cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
STUDI TENTANG STRATEGI PEMBERDAYAAN NELAYAN DI PESISIR PANTAI TELUK TOMINI DALAM UPAYA PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Irwan Waris; Ani Susanti; Yobert Kornelius; Fakhruddin Hari Anggara Putra
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.765 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyiapkan nelayan di Kabupaten Parigi Moutong berdaya dari segi non teknologi dan teknologi perikanan dan budidaya, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk membebaskan diri dari kemiskinan, memiliki produktifitas tinggi, selanjutnya berkontribusi terhadap percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Kabupaten Parigi Moutong. Untuk kepentingan itu penelitian ini merumuskan model strategi pemberdayaan nelayan untuk selanjutnya menjadi salah satu bahan dalam menyiapkan draft naskah akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. Regulasi tersebut diharapkan dapat dijadikan acuan utama dalam upaya melindungi dan memberdayakan nelayan sehingga mereka dapat berkontribusi terhadap percepatan dan perluasan pembanguan ekonomi Kab. Parigi Moutong pada khususnya, Sulawesi Tengah, dan Indonesia pada umumnya. Mengingat penelitian ini adalah penelitian tahun ke-2 dari rencana 2 (dua) tahun, maka aktifitas yang dilakukan selama penelitian adalah: melakukan penyempurnaan data dan informasi, berupa verifikasi data, pencarian data dan informasi baru dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Aktifitas penelitian ini juga dimaksudkan sebagai ajang sosialisasi, justifikasi, dan upaya mendapatkan masukan dari masyarakat untuk memperkaya dan menyempurnakan penyiapan model strategi pemberdayaan nelayan yang selanjutnya menjadi dasar penyiapan draft Naskah Akademik (NA) dan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan.Kata Kunci: Pemberdayaan nelayan, keterampilan nelayan, produktifitas ekonomi, percepatan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan ekonomi
ANALISIS KESESUAIAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE DI KAWASAN TELUK JAILOLO KABUPATEN HALMAHERA BARAT Irmalita Tahir; Rustam Effendi; Nebuchadnezzar Akbar
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.661 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem utama di wilayah pesisir yang sangat produktif namun sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Pengelolaan hutan mengrove harus memperhatikan keterpaduan secara ekologis, ekonomis dan sosial-budaya masyarakat agar pengelolaan secara optimal dan lestari tercapai.  Potensi sumber daya ekosistem mangrove di Kawasan Teluk Jailolo cukup besar tetapi kondisi hutan mangrove belum terdata optimal. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kesesuaian lahan dan potensi hutan mangrove bagi peruntukan kegiatan konservasi dan ekowisata mangrove dengan harapan agar pemanfaatan potensi hutan mangrove dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini dilakukan  dengan pendekatan teknologi penginderaan jauh dalam memperoleh data dan informasi spasial luas mangrove dan pengukuran langsung (survey lapangan) untuk memperoleh data dan kondisi fisik hutan mangrove di kawasan pesisir Teluk  Jailolo,  analisis  area  kesesuaian  lahan  diketahui  berdasarkan  analisis spasial dengan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis data Citra Alos Avnir-2 bahwa luas mangrove yang terdapat di Teluk Jailolo adalah 393.77 ha, sebagian besar menyebar disekitar garis pantai bagian Timur Teluk Jailolo. Sedangkan berdasarkan hasil analisis SIG diketahui bahwa luas kesesuaian mangrove untuk ekowisata dikatahui bahwa kategori sesuai 123. 79 ha, kategori cukup sesuai 157.83 ha, dan kategori kurang sesuai 112.15 ha.  Kata Kunci : Teluk Jailolo, hutan mangrove, analisis kesesuaian lahan, ekowisata
PRODUKTIVITAS PRIMER DAN FAKTOR FISIKA-KIMIA DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM Iskandar A.H Pelupessy; N V Hulliselan; Irma Kesaulya; Malik S Abdul
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.761 KB)

Abstract

Primary productivity level in a certain water body, generally related to the abundance of resources on that water area. Primary productivity as the photosynthesis rate can be stated as the amount of carbon (gram) produced in one square meter of water column in a day. Geomorphologically, inner Ambon bay has various functions such as; fishery resources for local inhabitant especially lure fisheries and mariculture area, furthermore the shore land is becoming residential areas. Inner Ambon bay is a good healthy water mass, however the increase number of population and development activities around the bay give negative impacts to the inner Ambon bay. The waste comes from household, agriculture, fishery, industry and transportation that flow through the rivers and disembogue at the inner Ambon bay. From the parameters observed in this research, Ambon Bay is indicated facing the water fertility degradation. The experiment was conducted in March and april 2015.Keywords : primary productivity, carbon, physical, chemical
KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN KERAPU (Ephinephelus ssp) BERDASARKAN PARAMETER FISIK,KIMIA DAN BIOLOGI DI PERAIRAN LANGGE KABUPATEN GORONTALO UTARA Citra Panigoro
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.442 KB)

Abstract

Ikan Kerapu (Ephinephelus sp)  merupakan  komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga sangat sesuai untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas perikanan budidaya di Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk pengembangan budidaya ikan kerapu (Ephinephelus spp) berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi perairan. Pengambilan data dilakukan secara langsung pada tiga stasiun penelitian yang telah ditentukan. Data penelitian difokuskan pada 12 parameter perairan yang terdiri dari kedalaman, kecerahan perairan, kecepatan arus, suhu perairan, substrat dasar, pH, oksigen terlarut, salinitas, phospat, nitrat dan kepadatan phytoplankton. Data dianalisa dengan menggunakan indeks kesesuaian berdasarkan skoring dan  matriks kesesuaian budidaya ikan kerapu dan dilanjutkan dengan menggunakan SIG untuk membuat peta kesesuaian. Kesesuaian lahan dikategorikan kedalam tiga kelas yaitu sangat sesuai (S1), sesua (S2) dan tidak sesuai (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga stasiun penelitian yang terdapat di perairan Langge termasuk dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk dijadikan lokasi pengembangan budidaya laut dengan total nilai indeks kesesuaian antara 86 – 94 berdasarkan skor pada matriks kesesuaian budidaya ikan Kerapu.  Kata Kunci : Ephinephelus sp, Kesesuaian Lahan, Parameter Fisik, Kimia dan biologi Perairan,
KONDISI POPULASI KEPITING KELAPA (Birgus latro) DAN STRATEGI PENGELOLAANNYA DI PULAU TERNATE Supyan Supyan; Muliadi Idham
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.57 KB)

Abstract

Kepiting kelapa (B. latro) merupakan salah satu spesies dari krustasea yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun sudah dianggap langka dan dikelompokkan dalam kategori rawan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Di Indonesia, status populasi hewan ini belum diketahui secara pasti, namun sudah cenderung menurun karena terus dimanfaatkan oleh penduduk setempat baik untuk konsumsi maupun untuk diperdagngkan. Penangkapan yang dilakukan secara terus menerus tanpa memperhatikan kelestariannya akan menyebabkan populasinya semakin langka ditemukan. Oleh karena itu perlu pemahaman aspek biologi dan ekologinya sehingga tindakan manajemen stok yang tepat dapat diterapkan untuk pelestarian dan jika mungkin, mengembangkan sumber daya ini sangat pentingData pada peneitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Data sekunder didapatkan dari studi yang telah dilakukan sebelumnya baik oleh penulis maupun oleh pihak lain yang masih berkaitan dengan objek kajian. Data primer didapatkan dari observasi langsung yang dilakukan di Pantai Barat dan Utara pada bulan Febuari – Mei 2017 dengan tujuan untuk mengetahui kondisi bioekologi dan persepsi masyarakat terhadap status populasi Kepiting kelapa di Pulau Ternate serta merumuskan strategi pengelolaan yang berkelanjutan. Pengambilan sampel Kepiting kelapa dan habitatnya dilakukan dengan survei jelajah, sedangkan data persepsi masyarakat didapatkan dengan interview dan wawancara mendalam (FGD). Data yang didapatkan dianalisis dengan deskriptif dan kuantitatif. Kondisi ekologi dan persepsi masyarakat dianalisis dengan dekriptif. Strategi dan rekomendasi pengelolaan ditentukan dengan menggunakan analisis SWOT.Berdasarkan hasil analisis dengan metode tanda, kepadatan Kepiting kelapa di pantai Sulamadaha adalah 0,00135 individu/ m2 atau sama dengan 1 individu didapat pada setiap luasan 741 m2, stasiun Telaga Nita memiliki nilai kepadatan 0,00067 individu/ m2 atau 1 individu didapat dalam setiap luasan 1500 m2. Hasil wawancara dengan beberapa responden di Kelurahan Tobololo dan Sulamadaha menunjukan bahwa sebagian besar dari mereka yang memanfaatkan Kepiting kelapa di sekitar pantai yang dekat dari tempat tinggal mereka hanya menangkap atau memanfaatkan kepiting sebagai makanan tambahan dan sebagai salingan pekerjaan. Selain itu, rendahnya pengetahuan tentang pengaturan waktu dan ukuran tangkap menjadi penyebab terjadinya over eksploitasi terhadap sumberdaya ini. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi pengembangan pengelolaan kepiting di lokasi kajian berada pada kuadran IV (WT). Strategi yang tepat pada posisi ini adalah strategi bertahan yakni meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman yang ada. Arahan kebijakan yang direkomendasikan adalah pemantauan secara sistematis, pembatasan area dan ukuran tangkap, pemahaman aspek bioekologi kepada stakeholder, penutupan restoran penyaji kepiting dan penangkaran untuk menghasilkan F2.Kata kunci : Birgus latro, strategi pengelolaan, populasi, analisis SWOT, Pulau Ternate
AKTIVITAS BIOLOGI DARI SENYAWA TERPENOIDS SOFT CORAL GENUS SINULARIA sp M Janib Achmad; Nebuchadnezzar Akbar
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.845 KB)

Abstract

The soft coral genus Sinularia is one of the most widely distributed soft corals. It constitutes a dominant portion of the biomass in the tropical reef environment. Sinularia elaborates a rich harvest of secondary metabolites including sesquiterpenes, diterpenes, polyhydroxylated steroids, and polyamine compounds. These metabolites were recently shown to possess a range of biological activities such as antimicrobial, anti-inflammatory, and cytotoxic activities. During the past decade, Sinularia has yielded many new structures with novel skeletons. Several of the previously published secondary metabolites have been reexamined for their pharmacological properties, and the results strongly support further investigations. The current article reviews the terpenoids of the soft coral genus Sinularia and their pharmacological significance.Keywords: Marine natural products, Soft corals,, Octocorals, Sinularia, Bioactive terpenes, Terpenoids.  
Intensitas Ektoparasit Monogenea (Cichlidogyrus sp) pada Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Melalui Pemberian Larutan Daun Sirih (Piper Betle Linn) Yang Ramah Lingkungan Juliana Juliana
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.037 KB)

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh ektoparasit merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh pembudidaya ikan khususnya spesies ikan air tawar termasuk ikan Nila.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan ektoparasit monogenea (Cichlidogyrus sp) pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) melalui pemberian larutan daun sirih (Piper Betle Linn). Metode penelitian adalah metode eksperimen yaitu melakukan secara langsung melali percobaan berdasarkan perlakuan yang telah ditetapkan. Hewan uji pada penelitian adalah benih ikan nila yang telah terinfeksi ektoparasit monogenea (Cichlidogyrus sp). Perlakuan pada penelitian terdiri dari empat perlakuan yaitu perlakuan A (Kontrol) yaitu tanpa pemberian larutan daun sirih, perlakuan B (2,5 gr/100 ml), perlakuan C (5 gr/100 ml), dan perlakuan D (7,5 gr/100 ml). Hewan uji kemudian diendam dalam larutan daun sirih selama 30 menit, kemudian dipelihara selama enam hari dan selama pemeliharaan dilakukan pengamatan terhadap kondisi fisiologi hewan uji. Intensitas ektoparasit menogenea dianalisis dengan cara melakukan identifikasi dan perhitungan biomassa pada laboratorium. Data di analisis dengan menggunakan metode deskripsi dan analisis regresi untuk mengetahui hubungan pemberian larutan daun sirih terhadap intensitas ektoparasit monogenea (Cichlidogyrus sp). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D merupakan perlakuan terbaik dengan intesitas bakteri yang rendah. Hasil analisis  regresi untuk mengetahui hubungan antara setiap perlakuan dan nilai intensitas ektoparasit monogenea (Cichlidogyrus sp)  pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada perlakuan D menghasilkan hubungan positif dengan persamaan y = -0,4x + 2,977 dan hubungan korelasi (R) yaitu 0,83, artinya pengurangan intensitas ektoparasit monogenea (Cichlidogyrus sp) sebesar 83%.Kata Kunci : Cichlidogyrus sp, Daun Sirih, Ektoparasit Monogenea, Ikan Nila
ANALISIS KEKUATAN PELAT LAMBUNG PERAHU FIBERGLASS PADA KETEBALAN YANG BERBEDA Eduart Wolok; Abdul Hafidz Olii; Alfi sahri R Barudi; Stella Junus; ZC Fachrussyah
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.409 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan pelat lambung perahu yang berbahan fiberglass berdasarkan ketebalan berbeda. Uji kekuatan dilakukan dengan metode uji Tarik dan uji lentur. Penelitian ini dilakukan di laboratorium kehutanan Institut Pertanian Bogor pada Bulan September 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji lentur pada pelat 3 lapis, 5 Lapis dan 7 lapis berturut turut adalah 7.019, 37.786, dan 82.009. Sedangkan pada uji tekan untuk pelat 3 lapis, 5 Lapis dan 7 Lapis secara berurutan adalah : 6.540 kgf, 253. 107 kgf, 495.883 kgf. Berdasarkan hasil penelitian maka dimpulkan bahwa semakin tebal pelat lambung kapal maka akan semakin tinggi nilai lentur dan nilai tekan yang dimiliki oleh pelat lambung tersebutKata Kunci : Pelat, lambung, lentur, tekan, lapis
KANDUNGAN KLOROFIL-a DALAM KAITANNYA DENGAN PARAMETER FISIKA-KIMIA PERAIRAN DI TELUK JAKARTA Yuliana Yuliana; Mutmainnah Mutmainnah
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.916 KB)

Abstract

Klorofil-a merupakan salah satu parameter yang sangat menentukan produktivitas primer di perairan dan dapat dijadikan sebagai salah satu indikator kesuburan perairan. Sebaran dan tinggi rendahnya kandungan klorofil sangat terkait dengan kondisi oseanografi suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan klorofil-a dalam kaitannya dengan parameter fisika-kimia perairan di Teluk Jakarta. Penelitian dilaksanakan di Teluk Jakarta pada bulan Agustus 2012, September 2012, November 2012, Januari 2013, Maret 2013, dan Mei 2013 di 9 (sembilan) stasiun. Penentuan konsentrasi klorofil dengan menggunakan metode spektrofotometer dari Lorenzen (1967). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara spasial dan temporal konsentrasi klorofil-a di perairan Teluk Jakarta memiliki kisaran antara 0,0267 - 4,0050 mg.m-3. Sementara itu, kisaran masing-masing parameter fisika-kimia perairan adalah silika : 0,2787 - 6,0718 mg.l-1, pH : 6,58 - 8,70, ortofosfat : 0,0117 - 0,6109 mg.l-1, salinitas : 28,00 - 32,00, kekeruhan : 1,50 - 15,50 NTU, nitrat : 0,0072 - 0,0944 mg.l-1, arus : 9,50 - 30,02 cm.det-1, dan suhu : 25,00 - 31,80oC. Hasil analisis korelasi Pearson’s didapatkan bahwa ortofosfat, pH, kekeruhan, salinitas, dan suhu berkorelasi positif dengan klorofil-a. Sedangkan arus, silika, dan nitrat berkorelasi negatif.Kata kunci : klorofil-a, parameter fisika-kimia, dan Teluk Jakarta
PENENTUAN KARAKTER PASANG SURUT DENGAN METODE MANZILAH UNTUK MENDUKUNG UPAYA PERENCANAAN, PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR Salnuddin Salnuddin
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1652.133 KB)

Abstract

Aktifitas masyarakat pesisir sangat ditentukan dengan dinamika perairan, salah satu adalah pasang surut. Pengetahuan tentang variasi tinggi air sangat membantu dalam perencanaan aktifitas diwilayah pesisir. Metode dalam menetukan variasi tinggi air masih belum effektif dalam mengaplikasikannya dan berbeda dengan Metode Manzilla (MM) yang merupakan suatu pendektan ethnoastronomy terhadap ethnooceanographyn dari “suku pelaut”. MM adalah metode penentuan karakter tinggi air pasang surut berdasarkan penanggalan Hijriah dengan merujuk posisi bulan terhadap Rasi Bintang 7 (RB7). Hasil analisis diperoleh hasil bahwa terdapat karakter pergerakan pasang surut dalam siklus bulanan pergerakan pasang surut di setiap fase bulan Hijriah, Metode Manzillah effektif dalam mengidentifikasi waktu dalam penanggalan Hijriah (bulan dan tahun Hijriah); makin jauh bulan dari ekuator langit (RB 7) dengan Deklinasi negatif maka peak I < peak II pada siklus harian pergerakan pasang surut dan sebaliknya jika berdeklinasi positif maka peak I > peak II, posisi bulan berada di sekitar ekuator langit maka peak I  peak II, variasi peak pergerakan pasang surut menjadi informasi penting dalam upaya perencanaan, pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya pesisir.Kata kunci : Wilayah pesisir, Metode Manzillah, Rasi Bintang 7, ethnoastronomy, ethnooceanography, peak

Filter by Year

2016 2017