cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,327 Documents
PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP KETAHANAN BATU DASIT PADA UJI KUAT TEKAN UNIAKSIAL (UCS) Erni Irmawati; Gia Cintha Olinge Soares; Maria Frumensia Gastramat; Yudho Dwi Galih Cahyono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batuan merupakan kumpulan dari mineral yang kemudian diklasifikasikan menurut kumpulan mineral tersebut. Batuan terdiri dari beberapa jenis atau kategori berdasarkan proses pembentukannya, salah satunya adalah batuan dasit yang merupakan salah satu jenis dari kategori batuan beku. Batuan dasit merupakan batuan yang termasuk kelas intermediet yang merupakan hasil pendinginan magma di permukaan bumi ataupun adanya aktivitas gunung api yang diakibatkan oleh adanya perbedaan suhu saat pendinginan. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan batuan antara lain adalah faktor pelapukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan ketahanan batuan dasit berdasarkan derajat pelapukannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengamatan di lapangan secara langsung dan uji laboratorium untuk pengujian kuat tekan dengan menggunakan UCS (Uniaxial Compressive Strength) untuk mengetahui ketahanan batuan. Sampel batuan dasit di ambil dari sekitar lokasi Air Terjun Air Besar di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Berdasarkan hasil pengujian UCS di peroleh hasil kuat tekan batuan pada sampel batuan dasit segar memiliki nilai kuat tekan sebesar 42,77 MPa – 45,19 MPa, batuan dasit lapuk ringan memiliki kuat tekan sebesar 29,71 MPa – 31,32 MPa dan batuan dasit lapuk sedang memiliki kuat tekan sebesar 18,31 MPa - 22,16 MPa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perbedaan nilai kuat tekan pada batuan dasit dipengaruhi oleh derajat pelapukan.
PROGRAM KEMITRAAN PRODUKSI SEPATU DI SURABAYA Suparjo Suparjo; Randy Pratama Salisnanda
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra kegiatan ini mengenalkan produk ke pasaran hanya mengandalkan penjualan produk oleh distributor yang melakukan pemesanan barang ke mereka, otomatis merk yang beredar bukanlah merk dari pengrajin sendiri, tetapi merk dari distributor. Tak jarang produk mitra diminati oleh konsumen, namun karena merk dari distributor, sehingga pengrajin sendiri tidak akan pernah dikenal oleh masyarakat. Selain itu minimnya tenaga kerja yang terampil menjadi kendala yang cukup serius bagi UKM. Dari hasil pengamatan di lapangan dan wawancara langsung dengan mitra, terdapat tiga hal utama yang menjadi fokus pengembangan UKM, yaitu mencakup aspek pemasaran produk, aspek desain produk dan aspek peningkatan SDM. Ketiga aspek ini sudah tentu menjadi prioritas dalam meningkatkan kinerja UKM. Masing-masing aspek pengembangan akan memberikan kegiatan pendampingan kepada mitra, seperti aspek pemasaran, mitra akan mendapatkan bantuan dalam penganekaragaman marketing tool sampai pada pemasaran produk melalui internet. Aspek desain, berkaitan dengan pendampingan desain dan merk.
Pengaruh Variasi Tekanan Terhadap Densitas, Kadar Air Dan Laju Pembakaran Pada Briket Pelepah Kelapa Ariansyah Trisa; Wahidin Nuriana; Mustafa Mustafa
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

px; " Pembuatan briket dilakukan dengan memanfaatkan limbah biomassa yaitu pelepah kelapa. Pengujianbriket meliputi densitas, kadar air, dan laju pembakaran dari variasi tekanan pencetakaan 75 kg/cm²,100kg/cm², 125kg/cm² dan 150kg/cm²dilakukan pengujian pengeringan di oven suhu 105° selama 60menit dengan benda uji sebanyak 12 buah . Untuk rasio perbandingan pencampuran arang danperekat dengan perbandingan massa 70 : 30. Briket yang diperoleh adalah semakin besar tekananpencetakan makin rendah laju pembakarannya. Nilai laju pembakaran terendah adalah 0,52 g/menitpada tekanan 150 kg/cm2. Sebaliknya apabila semakin besar tekanan pencetakan maka nilai densitasakan semakin besar. Nilai densitas tertinggi 0,85 g/cm³ pada tekanan 150 kg/cm2. Nilai kadar airyang diperoleh adalah 5,06 % - 8,80 %.
KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN PASIR GUNUNG MERAPI DITINJAU DARI MANAJEMEN KWALITAS Siti Choiriyah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasir gunung Merapi merupakan pasir dengan kualitas baik, dikarenakan banyak mengandung   kandungan  silika  (SiO)  yang  tinggi,  ujung  silika  yang  runcing membentuk partikel yang memiliki sudut. Pola partikel yan memiliki sudut itulah yang membuat ikatan pasir gunung merapi degan semen menjadi lebih kuat. Selain kandungan silika (SiO)yang tinggi, pasir gunung merapi juga memiliki kandungan besi (FeO).Pada penelitian ini ,peneliti  membuat campuran beton dengan menggunakan pasir Gunung Merapi dengan menggunakan faktor air semen 0,4 ; 0,5 ; 0,6 diuji kuat tekan beton pada umur 28 hari dan uji kwalitas dari beton dengan menggunakan uji Statistik Distribusi Normal.Dari hasil penelitian awal diperoleh hasil Berat Jenis pasir Gunung Merapi 2,58 dengan kadar lumpur 5,4 % sehingga pasir harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan untuk campuran beton.Pasir Gunung Merapi tidak mengandung kotoran organik dan pasir berada pada Zone 3.Hasil Uji Kuat tekan beton dengan menggunakan pasir gunung Merapi pada umur 28 hari diperoleh pada faktor air semen 0,4 kuat tekan beton 31,93 Mpa,faktor air semen 0,5 kuat tekan beton 31,44 Mpa,faktor air semen 0,6 kuat tekan beton 30,71 Mpa.Dari  uji statistik deviasi standar diperoleh hasil, dengan kontrol rata-rata dua dan rata-rata tiga pasir gunung Merapi yang digunakan untuk campuran beton dengan menggunakan faktor air semen 0,4 ;0,5 dan 0,6 memiliki  kwalitas yang memuaskan dengan nilai kuat tekan beton diatas kuat tekan yang diharapkan 27,5 Mpa.Dengan demikian pasir gunung merapi dapat digunakan untuk campuran beton.
Pengaruh Rasio Tulangan Pada Balok Ditinjau Dari Kurvatur Daktilitas Dengan Mutu Baja Fy 400 Mpa Dewi Pertiwi; Abdi Hakiki
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok merupakan suatu komponen penting pembentuk struktur, ini dikarenakan sistemnya saling mengikat antara komponen satu dengan yang lain. Untuk meningkatkan kekuatan, kekakuan dan daktilitas balok beton bertulang dapat dilakukan dengan penambahan tulangan. Dengan adanya penambahan tulangan pada balok beton bertulang akan berpengaruh terhadap peningkatan daktilitas yang dimiliki balok tersebut. Dengan semakin baik sifat daktail yang dimiliki balok berarti akan menghindari keruntuhan pada struktur secara tiba-tiba. Daktilitas suatu komponen struktur dapat dilihat dari hubungan momen dan kurvatur, sehingga dapat diketahui kemampuan struktur tersebut dalam berdeformasi. Pada penelitian ini benda uji berbentuk balok berdimensi 20x20x60 cm ,menggunakan tulangan 2D16,3D16,4D16 dengan mutu beton f’c 25 Mpa yang dikombinasikan dengan baja tulangan mutu, fy 400 mpa . Pengujian kuat lentur menggunakan pembebanan satu bending dengan perletakan sendi-rol. Proses pembacaan dan pencataan dilakukan pada setiap fase crack, yield dan ultimate. Sehingga dari situ dapat diketahui besar defleksi yang terjadi pada tiap fase. Dari hasil uji lentur dapat di-analisa nilai momen lentur, tegangan lentur dan daktiliasnya. Untuk nilai momen dan tegangan lentur beton didapat hasil yang sama, dari tulangan 2D16 – 3D16 mengalami peningkatan sebesar 44,71%, untuk tulangan 3D16 – 4D16 sedikit mengalami penurunan sebesar 0,5%. Sedangkan untuk nilai daktilitas hasil yang paling baik ada pada tulangan 3D16 dengan rasio sebesar 0,0141. Sama halnya dari analisa daktilitas secara teoritis grafik hubungan momen dan kurvatur tulangan 3D16 adalah yang paling baik. Jadi, nilai rasio yang dihasilkan semakin kecil maka pengaruh terhadap daktiltias balok akan semakin bagus.
Pemberdayaan Kerajinan Latex Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Ch Desi Kusmindari; Poppy Indriani; Ari Muzakir
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatera Selatan adalah salah satu penghasil karet terbesar di Indonesia. Perkebunan karet di Sumatera Selatan saat ini juga merupakan pendukung aspek perekonomian di lingkungan sekitar atau masyarakat. Karet diproduksi menjadi barang jadi maupun setengah jadi berupa latek, sheet, crum rubber, ban, dll. (suherman, 2013). Namun di Sumatera Selatan produksi karet menjadi barang jadi masih sangat minim sekali, padahal apabila diolah dengan baik, karet dapat menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.Kampung Talang Kedondong Kebun Bunga Kecamatan Sukarami merupakan kawasan industri kerajinan souvenir karet yang telah berdiri sejak tahun 2012 Barang yang dihasilkan berbagai macam jenis souvenir, seperti gantungan kunci, hiasan lemari es, bross, dan souvenir bagi instansi/industri lainnya. Bahan utama yang digunakan adalah latek dan pewarna, bahan baku tersebut diproduksi dengan menggunakan peralatan yang masih sangat sederhana seperti, kompor, cetakan, panci, dan penetes latek. Permasalahan dari UKM ini adalah masih kurangnya inovasi pada desain dan kurangnya pemasaran. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian ini adalah membantu dalam hal desain dan inovasi souvenir karet dan membantu dalam pemasaran.
Pengenalan Pola Dengan Penggunaan Metode Ekestraksi Fitur Zernike Moment Pada Citra Aksara Jawa Kontemporer dan Aksara Jawa Kawi Hendro Nugroho; Maftahatul Hakimah; Taufan Augusta
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan aksara Jawa Kawi dan aksara Jawa Kontemporer telah berkembang di Indonesia sejak abad ke-8. Perkembangan kedua tulisan tersebut dipengaruhi akan adat dan budaya. Karena perkembangan tulisan tersebut, maka penenlitan ini dilakukan pengenalan pola dari kemiripan mulai dari awal aksara Jawa yaitu aksara Kawi dengan aksara Jawa Kontemporer. Pengenalan pola yang dilakukan menggunakan metode Zernike Moment. Proses pengenalan pola citra aksara Jawa Kawi dengan aksara Jawa Kontemprore dilakukan beberapa langkah yaitu (1) input citra, (2) praprosesing, (3) Zernike Momnet, (4) mencari nilai kemiripan, dan (5) Hasil. Dari hasil penelitian tersebut ternyata terdapat kemiripan antara tulisan aksara Jawa Kontemporer “HA” dengan aksara Kawi “HO”
PENGARUH PENAMBAHAN NUTRISI RUMEN, UREA & NaOH TERHADAP PERFORMA KOMPOR BIOGAS Syamsuri Syamsuri; Suheni Suheni; Yustia Wulandari; Aziz Aziz
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan manusia akan bahan bakar mineral bumi menyebabkan cadangan sumber energy tersebut semakin lama semakin berkurang.Keadaan ini membuat banyak kalangan sadar bahwa ketergantungan terhadap bahan bakar mineral bumi harus segera di kurangi. Untuk itu perlu energy yang tidak mudah habis, salah satu contoh adalah biogas Pada penelitian dengan metode eksperimen kali ini di gunakan variasi nutrisi antara lain, tanpa nutrisi, dengan nutrisi Rumen, dengan nutrisi Urea, dan dengan nutrisi NaOH untuk melihat seberapa cepat produksi biogas yang di hasilkan bila menggunakan nitrisi. Dari penelitian ini didapatkan Daya terbesar adalah dengan campuran NaOH yakni sebesar 1,129 kW, sedangkan efisiensi terbesar dengan campuran NaOH sebesar 54,7% untuk kecepatan produksi biogas tercepat adalah 14 hari yakni dengan nutrisi NaOH.
HUBUNGAN POROSITAS DENGAN SIFAT FISIK TANAH PADA INFILTRATION GALLERY Maritha Nilam Kusuma; Yulfiah Yulfiah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air baku Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) masih mengunakan air sungai dengan potensi mengandung polutan. Oleh karena itu,IPAM masih menggunakan banyak alum. Alum merupakan bahan kimia yang dicampurkan ke dalam air untuk mengikat polutan yang kemudian diendapkan dengan proses sedimentasi. Penggunaan alum disesuaikan dengan kadar polutan yang akan dihilangkan. Semakin tinggi kadar polutan, maka semakin banyak jumlah alum yang digunakan. Penggunaan alum berlebih, akan berdampak pada peningkatan tarif air. Selain itu, sifat karsinogenik pada kristal-kristal alum juga terbawa dalam sistem distribusi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pengolahan pendahuluan untuk membantu kinerja IPAM dengan memanfaatkan filtrasi tanah alami. Proses filtrasi alami sangat dipengaruhi sifat fisik tanah. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan porositas yang sangat berpengaruh pada proses filtrasi dengan sifat fisik tanah. Metode analisis menggunakan persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan, pada porositas kecil maka specific gravity setiap satuan volume akan bertambah, dan pada sebaran partikel menuju ke arah sand, akan menghasilkan kelembaban kecil, sehingga hal tersebut dapat digunakan sebagai acuan pengaplikasian infiltration gallery. Hasil kesimpulan adalah Kabupataen mojokerto dan Sidoarjo memiliki Sg 2,6 sehingga cocok untuk aplikasi infiltration gallery, dengan rata-rata nilai Sg 2,551, dan hasil regresi linier menunjukkan bahwa porositas dan Sg memiliki hubungan yang saling mempengaruhi sebesar 0,950.
Analisis Penerapan Material Requirement Planning dengan Mempertimbangkan Lot Sizing Model dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tissue Dinner I Gede Arya Krisna Putra; Ni Luh Putu Hariastuti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan industri bidang manufaktur yang memproduksi tissue, dimana jenis tissue yang diproduksi yaitu tissue dinner dan tissue cocktail. Perusahaan memiliki tingkat permintaan produk yang fluktuatif dan belum memiliki sistem atau metode yang optimal dalam penanganan mengenai perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku. Hal ini menyebabkan bahan baku over stock pada gudang yang jika dibiarkan dapat merugikan perusahaan. Dalam penelitian ini dilakukan peramalan menggunakan metode exponential smoothing dan moving average, setelah dilakukan pemilihan metode peramalan, dilakukan perhitungan safety stock sesuai kebijakan perusahaan. Data dari pemilihan metode peramalan dan perhitungan safety stock digunakan untuk melakukan perhitungan Material Requirement Planning (MRP). Metode lot size yang digunakan dalam penelitian ini adalahh metode Algoritma Wagner whitin dan Silver Meal. Hasil dari perhitungan metode Algoritma Wagner Whitin menghasilkan inventory cost sebesar Rp. 29.493.380 dan metode Silver Meal menghasilkan inventory cost sebesar Rp. 31.817.180 sedangkan untuk kebijakan perusahaan menghasilkan inventory cost sebesar Rp. 73.900.830, dari hasil tersebut maka diperoleh penghematan metode Algoritma Wagner Whitin 61% sedangkan untuk metode Silver Meal 57% dari perhitungan kebijakan perusahaan. Dari hasil dan analisa tersebut didapat lot sizing terbaik yaitu metode Algoritma Wagner Whitin sebagai pertimbangan perusahaan dalam perencanaan pengendalian persediaan bahan baku tissue dinner.

Page 52 of 133 | Total Record : 1327


Filter by Year

2018 2024


Filter By Issues
All Issue 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI TERAPAN VI (SNTEKPAN VI) TAHUN 2018 Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan More Issue