cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 27 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN IKAN NGAWARO DI DESA WAYABULA DAN DESA BOBULA KECAMATAN MOROTAI SELATAN BARAT Titien Sofiati; Isma Kastanya
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.329 KB)

Abstract

Ikan ngawaro atau dikenal dengan nama lain ikan tore merupakan produk hasil perikanan unggulan dari Desa Wayabula dan Desa Bobula Kecamatan Morotai Selatan Barat. Proses pengolahan ikan ngawaro masih sederhana serta harga jual yang relative rendah. Dengan demikian perlu diketahui seberapa jauh usaha pengolahan ini layak secara finansial untuk terus dilanjutkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial dari usaha pengolahan ikan ngawaro di Kecamatan Morotai Selatan Barat. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi literature. Responden pada penelitian ini adalah semua pelaku usaha ikan ngawaro di Desa wayabula dan Desa Bobula yang berjumlah 15 responden. Analisis yang digunakan terdiri atas: analisis keuntungan, Revenue Cost rasio (R/C Ratio), NVP, BEP, dan Payback Period (PP). Hasil analisis finansial menunjukan bahwa investasi rata-rata pelaku usaha adalah Rp5.870.000, dengan total cost sebesar Rp4.682.400 per tahun. Keuntungan yang diperoleh pelaku usaha rata-rata sebesar Rp8.085.600. Dari modal usaha, pengusaha ikan ngawaro mencapai titik impas (nilai BEP) dengan memproduksi 284 unit dan jangka waktu pengembalian modal (PP) selama 1 tahun 1 bulan. Nilai NVP positif dan R/C ratio > 1 menunjukan bahwa usaha pengolahan ikan ngawaro di Desa Wayabula dan Desa Bobula layak secara finansial untuk diteruskan.Kata Kunci: Analisis kelayakan finansisal, ikan ngawaro,
ANALISIS MIKROBA IKAN TUNA ASAP PADA BEBERAPA PASAR DI TOBELO, HALMAHERA UTARA Febrina Olivia Akerina
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.338 KB)

Abstract

Produk ikan tuna asap merupakan salah satu produk perikanan yang diminati oleh masyarakat Tobelo. Oleh karena itu, produsen dan penjual ikan tuna asap harus mampu mempertahankan mutu ikan asap agar aman untuk dikonsumsi oleh konsumen. Salah satu faktor yang menentukan mutu ikan asap berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah cemaran mikroba. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan mikroba pada ikan asap pada beberapa pasar di Tobelo. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis Total Mikroba (TPC), pendugaan dan penegasan Escherichia coli, koloni Sthapylococcus sp., Salmonella dan total koloni kapang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada ketiga sampel, nilai rata-rata total mikroba berkisar antara 7,5 x 101 – 5,35 x 102 APM/g; ikan asap sampel B menunjukkan nilai rata-rata tertinggi koloni bakteri Staphylococcus sp. yakni 1,3 x 103 CFU/g; analisis koloni Salmonella sp. menunjukkan hasil yang negatif pada ketiga jenis sampel; ikan asap sampel A menunjukkan nilai rata-rata total koloni kapang sebesar 2,5 x 101 CFU/g; nilai rata-rata analisis pendugaan dan penegasan E. coli menunjukkan bahwa sampel A melebihi standar SNI sebesar 23 CFU/g. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa, ikan asap sampel A terkontaminasi bakteri E. coli sedangkan ikan asap sampel B terkontaminasi Staphylococcus sp.; total koloni kapang dan bakteri pada ketiga sampel berada dibawah standar SNIKata kunci : E. coli, ikan asap, total mikroba (TPC)
Produktifitas Warna Lampu Tusuk Cumi Sebagai Alat Bantu Penangkapan Cumi-Cumi (Loligo duvauceli) di Desa Wawama, Kabupaten Pulau Morotai Supriono Ahmad; Titien Sofiati
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.149 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan dengan mengujicobakan 3 unit lampu tusuk cumi hasil modifikasi (merah, hijau dan putih) dan 1 unit lampu standar milik nelayan sebagai kontrol. Empat unit perahu penangkapan cumi-cumi dioperasikan di perairan Desa Wawama dan masing-masing unit perahu dilengkapi 1 unit lampu tusuk cumi dengan warna berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah Menentukan cahaya lampu yang produktif untuk menangkap cumi-cumi Loligo duvauceli. Penangkapan dilakukan sebanyak 10 malam pada bulan agustus 2017. Data hasil tangkapan dianalisis secara deskriptif komparatif, sedangkan untuk melihat pengaruh warna cahaya lampu tusuk cumi terhadap hasil tangkapan cumi-cumi menggunakan analisis rancangan acak lengkap (RAL) dan uji lanjut BNT. Hasil tangkapan cumi-cumi yang diperoleh secara total seberat 26.6 kg. Hasil tangkapan tertinggi diperoleh perahu yang dilengkapi dengan lampu tusuk cumi warna merah seberat 8.8 kg (33.1 %), selanjutnya lampu kontrol seberat 6.3 kg (23.7 %), lampu berwarna putih 6 kg (22.6 %) dan lampu hijau seberat 5.5 kg (20.7 %). Hasil uji statistik ANOVA dan uji lanjut BNT diketahui bahwa lampu berwarna merah berbeda nyata dengan lampu berwarna putih, dan berbeda sangat nyata dengan lampu berwarna hijau. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh warna lampu terhadap hasil tangkapan cumi-cumi. Warna lampu yang produktif pada penangkapan cumi-cumi adalah warna merah.Kata kunci : Cumi-cumi, Tusuk cumi, Warna lampu
KETERKAITAN SIFAT FISIS DAN DISTRIBUSI NUTRISI DI LAUT MALUKU CONJUNCTION OF PHYSICAL PROPERTIES WITH THE NUTRIENTS DISTRIBUTION OF SEAWATER ACROSS MALUKU SEA-INDONESIA Idha Y Ikhsani; Gerry G Salamena; Johanis Lekalette; Malik S Abdul
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.682 KB)

Abstract

Laut Maluku yang berada di bagian timur negara kepulauan Republik Indonesia merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik dan Laut Sulawesi di sebelah utara serta Laut Banda di bagian selatan. Banyak pulau, baik besar maupun kecil mengelilingi wilayah ini, seperti Pulau Sulawesi, Halmahera, Seram dan Buru. Kawasan ini juga merupakan pintu masuk jalur timur arus lintas Indonesia (arlindo), kombinasi tersebut di atas menjadikan Laut Maluku memiliki karakter yang unik. Namun demikian, ulasan dan pembahasan mengenai Laut Maluku masih sangat jarang ditemukan. Pada tulisan ini akan dipaparkan hubungan antara sifat fisis dengan distribusi nutrien (fosfat dan nitrat) di 21 stasiun pengamatan sepanjang Laut Maluku. Penelitian dilakukan dengan kapal riset Baruna Jaya VII. Pengumpulan parameter fisis seperti suhu dan salinitas dilakukan secara in-situ dengan sensor CTD, sedangkan analisis nutrien dilakukan dengan metode spektofotometri. Perangkat lunak Ocean Data View (ODV) digunakan untuk visualisasi data numerik. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat dan fosfat berkisar antara 0,02–11,42 dan 0,04–12,46 μmol/L, dengan rasio N:P dari 0,01 hingga 47,98. Konsentrasi nutrien yang cenderung rendah di permukaan menunjukkan besarnya konsumsi nutrien pada daerah tersebut. Sedangkan proses regenerasi dan remineralisasi cenderung dominan pada area yang lebih dalam. Berdasarkan profil suhu dan salinitas, diketahui bahwa proses fisis memiliki pengaruh terhadap sebaran nutrien.Kata kunci: Laut Maluku, nitrat, fosfat, proses fisik
UJI COBA PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KERANG MUTIARA (Pinctada maxima) DI PERAIRAN TERNATE SELATAN, MALUKU UTARA Safar Dody
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.179 KB)

Abstract

Usaha budidaya kerang mutiara di beberapa tempat di wilayah Indonesia umumnya hanya dapat dilakukan oleh badan usaha yang telah menguasai teknologi budidaya dari hulu sampai ke hilir dengan dukungan modal usaha yang relatif besar. Melalui sistem kemitraan,segmentasi pembesaran anakan kerang mutiara hingga mencapai ukuran layak jual dapat dijadikan sebagai peluang usaha bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan tingkat kelolosan hidup anakan (spat) kerang mutiara di perairan Ternate Selatan, Maluku Utara. Informasi yang didapatkan dari hasil penelitian ini sebagai langkah awal untuk pelaksanaan kegiatan budidaya sistem kemitraan antara lembaga riset (LIPI) dan kelompok nelayan pelaksana budidaya serta para pemangku kepentingan (stake holder) di Maluku Utara.Larva kerang mutiara yang telah menempel pada lembaran spat kolektor dipelihara pad kolom air di laut, kemudian dilakukan penjarangan setelah anakan kerang mutiara mencapai ukuran rata-rata15 mm.Pemeliharaan selanjutnya menggunakan metoda tali rentang (long line method)dan pengamatan pertumbuhannya dilakukan setiap bulan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa bahwa pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan harianterpanjang terjadi kelompok kerang yang dipelihara pada kedalaman 9 m yakni 28,41 mm dan 0,49 mm/hari. Sintasan terpanjang yang dihasilkan selama pemeliharaan mencapai 72.5 % pada kelompok kerang yang dipelihara pada kedalaman 3 m dan 9 m. Nilai rata-rata parameter perairan setempat berupa suhu adalah 29 oC, salinitas adalah 31o/oo, oksigen terlarut 6,0 ml/l dan pH 7.8.Kata kunci: Kerang mutiara, pembesaran, Maluku Utara
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SPAT TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima) DI PERAIRAN TERNATE SELATAN PULAU TERNATE Raismin Kotta
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.853 KB)

Abstract

Perairan Pulau Ternate bagian selatan merupakan salah satu lokasi yang potensial untuk melakukan kegiatan budidaya biota laut termasuk tiram mutiara (Pinctada maxima) . Hal ini disebabkan karena ketersediaan pakan alami (Phitoplankton) serta kondisi perairan termasuk arus yang ideal merupakan faktor utama dalam mendukung keberlanjutan usaha tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di perairan ternate selatan (Stasiun Penelitian Lapangan LIPI Kecamatan Sasa Kota Ternate Selatan) selama dua (2) bulan yaitu dari bulan Mei – Juni 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan spat tiram mutiara (Pinctada maxima) pada berbagai tingkat kedalaman serta presentase kelangsungan hidup spat yang dipelihara menggunakan metoda tali rentang (Long line) di perairan ternate selatan pada. Tiram mutiara yang dipelihara dari ukuran spat yang masih menempel pada media kolektor yang terbuat dari serat monofilament sampai dengan ukuran kira-kira 4-5 mm dan ditebar pada kemudian ditebar pada poket spiral dengan kepadatan 75-100 ekor, dibungkus waring dan digantung pada long line, Pengukuran panjang cangkang dilakukan menggunakan penggaris dengan ketelitian 1 mm. Hasil Penelitian menunjukan bahwa selama masa pemeliharaan dua (2) bulan, Laju pertumbuhan spesifik rata-rata panjang cangkang 19,74 mm,sedangkan faktor kualitas air yaitu Suhu berkisar 29,6-30,3 0C,salinitas 33-35 ppt,pH 7,1-7,2 serta kecerahan 10-13 m, serta tingkat mortalitas yang rendah. Dari hasil penelitian ini diperoleh laju pertumbuhan cukup baik pada kedalaman pemeliharaan 2 meter dan diikuti oleh kedalama 6,4 dan 8. Hal ini didukung oleh kondisi perairan yang memadai,Pola arus yang baik dimana msh terdapat terumbu karang dan lamun yang melimpah. maka dapatlah diprediksikan bahwa Perairan ternate selatan masih produktif untuk pemeliharaan tiram mutiara (Pinctada maxima) dan dapat di tingkatkan pemeliharaannya sampai ukuran siap di adakan penyuntikan/Insersi (size 10 – 12 cm) untuk dilakukan tahapan selanjutnya yakni penyuntikan/insersi guna menghasilkan butiran mutiara. Melihat kondisi riel di lokasi penelitian tentang pertumbuhan dan perkembangan tiram mutiara (Pinctada maxima) yang di pelihara memberikan indikasi bahwa budidaya tiram mutiara di perairan ternate selatan harus di dorong dan dapat dijadikan salah satu bidang usaha bagi masyarakat pesisir di wilayah ternate selatan khususnya dan Maluku utara pada umumnya dengan melibatkan pengusaha lokal, pemerintah daerah (Dinas Perikanan Kelautan) serta Lembaga riset (LIPI dan Universitas) dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari subsektor budidaya laut.Kata kunci: Budidaya, kerang mutiara, pertumbuhan, Pinctada maxima 
ANALISIS KIMIA IKAN TUNA ASAP PADA BEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI TOBELO, KABUPATEN HALMAHERA UTARA Sophia N. M. Fendjalang
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.117 KB)

Abstract

Ikan tuna merupakan salah satu ikan laut yang biasanya dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki kandungan protein tinggi yang baik bagi tubuh manusia. Oleh karena itu ikan tuna asap menjadi salah satu produk industri rumah tangga yang cukup populer. Pengasapan ikan tuna dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan umur simpan ikan tuna. Dalam proses pengasapan, kandungan kimia dalam ikan tuna seperti kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar abu dan kadar histamin akan mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia ikan tuna asap yang dijual di beberapa pasar tradisional ditinjau dari kandungan gizi dan kadar histamin. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis proksimat dan analisis kandungan histamin. Hasil penelitian diperoleh nilai kadar air berkisar dari 57.7% - 64.6%, kadar protein 30.5% - 37.7%, kadar lemak 1.5% – 2.6%, kadar abu 1.6% - 1.9%. Kadar histamin ikan tuna asap dari ketiga pasar berkisar antara 1.9 mg/100 g – 2.46 mg/100 g. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kadar air dan lemak dari ketiga produk dari masing-masing pasar tradisional sesuai dengan standar SNI. Kadar protein cukup tinggi dengan rata-rata sebesar 33.6%; kadar abu rata-rata 1.8%. Kadar histamin ikan tuna asap pada ketiga pasar tradisional berkisar antara 19 mg/100 g – 24.6 mg/100 g.Kata kunci: histamin, ikan asap, proksimat
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN RUMPUT LAUT GRACILARIA SP DI KABUPATEN BONE (STUDI KASUS DI KECAMATAN SIBULUE) Muhammad Syahrir
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.769 KB)

Abstract

ini bertujuan untuk menganalisis bauran pemasaran rumput laut Gracilaria sp, dan strategi pemasaran rumput laut Gracilaria sp di kabupaten Bone. Rumput laut ini menjadi salah satu komoditas utama Kabupaten Bone dari sektor perikanan. Kendala utama yang dihadapi pembudidaya rumput laut adalah pemasaran dan kestabilan harga. Penelitian ini penting sebagai bahan informasi bagi pembudidaya, pengusaha dan pemerintah dalam menggeluti usaha ini. Penelitian dilaksanakan dari bulan Pebruari sampai bulan April 2017, di kecamatan Sibulue, kabupaten Bone. Populasi penelitian adalah semua pembudidaya Gracilaria sp sebanyak 567 orang. Penentuan jumlah sampel menggunakan monogram Harry King dengan jumlah sampel terpilih 90 orang. Untuk mengetahui pembudidaya yang menjadi sampel digunakan teknik sampling acak sederhana. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, kuisener, dan diskusi kelompok terfokus. Analisa data dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan baruan pemasaran rumput laut Gracilaria sp di kabupaten Bone tidak menguntungkan pembudidaya, keuntungan terbesar diperoleh para pedagang. Strategi pemasaran Gracilaria sp yaitu : melakukan kemitraan langsung dengan industri pengolahan dan eksportir, menata distribusi pemasaran yang menguntungkan semua pelaku pasar, meningkatlan kualitas produk sesuai standar pasar, melakukan promosi produk Gracilaria sp, fokus dengan pasar yang sudah ada, serta memperluas jaringan passar baru, membentuk kelompok untuk meningkatkan posisi tawar dalam memasarkan produk Gracilaria sp, dan lebih proaktif mencari informasi pasar.Kata kunci : Strategi, pemasaran, rumput laut, gracilaria
KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN KERAPU (EPHINEPHELUS SSP) BERDASARKAN PARAMETER FISIK, KIMIA DAN BIOLOGI DI PERAIRAN LANGGE KABUPATEN GORONTALO UTARA Citra Panigoro; Juliana Juliana
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Kerapu (Ephinephelus sp)  merupakan  komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga sangat sesuai untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas perikanan budidaya di Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk pengembangan budidaya ikan kerapu (Ephinephelus spp) berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi perairan. Pengambilan data dilakukan secara langsung pada tiga stasiun penelitian yang telah ditentukan. Data penelitian difokuskan pada 12 parameter perairan yang terdiri dari kedalaman, kecerahan perairan, kecepatan arus, suhu perairan, substrat dasar, pH, oksigen terlarut, salinitas, phospat, nitrat dan kepadatan phytoplankton. Data dianalisa dengan menggunakan indeks kesesuaian berdasarkan skoring dan  matriks kesesuaian budidaya ikan kerapu dan dilanjutkan dengan menggunakan SIG untuk membuat peta kesesuaian. Kesesuaian lahan dikategorikan kedalam tiga kelas yaitu sangat sesuai (S1), sesua (S2) dan tidak sesuai (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga stasiun penelitian yang terdapat di perairan Langge termasuk dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk dijadikan lokasi pengembangan budidaya laut dengan total nilai indeks kesesuaian antara 86 – 94 berdasarkan skor pada matriks kesesuaian budidaya ikan Kerapu.  Kata Kunci : Ephinephelus sp, Kesesuaian Lahan, Parameter Fisik, Kimia dan biologi Perairan,
PEMANFAATAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT SEKITAR HUTAN MANGROVE TERHADAP KERUSAKAN HUTAN MANGROVE DI PESISIR KABUPATEN GORONTALO UTARA, KASUS KECAMATAN TOMILITO Faizal Kasim; Sitti Nursinar; Citra Panigoro; Zulkifli Karim; Aldin Lamalango
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1858.55 KB)

Abstract

Data DKP Gorontalo hingga akhir tahun 2015 menunjukkan bahwa total luas mangrove dipesisir Gorontalo Utara mengalami kerusakan seluas 1.107,93 ha (35.9% total kerusakan).Meskipun data penginderaan jauh dapat menyediakan infromasi berguna mengenai perubahantutupan dan atau penggunaan lahan, teknik ini memiliki keterbatasan pada beberapa kawasanmangrove sempit (kecil) seperti mangrove di pesisir Gorontalo Utara. Terkait hal tersebut,penelitian ini mencoba menggali informasi kerusakan mangrove yang terjadi berdasarkanpengetahuan masyarakat local untuk memahami gangguan yang berlangsung, berupa persepsimereka terhadap kerusakan mangrove di wilayahnya. Tujuan penelitian adalah menelusuribeberapa bentuk produk manfaat mangrove, sejalan dengan persepsi mereka terhadap perubahanlingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara dan observasi lapangmelalui wawancara rumah tangga dan observasi lapangan. Kesipulan penelitian menyorotikebutuhan untuk diseminasi pemahaman tentang mangrove dan manfaatnya yang berkelanjutanuntuk program rehabilitasi yang telah ada.Kata Kunci: Perubahan lahan, konversi mangrove, tambak, lahan pertanian, etnobotani

Page 2 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2017 2017