cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
KAJIAN KELAYAKAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI MANDIRI JAYA Joni Murti Mulyo Aji, Atma Fattah Wijayanti Soetriono
AGRITROP Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.586 KB) | DOI: 10.32528/agr.v13i2.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kelayakan pengolahan komoditas kopi dalam rangkamendukung pengembangan perekonomian Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metodedeskriptif dan analitik. Alat analisis yang digunakan adalah analisis kelayakan finansial, analisis kelayakan ekonomidan sensitivitas. Kegiatan pengolahan biji kopi layak untuk dilakukan dan dilanjutkan oleh Agroindustri MandiriJaya secara finansial, serta layak pula dilakukan secara luas oleh masyarakat karena menguntungkan untuk dilakukansecara ekonomi.Kata Kunci: Analisis Kelayakan dan agroindustri kopi
EFEK SUPLAI NITROGEN TERHADAP KADAR GULA NIRA TEBU VARIETAS BULULAWANG [EFFECT OF NITROGEN SUPPLY ON SUGAR CONTENT OF SUGAR CANE VARIETY BULULAWANG] Wijaya, Ketut Anom; Soepariono, Sigit
AGRITROP Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.568 KB) | DOI: 10.32528/agr.v12i2.712

Abstract

Impor gula terus dilakukan setiap tahun oleh Pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mencapai angka 3,5 juta ton/tahun, sedangkan produksi gula nasional hanya sekitar 1,5 juta ton. Penyebab dari masalah ini antara lain adalah rendahnya produktivitas lahan dan rendemen gula rata -rata nasional yaitu di bawah angka 6% (Ditjed Industri Agro dan Kimia, 2009). Untuk memenuhi kebutuhan gula  nasional, pemerintah menargetkan menaikkan rendemen tebu rakyat menjadi 8,4% di tahun 2014 dan menaikkan produksi gula  konsumsi menjadi 3,57 juta ton tahun 2014.  Salahsatu penyebab rendahnya rendemen/kadar gula adalah pemenuhan nutrisi tanaman  yang  tidak  akurat, terutama  pemenuhan unsur N.  Secara  fisiologis, tanaman tebu membutuhkan suplai N dalam jumlah yang tepat untuk dapat menghasilkan rendemen tinggi. Sampai hari ini cara pemupukan tebu masih menggunakan paket dosis anjuran yang dikeluarkan oleh pabrik gula (PG). Cara ini tidak memperhitungkan N yang terkandung di dalam tanah, padahal tanah mengandung N yang sangat bervariasi. Tanah di daerah Semboro, sebagai contoh, mengandung N mulai dari 217 sampai 532 kg/ha. Penelitian berupa percobaan lapang yang  menggunakan varietas Bululawang yang memiliki potensi rendemen 15% dan varietas ini mendominasi areal tebu di Jawa Timur.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RCBD) dengan 6 taraf suplai N yang masing-masing diulang 4 kali. Taraf suplai N yang diperlakukan adalah:   231; 252; 273; 294; 315; dan 336 kg N/ha. Pengertian suplai adalah pemenuhan kebutuhan nitrogen yang bersumber dari N tanah dan N pupuk, sehingga untuk menetapkan besar suplai, N tanah dianalisis terlebih dulu dan kekurangannya ditambahkan dalam bentu pupuk. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan angka kebutuhan nitrogen tanaman tebu bahan baku industri gula berkadar gula tinggi. Berdasarkan data yang dihasilkan maka dapat disimpulkan bahwa, untuk mencapai kadar gula tinggi tanaman tebu membutuhkan nitrogen sebanyak 315 kg/ha. Kata kunci: suplai Nitrogen, kebutuhan Nitrogen, kadar gula, bululawang.
PEMANFAATAN KOMPOS BONGGOL PISANG (Musa acuminata) UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN GULA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) Bahtiar, Sultan Agung; Muayyad, Amir; Ulfaningtias, Lutfi; Anggara, Jefri; Priscilla, Cindy; Miswar, Miswar
AGRITROP Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.46 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i1.405

Abstract

Jagung manis (Zea Mays L. Saccharata) merupakan salah satu komoditas palawija, yang membutuhakan unsur hara K lebih banyak, sedangkan iklim di Indonesia dapat menjadikan tanah mengalami kekurangan unsur hara K. Pemenuhan unsur hara K biasa didapatkan dari pemupukan secara anorganik. Pupuk anorganik yang digunakan pada tanaman jagung manis adalah 200 kg N atau setara dengan 435 urea ha-1, 150 kg P2O5 ha-1 setara dengan 335 kg TSP ha-1, dan 150 kg K2O ha- 1 setara dengan 250 kg KCl ha-1 serta bahan organik 10 sampai 20 ton per hektar. Pemenuhan menggunakan pupuk kimiawi yang berlebihan dinilai kurang ekonomis dan kurang ramah lingkungan. Teknologi pemupukan yang dapat direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan hara makro tanaman jagung manis adalah dengan memanfaatkan bonggol pisang. Kandungan hara didalam bonggol pisang paling banyak adalah unsur hara C, N, P dan K. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan, kompos bonggol pisang mengandung 14,89% C, 1,05% N, 0,04%P 2O5 dan 0,76% K2O. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K3 (1 kompos : 3 tanah berpasir) merupakan perlakuan terbaik pada semua parameter pertumbuhan tanaman, dengan kandungan gula reduksi sebesar 8,98 mg/g dan kandungan sukrosa sebesar 34,76 mg/g. Kandungan gula reduksi dan sukrosa pada perlakuan K3 berbeda nyata dibanding dengan perlakuan Kontrol (0 kompos : 4 tanah berpasir), K1 (2 kompos : 2 tanah berpasir) dan K2 (3 kompos : 1 tanah berpasir). Hal tersebut menunjukkan bahwa kompos bonggol pisang yang diaplikasikan mampu meningkatkan kandungan gula pada jagung manis.
SENSITIVITAS DAYA SAING JERUK LOKAL KABUPATEN JEMBER [SENSITIVITY OF JEMBER LOCAL CITRUS COMPETITIVENESS] Prayuginingsih, Henik; Oktarina, Oktarina
AGRITROP Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.808 KB) | DOI: 10.32528/agr.v12i2.719

Abstract

Usahatani Jeruk lokal varietas Siam di Kabupaten Jember sudah menghasilkan keuntungan dan mempunyai daya saing, baik kompetitif maupun komparatatif, saat panen pertama  pada umur tanaman 3 tahun.  Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  pada  tingkat  produktivitas  dan  harga  output  berapa  usahatani  tani  mulai  tidak mempunyai  daya  saing,  yang  ditunjukkan dengan  nilai  PCR  dan  DRCR  =1.    Penelitian  dilakukan  di  empat kecamatan penghasil jeruk di Kabupaten Jember, menggunakan metode deskriptif analitik.   Analisis daya saing dilakukan berdasar Matriks  Analisis Kebijakan (Matriks PAM).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) usahatani jeruk lokal mulai tidak mempunyai daya saing, baik kompetitif dan komparatif, jika produktivitas hanya 3.456 kg/ha (turun 66%); (b) hanya  mempunyai daya saing komparatif jika produktivitas tetap (10.169 kg/ha) tetapi harga privat output Rp 2.456/kg (turun 66%)  atau produktivitas turun 50% dan harga privat output turun 32%; (c)  hanya mempunyai daya saing   kompetitif   jika   produktivitas turun 50% dan harga sosial juga turun 32% menjadi Rp5.085kg/ha. Kata Kunci: sensitivitas, daya saing, harga privat, harga sosial, PAM
PERANAN BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM ORGANIK TERHADAP TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) DI POLYBAG Augustien, Nora; Suhardjono, Hadi
AGRITROP Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.815 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i1.410

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan, Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, mulai Maret 2016 hingga Juli 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai bahan organik dalam membuat komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Bahan oragnik yang digunakan yaitu kompos, jerami, daun jagung dan kertas Data penelitian dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan, dan perlakuan sebanyak 5 jenis, yaitu : K0 = Tanah, K1= Tanah: Kompos (2:1); K2 = Tanah : Kompos : Jerami (2:1:1); K3 = Tanah : Kompos: Daun Jagung (2:1:1); K4 = Tanah : Kompos : Kertas( 2 : 1 : 1 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam terbaik pada K4 yaitu Tanah: Kompos: Kertas (2:1:1). Tanaman sawi dengan media tanam komposisi K4, mampu meningkatkan jumlah daun sebesar 25 %, panjang tanaman sebesar 18.23.5 % dan bobot basah tanaman sawi sebesear 40.31 %, panjang akar 26.63% dan jumlah akar 17.32% dibandingkan dengan menggunakan media tanam tanah (K0)
MEASURING EFFECTS OF MUSIC AND HEALING ENERGY USING A SEED GERMINATION BIOASSAY [PENGUKURAN MUSIK DAN PENYEMBUHAN ENERGI MENGGUNAKAN BIOASAY PERKECAMBAHAN BENIH] Hashi, Hudaini; Rochde, Anne
AGRITROP Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.491 KB) | DOI: 10.32528/agr.v12i2.724

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengukur efek biologis dari music, suara noise, dan energy healing (tanpa efek placebo) dengan menggunakan perkecambahan benih sebagai objek indicator (biomarker). Metode yang dilakukan pada penelitian ini sebagai berikut: Lima rangkaian penelitian dilaksanakan menggunakan kecambah benih Okra dan Zuchini yang diberi perlakuan bunyi akustik, panas insulasi, perlakuan kamar gelap, dan kelembaban. Perlakuan terdiri dari control (tanpa perlakuan), suara music, pink noise, dan energy healing. Energi healing dicatat selama (15-20) menit selama 12 jam secara intensif, terhadap perlakuan benih yang tumbuhnya lebih cepat dari control. Objek indikatornya adalah jumlah benih yang berkecambah dari kelompok 25 benih yang telah dihitung dengan waktu selang periode tumbuh 12 jam – 72 jam. Suhu dan kelembaban relative dipantau  setiap 15 menit di dalam wadah kecambah. Jumlah total benih dari 14 percobaan yang diuji adalah 4600 benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suara music berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah benih yang berkecambah dibandingkan dengan control (tanpa perlakuan) pada semua perlakuan (5 percobaan) dengan tingkat kepercayaan (p,0.002) dan pada semua waktu (p,0,03), namun berbeda tidak nyata antara suara noise dan control. Energi healing juga berbeda nyata dengan control (tanpa perlakuan) (error perlakuan, p,0.002) dan terhadap waktu (p, 0.0001) yang hamper sama pengaruhnya dengan perlakuan suara music. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa vibrasi suara (music dan noise) sebagaimana biofields (bioelektromagnetik dan healing) keduanya secara langsung dapat mempengaruhi system mahluk hidup, dan bioassay perkecambahan benih telah mebuktikan kemampuan tersebut pada beragam aplikasi perlakuan energetic. Kata kunci : Musik, Noise dan energy healing, perkecambahan benih, Bioassay, Okra, Zuchini
PENGELOLAAN POTENSI PERIKANAN DI PANTAI PESISIR PANTAI TIMUR SURABAYA (STUDI KASUS DI KECAMATAN SUKOLILO, MULYOREJO, KENJERAN, DAN BULAK) Sulestiani, Aniek; Astral, M.
AGRITROP Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.171 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i1.415

Abstract

Pengelolaan potensi perikanan di pantai pesisir pantai timur Surabaya(studi kasus di Kecamatan Sukolilo, Mulyorejo, Kenjeran, dan Bulak). Keberhasilan pembangunan dan pengembangan usaha perikanan dan kelautan tergantung peran serta nelayan, pemerintah dan pengusaha, peran sinergis dari ketiga komponen tersebut diharapkan lebih meningkatkan pembangunan serta berjalan sesuai lingkungan. Tujuan penelitian mengumpulkan basis data potensi perikanan dan sumberdaya pendukungnya dan mengevaluasi hambatan usaha perikanan yang berkaitan dengan komoditas, fasilitas dan teknologi (teknis, sosial, dan ekonomi). Metoda survey dengan teknik wawancara terstruktur yaitu dengan menggunakan panduan pertanyaan (kuesioner) dan pengamatan langsung secara alami dalam kehidupan sehari-hari. Potensi daya tarik wisata Kenjeran dapat dikembangkan secara terpadu dengan revitalisasi kampung nelayan Kenjeran menjadi kampung wisata yang memiliki ciri khas pesisir Kenjeran, pengembangan tempat penjemuran ikan olahan untuk masyarakat nelayan Kenjeran menjadikan obyek wisata pantai dan produk olahan hasil laut kampung nelayan dan obyek wisata unggulan dan peningkatan pengetahuan dan peran serta masyarakat kampung nelayan Kenjeran di bidang kepariwisataan.
PENGAPLIKASIAN BERBAGAI MACAM PUPUK AZOLLA (Azolla microphyla) DAN INTERVAL WAKTU APLIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L) Merill) Mamang, Khairul Ikasan; Umarie, Iskandar; Hasbi, Hudaini
AGRITROP Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.074 KB) | DOI: 10.32528/agr.v15i1.791

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui macam pupuk azolla yang terbaikdalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai, (2) untuk mengetahui interval waktu aplikasi yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai, (3) untuk mengetahui interaksi pemberian berbegai macam pupuk azolla dan waktu aplikasi dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan Maret sampai Juni 2017 dengan ketinggian tempat89 m diatas permukaan laut penelitian ini dilakuakn secara faktorial (3 x 3) dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu pertama dalah pemberian berbagai macam pupuk azolla dan faktor kedua yaitu interval waktu pemupukan yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama terbagi menjadi 3 taraf yakni A1= Kompos azolla 6 ton/ha (1200 g/plot), A2=  azolla cair 120 ml/L/ha, A3= Azolla segar 8 ton/ha (1600 g/plot). Faktor kedua terbagi dalam 3 taraf   yakni W1= 7 hari sebelum tanam, W2= 0 hari/saat tanam, W3= 7 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian berbagai macam pupuk azolla tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kedelai umur (14, 28, 42) hst, jumlah daun umur (14, 28, 42) hst, umur berbunga, jumlah cabang produktif, berat polong pertanaman, jumlah polong, berat basah berangkasan, berat kering berangkasan, berat basah polong, berat kering polong, berat 100 biji. Pada perlakuan waktu aplikasih memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada parameter jumlah cabang, berat polong pertanaman, jumlah polong, berat basah berangkasan basah, berat berangkasan kering, berat basah polong, berat kering polong, berat 100 biji dan tidak berpengaruh pada parameter tinggi tanaman umur (14, 28, 42) hst, jumlah daun umur (14, 28, 42) hst, danumur berbunga. Sedangkan interaksi antara kedeua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Waktu apikasih saat tanam (W3) memberikan hasil terbaik pada veriabel pengamatan produksi tanaman kedelai.Kata kunci :  Pupuk Organik Azolla, Waktu Aplikasi, Pertumbuhan, Produksi, Tanaman Kedelai
RESPONS TANAMAN KEDELAI (Glycine max Merr) TERHADAP JUMLAH AIR YANG DIBERIKAN Guntoro, W.; Suhardjono, Hadi
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.214 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i2.426

Abstract

Kekurangan air merupakan masalah yang sering dijumpai pada pertanaman kedelai karena pada umumnya tanaman kedelai ditanam pada musim kemarau dan atau pada lahan kering beriklim kering yang produksinya sangat ditentukan oleh jumlah dan distribusi curah hujan yang tidak merata dalam musim tanam.  Kemampuan tanaman untuk hidup pada kondisi kekurangan air merupakan keberhasilan suatu tanaman untuk menyesuaiakan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sampai sejauhmana pengaruh jumlah air yang diberikan terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.  Penelitian dilakukan di Balai Benih Induk Palawija Malang.  Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali, dan terdiri dari tiga macam perlakuan yakni : Jumlah air yang diberikan setaraf kapasitas lapang, setengah kapasitas lapang, dan seperempat kapasitas lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada variabel pertumbuhan yakni tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar dan berat kering akar.  Perlakuan terbaik adalah perlakuan jumlah air yang diberikan setaraf kapasitas lapang untuk masing-masing variabel tinggi tanaman (83,50 cm), jumlah daun (19,00), luas daun (835 cm2), panjang akar (592,86 mm), dan berat kering akar (0,24 g).
PROSES PEMBUNGAAN MANGGA (Mangifera indica L.) KULTIVAR GADUNG BERLANDASKAN PADA PENANGGULANGAN SELF-INKOMPATIBEL SPOROFITIK Ichsan, Muhammad Chabib; Wijaya, Insan
AGRITROP Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.54 KB) | DOI: 10.32528/agr.v15i1.796

Abstract

Self-incompatibel  sporofitik  merupakan  gangguan  persarian  pada  proses pembungaan  tanaman  mangga  (Mangifera  indica)  kultivar  Gadung.  Penanggulangan terhadap gangguan persarian tersebut salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia sebagai penyubur pollen yang mempunyai efek terhadap reseptivitas stigma. Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan peranan penyubur pollen pada beberapa kultivar  mangga  sehingga  mampu  meningkatkan  pembentukan  buah  mangga  Gadung sampai dengan hasil panen. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu: (1) studi morfologi dan tanggapan pollen terhadap zat penyubur pollen, dan (2) keefektifan zat penyubur pollen terhadap pembungaan sehingga terbentuk buah mangga kultivar Gadung. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  (1)  zat  penyubur  pollen  dan  pollen  dari  kultivar tertentu mempengaruhi pembentukan buah mangga Gdung, (2) Pollen dari kultivar Durih yang dikecambahkan dalam penyubur 400 g/g GA3  dan disemprotkan pada pembungaan mangga Gadung menyebabkan pembentukan buah yang lebih tinggi daripada interaksi perlakuan yang lain. Peningkatan pembentukan buah yang lebih tinggi pada perlakuan ini hampir mencapai 50% jika dibandingkan dengan kontrol, tetapi peningkatan pembentukan buah sejumlah tersebut tidak mampu bertahan selama perkembangan buah sampai dengan buah dipanen, dan (3) morfologi pollen antar kultivar mangga, yaitu Gadung, Durih, Manalagi,  dan  Golek,  tidak  saling  memberikan  pengaruh,  berbentuk  segitiga  sama  sisi dengan ukuran panjang (24,0 – 28,0) mikron, tetapi polen masing-masing kultivar mempunyai tanggapan yang berbeda terhadap macam zat penyubur pollen. Kata kunci: Pembungaan mangga, penyubur polen, self-incompatibel sporofitik.

Page 8 of 42 | Total Record : 416


Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue