cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013" : 9 Documents clear
STRATEGI PENGELOLAAN AIR LIMBAH SENTRA UMKM BATIK YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SUKOHARJO Kurniawan, M Wawan; -, P Purwanto; -, S Sudarno
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.109 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.62-72

Abstract

ABSTRAKIndustri batik menimbulkan dampak air limbah organik dalam jumlah yang besar, warnayang pekat, berbau menyengat dan memiliki suhu, keasaman (pH), Biochemical OxygenDemand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) serta Total Suspended Solid (TSS) yangtinggi. Desa Banaran Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo merupakan sentra industriusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) batik yang potensial dalam mendukungperekonomian lokal namun belum memiliki sistem pengelolaan air limbah. Penelitian inibertujuan untuk menyusun strategi pengelolaan air limbah UMKM Batik di Desa Banarandalam perspektif good governance berdasarkan kajian aspek teknis, aspek ekonomi, aspekmanajemen dan aspek sosial dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness,Opportunity and Threats) dilanjutkan penentuan prioritas strategi dengan metode AHP(Analytical Hierarchy Process). Untuk mengkaji keempat aspek tersebut maka dilakukanobservasi, dokumentasi, pengukuran, uji laboratorium di lokasi penelitian dan wawancaraterhadap stakeholders dalam pengelolaan air limbah UMKM Batik di Desa Banaran yaitupemerintah daerah, UMKM Batik, tokoh masyarakat dan sektor swasta pelaku CorporateSocial Responsibility (CSR) di Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan hasil analisis SWOT danmetode AHP menghasilkan prioritas strategi untuk mewujudkan pengelolaan air limbahUMKM Batik yaitu : (1) Aspek Manajemen : penyusunan kebijakan dan programpengelolaan air limbah UMKM Batik, (2) Aspek Teknis : penentuan lahan untuk InstalasiPengolahan Air Limbah (IPAL) yang representatif, (3) Aspek Ekonomi : swadana UMKMBatik dalam operasional dan perawatan IPAL dan (4) Aspek Sosial : pembinaan tekniskepada UMKM Batik dalam pengelolaan air limbah. Untuk mewujudkan pengelolaan airlimbah UMKM Batik secara optimal dan berkelanjutan diperlukan kerjasama dankemitraan yang baik di antara stakeholders sebagai perwujudan dari paradigma goodgovernance didalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan.Kata kunci : pengelolaan air limbah UMKM batik, good governance, prioritas strategi
KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN PENERAPAN TEKNOLOGI BIOFLOK PADA KEGIATAN BUDIDAYA UDANG VANAME DENGAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT Ma'in, M; Anggoro, Sutrisno; Sasongko, Setia Budi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.655 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.110-119

Abstract

ABSTRAKPenerapan teknologi bioflok pada kegiatan budidaya vaname perlu dievaluasi, terkaitpenggunaan sumberdaya alam dan energi listrik yang berpotensi mengakibatkan dampaklingkungan disertai biaya investasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisisdampak lingkungan dan menentukan strategi pengelolaan budidaya udang berbasis teknologibioflok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakanmetode penaksiran daur hidup. Kajian dibatasi pada kegiatan pembesaran di tambak “cradleto farm gate”, unit yang digunakan adalah produksi 1 ton udang vaname. Hasil penelitian inimenunjukkan teknologi bioflok mampu meningkatkan produksi per satuan luas lahan yangdigunakan dengan ukuran panen ± 16,4 gr/ekor, nilai FCR 1,3, SR 86 - 92%, dan SGR 15,6%.Produksi per ton udang vaname menghasilkan dampak: acidification (Acd); 63.39 ± 15.37 kgSO2eq, eutrophication (Eut); 14.10 ± 3.28 kg PO4eq, ; global warming potential (GWP); 7336.77± 1,46 kg CO2eq, ; dan cumulative energy use (CEU) sebesar 101,64 ± 18.84 GJ. Strategipengelolaan perlu dilakukan dengan perbaikan manajemen pemberian pakan berbasis kualitasair, pengurangan konsumsi energi listrik, menerapkan panen bertahap dan menambahkankolam pengolahan limbah.Kata Kunci : kajian, lingkungan, bioflok, budidaya udang,
MEKANISME IMBAL JASA LINGKUNGAN DI SUB-DAS CIKAPUNDUNG (Studi Kasus pada Desa Cikole dan Desa Suntenjaya Kabupaten Bandung Barat) Napitupulu, Dinda Febrima; Asdak, Chay; Budiono, B
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.89 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.73-83

Abstract

ABSTRAKMekanisme Imbal Jasa Lingkungan (IJL) merupakan salah satu upaya dalampengelolaan sub-DAS. Mekanisme ini telah diimplementasikan di sub-DAS Cikapundung.Kesepakatan program IJL di sub-DAS Cikapundung terjadi antara kelompok tani Giri PutriDesa Cikole dengan Pustanling dan kelompok tani Syurga Air dengan PT Aetra. BPLHDberperan sebagai mediator dalam kesepakatan ini. Pada pelaksanaannya, mekanisme IJL disub-DAS Cikapundung dikategorikan sebagai mekanisme IJL yang belum sepenuhnyamencerminkan mekanisme IJL yang berkelanjutan. Kriteria mekanisme IJL yangberkelanjutan seharusnya memenuhi aspek-aspek: realistic, voluntarily, conditional, danpro-poor (Munawir, 2009). Pada mekanisme IJL di sub-DAS Cikapundung hal ini belumsepenuhnya terjadi.Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yangdapat dilakukan agar mekanisme IJL di sub-DAS Cikapundung menjadi berkelanjutan.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan datadilakukan melalui wawancara dan kuisioner dengan kelompok tani Syurga Air dan GiriPutri, PT Aetra, Pustanling, BPLHD, serta LP3ES. Analisis yang dilakukan adalah analisiskesenjangan, analisis peran faktor dan analisis SWOT. Mekanisme IJL di sub-DASCikapundung belum berjalan secara berkelanjutan dikarenakan masalah dalamkelembagaan dalam pengelolaan dan monitoring perkembangannya di lapangan. Selain itudana yang diberikan kepada kelompok tani juga masih tergolong belum mencukupi untukaktivitas konservasi lahan. Untuk mewujudkan mekanisme IJL yang berkelanjutan makadiperlukan upaya-upaya strategis terutama dalam kaitannya dengan kelembagaan mediasikesepakatan dengan pembentukan lembaga mediator mekanisme IJL yang bukan dariinstitusi pemerintah agar fasilitasi, advokasi dan koordinasi mekanisme IJL berjalan lebihoptimal, juga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan pada regulasi terkaitIJL, meningkatkan optimalisasi setiap forum pertemuan, meningkatkan kinerjastakeholders, serta melakukan negosiasi dengan potential buyer.Kata kunci: imbal jasa lingkungan, sub-DAS Cikapundung, strategi SWOT
BACTERIAL Cr (VI) REDUCTION AND ITS IMPACT IN BIOREMEDIATION Pramono, Ali; Rosariastuti, MMA Retno; Ngadiman, N; Prijambada, Irfan D
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.798 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.120-131

Abstract

ABSTRACTChromium is hazardous pollutant for ecosystem caused chromium especially inhexavalent form is very toxic, has high solubility and mobility, teratogenicity, mutagenicity andcarcinogenicity to living system related with its oxiding power. Remediation of soilcontaminated of heavy metals was important caused soil as medium for food producing.Conventional methods for heavy metals remediation consist of physical and chemical processbut these applications were costly and less effective. One of the remediation technologies is theusing living organisms such as microorganisms, because they have ability to reduce Cr(VI) intonon toxic form, Cr(III). The aims of this research were to evaluate the reduction activity ofrhizobacterial isolate and to identify the isolate which take a role in reducing chromiumabsorption by plant. The results showed that Isolate 39 was able to grow on LB mediumcontaining 200 ppm Cr(VI). Isolate 39 reduced Cr(VI) up to 15 ppm concentration level inminimal medium. Isolate 39 has ability to reduce Cr(VI) both at growing cells and resting cellsconditions up to 100% and 51% within 18 hours, respectively. Isolate 39 increased thephytostabilization ability of chromium by Zea mays at 30 days after seeding 3.8 timescompared than control. Based on physiological characteristics and partial sequencing of 16SrRNA gene, Isolate 39 was identified as Agrobacterium sp.Key words : Agrobacterium sp, hexavalent chromium, reduction, Zea mays
KONSEP PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS TEOLOGI Fatah, Abdul; Taruna, Tukiman; Purnaweni, Hartuti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.463 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.84-91

Abstract

ABSTRAKKonsep pengelolaan sampah berbasis teologi yang disebut dengan shodaqohsampah adalah modifikasi dari pengelolaan sampah berbasis 3 R (Reuse, Reduce, Recycle)dengan menambahkan unsur pendekatan teologi didalamnya. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui fenomena yang terjadi, serta mengidentifikasi permasalahan dalampengelolaan sampah berbasis teologi di Desa Potorono, Kabupaten Bantul, DaerahIstimewa Yogyakarta.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menekankanpada penafsiran pada fenomena yang muncul di masyarakat yang menjadi objek kemudiandianalisa dan diinterpretasikan. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisa penelitianini adalah fenomenologi. Pendekatan fenomenologi berusaha masuk dalam duniakonseptual subjek agar dapat memahami bagaimana dan apa makna yang disusun subjektersebut dalam kehidupan sehari-harinyaHasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, munculnya fenomenaperubahan paradigma dari masyarakat dari bershodaqoh sampah ke jual beli sampah.Manajemen pemilahan, penjualan, dan pelaporan berjalan cukup baik meskipun adakendala teknis dilapangan seperti tidak maksimalnya masyarakat dalam memanfaatkanwadah sak yang telah disediakan pangurus dan masih enggannya masyarakat untukmemilah sampah dari sumbernya, sehingga petugas pengambil sampah harus memilahulang karena sampah yang tercampur. Adanya kendala finansial dikarenakan masyarakatmulai bergeser paradigmanya dari menshodaqohkan sampah menuju jual beli sampah,mengakibatkan tersendatnya operasionalisasi shodaqoh sampah.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat saran dan rekomendasisebagai berikut : Memberikan sentuhan teologis untuk memantapkan hati dalambershodaqoh sebagai wujud implementasi amal soleh yang diajarkan oleh agama semisaldengan meminta pengurus MLH (Majelis Lingkungan Hidup) Muhammadiyah untukmemberikan ceramah agama tentang manfaat dan pahala dari bershodaqoh salah satunyaadalah shodaqoh sampah. Perlu adanya komunikasi yang lebih intensif antara pengurusBMS (Bersih Menuju Sehat) dan masyarakat untuk memberikan pemahaman akan manfaatshodaqoh sampah untuk kemaslahatan bersama (masyarakat),Kata kunci : shodaqoh sampah, BMS (Bersih Menuju Sehat), MLH (Majelis Lingkungan Hidup)
KAJIAN KELAYAKAN PEMANFAATAN BIOGAS DARI PENGOLAHAN AIR LIMBAH UNTUK MEMASAK Rahmani, Pradnya; Hartono, Djoko M; Kusnoputranto, Haryoto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.427 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.132-140

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji kelayakan teknis dan lingkungan dari pemanfaatan BiogasInstalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PD PAL JAYA. IPAL PD PAL JAYA dapatmenghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak bagiwarga sekitar. Warga yang dimaksud pada penelitian ini adalah warga RT 014/ RW 006Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi. Kajian kelayakan teknis melihat kecukupanpotensi biogas untuk memenuhi kebutuhan biogas warga sekitar. Kajian lingkunganmelihat signifikansi pengurangan konsumsi LPG dan minyak tanah. Hasil dari keempatkajian mendapatkan hasil yang positif sehingga pemanfaatan biogas dari IPAL PD PALJAYA layak secara teknis dab lingkungan.Kata Kunci: Bahan Bakar Memasak yang berkelanjutan, Biogas dari Limbah Domestik,Pemanfaatan Biogas, Pengolahan Air Limbah
IDENTIFIKASI KEMISKINAN AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU: KASUS DAERAH BANDUNG RAYA Maulani, Nova; Sunardi, S; Sumiarsa, Dadan; Djuwansah, D
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.786 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.92-99

Abstract

ABSTRAKSungai Citarum termasuk salah satu sungai besar danstrategis di Indonesia kondisinya dalam keadaan sangat kritis.Berbagai aktivitas dengan kurang terkendalinya limbah yang dibuang ke sungaimenyebabkan Sungai Citarum menghadapi berbagai permasalahan yang berdampak padasuplai air baku/bersih bagi penduduk sekitar DAS. Kritisnya tersebut sudah terjadi sejakdari bagian hulu. Sementara itu, pertumbuhan penduduk mendorong meningkatnyakebutuhan air baku untuk keperluan air domestik, pertanian, dan industri. Kondisi inimemicu terjadinya persaingan penggunaan sumberdaya air yang kemudian dapatberdampak pada terjadinya kemiskinan air di DAS Citarum Hulu. Penelitian ini dilakukanuntuk mengidentifikasi kemiskinan air yang terjadi di beberapa wilayah SungaiCitarumHulu (Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi). Penelitian dilakukandengan menggunakan analisis Indeks Kemiskinan Air (Water Poverty Index, WPI) denganpendekatan komposit. Berdasarkan WPI, ketiga wilayah kajian di Citarum Hulu yakniKabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi berada dalam kondisi kemiskinan airagak tinggi dengan masing-masing nilai WPI 38,79; 42,69; dan 38,13 (skala 100). Artinya,ketiga wilayah tersebut masuk dalam kategori tidak aman.Kata Kunci: Citarum Hulu, Kemiskinan Air, Indeks Kemiskinan Air, Pengelolaan SumberDaya Air
KONSERVASI CENDANA (Santalum album Linn) BERBASIS MASYARAKAT PADA SISTEM KALIWU DI PULAU SUMBA Njurumana, Gerson N; M, Djoko Marsono; I, Irham I; S, Ronggo Sadono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.61 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.51-61

Abstract

ABSTRAKCendana (Santalum album Linn) merupakan sumberdaya alam hayati yang memilikikandungan santalol, yaitu bahan aromatik bernilai ekonomi tinggi untuk berbagaipenggunaanya bagi manusia. Permintaan minyak cendana yang tinggi mendorongeksploitasi melebihi kapasitas lestarinya, sehingga pemulihannya memerlukan partisipasisemua pihak, terutama masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasiperan masyarakat dalam pelestarian cendana dan merumuskan strategipengembangannya pada sistem Kaliwu di Pulau Sumba. Metode penelitian dilakukansecara observasi, sedangkan analisisnya dengan deskriptif kualitatif dan SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serta masyarakat dalam pengembangancendana sangat potensial. Hal ini dibuktikan bahwa sebanyak 30% responden melakukanpemeliharaan cendana secara swadaya dengan strategi memelihara pohon induk,menanam permudaan alam dan biji cendana, serta beberapa diantaranya memperolehbantuan bibit dari Dinas Kehutanan. Partisipasi masyarakat merupakan modal yangperlu difasilitasi melalui penguatan kapasitas masyarakat memelihara danmengembangkan cendana, mengoptimalkan pemanfaatan input program daripemerintah dan lembaga terkait untuk pemeliharaan cendana pada sistem Kaliwu, sertameningkatkan pengembangan dan produksi cendana untuk memenuhi kebutuhan duniainternasional.Kata Kunci : Cendana, Konservasi, Masyarakat, Sistem Kaliwu
STATUS KEBERLANJUTAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KOMUNAL BERBASIS MASYARAKAT DI KOTA PROBOLINGGO Afandi, Yusdi Vari; Sunoko, Henna Rya; Kismartini, K
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.586 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.100-109

Abstract

ABSTRAKKonsep pengelolaan berbasis masyarakat dalam pembangunan saranapengolahan air limbah domestik komunal disinyalir hanya mengedepankanpembangunan fisik saja tanpa memperhatikan kesiapan sumber daya manusia ditingkat lokal sehingga sering kali pembangunan sarana tersebut gagal dan tidakberkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan sistempengelolaan air limbah (IPAL) komunal berbasis masyarakat di Kota Probolinggo sertamerumuskan strategi yang diperlukan untuk mempertahankan keberlanjutan sistem.Penelitian dilakukan di Kelurahan Pilang dan Mayangan dengan jumlah responden total107 orang yang mewakili keluarga pemanfaat sarana IPAL komunal. Statuskeberlanjutan sistem pengelolaan air limbah komunal di Kota Probolinggo masukkategori sedang dengan skor 2,30. Kondisi tersebut didukung oleh pemilihan teknologiyang tepat baik dari sisi kehandalam maupun kemudahan pengoperasian danpemeliharaannya sehingga menghasilkan penurunan beban pencemaran yang tinggi.Pengelolaan air limbah domestik komunal dilakukan oleh kelembagaan di tingkat lokaldalam berbentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), namun dalam pelaksanaannyabelum sepenuhnya optimal. Telah memiliki mekanisme pembiayaan untuk operasionaldan pemeliharaan, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dilakukan melaluikontribusi dalam bentuk incash dan inkind, sedangkan keterlibatan masyarakat dalamtahap operasional yang nampak adalah kesediaan membayar iuran rutin sebesar Rp.1000/bulan untuk Kelurahan Pilang dan Rp. 3000/bulan untuk Kelurahan Mayangan.Strategi yang diperlukan dalam upaya meningkatkan keberlanjutan sistem pengelolaanair limbah domestik komunal di Kota Probolinggo adalah pengembangan kapasitasmasyarakat dan kelembagaan pengelola air limbah, pengembangan alternatifpembiayaan pengelolaan air limbah berbasis kemitraan, dan peningkatan koordinasiserta pembagian peran pada POKJA sanitasi dalam mendukung pengelolaan air limbahdi tingkat lokal.Kata Kunci : Air Limbah Domestik, Keberlanjutan,Pengelolaan Berbasis Masyarakat,Sistem komunal

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2013 2013