cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 1 (2023): January 2023" : 25 Documents clear
Kerentanan Nafkah Rumahtangga Nelayan dalam Tekanan Variabilitas Iklim: Studi Kasus Desa Dendun, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Winda Gustika; Arya Hadi Dharmawan; Melani Abdulkadir-sunito Abdulkadir-sunito
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.43-56

Abstract

ABSTRAKNelayan sangat bergantung pada sumberdaya laut sebagai sumber penghidupan. Faktor iklim dan perubahan cuaca sangat menentukan distribusi dan keberadaan ikan, yang selanjutnya menentukan jumlah tangkapan ikan atau pendapatan nelayan. Perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi serta variabilitas iklim, menimbulkan tekanan yang penting pada kemampuan nelayan kecil untuk melaut. Faktor iklim mengendala kemampuan menangkap ikan dan pendapatan nelayan. Artikel ini mengkaji seberapa rentan penghidupan nelayan kecil dan nelayan besar terdampak oleh tekanan variabilitas iklim dan perubahan cuaca. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana kerentanan rumahtangga nelayan dan upaya strategi nafkah yang dilakukan oleh rumahtangga nelayan. Studi kasus dilakukan di Desa Dendun, Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau Indonesia. Studi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung oleh pendekatan kualitatif. Sebanyak 40 rumahtangga nelayan kecil dan lima rumahtangga nelayan besar (pukat) diambil sebagai responden dalam sebuah survei. Kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian dengan kombinasi wawancara mendalam untuk mendapatkan data kualitatif. Studi ini menemukan fakta bahwa rumahtangga nelayan kecil lebih memiliki kerentanan nafkah yang mengkhawatirkan, utamanya bila dibandingkan dengan kerentanan nafkah rumahtangga nelayan besar. Peningkatan cuaca ekstrem, gelombang yang kuat mengancam keseluruhan sistem nafkah rumahtangga nelayan kecil. Hasil perhitungan Livelihood Vulnerability Index (LVI) menunjukkan nilai kerentanan rumahtangga nelayan kecil adalah 0,329 sementara nelayan besar adalah 0,145. Studi juga mengungkap bahwa nelayan kecil, sekalipun demikian memiliki strategi nafkah untuk tetap bertahan hidup di bawah tekanan cuaca ekstrem dan variabilitas iklim.ABSTRACTFishermen are very dependent on marine resources as a source of livelihood. Climatic factors and weather changes greatly determine the distribution and presence of fish, which in turn determines the number of fish catches or fishermen's income. Unpredictability of weather changes and climate variability put significant pressure on the ability of small fishermen to go to sea. Climatic factors constrain the ability to catch fish and fishermen's income. This article examines how vulnerable the livelihoods of small and large fishermen are affected by the pressures of climate variability and weather changes. The purpose of this study is to analyze the extent of the vulnerability of fishing households and the livelihood strategy efforts carried out by fishing households. The case study was conducted in Dendun Village, Bintan Regency, Riau Islands Province, Indonesia. This study uses quantitative research methods supported by a qualitative approach. A total of 40 small fishing households and five large fishing households (pukat) were taken as respondents in a survey. Questionnaires were used as research instruments with a combination of in-depth interviews to obtain qualitative data. This study found the fact that small fishing households have a worrying livelihood vulnerability, especially when compared to the livelihood vulnerability of large fishermen households. Increasing extreme weather, strong waves threaten the entire livelihood system of small fishermen's households. The results of the Livelihood Vulnerability Index (LVI) calculation show that the vulnerability value of small fishermen's households is 0.329 while that of large fishermen is 0.145. The study also revealed that small fishermen, however, have livelihood strategies to survive under the stress of extreme weather and climate.
Kontaminan Logam Berat (Pb, Cd, dan Cu) pada Tanah dari Pemupukan Berbasis Jerami Padi Yulis Hindarwati; Tri Retnaningsih Soeprobowati; Munifatul Izzati; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.8-14

Abstract

ABSTRAKSuplemen unsur hara pada tanah untuk memperbaiki kualitas lahan dapat dilakukan dengan pemupukan baik organik maupun anorganik yang tidak terlepas dari bahan cemaran logam berat di dalamnya. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kontaminan logam berat Pb, Cd, dan Cu pada tanah dan gabah serta produktivitas padi dari berbagai pemupukan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari: Kontrol (tanpa perlakuan), Jerami segar, Jerami melapuk, Kompos jerami, Pupuk NPK, NPK+jerami segar, NPK+jerami melapuk, NPK+kompos jerami, NPK+Pupuk kandang, dan Pupuk kandang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat semua peningkatan kandungan logam berat Pb2+, Cd2+, dan Cu2+ pada tanah. Berbeda pada gabah yang serapan tertinggi logam berat Pb dan Cd tertinggi pada perlakuan NPK+Jerami Segar dan NPK+Jerami Melapuk pada logam berat Cu. Persentase penurunan serapan Pb dan Cd dari tanah ke gabah tertinggi dari pupuk Jerami Segar dan kompos jerami yaitu 14% dan 3%, tetapi kompos jerami meningkatkan serapan tertinggi terhadap logam berat Cu dari tanah ke gabah yaitu 94% dengan produktivitas padi tertinggi menggunakan pupuk NPK+Kompos Jerami.Kata kunci: Kontaminan Logam Berat, Pemupukan, Lahan SawahABSTRACTSupplementation of nutrients in the soil to improve land quality can be done by fertilizing both organic and inorganic which cannot be separated from the heavy metals in it. The aim of the study was to study the heavy metal contaminants Pb, Cd, and Cu in the soil and grain as well as the productivity of rice from various fertilizers. The study used a Randomized Block Design (RAK) with 10 treatments and 3 replications. The treatments consisted of: control (without treatment), fresh straw, rotted straw, straw compost, NPK fertilizer, NPK + fresh straw, NPK + weathered straw, NPK + straw compost, NPK + manure, and manure. The results showed all increases in the heavy metal content of Pb2+, Cd2+, and Cu2+ in the soil. In contrast to grain, the highest absorption of heavy metals Pb and Cd was highest in the treatment of NPK+Fresh Straw and NPK+Rotated Straw on Cu heavy metal. The highest percentage decrease in Pb and Cd absorption from soil to grain was from Fresh Straw and straw compost, namely 14% and 3%, but straw compost increased the highest absorption of Cu heavy metal from soil to grain, which was 94% with the highest rice productivity using NPK + Compost StrawKeywords:  Heavy metal contaminants, Fertilization, Rice field
Pengalaman Kultural Mahasiswa Asal Pesisir Sumenep Madura Mengenai Perilaku Membuang Sampah ke Pantai Habibi Habibi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.106-114

Abstract

Sampah yang mencemari lautan tetap menjadi permasalahan utama global saat ini, termasuk di Indonesia sebagai negara kepulauan. Salah satu akar permasalahannya adalah pada kebiasaan masayarakat, termasuk di Sumenep Madura, untuk membuang sampah ke pantai. Mahasiswa yang telah memiliki wawasan dan keilmuan di bidang lingkungan kenyataannya belum dapat mengubah kebiasaan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kultural mahasiswa asal pesisir Sumenep Madura mengenai perilaku membuang sampah ke pantai. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan paradigma interpretif peneliti melakukan wawancara dan observasi kepada tujuh partisipan yang dipilih secara purposif. Analisis penelitian yang diterapkan oleh peneliti mengacu pada teknik analisis spiral yang terdiri atas mengumpulkan dan mengorganisasi data, membaca dan membuat memo, menyusun deskripsi, menemukan tema dan melakukan interpretasi. Temuan penelian terdiri atas tiga tema utama yang menjelaskan pengalaman kultural mahasiswa tentang kebiasaan membuang sampah ke pantai yaitu 1) kebiasaan lama masyarakat, 2) pengetahuan dan kepercayaan masyarakat tentang sampah di pantai dan 3) resisten terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Temuan penelitian ini memberi kita pemahaman mengenai yang lebih mendalam permasalahan sampah di pantai dan dapat menjadi salah satu rekomendasi untuk penanganan permasalahan sampah secara lebih holistik.
Pemisahan Biosludge pada Proses Integrated Fixed Film Activated Sludge dengan Biofilter sebagai Pengganti Sedimentasi Ridwan Subrata; Sri Sumiyati; Sudarno Utomo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.57-67

Abstract

Pemisahan padatan mikroorganisme atau biosludge dari air hasil olahan di proses pengolahan air limbah sistem biologi aerobik biasanya menggunakan proses sedimentasi yang membutuhkan lahan yang luas. Saat ini dengan lahan terbatas dan mahal, pemisahan dengan proses sedimentasi telah menjadikan permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah mencari alternatif pengganti proses sedimentasi dengan kebutuhan lahan yang lebih kecil, yaitu dengan proses biofilter. Selama ini proses biofilter atau bak aerasi yang ditambahkan media bakteri, yang dikenal sebagai IFAS (Integrated Fixed Film Activated Sludge), sebagai tempat untuk mendegradasi kandungan organic biodegradable dan tempat proses nitrifikasi. Penerapan biofilter kedua pada rangkaian instalasi pengolahan air limbah, dirancang sebagai fungsi utama untuk pemisah mikroorganisme/biosludge. Penelitian menggunakan IPAL dengan unit proses Ekualisasi, IFAS dan Biofilter. Biofilter menggunakan bioball berbahan plastik yang terlekat bakteri dengan tinggi bed 1,3 m. Air limbah sebagai makanan mikroorganisme dibuat secara artifisial. Penelitian difokuskan pada dua variable yang berpengaruh yaitu nilai TSS inlet dan Filtration Rate. Sistem biofiltrasi dapat mensubstitusi metode sedimentasi bilamana nilai filtration rate diatas 1,0 m/jam dengan TSS inlet minimum 250 mg/l. Hasil percobaan menunjukan bahwa Pada Nilai TSS inlet 250 mg/l dengan filtration rate 1,19 m/jam menghasilkan TSS outlet 94 mg/l atau dengan efisiensi reduksi sebesar 62%.
Identifikasi Senyawa Benzena pada Kabin Mobil Mumammad Pasha Ariobimo; Adyati Pradini Yudison; Moh. Irsyad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.15-21

Abstract

Interior mobil yang pada umumnya terbuat dari bahan-bahan sintetis yang dapat mengemisikan Volatile Organic Compound (VOC) apabila berada pada suhu yang tinggi, salah satunya adalah senyawa benzene. Selain berasal dari emisi bahan-bahan yang digunakan pada interior mobil, konsentrasi senyawa benzena dapat pula dipengaruhi oleh hal lain, diantaranya: kondisi udara ambien, kebocoran gas dari tangki bahan bakar dan tabung penghantar bahan bakar, infiltrasi emisi kendaraan lain di tempat parkir, dan lain sebagainya. Pada penelitian ini akan dibandingkan konsentrasi benzene di dalam kabin mobil pada 3 kondisi berbeda, yaitu berdasarkan durasi penjemuran mobil 2 jam, 4 jam, dan 6 jam secara active sampling dan dianalisis menggunakan gas kromatografi-spektrometer massa (GC-MS). Sebagai pembanding, akan diukur pula konsentrasi benzena pada mobil yang ditempatkan di dalam garasi tanpa terpapar sinar matahari secara langsung. Hasil penelitian terukur keberadaan benzena di dalam kabin mobil pada kondisi tanpa ventilasi dan pendingin dengan konsentrasi antara 0.77 – 1.36 mg/m³. Konsentrasi tersebut berkorelasi signifikan secara statistik dengan temperatur dalam kabin sehingga semakin tinggi temperatur akan semakin tinggi pula konsentrasi benzena di dalam kabin mobil. Terdapat pula kemungkinan infiltrasi benzena dari lingkungan luar mobil. Hasil penelitian ini meningkatkan kesadaran pengguna mobil mengenai adanya pencemar udara berbahaya pada kabin mobil saat sedang tidak dipergunakan terutama apabila berada pada tempat dengan temperatur tinggi dan terdapat sumber pencemar benzenekabin mobil, benzena, GC-MS , VOC
Social and Environmental Risks Integration into Underwriting of Non-Life Insurance: A Review of Sustainable Finance in Indonesia Maria Agnes; Raldi Hendro Koestoer; Ahyahudin Sodri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.125-131

Abstract

Regulation of the Financial Services Authority of Indonesia (POJK) Number 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies was officially enacted for the insurance sector as of 1 January 2020 and requires the insurance sector, including the general insurance sector, to carry out the implementation of sustainable finance into its business activities. This study intends to review the extent of the implementation that has been carried out, particularly in relation to the social and environmental risk management principles. Using a literature review, data specifically related to the underwriting process were gathered and analyzed. Results of this study suggested that even though 86% of 44 respondents from the previous research had already confirmed if principles of social and environmental risk management had been implemented at that time, vast majority of the non-life insurers in Indonesia had not yet executed the said integration into the underwriting process. The sustainable finance implemented by Indonesia’s non-life insurance sector is still significantly focused on short-term financial performance rather than the long-term one.
Analisis Daur Hidup Produksi Beton Fly Ash sebagai Upaya Mengurangi Dampak Emisi CO2 Ahzab Muttaqien; Dwi Nowo Martono; Ninin Gusdini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.68-75

Abstract

Penggunaan batubara untuk produksi energi listrik menimbulkan berbagai dampak lingkungan seperti deforestasi hutan untuk pembukaan lahan tambang batubara dan pencemaran udara dari limbah fly ash. Jumlah timbulan limbah fly ash harus dikendalikan. Limbah fly ash dapat menjadi barang yang bernilai ekonomis yaitu sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton. Penggunaan fly ash yang berperan dalam menggantikan sebagian portland semen pada beton dapat mengurangi dampak emisi CO2 karena pembuatan semen portland yang dapat menghasilkan emisi CO2 sebesar 6-8% dari total emisi CO2 antropogenik. Beton cair yang menggunakan fly ash dalam campurannya dapat menghasilkan produksi beton yang lebih berkelanjutan. Dampak lingkungan dari penggunaan fly ash pada produksi beton cair dapat dianalisis dengan penilaian siklus hidup. Kajian pada artikel ini membandingkan dua skenario simulasi yaitu simulasi pada beton menggunakan 0% fly ash dan 25% fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak emisi CO2 pada produksi beton fly ash. Penelitian ini berkontribusi untuk membuktikan penelitian-penelitian sebelumnya bahwa penggunaan fly ash dapat meminimalisir emisi CO2 dan mendukung peningkatan pemanfaatan limbah fly ash khususnya di bidang konstruksi.  Unit Fungsional pada penelitian ini adalah menganalisis dampak lingkungan yang menyumbang emisi gas CO2 dalam proses produksi 1 m3 beton. System boundary pada penelitian ini adalah cradle-to-gate yang meliputi proses incoming material dan proses produksi beton, yang digunakan untuk menentukan dampak lingkungan dari daur hidup produksinya. Pengolahan data untuk evaluasi dampak lingkungan pada penelitian ini menggunakan software SimaPro 9.3.0.3 dengan database ecoinvent 3.0. Studi menunjukkan bahwa berbagai beton menggunakan 25% fly ash memiliki dampak emisi GWP lebih kecil pada lingkungan, yaitu 298 KgCO2, lebih kecil dibandingkan beton non fly ash yang menghasilkan emisi GWP 347 KgCO2.
Pemanfaatan Limbah Lumpur PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang Sebagai Bahan Pengganti Tanah Liat Pada Pembuatan Batu Bata Isna Apriani Budjang; Hendri Sutrisno; Margareta Dini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.22-28

Abstract

Limbah lumpur PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang berasal dari pengolahan air. Limbah lumpur PDAM mengandung aluminium dalam bentuk Al(OH)3 yang berpotensi mencemari badan perairan dan dapat menyebabkan penyakit kulit. Oleh karena itu, dilakukan pemanfaatan limbah lumpur PDAM menjadi batu bata dengan metode pembakaran dan tanpa dibakar.  Tujuan pemanfaatan limbah lumpur untuk mengetahui kualitas fisik – mekanik dan pengaruh limbah lumpur terhadap kualitas batu bata yang dihasilkan. Penjemuran limbah lumpur selama 2 hari dengan pengeringan batu bata selama 28 hari. Pada metode batu bata melalui pembakaran dilakukan pembakaran dengan suhu 1000˚C selama 2 hari. Komposisi bahan yaitu lumpur PDAM, tanah liat, semen dan air dengan 5 variasi berbeda. Komposisi variasi 1 (lumpur PDAM 17%, tanah liat 50%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 2 (lumpur PDAM 25%, tanah liat 42%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 3 (lumpur PDAM 33%, tanah liat 33%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 4 (lumpur PDAM 42%, tanah liat 25%, semen 17%, dan air 16%) dan komposisi variasi 5 (lumpur PDAM 50%, tanah liat 17%, semen 17%, dan air 16%). Kualitas batu bata yang paling banyak memenuhi syarat SNI 15-2094-2000 yaitu batu bata melalui pembakaran pada variasi 1 dan 2 dengan tampak datar, siku dan tidak retak; warna jingga; penyerapan air 14,8% dan 15,6%. Pada densitas dan kuat tekan, batu bata tidak memenuhi syarat. Semakin banyak limbah lumpur maka akan mempengaruhi hasil batu bata semakin buruk. Hasil batu bata yang buruk ketika komposisi limbah lumpur >25%.
Karakteristik Sampah Sungai dan Perilaku Masyarakat Pesisir Terhadap Sampah Plastik: Studi Kasus di Sungai Pengarengan, Kabupaten Cirebon Ayu Dwi Astuti; Evi Frimawaty; Dwiyitno Dwiyitno
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.76-85

Abstract

Penggunaan plastik terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi. Sayangnya, konsumsi plastik yang tinggi tidak diikuti dengan pengelolaan yang tepat sehingga menyebabkan sampah plastik yang berasal dari darat masuk ke badan sungai kemudian berakhir di wilayah pesisir dan mencemari lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pengarengan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Sungai Pengarengan merupakan jalur transportasi kapal nelayan menuju Laut Jawa, sehingga aktivitas masyarakatnya yang tinggi berpotensi menimbulkan pencemaran sampah ke lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik sampah plastik serta mengevaluasi hubungan antara aspek pengetahuan dengan perilaku masyarakat terkait sampah plastik yang mencemari lingkungan. Metode yang digunakan adalah kelimpahan pelepasan sampah dan puing-puing sampah dikumpulkan di dua titik sampling dengan menggunakan jaring yang memiliki ukuran mata jaring 5cm, dipasang pada waktu pagi hari sesuai lebar sungai. Data perilaku masyarakat terhadap sampah plastik diperoleh dari 110 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan total kelimpahan puing sampah sungai adalah 13200 ± 1678 item dan 14976 ± 1772 item. Kelimpahan puing sampah sungai tertinggi adalah bungkus sampah plastik tipis sebanyak 47% dan 46%, diikuti kayu ranting (39% dan 33%), styrofoam (3,6% dan 5,5%), sedotan (1,8% dan 2,2%), gelas plastik (1,5% dan 2,6%), kotak makanan, peralatan plastik, dll (1,4% dan 1,6%), serta plastik lainnya (2,2% dan 2,3%). Analisis statistik Kruskal Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang siginifikan terhadap kelimpahan total puing sampah plastik sungai di kedua titik sampling p= 0,875 (p> 0,05). Hasil evaluasi perilaku masyarakat menunjukkan bahwa aspek pengetahuan memiliki kategori penilaian sangat baik (4,08), aspek sikap dengan kategori kurang baik (2,89), dan aspek perilaku dengan kategori baik (3,88). Analisis korelasi Pearson menunjukan terdapat hubungan positif yang kuat (r= 0,664) dan signifikan (sig.= 0,000)  antara aspek pengetahuan dengan perilaku. Aspek sikap dengan perilaku mempunyai hubungan positif yang lemah (r=0,183) dan signifikan (0,028).
Penggunaan Karbon Aktif dari Biji Kelor dan Berbagai Biomassa Lainnya dalam Mengatasi Pencemaran Air : Analisis Review Jacky Anggara Nenohai; Zelen S. Minata; Burhanuddin Ronggopuro; Eli Hendrik Sanjaya; Yudhi Utomo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.29-35

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) penggunaan karbon aktif dari berbagai bahan alami dalam penjernihan air dan (2) penggunaan biji kelor dalam penjernihan air, dan (3) cara menganalisis logam berat dari hasil penjernihan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode telaah pustaka yang sistematis, atau biasa disebut dengan Systematic Literature Review (SLR) yang dimana hasilnya menggunakan database artikel online yaitu Google Schoolar. Hasil telaah dari artikel yang berkaitan dengan topik diperoleh bahwa penggunaan karbon aktif atau arang yang terbuat dari bahan alami seperti kayu kesambi, ampas tebu, tongkol jagung, kulit buah durian dan eceng gondok sangat efektif dalam penyerapan zat terlarut air, baik organik maupun anorganik dalam menghasilkan air yang jernih. Selain itu, penggunaan biji kelor juga sangat efektif sebagai biokoagulan dan bioflokulan dalam menurunkan pH, kesadahan, kekeruhan dan total padatan tersuspensi, sehingga memungkinkan munculnya rekomendasi bahwa air hasil penjernihan dengan menggunakan karbon aktif dari berbagai bahan alami dan serbuk biji kelor dapat dijadikan air minum.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2023 2023