cover
Contact Name
Jurnal TP Unisi
Contact Email
juraltpunisi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltepeunisi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
ISSN : 23014083     EISSN : 25985132     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian ini merupakan publikasi resmi yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri, Tembilahan. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan Mei Tahun 2012. Namun OJS baru diterapkan pada Tahun 2018. Jurnal ini memuat tinjauan mengenai hasil-hasil penelitian dan non penelitian tentang suatu permasalahan secara komprehensif dan prospek pengembangannya, serta bertujuan memberi informasi tentang Teknologi Pertanian Jurnal ini berfokus pada teknologi pertanian seperti sains dan teknik pangan, teknologi dan manajemen industri pangan, teknik pertanian dan rekayasa bioproses.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
PENGARUH LAMA PERENDAMAN TEMU KUNCI TERHADAP AKTIVITAS PENGHAMBATAN RADIKAL Puyanda, Irvia Resti; Gibran, Henrikus Andries
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v13i1.2757

Abstract

Fingerroot is a type of rhizome that is usually added in cooking a dish. The purpose of this study was to determine the effect of soaking time on the total phenolic compounds and radical scavenging activity of the fingerroot soaking time. Fingerroots were washed, chopped, then soaked in distilled water for 0, 10, and 20 minutes at 95°C. Afterwards, screening was carried out followed by testing for radical scavenging activity using the DPPH and ABTS methods, as well as testing for total phenolic compounds. From the results, it was obtained that zero-minute immersion time produced the highest total phenolic compounds and radical scavenging activity (DPPH method), namely 0.70 mg GAE/100g and 6.53%, respectively. Meanwhile, the radical scavenging activity using the ABTS method resulted in the highest value reaching 88.98% for 20 minutes of immersion.
RANCANG BANGUN ALAT PENCAMPUR PAKAN TERNAK TIPE VERTIKAL Putri, Renny Eka; Butar Butar, Angelia; Putri, Irriwad
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v13i1.2847

Abstract

Pencampuran pakan ternak merupakan tahap yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan gizi ternak. Saat ini, pencampuran pakan ternak masih umumnya dilakukan secara manual dengan menggunakan sekop dan cangkul yang dikerjakan oleh tenaga manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat pencampur pakan ternak dan melakukan uji teknis guna meningkatkan efisiensi proses pencampuran pakan ternak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pengembangan alat. Alat pencampur pakan ternak yang dikembangkan memiliki kapasitas hopper sebesar 28 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ini mampu mencampur pakan hingga 120 kg dalam satu jam, dengan waktu pencampuran 10 kg bahan selama 5 menit, menghasilkan campuran yang merata dan homogen, serta tanpa ditemukan gumpalan. Alat pencampur pakan ternak ini dapat mencampur dengan kecepatan rotasi rata-rata sebesar 38,7 RPM. Selain itu, kebisingan yang dihasilkan oleh alat ini rata-rata sekitar 77,37 dB, yang tetap berada di bawah batas kebisingan yang diperbolehkan. Durasi pencampuran juga memengaruhi suhu alat dan bahan yang dicampur.
PENENTUAN WARNA PADA GULA KRISTAL RAFINASI DENGAN METODE ICUMSA UNTUK JENIS GULA R1 DAN R2 PADA PT. XYZ Sari, Risma; Maryam; Adelia, Putri
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v13i1.3177

Abstract

Telah dilakukan penentuan warna gula kristal rafinasi dengan metoda ICUMSA untuk jenis gula R1 dan R2 di PT. XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode ICUMSA dalam penentuan warna gula kristal rafinasi, dengan fokus pada gula jenis R1 dan R2. Data analisis warna (colour) diperoleh dan hasilnya menunjukkan bahwa warna gula jenis R1 berkisar antara 23 - 37 IU, sedangkan warna gula jenis R2 berkisar antara 46 - 65 IU. Berdasarkan standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI 3140.2:2011/A.6), kedua jenis gula ini memenuhi persyaratan kualitas warna. Gula jenis R1 memiliki warna yang lebih putih, sementara gula jenis R2 memiliki warna yang agak kekuningan. Selain itu, ukuran partikel gula jenis R1 lebih kecil dan lebih halus dibandingkan dengan gula jenis R2. Selama pengujian, tidak ada perubahan warna yang melebihi standar yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemurnian gula telah dilakukan secara maksimal, menghasilkan produk berkualitas. Namun, jika nilai warna gula jenis R2 ≤ 80 IU, gula tersebut akan diproses kembali untuk mencapai nilai warna yang memenuhi standar, sehingga dapat meminimalkan kerugian di perusahaan.
ANALISIS ALAT PENANAMAN JAGUNG (Zea mays L) MANUAL DENGAN SISTEM DORONG Ardiansyah, Adi; Faisal, Muhammad; Kadafi, Muamar
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v13i1.3183

Abstract

Produksi jagung dunia menempati urutan ketiga setelah padi dan gandum. Distribusi penanaman jagung terus meluas di berbagai negara karena tanaman ini mempunyai daya adaptasi yang luas di daerah subtropik ataupun tropik. Indonesia menempati urutan ke-8 dengan produksi jagung sekitar 2,06 %. Produksi jagung terbesar di 12 Provinsi dan 45 Kabupaten, Berdasarkan data badan statistik di Nusa Tenggara Barat produksi jagung sebesar 20,67 juta ton atau naik 1,66 pada tahun 2015 di bandingkan pada tahun 2014. Metode penelitian ini adalah metode ekperimental dengan percobaan merancang alat mesin secara langsung di perbengkelan. Pengujian performansi dengan perlakuan jagung 3 tahap yaitu 0,015 kg, 0,016 kg dan 0,016 kg. Pengujian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian pada waktu kerja yang paling lama adalah pada percobaan ketiga yakni 45,50 menit sedangkan waktu yang paling cepat yakni pada perlakuan pertama yakni 15,47 menit dan pengujian alat dilakukan tiga perlakuan dengan bobot bahan berbeda yakni perlakuan pertama 0,25 kg, perlakuan kedua 0,5 kg, dan perlakuan ketiga 0,75 kg. Efisiensi kerja alat perlakuan pertama, kedua, dan ketiga masing-masing sebesar 93, 95 dan 97%. Efisiensi yang paling tinggi terjadi pada perlakuan ketiga yakni yakni sebesar 97%. Efisiensi yang paling rendah adalah perlakuan pertama yakni 0,93 atau 93%. Kapasitas kerja alat pada perlakuan pertama sebesar 0,015 kg/menit. Adapun perlakukan kedua dan ketiga kapasitas kerja alat memiliki nilai yang sama, yakni 0,016 kg/menit.
ANALISA PEMBUATAN TEPUNG BIJI ALPUKAT ( Persea americana Mill) DENGAN 3 METODE PENGERINGAN Novitasari, Rifni; Tuty Anggraini; Hasbullah; Dini Hervani
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v13i1.3192

Abstract

Kerusakan pangan dapat disebabkan oleh faktor intrinsik antara lain aktivitas air (aw) dan kelembaban, kematangan serta sifat makanan. Kerusakan pangan tingkat pencemaran mikroba. Salah satu metode pengawetan yang sederhana dan paling banyak digunakan adalah pengeringan. Pengeringan dilakukan dengan cara menguapkan sebagian besar air yang terkandung dalam makanan dengan menggunakan energi panas. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk memanfaatkan limbah biji alpukat menjadi Tepung Biji Alpukat (TBA) dengan menggunakan 3 metode pengeringan yaitu; dengan bantuan sinar matahari, dengan menggunakan food dehydrator dan alat roasting Gene Café. Kemudian membandingkan karekteristik TBA dari 2 metode pengeringan dengan alat yaitu metode food dehydrator dan alat roasting Gene Café secara kuantitatif deskriptif terhadap karakteristik fisik dan kadar air dan kadar taninnya. Dari ketiga pengeringan tersebut maka pengeringan terbaik adalah pengeringan dengan alat roasting Gene Café pada suhu 150oC dengan kadar air 5.5 + 0.76 % , kadar tanin 0.723 + 0.004 mg/100 g, dengan tekstur halus, berwarna kecoklatan, dan beraroma khas biji alpukat yang menyerupai aroma buah alpukatnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5