cover
Contact Name
Putri Wulandini S
Contact Email
putri.wulandini@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
JKA@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Abdurrab
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 25412620     EISSN : 25798723     DOI : -
Core Subject : Health,
JKA adalah Jurnal Keperawatan Abdurrab yang lahir November 2016, jurnal ini merupakan wadah penelitian bagi dosen dan perawat, mengenai perkembangan keilmuan keperawatan. Jurnal ini telah memiliki OJS (E-ISSN: 2579-8723) dan sangat membantu bagi rekan-rekan yang membutuhkannya. JKA terbit pada bulan juli dan Januari.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMAK ABDURRAB KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU Lora Marlita
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Abdurrab
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.375 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak kemasa dewasa (Santrock, 2007). Sofyan (2013) mengatakan remaja adalah suatu tahap kehidupan yang bersifat peralihan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, seperlima dari penduduk di dunia adalah remaja, dengan 900 juta penduduk remaja berada di negara yang sedang berkembang dengan 20 persennya berada di Indonesia. Faktor-faktor yang dianggap berperan dalam munculnya permasalahan seksual pada remaja diantaranya terbatasnya kalangan yang mendapatkan pelayanan tentang pendidikan seks.Perubahan biologis yang terjadi dan pengaktifan hormonal karena seringnya mengakses materi porno, rendahnya pengetahuan remaja yang cenderung lebih sering memunculkan aktifitas seksual dan pengaruh teman sebaya (Kusmiran, 2011). Upaya untuk mengatasi masalah perilaku seksual remaja tidak bisa hanya dilaksanakan oleh tenaga ahli saja seperti psikolog, konselor, dan pendidik. Tujuan penelitian ini untuk melakukan penelitian tentang pengaruh peer education terhadap perilaku seksual pada remaja. Mengetahui pengaruh peer education terhadap perilaku seksual pada remaja di SMAK Abdurrab Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Experiment (pre post with control design dengan intervensi peer education. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAK Abdurrab Kota Pekanbaru tahun 2016 sebanyak 99 orang. sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 responden dengan 34 orang kelompok intervensi dan kelompok kontrol.hasil Pada kelompok intervensi terjadi peningkatan secara bermakna terhadap perubahan perilaku seksual remaja setelah diberikan intervensi peer education yaitu dengan p value ˂ 0,05, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan secara bermakna terhadap perubahan perilaku seksual remaja dengan p value ˃0,05. Peran teman sebaya sangat berpengaruh dengan masalah perilaku seksual remaja, karena teman sebaya dapat menjadi sumber daya protektif yang dapat meminimalkan angka terjadinya masalah perilaku seksual pada remaja. Penelitian ini dijadikan salah satu referensi untuk melakukan asuhan keperawatan pada anak remaja.
EVALUASI SIKAP PASIEN RAWAT INAP KELAS I DAN VIP/VVIP TERHADAP RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SRUWENG ratih ayuningtiyas; Susanto Susanto; Mohammad Syafril Nusyirwan
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.335 KB)

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Sruweng adalah merupakan Rumah Sakit swasta milik Persyarikatan Muhammadiyah yang terletak di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah yang saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan diri. Bed Occupation Rate (BOR) selama tahun 2008 dan 2009 berkisar antara 71,72% sampai 78,82%. Meskipun berdasarkan indikator layanan inap kinerja RS Muhammadiyah Sruweng sudah tergolong baik, tetapi tetap perlu dilakukan evaluasi terhadap sikap pasien, terutama pasien kelas I dan VIP/VVIP karena pada dasarnya mereka memiliki kemampuan untuk memilih RS lainnya sebagai tempat perawatan kesehatan mereka. Tujuan penelitian: Mengetahui sikap pasien terhadap RS Muhammadiyah Sruweng melalui atribut-atribut yang melekat pada kelas I dan VIP/VVIP Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi adalah seluruh pasien rawat inap kelas I dan VIP/VVIP di Rumah Sakit Muhammadiyah Sruweng yang memenuhi kriteria inklusi. Besar sampel yang didapat sebanyak 100 orang. Desain pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis sikap dengan menggunakan Model Sikap Fishbein. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien kelas I dan VIP/VVIP memiliki nilai sikap 140,05 sedangkan nilai tertinggi untuk sikap adalah 175,00. Kemudian nilai sikap dari atribut-atribut yang berperan secara dominan dari yang tertinggi ke terendah adalah pelayanan yang islami (21,76), lokasi yang strategis (21,30), pelayanan yang ramah (20,07), kamar yang bersih (19,71), fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai (19,62), bangunan RS yang nyaman (19,40) dan penanganan yang cepat (18,19). Kesimpulan: Pasien rawat inap kelas I dan VIP/VVIP memiliki sikap positif terhadap RS Muhammadiyah Sruweng Kata Kunci: Sikap Pasien, Rumah Sakit Muhammadiyah Sruweng ABSTRACT Background: Muhammadiyah Hospital of Sruweng is a privately owned by Persyarikatan Muhammadiyah Kebumen that located in Central Java which is currently being actively to develop themselves. Bed Occupation Rate (BOR) during 2008 and 2009 ranged from 71.72% to 78.82%. Although based on performance indicators of inpatient services Muhammadiyah Hospital of Sruweng was classified as good, but the attitude of patients still needs to be evaluated, especially inpatients in class I and VIP / VVIP because basically they have the ability to choose another hospital as a place of their health care. Objective: Knowing the attitude of patients towards the Muhammadiyah Hospital of Sruweng through the attributes inherent in the class I and VIP / VVIP Methods: This type of research is descriptive research with quantitative and qualitative approaches. The population was all inpatient class I and VIP / VVIP at Muhammadiyah Hospital Sruweng who met the inclusion criteria. Large samples are obtained as many as 100 people. Sampling design was purposive sampling. Analysis of attitudes using Fishbein Attitude Model. Results: Results showed that attitudes score of inpatients in class I and VIP / VVIP is 140.05, while the maximal scores for attitude is 175.00. Then the value of the attitude of the attributes that contribute dominantly from highest to lowest is the ministry of Islamic (21.76), a strategic location (21.30), friendly service (20.07), cleanliness of rooms (19, 71), adequate health care facilities (19.62), a comfortable building of hospital (19.40) and rapid handling (18,19). Conclusion: Inpatients of class I and VIP / VVIP have a positive attitude towards the Muhammadiyah Hospital of Sruweng Keywords: Patient Attitudes, Muhammadiyah Hospital of Sruweng
PENGARUH RENDAMAN AIR HANGAT PADA KAKI SEBELUM TIDUR TERHADAP INSOMNIA Ifon Driposwana Putra
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.698 KB)

Abstract

ABSTRACT Sleep desorders (insomnia) can lead to serious problems and even reduce quality of life. This often occurs in the elderly that decrease the quality of sleep. Soaking the feet in warm water before sleep can improve the microcirculation of the blood vessels and vasodilation causing a relaxing effect, followed by increased secretion of melatonin this improving the quality of sleep. This study aimed to identify the effect of soaking feet in warm water before sleep to decreased insomnia of elderly in the PSTW Khusnul Khotimah Pekanbaru. This study uses a quasy-experimental design approach to one group pre test-pos test. The sampling technique used purposive sampling with 20 respondents who had been in accordance with the inclusion criteria. Intervention is given for 5 consecutive days. Measuremend of insomnia using insomnia ratting scale questionnaires. Differences insomnia score in the analysis with pairet t-test used ti test the mean difference of 2 measurement in the same group. The results showed the influence of soaking feet in warm water before sleep for penurunan insomnia after the intervention (). from these results it mean an increase in the decreased insomnia after a soak feet in warm water. Keywords : Insomnia, Elderly, warm water. ABSTRAK Ganggaun tidur (insomnia) dapat mengakibatkan masalah serius bahkan juga dapat menurunkan kualitas hidup. Hal ini sering terjadi pada lansia yang berdampak pada menurunnya kualitas tidur. Terapi merendam kaki dengan air hangat sebelum tidur dapat memperbaiki mikrosirkulasi pembuluh darah dan vasodilatasi sehingga menimbulkan efek relaksasi yang dilanjutkan dengan peningkatan sekresi melatonin sehingga meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh merendam kaki dengan air hangat sebelum tidur terhadap penurunan insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werda Khusnul Khotimah Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment denga pendekatan one group pre test-post test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 20 responden yang telah sesuai dengan kriteria inklusi. Intervensi diberikan selama 5 hari berturut-turut. Pengukuran insomnia menggunakan kuesioner insomnia ratting scale. Perbedaan skor insomnia di analisis dengan uji pairet sample t-test yang digunakan untuk menguji beda mean dari 2 hasil pengukuran pada kelompok yang sama. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh rendaman air hangat pada kaki sebelum tidur terhadap penurunan insomnia responden setelah dilakukan intervensi (). dari hasil tersebut dapat dikatan terjadi penurunan insomnia setelah rendam kaki dengan air hangat. Kata kunci : Insomnia, Lanjut Usia, air hangat
PENGARUH TERAPI BERMAIN VEGETABLE EATING MOTIVATION (VEM) TERHADAP PERILAKU MAKAN SAYURAN novi yanti; Emulyani Emulyani; Malisa Zahyani
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.318 KB)

Abstract

ABSTRAK Konsumsi sayur diperlukan tubuh sebagai sumber vitamin, mineral dan serat dalam mencapai pola makan sehat dengan gizi seimbang untuk kesehatan yang optimal. Penanaman kebiasaan hidup sehat, temasuk kebiasaan makan yang baik seharusnya dilakukan untuk anak saat usia prasekolah. Usia prasekolah (3-5) tahun merupakan kebutuhan yang krusial untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Terapi bermain merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan cara bermain untuk memberikan stimulus yang dapat meningkatkan perilaku asertif pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain Vegetable Eating Motivation (VEM) terhadap perilaku makan sayuran pada anak prasekolah. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain penelitian quasi-experiment dengan pendekatan pre and post test without control yang mana peneliti akan melakukan intervensi pada satu kelompok tanpa pembanding (kontrol). Efektifitas perlakuan dinilai dengan cara membandingkan nilai pre test dengan post test. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive dan sampel penelitian berjumlah 18 orang. Analisa yang digunakan yaitu dependent T-test. Hasil uji statistik didapatkan nilai rata-rata konsumsi sayur sebelum diberikan intervensi yaitu 38,22 dengan standar deviasi (SD) 18,236 dan setelah diberikan intervensi yaitu 68,11 dengan standar deviasi (SD) 18.304. Hasil analisa diperoleh p value sebesar 0,000 < α (0,05), maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan konsumsi sayuran pada anak prasekolah setelah diberikan terapi bermain Vegetable Eating Motivation (VEM). Kata Kunci : Konsumsi sayur, prasekolah, Terapi bermain ABSTRACT Consumption of vegetables the body needs vitamins, minerals and fiber in achieving a healthy diet with balanced nutrition for optimal health. Planting healthy habits, including the good eating habits should be done to children during the preschool years. Preschool (3-5) in a crucial requirement for optimal growth and development. Play therapy is a series of activities carried out by way of play to give a stimulus to improve assertive behavior in children. The purpose of this study was to determine the effect of play therapy Vegetable Eating Motivation (VEM) on feeding behavior in preschool children vegetables. Type of research is quantitative with quasi-experimental research design with pre-post and post-test approach without control Which one Researchers will intervene in a comparison group without (control). Effectiveness of the treatment was assessed by comparing the value of the pre-test to post-test, Sampling was conducted using purposive and sample amounted to 18 people. The analysis used is dependent T-test. Statistical test results obtained average value of the consumption of vegetables before the given intervention is 38.22 with a standard deviation (SD) 18.236 and after a given intervention is 68.11 with a standard deviation (SD) 18 304. The results of the analysis, the p value of 0.000 <α (0.05), it can be concluded there was an increase of vegetable consumption in preschool children after therapy plays Vegetable Eating Motivation (VEM). Keywords: Consumption of vegetables, preschooler, play therapy
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TEMPAT TINGGAL PADA LANSIA DI KOTA PEKANBARU su wignyo; Eka R Nia; Nefri T; Suryanti Suryanti
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.58 KB)

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup penduduk Indonesia berdampak pada peningkatan jumlah penduduk lansia. Pertambahan jumlah lansia dapat menimbulkan berbagai permasalahan kompleks baik bagi diri lansia, keluarga maupun masyarakat yang meliputi aspek biologis, mental, fisik ataupun sosial ekonomi yang akan berpengaruh terhadap status gizi lansia. Masalah gizi pada lansia perlu menjadi perhatian khusus karena mempengaruhi status kesehatan dan mortalitas. Lingkungan tempat tinggal memiliki dampak besar bagi kesehatan lansia, mengakibatkan perubahan peran lansia dalam menyesuaikan diri dan berdampak terhadap status gizi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan tempat tinggal pada lansia di Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis rancangan observasional dengan desain cross sectional serta uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Status gizi lansia di nilai dengan melakukan pengukuran IMT (Indeks Masa Tubuh). Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2017 di Panti Sosial dan komplek perumahan Beringin Indah Pekanbaru dengan jumlah sampel 113 orang lansia. Hasil penelitian ini yaitu terdapat perbedaan status gizi antara lansia di Panti Sosial dengan di komplek perumahan Beringin Indah Pekanbaru dan didapatkan P-value 0.003 (p<0.05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan tempat tinggal pada lansia di Kota Pekanbaru.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SISWA/I SEKOLAH DASAR NEGERI 37 KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU linda suryani
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.187 KB)

Abstract

PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa/i Sekolah Dasar Negeri 37 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah survei analitik cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2017 di SD Negeri 37 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Populasi dalam penelitian adalah siswa/i SD Negeri 37 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru dengan jumlah 1115 orang, Pengambilan sampel dilakukan secara Proportionate Stratified Random Sampling dengan besar sampel berjumlah 90 orang, sampel ditentukan dengan metode role of thumb. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisa data dalam dilakukan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariate. Hasil penelitian diperoleh faktor yang mempengaruhi PHBS siswa/i Sekolah Dasar Negeri 37 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru antara lain pengetahuan (P value 0,000 dan OR 7,083), sikap (P value 0,000 dan OR 9,158), fasilitas (P value 0,000 dan OR 14,643), dukungan sekolah (P value 0,000 dan OR 6,373), dan dukungan orang tua (P value 0,000 dan OR 5,835). Dapat disimpulkan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi PHBS siswa/i Sekolah Dasar Negeri 37 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru adalah fasilitas dengan nilai Ratio Prevalens (RP) sebesar 11 dan nilai p 0,000. Diharapakan kepada pihak sekolah Dasar Negeri 37 Kecamatan Tampan Pekanbaru untuk lebih melengkapi fasilitas PHBS dan memeberikan dukungan kepada siswa/i untuk melakukan PHBS dilingkungan sekolah
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWI TENTANG FLOUR ALBUS DI KELAS X JURUSAN BUSANA BUTIK DAN TEKSTIL SMK NEGERI 4 PEKANBARU Andalia Roza
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.387 KB)

Abstract

Flour Albus ( Keputihan ) adalah cairan yang keluar berlebihan dari vagina bukan merupakan darah, tidak berupa darah, Flour Albus keadaan yang dapat terjadi fisilogis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswi tentang Flour Albus di kelas X jurusan jurusan busana butik dan tekstil SMK N 4 Pekanbaru tahun 2014. Metode penelitian ini menggunakan metode deskrpitif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 orang siswi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian mengunakan teknik total sampling dengan sampel sebanyak 60 orang siswi. Instrumen penelitian yaitu dengan penyebaran kuesioner, data diolah secara manual yaitu dengan penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 april 2014, tempat penelitan di SMK N 4 Pekanbaru, dan cara pengambilan data mengunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil Rekapitulasi Distribusi Frekuensi Gambaran Pengetahuan Responden tentang Flour Albus di kelas X Jurusan Busana Butik dan Tesktil SMK N 4 Pekanbaru Tahun 2014 dikategorikan tinggi sebanyak 11 orang ( 18,3 % ), sedang sebanyak 37 orang ( 62 % ), rendah sebanyak 12 orang (20 %). Walaupun demikian diharapkan kepada SMK N 4 Pekanbaru agar penduli kepada siswa/i terhadap semua yang menyangkut dengan masalah pengetahuan kesehatan dan mengaplikasikan pengetahuan kesehatan tersebut ke lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat karena derajat kesehatan mempengaruhi pengetahuan Flour Albus.Flour Albus ( Keputihan ) adalah cairan yang keluar berlebihan dari vagina bukan merupakan darah, tidak berupa darah, Flour Albus keadaan yang dapat terjadi fisilogis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswi tentang Flour Albus di kelas X jurusan jurusan busana butik dan tekstil SMK N 4 Pekanbaru tahun 2014. Metode penelitian ini menggunakan metode deskrpitif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 orang siswi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian mengunakan teknik total sampling dengan sampel sebanyak 60 orang siswi. Instrumen penelitian yaitu dengan penyebaran kuesioner, data diolah secara manual yaitu dengan penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 april 2014, tempat penelitan di SMK N 4 Pekanbaru, dan cara pengambilan data mengunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil Rekapitulasi Distribusi Frekuensi Gambaran Pengetahuan Responden tentang Flour Albus di kelas X Jurusan Busana Butik dan Tesktil SMK N 4 Pekanbaru Tahun 2014 dikategorikan tinggi sebanyak 11 orang ( 18,3 % ), sedang sebanyak 37 orang ( 62 % ), rendah sebanyak 12 orang (20 %). Walaupun demikian diharapkan kepada SMK N 4 Pekanbaru agar penduli kepada siswa/i terhadap semua yang menyangkut dengan masalah pengetahuan kesehatan dan mengaplikasikan pengetahuan kesehatan tersebut ke lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat karena derajat kesehatan mempengaruhi pengetahuan Flour Albus.
ENABLING FAKTORS YANG HUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSJ TAMPAN Putri Wulandini
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.386 KB)

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan adalah proses pelaksanaan pencatatan asuhan keperawatan yakni dari pengkajian saat masuk sampai pasien dinyatakan sehat, diagnosis yang diangkatberdasarkan masalah yang ditemukan, perencanaan keperawatan, tindakan yang dilakukan serta evaluasi dari proses asuhan keperawatan yang diberikan. (Nursalam, 2007) Perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung, maupun yang tidak diamati secara langsung, oleh pihak luar. Green (1980) mengemukaan bahwa perilaku dipengaruhi oleh tiga faktor yakni: faktor predisposing (pengetahuan, sikap tradisi, kepercayaan, sistem nilai yang dianut), faktor pemungkin (sarana dan prasarana), faktor penguat (sikap perilaku tokoh masyarakat, petugas, undang-undang,aturan). Tujuan penelitian untuk melihat enabling faktors (fasilitas dan beban kerja) yang hubungan dengan perilaku pendokumentasian asuhan keperawatan di RSJ Tampan. Jenis penelitian analitik dengan studi penampang, dengan populasi seluruh perawat RSJ tampan 93 orang, dengan teknik total sampling. Hasil Hasil penelitian di dapatkan 100% sarana pendokumentasian baik Hasil analisis hubungan antara beban kerja dengan pendokumentasian asuhan keperawatan diperoleh perawat yang memiliki beban kerja tidak sesuai dengan pendokumentasian kurang yakni 35 (67.3%), sedangkan perawat yang memiliki beban kerja sesuai dengan pendokumentasian baik yakni 26 (63.4%). Hasil penelitian di dapatkan sebahagian besar beban kerja perawat di RSJ Tampan adalah tidak sesuai 52 orang (55.9%). Dari hasil penelitian di RSJ Tampan diketahui bahwa sebagian besar perawat 50(53.8%) kurang melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan. Hasil uji statistik didapatkan p value = 0.006 maka ada hubungan antara beban kerja dengan pendokumentasian asuhan keperawatan, OR= 3.569, artinya perawat yang memiliki beban kerja sesuai mempunyai peluang 4 kali untuk mendokumentasikan asuhan keperawatan dengan baik.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMANDIRIAN LANSIA DALAM MELAKUKAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) DI UPT PSTW KHUSNUL KHOTIMAH LORA MARLITA; Roni Saputra; Moh Yamin
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.868 KB)

Abstract

Lansia merupakan tahap akhir pertumbuhan manusia, saat seorang memasuki tahap lansia mereka akan mengalami berbagai perubahan yang dapat mempengaruhi lansia tersebut dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari- hari. Timbulnya ketergantungan dalam melakukan ADL pada lansia dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti umur, kesehatan fisiologis, fungsi kognitif, dan fungsi psikososial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kemandirian lansia dalam melakukan activity of daily living (ADL) pada lansia di PSTW Khusnul Khotimah Pekanbaru. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif pada 80 oarang responden lansia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tingkat kemandirian lansia. Hasil penelitian didapatkan klien tergantung 63,8% dalam melakukan ADL. Klien dengan resiko mudah terjatuh 57,5% dalam melakukan ADL. Klien dengan faktor penyakit 58,8% dalam melakukan ADL. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pihak PSTW untuk meningkatkan pelayanan sehingga lansia dapat melakukan aktivitas kehidupan sehari- hari secara mandiri.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DAN MEDIA MASSA TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA DI SMPN 17 DAN SMPN 32 KECAMATAN SUKAJADI PEKANBARU Wiwi Sartika
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.309 KB)

Abstract

Remaja sangat rentan terhadap perilaku seksual yang akan berakibat negatif terhadap status kesehatan. Perilaku seksual pranikah remaja dapat menurunkan kualitas remaja serta meningkatkan resiko kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua dan media massa terhadap perilaku seks pranikah pada remaja. Penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif analitik observasional (cross-sectional) dengan unsur variabel independen dan dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 17 dan SMPN 32 Kecamatan Sukajadi Pekanbaru. Sampel adalah siswa-siswi kelas VII di SMPN 17 dan SMPN 32 Kecamatan Sukajadi Pekanbaru. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah sampel 477 responden. Data yang digunakan adalah data primer dengan menyebarkan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi- square variabel peran orang tua diperoleh nilai P value = 0,046 < α = 0,05 dan variabel media massa diperoleh nilai P value = 0,041 < α = 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara peran orang tua dan media massa terhadap perilaku seks pranikah pada remaja. Kata Kunci : Perilaku, Seks, Pranikah, Remaja

Page 7 of 21 | Total Record : 201