kelautan, interaksi laut dan atmosfir, perubahan iklim, dan rekayasa kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Komposisi ikan terumbu di area restorasi metode reefball dan terumbu karang alami di Teluk Lawar, Sumbawa Barat Prayogo, Windy; Sudarmo, Agnes Puspitasari; Patanda, Mercy
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v7i1.8611

Abstract

Pemanfaatan lempung alluvial hutan mangrove sebagai material utama pembuatan gerabah penyimpan panas Bahar Subur, Abd.; Salnuddin, Salnuddin; Ramili, Yunita; Akbar, Nebuchadnezzar; Ismail, Firdaut
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v6i2.7622

Abstract

Produk gerabah spesifik di produksi oleh pengrajin di Pulau Mare adalah “Vorno” atau “keta”. digunakan sebagai alat pengolahan pangan tradisional “sagu lempeng”. Dalam perkembangnnya industri gerabah mengalami kendala kebutuhan material serta inovas kreatit menjawab kebutuhan konsumen. Oleh karena itu perlu upaya mengkaji potensi penyimpanan panas dari gerabah yang terbuat dari material Alluvial dengan harapan ditemukan (eksprimental) komposisi gerabah dari material alluvial hutan mangrove dan pasir yang mempunyai karakter penyimpanan panas yang tinggi sekaligus sebagai salah satu langkah strategis dan mendesak untuk dilakukan dalam upaya pengembangan kerajinan gerabah tradisional dengan memperbaiki mutu produksi dan menciptakan model-model desain yang inovatif. Hasil uji coba pembuatan gerabah dengan memanfaatkan materuial alluvial hutan mangrove, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1) Komposisi material dengan kadar pasir lebih besar berpeluang mengalami kehancuran lempengan saat dilakukan pembakaran; 2) Komposisi gerabah perlakuan A (50 %: 50 %) mempunyai penyusutan dimensi lempengan yang lebih baik ( 20 %) dibandingkan perlakauan C (30%:70%) dan perlakuan D (80% : 20%). 3) Kecepatan perubahan suhu lempengan gerabah dari perbandingan material pasir dan alluvial hutan mangrove 50 %: 50 % (perlakukan A) lebih lambat mengalami penurunan suhu (-8, 52oC/2 menit) dibandingkan pada perlakuan C (-11,07 oC/2 menit) dan perlakuan D (-13,12 oC/2 menit). 4) Komposisi lempengan gerabah yang diuji dari material alluvial hutan mangrove mempunyai kapasitas penyimpan panas yang ditinggi dibandingkan dengan material gerabah (vorno)  yang sebenarnya.Kata kunci : Alluvial, mangrove, Vorno, sagu lempeng, lempengan, kapasitas panas
Perbandingan laju pertumbuhan bibit rumput laut Euchema cottonii dengan perlakuan asal thallus dan jarak yang berbeda terhadap bibit lokal dan kultur jaringan di Perairan Joronga Kabupaten Halmahera Selatan Redjeb, Anita; Natha, Martha Hadi; Salim, Muslim Hi; Ameth, Abdul Razak
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v6i2.7297

Abstract

Karakteristik biofisik habitat peneluran penyu di kawasan konservasi Desa Tilei Pantai, Kabupaten Pulau Morotai Alwan, Ilham; Koroy, Kismanto; Nurafni, Nurafni
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v7i2.9244

Abstract

Penentuan Model Pelindung Pantai Menggunakan Software Delft3D di Pantai Tanjung Burung Mempawah, Kalimantan Barat Nashibah, Putri Amalia; Danial, M.; Meirany, Jasisca; Lestari, Arfena Deah Deah; Catherine, Liany Ayu
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.10633

Abstract

Pantai Tanjung Burung di Mempawah, Kalimantan Barat, mengalami abrasi parah akibat gelombang laut berenergi tinggi. Penelitian ini menganalisis efektivitas breakwater dan vegetasi mangrove dalam meredam gelombang signifikan (Hs) serta mengendalikan sedimentasi menggunakan perangkat lunak Delft3D. Pemodelan dilakukan untuk tiga skenario: kondisi alami, dengan breakwater, dan dengan mangrove, menggunakan data batimetri, pasang surut, gelombang, dan D50 sedimen. Hasil menunjukkan, pada kondisi alami, Hs mencapai sekitar 2,4 meter. Breakwater menurunkan Hs di belakang struktur menjadi sekitar 1,2 meter (paling efektif dari barat laut), namun mengubah pola sedimentasi. Vegetasi mangrove memengaruhi pola sedimentasi dengan menjebak sedimen, membantu menjaga kestabilan garis pantai dan mengurangi erosi. Kesimpulannya, vegetasi mangrove lebih sesuai untuk perlindungan Pantai Tanjung Burung karena mampu meredam gelombang secara alami, menjaga kestabilan sedimentasi, dan memberikan manfaat ekologis berkelanjutan.
Kajian Harmonika Pasang Surut dan Implikasinya terhadap Ekosistem dan Budidaya Laut di Satonda English: Tidal Harmonic Analysis and Its Implications for Ecosystem and Marine Aquaculture in Satonda Umam, Munawilrul; Hendratno, Aziz Prabwo; Rahayu Putro, Aira Dwi; Abyantara, Muhammad Zaki
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.10849

Abstract

Kajian pasang surut merupakan aspek fundamental dalam dinamika oseanografi yang memengaruhi berbagai aspek lingkungan pesisir, mulai dari sirkulasi massa air hingga distribusi nutrien dan perencanaan kegiatan manusia di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasang surut di perairan Pulau Satonda, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menggunakan pendekatan harmonik dan evaluasi tidal datum. Data pasang surut harian dikumpulkan dan dianalisis dengan metode harmonik Fourier untuk memperoleh amplitudo dan fase komponen utama, termasuk M2, S2, K1, dan O1. Rasio Formzahl (F) dihitung untuk menentukan tipe pasang surut, sedangkan tidal range digunakan sebagai indikator energi pasut. Hasil analisis menunjukkan bahwa perairan Satonda memiliki tipe pasang surut campuran dengan dominasi komponen diurnal (Formzahl = 1,54), ditandai oleh satu pasang dan satu surut penuh per hari, meskipun sesekali terjadi dua pasang tidak seimbang. Rentang pasang surut maksimum mencapai ±1,7 m, mengkategorikan Satonda sebagai wilayah mesotidal dengan energi pasut sedang, yang signifikan memengaruhi arus lokal, sirkulasi vertikal, serta zonasi ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang. Studi ini juga menekankan implikasi praktis dalam navigasi laut, budidaya perikanan dan kerang, konservasi habitat, serta perencanaan wisata bahari. Temuan ini memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi pengelolaan sumber daya pesisir dan mitigasi risiko terkait fluktuasi pasang surut di wilayah tropis Indonesia timur.
Pemetaan batimetri perairan sekitar Pulau Barranglompo menggunakan citra Sentinel-2 Amran, Muhammad Anshar; Daming, Wasir Samad
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.8810

Abstract

ABSTRAK Teknologi pemetaan kedalaman perairan (batimetri) telah berkembang pesat dari sisi piranti penduga kedalaman dan metode yang digunakan. Pemanfaatan penginderaan jauh satelit adalah salah satu dari cara pemetaan batimetri yang efektif dan efisien karena mampu mengkaji satu cakupan daerah yang luas dan sulit dijangkau, serta hasil berupa data digital yang mudah diakses oleh pengguna. Pemetaan batimetri dipengaruhi pula oleh jenis citra satelit yang dipakai, karena setiap jenis citra satelit memiliki kerincian yang berbeda dari segi resolusi spasial pixel maupun kepekaan sensor dalam pendeteksian. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan citra Sentinel-2 dalam pemetaan batimetri perairan dangkal dengan menerapkan algorima Stumpf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra Sentinel-2 dapat digunakan untuk pemetaan batimetri dengan ketelitian yang bagus yakni RMSerror mencapai 0,39 meter. Kata kunci: batimetri, penginderaan jauh, algoritma Stumpf, Sentinel-2
Pola Sebaran Produktivitas Primer Di Kawasan Reklamasi Laut PT Timah Tbk Di Perairan Penyusuk, Belinyu – Kab Bangka Nursoleh, Ahmad; Purnawirawan, Adam Dimas; Yudistiawan, Rachmad; Rahman, Fatur; Wahidin, La Ode; Taruk Allo, Obed Agtapura
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.10971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas primer di kawasan reklamasi laut PT TIMAH Tbk, Perairan Penyusuk, Kabupaten Bangka, dengan melihat kelimpahan dan kepadatan fitoplankton sebagai indikator biologis utama. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 16 September 2025 di dua stasiun pengamatan, yaitu Pulau Putri dan Pulau Lampu. Metode pengambilan sampel fitoplankton menggunakan Plankton Net dengan volume penyaringan 100 liter air laut, yang kemudian diawetkan dengan formalin 4% untuk analisis laboratorium. Identifikasi dan perhitungan fitoplankton dilakukan menggunakan mikroskop binokuler dan Sedgewick Rafter. Parameter oseanografi seperti suhu, pH, salinitas, kecerahan, oksigen terlarut (DO), dan kecepatan arus diukur secara in situ. Analisis produktivitas primer ditentukan melalui pendekatan indirect method, yaitu dengan mengkorelasikan kepadatan fitoplankton terhadap konsentrasi klorofil-a yang diperoleh dari pengolahan data citra Landsat 8 menggunakan perangkat lunak QGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 31 genus fitoplankton yang tergolong dalam lima kelas utama, yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Ciliophora, Cyanophyceae, dan Dinophyceae. Total kepadatan fitoplankton mencapai 4,37 × 10⁶ individu/L, dengan dominasi kelas Bacillariophyceae (71,3%), terutama genus Rhizosolenia. Nilai klorofil-a berkisar antara 0,280–0,531 mg/m³, menunjukkan tingkat kesuburan perairan yang tergolong mesotrofik hingga eutrofik. Parameter kualitas air seperti suhu (29–30°C), pH (7), dan DO (5–6,4 mg/L) berada dalam kisaran optimal bagi biota laut, sedangkan salinitas (28–29 ppt) dan kecerahan (2,6–3,75 m) sedikit di bawah baku mutu. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas reklamasi laut PT TIMAH Tbk berkontribusi positif terhadap pemulihan ekosistem, ditandai oleh dominasi diatom produktif dan tingginya nilai klorofil-a. Namun, pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi eutrofikasi akibat peningkatan nutrien di masa mendatang.
Strategi Pemanfaatan Lahan Mangrove untuk Pengelolaan Tambak Berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur Bagian Selatan, Nusa Tenggara Barat Johari, Harry Irawan
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.10649

Abstract

Mangrove ecosystems play a critical role in supporting sustainable aquaculture through the provision of ecological services, social benefits, and economic contributions. However, increasing pressures from land conversion and unsustainable aquaculture practices have triggered significant ecosystem degradation in the coastal region of South East Lombok Regency. This study aims to formulate strategies for mangrove land utilization that promote sustainable aquaculture management by integrating ecological, social, and economic considerations. The research employed a descriptive-analytical approach combining biophysical assessment, economic valuation, and socio-cultural analysis of coastal communities. Primary data were collected through field observations and interviews, while secondary data were derived from satellite imagery interpretation and scientific publications. Strategic formulation was conducted using the integration of SWOT analysis and the Analytical Hierarchy Process (AHP) to generate measurable and prioritized management options. Findings reveal that mangrove ecosystems in Ekas Bay, Sunut Bay, and Jor Bay still retain substantial ecological potential despite varying levels of degradation. The estimated total economic value of mangroves reaches approximately IDR 104 million/ha/year, dominated by direct benefits from fisheries and indirect benefits from coastal protection. Financial analysis indicates that aquaculture operations appear feasible when environmental costs are excluded, whereas economic analysis incorporating ecological costs deems them unviable. Through the integration of SWOT–AHP, key strategies recommended include the promotion of silvofishery models, rehabilitation of degraded mangrove areas, and enhanced community participation in coastal resource management. Overall, this study underscores the necessity of an integrative governance framework in which ecological sustainability serves as the foundation for aligning social and economic dimensions. The proposed strategies are expected to provide a reference for policy-making toward sustainable aquaculture development in coastal regions
Analisis Kesesuaian Ekowisata dan Daya Dukung Di Kawasan Mangrove Pulau Maitara. Kota Tidore Kepulauan. Maluku Utara Baksir, Abdurrachman; Tahir, Irmalita; Marus, Ikbal; Wibowo, Eko S; Akbar, Nebuchadnezzar; Ramili, Yunita; Fatgehipon, Sherra Nandami
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.11037

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis dan sosial ekonomi penting bagi masyarakat pesisir serta berpotensi dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian ekowisata dan menghitung daya dukung kawasan (DDK) di ekosistem mangrove Desa Ngusulenge dan Desa Pasimayou di Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Pengumpulan data vegetasi mangrove dilakukan menggunakan metode Line Transect Plot pada dua stasiun penelitian, masing-masing terdiri dari tujuh transek dengan tiga plot berukuran 10×10 m. Analisis kesesuaian ekowisata dilakukan menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), sedangkan daya dukung kawasan dihitung berdasarkan parameter luas kawasan, waktu kunjungan, dan unit area yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tracking, edukasi, fotografi, dan aktivitas rekreasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Ngusulenge memiliki empat spesies mangrove (Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, R. apiculata, Avicennia lanata), sedangkan Stasiun Pasimayou memiliki tiga spesies mangrove, dengan dominasi Sonneratia alba di kedua lokasi. Nilai IKW di Desa Ngusulenge sebesar 60,26%, dan di Desa Pasimayou sebesar 64,32%, keduanya termasuk kategori S2 (Sesuai). Hal ini menunjukkan bahwa kedua kawasan layak dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dengan tingkat pemanfaatan moderat dan pengaturan zonasi yang memperhatikan faktor pembatas ekologis seperti ketebalan tegakan mangrove, kerapatan vegetasi, dinamika pasang surut, dan aksesibilitas. Perhitungan DDK memperlihatkan bahwa kapasitas maksimum harian berbeda berdasarkan jenis aktivitas wisata, sehingga pengelolaan kawasan perlu mengikuti batas daya dukung untuk mencegah tekanan berlebihan pada ekosistem.Kata kunci : daya dukung, ekowisata, keseuaian lahan, mangrove, Pulau Maitara