cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,327 Documents
ANALISA SEGMENTASI KONSUMEN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING Sulistyowati, Sulistyowati
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.588 KB)

Abstract

Segmentasi konsumen adalah sebuah strategi yang dilakukan dengan membagi konsumen menjadi kelompok-kelompok konsumen yang berbeda yang memiliki karakteristik, perilaku, atau kebutuhan yang berbeda. Segmentasi konsumen ini penting karena dapat digunakan sebagai data pendukung untuk menentukan strategi pemasaran yang efektif dan efisien bagi supervisor marketing dalam kegiatan promosi penjualan produk. Untuk menentukan segmentasi konsumen, dilakukan dengan clustering yaitu dengan cara mengelompokkan data berdasarkan karakterisrik konsumen. Sehingga pada penelitian ini, proses clustering dilakukan dengan cara mengelompokkan data konsumen berdasarkan tiga atribut yaitu, jenis motor,jenis pembelian dan pekerjaan. Data yang digunakan adalah data penjualan sepeda motor pada dealer Honda. Proses pengelompokan konsumen dilakukan dengan menggunakan Algoritma K-Means. Algoritma ini bekerja dengan cara membagi data dalam k cluster. Setiap cluster ditentukan atas kedekatan jarak tiap?tiap data dengan titik tengahnya (mean point). Dari hasil perbandingan aplikasi dengan menggunakan software SPSS diperoleh hasil selisih dari masing-masing cluster dengan jumlah rata-rata 7%. Hal ini disebabkan karena centroid awal yang dipilih secara acak.
ANALISIS KOMBINASI ALAT BERAT UNTUK PEKERJAAN GALIAN DI PROYEK GRAND SUNGKONO LAGOON Wicaksono, Ganang; Choiriyah, Siti; Nuciferani, Felicia T
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.044 KB)

Abstract

Penelitian  pada proyek  grand sungkono lagoon (the caspian tower) Surabaya berfokus pada produktivitas alat berat ditinjau dari segi waktu. Rumusan masalah pada penelitan ini, berapakah produktivitas alat berat di pembangunan grand sungkono lagoon (the caspian tower) serta bagaimana kombinasi alat berat ditinjau dari waktu pelaksanaan pembangunan grand sungkono lagoon the caspian tower. Terdapat 6 kombinasi alat berat dibatasi oleh waktu menggunakan metode kerja secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil perhitungan, maka diperoleh kombinasi ke-6 yang memiliki jumlah hari paling efektif, excavator beroperasi selama 15 hari dan  dump truk  beroperasi selama 10 hari. Komposisi alat berat maksimum yang digunakan pada proyek adalah 2 unit Excavator, dan 16 unit Dump Truck. Simulasi alat berat yang digunakan selama 1 hari dengan jam kerja mulai 08.00 hingga 17.00 yaitu penggunaan 6 dump truck pada jam pertama, 6 dump truck pada jam kedua dan 4 dumptruck pada jam ketiga yang diikuti oleh penggunaan 2 excavator secara paralelKata kunci : Produktivitas, Kombinasi, Excavator, Dump truck 
PENGARUH EFEK SKALA PADA UJI UCS DALAM MENENTUKAN KESTABILAN PILAR Cahyono, Yudho Dwi Galih; Utamakno, Lakon; Bahar, Hendra; Wiyanti, Heni Siska
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.819 KB)

Abstract

Kegiatan penambangan dengan metode room and pillar menjadikan pilar sebagai penyangga. Dalam menentukan kondisi pilar yang aman maka diperlukan perihutungan yang tepat. Salah satu metode penentuan kondisi pilar yang aman maka digunakan perihitungan dari uji Uniaxial Compressive Strength (UCS)  dengan berbagai ukuran contoh. Kemudian dari hasil uji UCS dilakukan analisis kestabilan pilar untuk mendapatkan Faktor Feamanan (FK) yang stabil dengan metode Probabilitas Kemantapan (PK). Hasil perhitungan kemantapan pilar adalah untuk ukuran contoh 42 mm, probabilitas kemantapan sebesar 86 % mantap dan 11 % tidak mantap kemudian ukuran contoh 65 mm probabilitas kemantapan 76 % mantap dan 24. Sedangkan untuk ukuran contoh 95 mm probabilitas kemantapan adalah 68% mantap dan 32 % tidak mantap. Faktor yang berpengaruh dalam penilaian Probabilitas Kemantapan (PK) pada pilar  sama dengan penilaian Faktor Keamanan (FK) adalah dimensi pilar, distribusi tegangan, kekuatan pilar dan kehadiran bidang diskontinu.
STUDI PENDAHULUAN PENGGUNAAN MINIMUM QUANTITY LUBRICANT PADA PROSES PEMESINAN Patriawan, Desmas Arifianto; Irawan, Hery; Widodo, Eriek Wahyu Restu
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.498 KB)

Abstract

Paper ini membahas tentang potensi dari minimum quantity lubricant (MQL) pada proses pemesinan. MQL adalah proses metal cutting dengan menggunakan coolant atau lubricant yang dicampur dengan udara yang terkompresi. Campuran udara dengan kecepatan 30 m/s dan cairan antara 5-30 ml/h. Campuran ini tidak banyak menggunakan bahan cair sehingga bisa lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Hasil dari proses pemesinan didapatkan bahwa gaya yang digunakan lebih rendah daripada dry cutting namun hampir sama dengan metode konvensional. Residual stress dan flank wear lebih baik jika dibandingkan dry cutting. Namun pada saat hard cutting MQL tidak lebih baik dari pada dry cutting dan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan cutting fluid secara konvensional.
PENGARUH TEKANAN TERHADAP KERAPATAN, KADAR AIR DAN LAJU PEMBAKARAN PADA BIOBRIKET LIMBAH KAYU SENGON Pambudi, Feta Kukuh; Nuriana, Wahidin; Hantarum, Hantarum
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.401 KB)

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari limbah organik dan dicampur dengan bahan lain kemudian dicetak menggunakan tekanan tertentu sehingga didapatkan bentuk dan karakteristik yang diinginkan. Tujuan penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan pencetakan terhadap kerapatan, kadar air dan laju pembakaran pada biobriket arang limbah kayu sengon dangan variasi tekanan 45 kg/cm2, 80 kg/cm2 , 115 kg/cm2 , 150 kg/cm2 . Hasil penelitian didapatkan densitas tertinggi 0,47 g/cm3 pada biobriket limbah kayu sengon dengan tekanan 150 kg/cm2 , nilai kadar air tertinggi adalah 6,6 %  pada biobriket limbah kayu sengon dengan tekanan 150 kg/cm2 dan pembakaran paling rendah yaitu rata-rata 0,35 g/menit pada biobriket limbah kayu sengon dengan tekanan 150 kg/cm2. Semakin besar tekanan pencetakan maka semakin tinggi kerapatannya, semakin rendah kadar airnya dan semakin rendah laju pembakarannya.
ANALISA RISIKO OPERASIONAL PROSES BANGUNAN KAPAL BARU (STUDI KASUS PEMBANGUNAN KAPAL LPD 124 M DI PT. PAL INDONESIA (PERSERO)) P, Candra Permana; Basuki, Minto; Pranatal, Erifive
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.444 KB)

Abstract

Pembangunan kapal baru yang melalui serangkaian tahapan proses produksi yang panjang seringkali terjadi beberapa hambatan, baik hambatan dalam hal teknis maupun non-teknis yang dapat mempengaruhi kegiatan/proses produksi tersebut sehingga target yang dituju meleset/tidak tercapai. Penurunan kualitas pada proses bangunan kapal baru dapat menyebabkan beberapa risiko yang berdampak buruk pada proses maupun hasil dari pekerjaan. Risiko-risiko apa saja yang dapat terjadi dan apa pencegahan yang diberikan agar risiko tersebut berkurang atau bahkan hilang pada proses bangunan kapal baru. Untuk menyelesaikan permasalahan ini dilakukan analisa risiko dengan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pada Fitting On Sub Assembly/Assembly Shop dengan potensi kegagalan tertinggi yaitu ketidaklurusan (Missallignment) dengan nilai RPN 161, pada Welding On Sub Assembly/Assembly Shop dengan potensi kegagalan tertinggi yaitu retak (Crack) dengan nilai RPN 175, pada Fitting On Erection Shop dengan potensi kegagalan tertinggi yaitu ketidaklurusan (Missallignment) dengan nilai RPN 199,8, dan Welding On Erection Shop potensi kegagalan tertinggi yaitu las putar (Round Weld) dengan nilai RPN 149. Adapun proses mitigasi risiko operasional pembangunan kapal baru maka harus dilakukan tindakan Fitt Up dan Check Accuracy. Selanjutnya pada proses Welding perlu dilakukan pengecekan permukaan material, cek gap pengelasan, cek gas yang akan digunakan, memahami WPS, dan skill tukang las.
ANALISIS PENERAPAN BALLAST WATER MANAGEMENT SESUAI REGULASI IMO PADA KAPAL YANG BEROPERASI DI PERAIRAN TIMOR-LESTE Guterres, Joao; Basuki, Minto; Pranatal, Erivife
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.697 KB)

Abstract

Pembuangan air balas yang dilakukan oleh kapal dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lain dapat menimbulkan masalah. Air balas yang diangkut dari suatu kapal dapat membawa mikroorganisme yang hidup pada lingkungan asal dan kemudian dibuang pada ekosistem yang baru. Dampak dari perkembangan spesies asing di laut oleh IMO dinilai lebih sulit ditanggulangi dibanding dampak dari pencemaran akibat tumpahan minyak dan telah menjadi masalah global sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari seluruh komunitas maritim dunia. Namun, Konvensi Manajemen Air Balas atau International Maritime Organization (IMO), yang diadopsi pada tahun 2004, bertujuan untuk mencegah penyebaran organisme air berbahaya dari satu daerah ke daerah lain, dengan menetapkan standar dan prosedur untuk pengelolaan dan pengendalian air balas kapal dan sedimen. Metode yang dilakukan analisa dalam penelitian ini yakni mengenai aspek peraturan Timor Leste yang menjadi dasar ratifikasi peraturan IMO mengenai Konvensi internasional untuk pengendalian dan manajemen air ballas dan sedimen dari kapal 2004 dan Aspek Infrastuktur yang mendukung untuk Penerapan yakni menganalisa kesiapan pemerintah Republik Demokratik Timor Leste serta sampai pada aspek pelaksanaannya seperti dari sistem birokrasi yang berwenagn untuk mengawasi operator dan juga regulator serta sangsi/hukuman akibat pelanggaran manajmen air balas.
Kajian Teknis Alat Muat dan Alat Angkut Untuk Pencapaian Target Produksi Batugamping Sebesar 24.500 Ton/Hari Pada Crusher Tuban I PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur Sari, Avellyn Shinthya; Febyeta, Destyagung; Budiarto, Budiarto; Wahono, Hardi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.251 KB)

Abstract

Batugamping merupakan salah satu bahan galian yang tergolong sangat banyak digunakan dalam berbagai kegiatan industri salah satu diantaranya adalah industri semen. Dan seiring bertambahnya permintaan maka bertambah pula kebutuhan raw material yang disiapkan sehingga harus dilakukan analisa agar target produksi mampu terpenuhi sehingga tidak menganggu proses selanjutnya. Kegiatan penambangan di kuari batugamping PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. banyak mengalami kendala salah satunya merupakan ketidaktercapaian produksi batugamping untuk memenuhi kebutuhan pabrik. Salah satu analisa yang akan dilakukan adalah dengan menganalisa kegiatan pemuatan dan pengangkutan antara dalam hal ini alat muat (backhoe) dan alat angkut (dumptruck). Untuk target produksi yang diinginkan adalah sebesar 24.500 ton/hari tetapi kondisi nyata dilapangan tidak mampu untuk memenuhi target tersebut. Maka dari itu penulis menganalisa secara langsung kegiatan pengangkutan (hauling) dan Pemuatan (loading) dan merumuskan pemecahan masalah antara lain, pertama dengan melakukan peningkatan waktu efektif karena temuan dilapangan dari total waktu yang tersedia hanya ±73% waktu efektif yang digunakan sehingga perlu ditingkatkan agar mampu mencapai produksi, tetapi dengan kondisi Efective Utility (EU) yang hanya 58% maka total capaian maksimal yang bisa dilakukan hanya sekitar 60% dari total target yang diinginkan dan kondisi tersebut sudah sangat baik. Kondisi untuk produksi alat muat saat ini adalah 9.676,83 ton/hari dan dari hasil analisa pemecahan masalah didapat bahwa dengan penambahan waktu efektif untuk alat muat Komatsu PC 400 dari sebelumnya sebesar 74,28% menjadi 86,11% meningkat sebesar 1.541,63 ton/hari menjadi 11.218,47 ton/hari. Kemudian untuk alat angkut dumptruck Scania P-360 adalah dengan panambahan waktu efektif dari 73,33 % menjadi 88,22% produksi meningkat 1.906,31 ton/hari menjadi 11.295,61 ton/hari.
DESAIN PRODUCT SERVICE SYSTEM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ASPEK INOVASI PRODUK DAN KREASI JASA Putra, Angga Anugrah; Lukmandono, Lukmandono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.067 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang desain product service system dengan obyek penelitian di PT. Surya Madistrindo, dimana perusahaan tersebut anak perusahaan dari PT. Gudang Garam yang betugas di sektor marketing dan pendistribusian. Desain product service system akan mengkombinasikan antara produk dan jasa, Produk yang di kembangkan adalah produk rokok. Tujuan dari desain product service system untuk memenuhi keinginan secara lebih spesifik dari konsumen dan memenuhi kepuasan konsumen dengan cara mengembangkan model layanan terhadap produk rokok dan mengembangkan produk rokok dengan karakteristik yang diinginkan oleh konsumen. Dengan menggunakan tools Quality Function Deployment (QFD) level 3. QFD level 3 merupakan metode dalam mendukung pengembangan dan perencangan product dan service, dimana QFD menyediakan sebuah cara yang terstruktur dalam menyediakan lanyanan untuk menjamin kualitas dan kepuasan pelanggan. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan QFD level 3 diantaranya mendistribusikan produk rokok kemasan kaleng di semua toko, Quality control product di pasaran, menerapkan program keep my client, meningkatkan kecepatan dalam pendistribusian.
PEMANFAATAN SISA HASIL POTONGAN KULIT DARI PROSES FINISHING PADA INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT MENJADI SEPATU WANITA Hima, Mulk; Hidayat, M. Junaidi; Anam, Choirul
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.288 KB)

Abstract

Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang memberikan sumbangsih untuk perkembangan kulit di Indonesia, salah satunya adalah PT Rachbini Leather yang berada di Gedangan, Sidoarjo.  Di balik perkembangan PT Rachbini Leather, terdapat beberapa permasalahan, salah satunya yaitu terdapat bagian kulit yang dibuang karena adanya persyaratan yang tidak dipenuhi pada tahap finishing dan hal ini tidak akan terlepas dari masalah sisa yang akan dihasilkan oleh industri tersebut. Pemanfaatan sisa hasil potongan kulit yang terdapat di lapangan yaitu dijadikan produk souvenir dan beberapa UKM menggunakan sisa hasil potongan kulit menjadi sepatu pria dengan menyesuaikan dimensi kulit yang ada, namun dengan keterbatasan dimensi kulit tersebut, pihak UKM enggan memproduksi sepatu wanita karena pola sepatu wanita yang dapat dikatakan rumit yang tidak memungkinkan untuk menggunakan sisa hasil potongan kulit. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang berfokus pada penelitian eksperimen yang subjeknya diberi perlakuan lalu diukur akibat perlakuan pada subjek. Tahapan yang dilakukan hingga sisa potongan kulit hasil dari proses finishing dapat digunakan diantaranya melewati proses pemilihan bahan atau identifikasi sisa kulit, pengeringan, pembentukan pola, penghalusan atau penipisan, dan penjahitan, setelah itu dapat dilanjutkan ke dalam tahapan proses produksi sepatu dengan menerapkan konsep Urban Timeless yaitu tren fesyen bersifat perkotaan yang tidak lekang oleh waktu. Kata kunci: Industri Penyamakan Kulit, Kulit Tersamak, Sepatu 

Page 2 of 133 | Total Record : 1327


Filter by Year

2018 2024


Filter By Issues
All Issue 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI TERAPAN VI (SNTEKPAN VI) TAHUN 2018 Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan More Issue